NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Baguslah," Sahut Tania asli. Namun, ia tidak membuang waktu untuk langsung ke inti masalah. "Taniza, aku mau tanya satu hal penting. Tadi Tante Chana masuk ke kamarku. Dia sibuk mendramatisir keadaan dan bilang kalau Ameer itu sebenarnya sudah punya kekasih bernama Venera, wanita yang katanya sangat salehah dan pinter agama. Dan sangat di cintai Ameer. Apa itu benar? Apa kamu tahu soal perempuan ini?"

Di ujung telepon, Taniza terdiam sejenak. Dahinya berkerut mencoba mengingat-ingat kembali memori kelamnya selama tinggal di Mansion Hasanuddin.

"Venera...?" cicit Taniza dengan suara bingung. "A-aku... aku sama sekali tidak tahu, Tania."

"Sama sekali tidak tahu?" ulang Tania asli memastikan.

"Iya, Tania. Selama ini Kak Ameer sangat tertutup," jelas Taniza perlahan. "Dia memang jarang di rumah karena urusan pekerjaannya di Amerika. Kalaupun di rumah, dia hanya berbicara seperlunya dengan Kakek . Aku tidak pernah melihat dia membawa wanita ke rumah, dan dia juga tidak pernah cerita apa-apa padaku. Tante Chana tidak pernah menyebut nama Venera sebelumnya padaku."

Tania yang asli terkekeh dingin di balik telepon. "Sudah kuduga... Si nenek sihir itu cuma mengarang cerita atau membesar-besarkan hal sepele untuk menakut-nakutiku supaya pernikahan besok batal."

"Tapi Tania..." suara Taniza mendadak terdengar cemas dan ragu. "Bagaimana kalau... kalau cerita Tante Chana itu memang benar ada sedikit benarnya? Bagaimana kalau Kak Ameer memang punya wanita yang dia sukai, tapi terpaksa menikahimu karena rasa kasihan padaku?"

Tania yang asli bersandar anggun di kepala ranjang mewahnya, memutar-mutar ujung rambutnya dengan santai.

"Mau kasihan, mau cinta, atau mau karena perintah Kakek... buatku itu tidak masalah, Taniza," ujar Tania dengan nada tenang namun sangat tegas. "Pernikahan besok adalah perisai paling aman buat kita. Dengan aku jadi istri sah Ameer, Chana dan Filio tidak akan punya celah sedikit pun untuk menyentuh keluarga ini lagi. Soal hati atau kekasih... biar itu jadi urusanku nanti."

Taniza yang mendengar ketegasan kembarannya menelan ludah pelan. Ia begitu kagum sekaligus takjub dengan keberanian Tania , sesuatu yang sama sekali tidak ia miliki selama ini.

"Kamu... benar-benar tidak takut, Tania?" bisik Taniza halus.

"Tidak ada yang perlu ditakuti dari manusia yang main belakang seperti Tante Chana," jawab Tania asli mantap. "Kamu fokus saja istirahat, usap luka-lukamu, dan nikmati ketenangan di desa. Biar besok aku yang selesaikan panggung sandiwara di mansion ini."

Taniza tersenyum haru, matanya agak berkaca-kaca. "Terima kasih, Tania... Semoga Allah melancarkan pernikahanmu besok pagi."

"Aamiin. Tidurlah, Taniza. Assalamu’alaikum."

"Wa'alaikumsalam..."

Setelah panggilan terputus, Taniza menarik selimut tebalnya hingga ke dada. Di kamar sederhana milik kembarannya ini, ia memejamkan mata dengan perasaan lelah namun sangat lega, menyerahkan seluruh perjuangan di mansion kepada saudara kembarnya yang pemberani.

_____

Pagi yang ditunggu-tunggu pun tiba. Cahaya matahari terbit menembus tirai tipis kamar utama Mansion Hasanuddin, membiaskan sinar keemasan di atas meja rias yang dipenuhi oleh peralatan kosmetik dari perancang busana kelas atas.

Di depan cermin besar berukir emas, Tania duduk dengan tenang. Seorang penata rias profesional ternama pilihan Kakek Hamzah bersama dua asistennya sibuk memoles wajah gadis itu dengan sangat telaten.

Gamis syar'i berwarna putih bersih berhias bordir perak halus membalut tubuh Tania dengan sangat sempurna. Potongannya yang pas di badan memberi kesan anggun, bersih, dan sangat berkelas. Karena ini adalah acara akad nikah yang sangat sakral, tidak mungkin Tania tampil polos tanpa riasan sama sekali. Sang penata rias sengaja memilih konsep natural flawless makeup.

Polesan tipis foundation, sedikit rona blush on berwarna peach di pipi, serta lipstick bernuansa soft rose makin menonjolkan kecantikan alami Tania. Alih-alih mengubah karakter wajahnya, riasan sederhana itu justru membuat parasnya yang ayu kian bersinar bak mawar yang mekar di pagi hari.

"Masya Allah, Nona Tania... Cantik sekali," puji sang penata rias dengan takjub sembari membetulkan posisi khimar putih yang menjuntai rapi. "Wajah Nona manis alami, jadi dirias sedikit saja cantiknya langsung memancar."

