NovelToon NovelToon
Surat Wasiat Kakek Robert

Surat Wasiat Kakek Robert

Status: tamat
Genre:Obsesi / Nikah Kontrak / Romansa / Tamat
Popularitas:29.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma

Kakek Robert memang orang yang senang melucu, saking lucunya sampai membuat surat wasiat yang mensyaratkan musuh bebuyutan, Jenson dan Rachel, harus tinggal dalam satu atap dan mereka harus menikah.

Padahal setiap kali mereka bertemu, kata-kata setajam pisau akan melesat dan menusuk harga diri mereka. Enam bulan bukan waktu yang singkat dan 150 miliar bukan jumlah yang sedikit. Apalagi warisan sebesar itu hanya diturunkan kepada mereka berdua, bukan kepada saudara-saudara kakek Robert.

Bulan pertama merupakan bulan yang terberat di mana mereka harus saling bertoleransi. Di bulan itu pula juga mereka mulai menyadari percikan gairah yang muncul. Tapi tidak semuanya berjalan lancar karena ternyata ada seseorang yang menginginkan kematian mereka berdua dan memperoleh warisan Kakek Robert…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Ia menginginkan Rachel menjadi istrinya selamanya, bukan hanya istri sementara. Jenson tidak mampu berpura-pura. Saat ia menginginkan Sesuatu, ia akan berusaha mewujudkannya dengan menggunakan satu dari dua cara. Pertama, ia akan merencanakan pendekatan yang terbaik, lalu melaksanakan langkah-langkahnya satu demi satu, melakukan manuver dengan halus dan menata semuanya dengan benar agar berjalan dengan lancar. Kalau itu tidak berhasil, ia akan menggunakan cara yang kedua.

Ia menilai Rachel tidak bisa bereaksi terhadap kesabaran dan sikap baik. Wanita itu juga tidak akan terima jika ditaklukkan begitu saja. Jenson berpikir apa sebaiknya langsung melakukan cara ketiga yang benar-benar baru.

Tantangan yang menarik, gumam Jenson sambil tersenyum simpul. Tak ada yang lebih disukainya dari mengatur dan mengatur ulang jalan ceritanya, serta memindah-mindahkan sudut pandang. Dan bukankah ia selalu menganggap Rachel sebagai karakter yang menarik? Jadi, ia akan menjalaninya seperti pertunjukan sandiwara.

Jagoan dan jagoan wanita jadi teman serumah, Jenson memberi judul kisahnya bersama Rachel. Saling tertarik namun segan mengakuinya, walau sudah terikat pernikahan. Si jagoan cerdas dan memesona. Mempunyai tekad dan kemauan yang luar biasa keras. Bukankah ia sudah berhenti merokok dari lima minggu tiga hari serta empat belas jam yang lalu? Sesuai dengan permintaan Si Jagoan wanita.

Si jagoan wanita sifatnya keras kepala juga berpendirian kukuh, sering salah mengartikan keangkuhan dengan kemandirian. Si jagoan secara bertahap meretakkan tameng rapuh si jagoan wanita demi kepuasan mereka berdua.

Jenson bersandar di kursinya dan menyeringai. Ia bisa membuatnya menjadi naskah sungguhan. Banyak aksi yang akan disertakannya di situ tidak direncanakan lebih dahulu, tentunya, tapi ia sudah punya tema utamanya. Puas, dan antusias mengerjakan adegan pembukanya, Jenson kembali bekerja dengan semangat yang membara.

Dua jam berlalu dengan cepatnya saat Jenson bekerja dengan sangat mantap. Ia menjawab ketukan di pintu kamarnya dengan lenguhan.

“Maaf, Tuan. Jenson.” Nyoman, yang napasnya agak terengah-engah sehabis mendaki tangga, berdiri di depan pintu.

Jenson melenguh lagi dan menyelesaikan pekerjaannya mengetik paragraf terakhir. “Ya, Nyoman?”

“Ada surat untuk Anda, Tuan.”

