Kisah seorang pemuda miskin yatim piatu yang berjuang keras untuk mengubah nasib di dunia yang kejam ini dan menegakkan keadilan untuk dirinya.
Seperti apasih kisah nya? ikuti terus setiap alur ceritanya yaa!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nemonia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Ketika Lyra berada di rumah nya, dia selalu menghubungi Eric setiap saat hanya untuk memastikan apakah nomor ponsel Eric sudah bisa dihubungi atau belum. Sesering Lyra melakukan itu, namun Lyra tidak mendapat hasil apapun. Nomor ponsel Eric tidak bisa dihubungi.
Entah mengapa Lyra merasa sedikit ketakutan tidak mendapat kabar dari Eric. Lyra merasa seolah-olah sedang kehilangan sesuatu yang berharga, padahal dia dan Eric belum memiliki ikatan apapun.
Lyra perlahan entah mengapa selalu membayangkan sosok Eric didekatnya. Lyra benar-benar ingin melihat Eric.
2 hari Lyra belum mendapatkan kabar tentang Eric. Dia terus menghubungi Eric, tetapi nomor ponsel Eric tetap tidak aktif.
7 hari Eric menghilang tanpa kabar.
10 hari Eric menghilang tanpa kabar.
Lyra juga sudah seminggu lebih berdiam diri didalam rumah dan tidak mau keluar rumah. Sudah 7 hari juga Lyra tidak masuk universitas.
Entah apa yang membuat Lyra menjadi seperti memikirkan laki-laki seperti Eric. Lyra berjanji pada dirinya tidak akan keluar kamar saat itu juga sebelum mendapatkan kabar dari Eric.
Kabar Lyra yang sudah tidak memasuki kuliah selama tujuh hari menyebar dikampus. Mereka semua kebingungan, ada apa sebenarnya dengan Lyra. Yang mereka tau, Lyra adalah sosok mahasiswi yang sangat rajin dan tidak pernah libur dalam memasuki kelas.
Tetapi sekarang, Lyra bahkan sudah 7 hari tidak memasuki kelas di Universitas.
Ini yang membuat mereka semua mengkhawatirkan kondisi Lyra. Oleh karena itu, banyak dari teman-teman Lyra dan banyak juga dari Universitas itu mendatangi rumah Lyra untuk membujuknya masuk kuliah lagi.
Bella juga ikut serta dalam hal itu.
Didepan rumah Lyra sudah banyak teman-temannya yang berusaha akan membujuk masuk universitas lagi. Sebab, menurut info yang mereka dengar, Lyra tidak sakit apapun, tetapi Lyra tidak memiliki kemauan untuk mauk universitas. Ini yang membuat mereka semua berusaha ingin mengajak Lyra masuk kuliah lagi.
Namun, kedatangan mereka ditolak mentah-mentah oleh Lyra.
Lyra sama sekali tidak mau keluar untuk menyambut mereka. Lyra tetap mengunci dirinya didalam kamar.
"Tuk.tuk.. Tuk..!”
Lyra, ayo temui teman-temanmu. Mereka sudah jauh datang ingin melihat keadaan mu, jadi ayo sebentar saja temui mereka." Ucap Lynda kakak Lyra memohon.
Lyra mendengus dingin dari dalam kamarnya." Aku tidak akan pernah mau menemui mereka. Suruh saja mereka semua pulang. "
Bella jiga ada didepan pintu kamar Lyra, dengan pelan-pelan Bella berkata sambil mengetuk pintu Lyra." Ayolah keluar sebentar Lyra, kita ingin melihat keadaanmu! " ucap Bella.
"Apakah itu kamu Bella?" ucap Lyra dari dalam kamarnya. "benar, ini aku Bella!" ucap Bella.
Lyra degan cepat membalas." Silahkan Bella, kamu boleh amsuk menemui ku. Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu."
Mendengar itu, Bella dengan cepat perlahan masuk dikamar Lyra.
Setelah Bella masuk kamar Lyra, Lyra langsung memeluk Bella dan menangis..
"Heiii Lyra, apa yang membuat kamu begini?"
"Bella, apakah kamu sudah mendapatkan kabar tentang Eric?."
"Tidak aku juga belum mendapat kabar, dia udah 10 hari nggak masuk universitas, dan kenapa kamu begitu menghawatirkan Eric.?
Lalu Lyra menangis lagi..
"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu saudari Lyra...?"
