Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
who is she?
"Gimana han? Lancar?" tanya Mex
"Aman" vahan ikut jongkok di sebelah Mex yang sedang merokok dengan afghan. berani banget nih dua orang nyebat di sekolah.
Saat ini mereka sedang ada di parkiran. vahan melirik Mex "kan udah gue bilang pulang aja duluan"
Mex melirik Afghan "dia gak mau. katanya takut Lo kenapa Napa kalo ditinggal sendirian. Gue curiga dia suka sama Lo"
Plak!
Tanpa belas kasihan sama sekali Afghan menggeplak mex yang sudah memfitnah dirinya "Lo kali yang gak mau ninggalin dia.lo bilang harus setia kawan"
"Harus banget ngerokok di sekolah?" Vahan menatap keduanya khawatir. ini sekolah sangat sangat sangat ketat.dan yang melanggar, hukumannya gak main main. Takutnya kedua temannya ini ketahuan dan berakhir di drop out secara tidak wajar.
"Udah gak ada siapa siapa" ucap Mex santai
"Udah gak ada gimana? Lo pikir gue ujian tadi sendiri?jelas ada guru yang ngawasin" timpal vahan
"Kan parkiran guru gak disini" balas Mex lagi
"Bener tuh. btw, katanya si Mex tadi lo ngobrol sama si tukang tidur di kelas Lo itu?" Afghan yang awalnya berada di sebelah Mex bangkit dan jongkok di depan vahan
Vahan menghela napas lalu menceritakan kejadian di kelas tadi bersama billby yang membuat emosinya naik sampai ke langit ketujuh
"Seriusan lo? Terus apa yang Lo rasain sekarang?" Interogasi Afghan heboh
"Gue gak ngerasain apa apa sih. niatnya habis ini gue mau cek ke Rumah Sakit" balas vahan
"Sialan ya tuh cewek. gue kasih pelajaran besok" ujar Afghan meng-gebu. dia ini tipe orang yang emosian. Beda dengan Mex yang lebih santai dan mendahulukan logika
Mex menimpali setelah berhasil mencerna cerita vahan tadi "kata Lo tadi dia juga makan. Masa beneran ada racunnya?"
Hufttt,"mungkin dia mau bundir" vahan mengingat lagi ucapan billby di kelas tadi
Semua makanan gue ada racunnya. tapi, kenapa gak mati mati ya? Ucapan tersebut menyiratkan makna kalau gadis itu ingin mengakhiri hidupnya
"Emang punya masalah apa?" tanya Mex tampak tak yakin Dengan prediksi vahan tadi
Afghan melirik Mex "ya mana tau.tapi dia keliatan problematik gitu. Gak pernah ikut aturan.udah pasti hidupnya berantakan. banyak masalah."
"Dia emang gak pernah ikut aturan. tapi gak keliatan banyak masalah kok. dia keliatan anak polos yang belum ngerti kejamnya dunia" Mex menjatuhkan rokoknya yang sudah pendek lalu menginjaknya dengan gesekan ringan
Vahan terkekeh ringan "paham amat lo.sering merhatiin ya? gue yang duduk di sebelahnya aja baru pertama kali liat mukanya sejelas itu. Ekspresi nya emang polos. tapi, kelakuannya astagaaa"
"Kalo emang polos mana mungkin dia kenal racun.oh ya,jadi kapan Lo mau cek?" Afghan jadi teringat kalau topik utama nya itu vahan dikasih makanan beracun
"Ntaran"
Mex menggelengkan kepalanya"gue gak yakin dia beneran masukin racun di pizza itu"
"Serah lo lah. pokoknya gue kesel.besok gue habisin dia" ujar afghan dengan dendam membara
"Habisin habisin. Lo gak liat dia di sekolah bisa ngelakuin apa aja? gak ada guru yang pernah negur apalagi ngehukum. Sapa tau dia anak orang penting" ujar Mex memperingati Afghan
Vahan mengangguk "itu juga yang gue pikirin"
"Gue juga anak orang penting kali.anak pejabat" tukas Afghan kesal
"Anak pejabat sih iya. Tapi, sayangnya bukan pejabat disini gan.di negara ini kita cuman numpang.makanya jangan macam macam" nasehat Mex lagi
Afghan menunduk lesu "padahal gue dah gatel sama tuh cewek. btw,gue masih heran kenapa dia bisa di spesialin sama guru guru ya? Kenapa gak pernah dihukum?"