“Surat?” Sambil merengut, diputarnya kursinya. “Terima kasih.” Jenson menyambut surat itu, tapi ia hanya memukul-mukulkannya di telapak tangannya. “Rachel masih di ruang kerjanya?”

“Ya, tuan.” Jawabnya. “Jesica sedikit kesal karena Nona Rachel tidak makan siang. Dia berniat menyajikan makan malam satu jam yang akan datang. Kuharap kalian berdua makan malam.”

Jenson paham sekali, bila sudah menyangkut Jesica, sebaiknya ia tidak menimbulkan huru-hara. “Nanti aku akan turun.”

“Terima kasih, Tuan, dan kalau boleh kukatakan, aku sangat menyenangi acara televisimu. Terutama episode minggu ini yang sangat bagus.”

“Terima kasih, Nyoman.”

Nyoman punya kebiasaan menontonnya setiap minggu sambil Jenson temani. Dia tidak pernah alpa menonton satu pun episodenya.

“Mungkin tidak akan pernah ada Logan’s Run kalau tidak ada Kakek Robert,” renung Jenson. “Aku sangat rindu padanya.”

“Kita semua begitu. Rumah ini jadi begitu sepi tanpa beliau. Tapi aku....” Wajah Nyoman sedikit memerah karena terpikir olehnya bahwa ia sudah melampaui batas.

“Teruskan, Nyoman.”

“Aku ingin kau tahu bahwa aku dan Jesica dengan senang hati tetap bersedia melayani kalian, kau dan Nona Rachel. Kami senang Tuan. Robert mewariskan rumah ini pada kalian. Yang lainnya…” Ia menegakkan punggungnya dan melanjutkan, “Mereka tidak akan cocok, Tuan. Jesica dan aku sudah berdiskusi soal mengundurkan diri jika Tuan. Robert memilih mewariskan rumahnya pada salah satu dari para pewarisnya yang lain.” Nyoman melipat lengannya yang kurus. “Apa kau butuh sesuatu yang lain sebelum makan malam, Tuan?”

“Tidak, Nyoman. Terima kasih.”

Dengan surat di tangan, Jenson kembali bersandar ketika Nyoman berlalu. Pelayan tua itu sudah mengenalnya sejak masih kanak-kanak. Jenson bisa mengingat jelas kapan tepatnya Nyoman berhenti memanggilnya Master Dirgantara. Waktu itu ia berumur enam belas tahun dan sedang mengunjungi rumah Robert selama musim panas. Nyoman menyebutnya Tuan. Dirgantara dan Jenson merasa seakan-akan ia baru saja melangkah keluar dari masa kanak-kanak, melintasi masa remaja, lalu menyeberang ke masa dewasa.

Aneh memikirkan betapa banyak kejadian dalam kehidupannya yang melibatkan kakek Robert beserta orang-orang yang menjadi bagian darinya. Nyoman lah yang menyajikan wiski pertamanya pada ulang tahunnya yang kedelapan belas. Bertahun-tahun sebelumnya, Jesica menghadiahinya jeweran pertama. Orang tuanya tak pernah repot-repot memukulnya dan guru-gurunya tak ada yang berani melakukannya. Jenson masih ingat bahwa setelah rasa nyerinya mereda, ia merasa sebagai bagian dari keluarga itu.

Rachel menjadi kutukan sekaligus fantasi masa remajanya. Tampaknya sampai sekarang hal itu masih terjadi. Dan Kakek Robert. Kakek Robert telah menjadi ayah, kakek, teman, dan saudara lelaki bagi dirinya.

Kakek Robert adalah Kakek Robert, dan Jenson sudah mengatakan yang sesungguhnya sewaktu ia mengungkapkan pada Jesica bahwa ia merindukan pria tua itu. Memikirkan hal lain, Jenson pun mulai membuka surat itu.

“Hai Jenson.

Ku harap kau baik-baik saja. Aku hanya ingin mengatakan bahwa sekarang Ibumu sakit keras. Dokter tidak berharap banyak. Pulang-lah ke Bali secepatnya.