Tania hanya menyunggingkan senyuman tipis dan amat anggun di depan cermin.

"Aku ternyata cantik juga, selama ini Aku tidak pernah pakai make-up" gumam Tania terkekeh,ia seperti tidak mengenali diri nya sendiri, gadis yang sedikit tomboy kini di sulap menjadi princess.

Ceklek....

Pintu kamar terbuka. Ameer melangkah masuk dengan balutan jas resmi berwarna putih senada, tampak sangat gagah, tegap, dan berwibawa khas pewaris tunggal Hasanuddin Group. Ia datang untuk memastikan persiapan akhir sebelum turun ke ruang keluarga utama.

Namun, langkah kaki Ameer mendadak terhenti di ambang pintu.

Sepasang mata cokelatnya yang tajam terpaku menatap sosok wanita di depan cermin. Untuk beberapa detik, Ameer tertegun. Pria yang biasanya selalu dingin dan berwajah datar itu sampai menahan nafasnya sejenak.

Tania yang menyadari kehadiran Ameer perlahan memutar tubuhnya. Ia berdiri, menatap lurus ke dalam manik mata Ameer.

Di situlah dada Ameer bergemuruh aneh. Kecantikan Tania pagi ini memang luar biasa, namun yang benar-benar membuat Ameer terpaku adalah sorot matanya.

Mata gadis itu tidak lagi memancarkan binar redup, ketakutan, atau kepasrahan seperti Tania yang dulu sering menangis di sudut ruangan. Sebaliknya, sorot mata Tania pagi ini begitu jernih, tajam, dingin, dan memancarkan keberanian yang luar biasa. Ada aura keteguhan yang sangat kuat di balik balutan gaun pengantin putihnya.

"Tatapan ini... sungguh bukan tatapan wanita yang lemah", batin Ameer dengan rasa takjub dan penasaran yang makin membakar jiwanya.

"Semuanya sudah siap?" suara bariton Ameer terdengar agak berat saat berusaha menetralkan rasa terkejutnya.

"Sudah, Kak Ameer..." jawab Tania dengan suara yang tetap lembut dan santun, namun sorot matanya yang tajam tak pernah lepas menatap Ameer. "Tania sudah siap."

Ketika Ameer mendampingi Tania berjalan turun menyusuri tangga melingkar menuju ruang keluarga utama, suasana di bawah seketika riuh rendah oleh bisikan halus.

Seluruh anggota keluarga besar Hasanuddin, kerabat dekat, serta beberapa tetua yang diundang terbatas sudah berkumpul di ruangan berkilau lampu kristal tersebut. Karpet merah membentang menuju meja akad yang telah dihiasi bunga melati segar.

Gumam terkejut tak bisa ditutupi dari wajah para sepupu dan paman. Bagaimanapun juga, keputusan mendadak ini sangat mengejutkan! Ameer, sosok pria idaman, pewaris tahta kekayaan Hasanuddin Group yang sangat dihormati, tiba-tiba melangsungkan akad nikah dengan adik sepupu angkatnya sendiri yang selama ini dikenal sangat tertutup dan pemalu.

"Bukankah itu Tania? Kenapa tiba-tiba sekali Ameer menikahinya?" bisik salah satu paman di barisan depan.

"Entahlah... Tapi lihatlah, mereka tampak sangat serasi. Tania terlihat begitu anggun dan berkelas pagi ini," timpal kerabat lainnya.

Namun, di sudut ruangan dekat pilar marmer, ada dua sosok yang berdiri dengan napas memburu dan wajah yang nyaris membiru karena menahan amarah yang membakar dada.

Chana dan Filio.

Filio meremas kuat kain gaun mewahnya hingga jemarinya memutih. Matanya yang merah menatap Tania dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan penuh kebencian, iri hati, dan ketakutan yang bercampur aduk. Rasa dengkinya makin membumbung tinggi melihat betapa cantiknya Tania pagi ini, dan bagaimana Ameer berjalan disampingnya dengan hati-hati .

"Kenapa harus dia?! Kenapa bukan aku?!" jerit Filio dalam hatinya yang dipenuhi racun cemburu. "Harusnya gadis sialan itu mati di sungai, bukannya malah naik pelaminan dengan Kak Ameer!.".

Di sebelahnya, Chana mengepalkan tangannya rapat-rapat di balik gaunnya. Senyum palsu yang dipaksakannya terasa amat kaku. Tatapan mata Chana sangat dingin dan penuh ancaman saat mengawasi setiap langkah Tania menuju meja akad.

Tania yang berjalan anggun di samping Ameer tentu menyadari tatapan beracun dari ibu dan anak tersebut.

Alih-alih merasa takut, Tania justru sedikit memiringkan kepalanya ke arah Chana dan Filio, menyunggingkan sebuah senyuman yang sangat tipis, sebuah senyuman kemenangan yang menyiratkan pesan jelas" Saksikanlah... awal dari kehancuran kalian dimulai dari detik ini.".

1
suti markonah
siap² filio chana..pembalasan dendam akan segera di mulai
suti markonah
ameer dah ada rasa sm tania tp blm menyadari
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!