Mex mengangguk se7 "gue juga lagi"
"Jangan jangan oh jangan jangan" Afghan menatap kedua temannya dengan horor "dia..dia jual diri?"
Entah kenapa vahan merasa tidak suka dengan dugaan Afghan tadi.. walaupun billby sudah membuatnya kesal setengah mati. Tapi menurut nya billby bukan cewek seperti itu.
"Sembarangan lo! Masa iya sih. enggak lah. paling karena sogokan" komentar Mex membantah pikiran Afghan yang agaknya kelewatan
"Mungkin dia anak kepsek" tutur vahan dengan pemikiran yang lebih normal
"Enggak kok. kepsek cuman punya dua anak. pak Jack sama adiknya cewek" bantah Afghan
"Billby cewek"balas Mex
"Bukan. ceweknya tuh sudah gede" sewot Afghan
Vahan bangkit menghampiri motornya yang langsung menarik perhatian kedua temannya itu
"Pulang?" Tanya Afghan
Vahan menggeleng "gak.mau ke Rumah Sakit. gak usah ikut. lo berdua pulang aja"
Namun, "Ikut" balas Afghan dan mex serempak
"Serah"
•••
"Kita makan dulu ya om. billby pengen makan di luar" pinta billby seraya melepas tasnya lalu melemparnya ke jok belakang.
Saat ini billby sedang bersama jackly-omnya yang berprofesi sebagai guru di sekolah ini.
"Mau makan apa?" Tanya Jack seraya mengatur suhu AC di mobilnya
Billby menggumam cukup panjang "billby mau makan di Solaria deh"
"Oke boleh.gimana hari ini?" ujar Jack yang sudah mulai menjalankan mobilnya
"Hmmmh,kayak biasa"
Jack menoleh sekilas "tidur seharian?" Tebaknya
Billy menganggukan kepalanya lalu menggeleng "tadi aku sempet ngasih bekal ku ke temen semejaku. dia keroncongan. brisiq. Jadi aku kasih makan biar bisa tidur lagi"
Awalnya Jack hanya mengangguk santai. Namun,detik berikutnya ia menatap billby dengan tatapan mengintimidasi "cowok kan? temen semeja kamu cowok? Apa aja yang kamu omongin? kalian temenan?tukeran no.hp?" interogasinya beruntun seperti wartawan
Billby menghela napas. Salah sepertinya. Tidak seharusnya ia menceritakan hal tersebut. omnya ini posesif mampus. udah kayak pacar obsesi. "om tuh lagi nyetir. Jangan malah liatin billby. ntar kalo sampe kenapa kenapa billby gak mau diurus om lagi" ujarnya tak membalas satupun pertanyaan Jack
"Terus kalo bukan om yang ngurus kamu,siapa?"
Billby mengendikkan bahunya "Tuhan mungkin"
Jack mencubit pipi billby "sembarangan kamu. ceritain ke om apa aja yang kamu omongin sama cowok itu. se-de-tail mungkin" titah Jack tak terbantahkan
Akhirnya billby menceritakan pizza beracun ulahnya
"Astaga billby.. kamu gak boleh bercanda kayak gitu.bercanda itu ada batasnya" ujar Jack melirik ponakannya yang meresahkan itu
Tapi,billby menanggapi nya dengan santai. ia malah mengambil jawaban yang ia yakini akan membuat omnya marah "jadi,kalo bercandanya gak berlebihan boleh?"
Jack mencengkram stir mobilnya "billby" panggilnya dengan nada rendah "jangan pernah coba-coba ngelakuin hal yang om larang.kamu gak boleh temenan sama siapapun. Kalo kamu berani temenan apalagi sampe bercanda sama cowok itu, om bakal keluarin dia dari sekolah. atau.. om kunci kamu di kamar kalo om lagi gak di rumah.gak cuman cowok itu. Semuanya. Kamu gak boleh temenan sama siapa pun"
"Iya deh.." balasnya lesu
"Apa kamu dah sering bercanda sama dia?"
Billby menggeleng cepat "enggak om. itu tadi karena dia laper"
"Terus kenapa gak ke kantin?"
"Katanya sih lagi belajar karena mau ngerjain ulangan yang Sempet kelewat" balas billby seadanya