Tulis pesan dalam surat itu. Jenson memandangi surat itu nyaris semenit penuh. Itu tidaklah mungkin, ibunya tidak pernah sakit. Ibunya menganggap sakit sebagai aib sosial. Sesaat ia terpaku tak percaya, selintas keterkejutan.

Sewaktu Rachel mampir ke ruangannya lima belas menit kemudian, dilihatnya Jenson melemparkan pakaiannya ke dalam sebuah tas. Wanita itu mengangkat sebelah alisnya, bersandar di pintu, lalu berdeham. “Kamu mau pergi ke mana?”

“Bali.” Jenson memasukkan peralatan bercukurnya.

“Sungguh?” Kini Rachel melipat kedua tangannya. “Mencari iklim yang lebih cerah?”

“Ini tentang ibuku. Suaminya mengirimiku pesan.”

Rachel langsung menanggalkan pose dingin dan sarkastisnya kemudian datang mendekat “Ibumu sakit apa?”

“Di surat itu tak di katakan apa-apa, tapi sepertinya keadaannya tidak baik.”

“Oh, Jenson. Ada sesuatu yang bisa kulakukan? Mencarikan tiket pesawat?”

“Aku sudah membelinya. Beberapa jam lagi pesawatku berangkat. Mereka membuatku harus mengambil rute yang harus transit ke Surabaya, tapi itulah yang terbaik yang bisa kuusahakan.”

Merasa tak berdaya, Rachel memperhatikan Jenson menutup tasnya. “Kau akan kuantar ke bandara kalau kau mau.”

“Tidak, tapi terima kasih.” Jenson menyisir rambutnya dengan tangan seraya berbalik menghadap ke arah Rachel. Rasa peduli itu ada di sana, meski Jenson menyadari bahwa Rachel baru bertemu ibunya sekali, mungkin sepuluh atau lima belas tahun yang lalu. Rasa peduli itu hadir untuk dirinya dan tanpa diduga, tampak tulus. “Rachel, aku akan membutuhkan lebih dari dua jam untuk sampai ke sana. Dan selanjutnya aku tidak tahu....” Bicaranya terputus, tak mampu membayangkan ibunya dalam keadaan sakit parah. “Mungkin aku tak bisa kembali tepat pada waktunya, tidak dalam dua puluh empat jam.

1
Christ Mlg
👍🏻
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahh Rachel punya bodyguard sekarang siapa yang mengganggu Rachel akan berhadapan dengan Bruno si anjing jelek dan kejam 😊
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
Happy ending, cerita nya menarik. di mana mana yg nama harta warisan pasti di perebutkan. ku alami sendiri dalam keluarga suamiku, itu harta sedikit, apalagi kalau harta nya banyak. kalau berurusan dgn harta warisan orang pun pasti menginginkan nya. meributkan.

selamat kk irma, sukses selalu 🥰🥰🥰
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
jebakan nya langsung mengena, good
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aku membayangkan kalung dan anting nya Rachel, aku yg pakai cantik kali ya🤭🤭🤭🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
mereka bersekongkol & saling membongkar. tapi pemenangnya tetap jenson & Rachel. keren kakIR
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
gempar, gaduh. tapi pembunuh belum ditemukan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
moment luar biasa. mengundang pembunuh ke rumah.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pasti Rachel panik akan bertemu para saudara
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jangan pernah mikir cerai Rachel. itu cinta ❤
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semua di sketsa itu bersekongkol.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
kalian harus semakin waspada. pondok yg dulu belum lagi diperiksa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
para lawan semakin brutal. semoga mereka bisa bertahan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pelan2 harapan jessica & nyoman berjalan lancar
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jaga2 dengan bor. pinter Rachel.. 😁😁
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
mungkin dgn mengundang mereka, siapa tau akan terbongkar semua misteri selama ini
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
demi harta orang melakukan berbagai hal utk mendapatkan nya, apa lagi harta warisan yg mudah di dapat tampa bekerja
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
jenson dan Rachel pasangan anehh
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
Rachel wanita kuat, hebat dan keras kepala 🤭
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
mana ada orang siap mau mati🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!