"Entah kenapa di pikiranku Hanya ingin bertemu dengan Eric, Aku juga tidak tau kenapa aku sangat merindukanmu Sosok Eric.. Tapi entah dimana keberadaan Eric saat ini..
Bella sontak kaget mendengar pernyataan Lyra kalo dia sakit begini karena memikirkan Eric.. Bella juga sangat menghawatirkan Eric tapi Bella belum menaruh perasaan kepada Eric Lain hal dengan Lyra, Saat mereka makan bersama saat itulah rasa nyaman didekat Eric Tumbuh di Hati Lyra.
"Tenangkan dirimu dulu Lyra, Aku yakin kalo Eric pasti sedang baik baik saja disana. Kapan kamu bisa masuk Kuliah? Kami semua merindukan kehadiran mu di Universitas."
"Bisakah kita berangkat bersama besok Bella? Aku masih ingin curhat dengan mu, tapi jangan beri tahu siapa siapa tentang hal ini oke.."
"Siap nona Lyra, aku tidak akan memberitahu siapa siapa. Kalo begitu aku pulang ya.."
" terimakasih Bella, hati hati dijalan."
"Daaaaa."
Diluar susah banyak teman Lyra yang menunggu kabar dari Bella mengenai Kondisi Lyra.
"Heii Bella bagaimana kabar Nona Lyra?" ucap kaka Lynda kak Lyra.
"Syukur Lyra baik baik saja, dan mulai besok kayanya Nona Lyra akan masuk kuliah lagi."
Mendengar itu semua teman teman Lyra yang jadi bersorak bahagia, sebab ia akan melihat pujaan hati nya berada di universitas lagi.
Kembali ke Eric,Saat itu sudah sadar dan pulih sepenuhnya.
"Heii paman aku sudah sembuh bisakah aku sekarang pulang?."
Mendengar itu 2 pemuda pengemis itu berbalik untuk melihat kearah Eric.
"Tentu saja boleh, tapi tuan kami belum mengizinkanmu untuk pergi, kau boleh pergi dari sini setelah tinggal 1 bulan".
Mendengar itu Eric terkejut, kenapa dia harus tinggal disana selama sebulan, dan siapa bos mereka sebenarnya.?
"Heii paman aku mau bertanya, siapa nama bosmu itu?."
"Kamu tida perlu tau, nanti juga kamu bakalan tau siapa dia."
"Lalu kenapa aku harus tinggal disini selama sebulan?."
"Bos kami menyuruh kamu menjaga mu. dan jika kamu mau, boss kami juga menyuruh kami untuk mengajar kan mu sedikit teknik seni bela diri, supaya kamu bisa melawan musuh yang menggangumu."
Eric terkejut sebenarnya siapa bos yang mereka maksud, tapi Eric juga sangat senang, karena ada orang yang mau mengajarinya seni beladiri.
"Ohhh paman, dengan senang hati, aku sangat ingin belajar seni beladiri."
Bagus kalo gitu kami akan melatihmu 1 bulan full."
Sehari harinya Eric berlatih dengan sangat keras, sehingga dalam seminggu ia sudah menguasai dasar-dasar dan teknik pertahanan dalam seminggu.
"Eric, kami juga akan mengajarkanmu teknik tenaga dalam dan teknik menyerang titik lemah musuh, sehingga kamu dengan mudah melumpuhkan musuh musuhmu."
Setelah berlatih 1 bulan full Eric kini sudah hampir menguasai teknik teknik yang telah diajarkan kepada dia, karena saat itu Eric sangat bersungguh-sungguh dalam pelatihannya.
"Eric sudah satu bulan full kamu disini, sekarang kamu boleh meninggalkan tempat ini."
Sebelum Eric pergi, iya tak lupa menanyakan siapa bos mereka namun mereka dengan cuek menunutup pintu gerbang dan mengusir Eric.
Eric sangat bingung, siapa orang yang menolongnya dibalik semua ini. Dan Eric juga sedikit senang karena bisa kembali ke Universitas nya. setelah keluar dari hutan Eric terus berjalan menuju kota Leonard city.
Kembali ke Lyra. Mulai pada saat itu Lyra dan Bella menjadi teman dekat, kemana-mana Bella selalu ikut dengan Lyra.
Lyra dan Bella sudah beranggapan kalo Eric tak akan kembali lagi menemui mereka, dan mereka juga sudah mulai melupakan sosok Eric.