NovelToon NovelToon
The Sincerity Of Love

The Sincerity Of Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Tamat
Popularitas:37.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Nathan adalah seorang petani stroberi dengan pribadi yang taat dan takut akan Tuhan. Ia selalu berdoa agar segera menemukan seorang istri dalam hidupnya.

Hingga suatu hari ia bertemu dengan Bella, seorang penghibur pria hidung belang sehingga membuatnya sangat membenci dirinya sendiri. Ia merasa memiliki hidup yang berantakan, sehingga membuat Bella merasa tidak pantas untuk mencintai Nathan. Namun siapa sangka, Nathan hadir dengan ketulusan tanpa memandang masa lalu Bella.

Meski memiliki perasaan yang sama terhadap Nathan, Bella kerap dihantui rasa oleh bersalah jika ia bersama dengannya. Hal tersebut membuat Bella kerap mengalami konflik batin hingga memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Nathan.

Namun, sejauh apa pun Bella pergi dan menghindarinya, Nathan selalu menemukannya kembali. Seberat apa pun cobaan yang Bella hadapi, Nathan selalu berusaha untuk meyakinkannya dengan segenap cinta yang dimilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Perlahan Angel terbangun karena aroma masakan, ia mencoba untuk duduk tapi kemudian ia tersentak kesakitan. "Pelan-pelan," ucap suara pria, dan lengan yang kuat meluncur di bawah bahunya, mengangkatnya dengan lembut.

Proa itu membenarkan posisi bantal untuk menopang punggung dan kepala Angel. Mata Angel bengkak hampir tertutup, dan ia hampir tidak bisa melihat seorang pria yang mengenakan sepatu bot tinggi, celana jengki, dan kemeja merah. Pria itu kini tengah berada di depan kompor, mengaduk sesuatu dalam panci besi besar.

Cahaya pagi mengalir melalui jendela di depannya, cahaya tersebut cukup menyakiti matanya. Dia berada di sebuah rumah yang tidak lebih besar dari kamarnya di tempat prostitu*i. Lantainya dari papan kayu, Angel dia bisa melihat bentuk meja yang tidak jelas, sebuah rak, kursi goyang, lemari berlaci, dan koper hitam besar dengan selimut ditumpuk di atasnya.

Pria itu kembali dan duduk di tepi tempat tidur. "Apakah kamu ingin makan sesuatu, Mara?”

Mara. Angel membeku.

Perdebatannya dengan Nathan... Pemukulan Morgan... Dan semua suara di sekelilingnya, menari-nari dalam ingatannya. Jantungnya berdegup kencang, ia meraba jari-jarinya, ada sebuah cincin terpasang di jari manisnya.

Denyut di kepalanya semakin menjadi, ia bersumpah, dari semua pria yang ada di dunia, itu pasti Nathan.

“Aku masak sup ayam. Kamu pasti lapar.” Nathan bangkit dan kembali ke kompor. Ia mendekat lagi ke Angel dengan semangkuk sup di tangannya. "Aku senang kau lebih baik," ucap Nathan, ia meniup sup itu agar tidak terlalu panas.

Angge mencoba memalingkan muka, tapi gerakan sederhana itu terbukti terlalu sakit untuknya, hingga ia menekan bibirnya untuk menahan rasa sakit itu. Sebetulnya Angel ingin menolak untuk makan tapi perutnya berkhianat, dengan mengeluarkan bunyi. Angel menyerah. Ia kelaparan.

Bubur dan sup ayam yang Nathan sendokkan ke dalam mulutnya lebih enak daripada apa pun yang pernah dibuat Heny. Seketika denyut di kepalanya berkurang, namun rahang dan lengannya terasa sangat sakit saat ia mencoba untuk bergerak.

"Bahumu terkilir," ucap Nathan. “Ada tiga masalah di tubuhmu. Retak di tulang rusuk, dan tulang bahu, serta gegar otak ringan. Tapi beruntung tidak ada luka dalam, jika obat ini habis nanti kita ke rumah sakit untuk kembali berobat dan mengeceknya.”

Keringat dingin menetes di sisi wajahnya dari rasa sakit saat Angel berupaya untuk bergeser posis duduknya. Ia berbicara perlahan dan kaku. “Apakah ini rumahmu?”

"Ya."

"Bagaimana aku sampai di sini?"

"Naik mobil bakku."

Angel menunduk menatap cincin emas sederhana di jarinya, ia mengepalkan tangannya, memastikan tidak ada masalah di tangannya. "Seberapa jauh aku dari gang senggol?"

"Seumur hidup."

"Dalam hitungan jarak."

"150 km, kita berada di Bogor.”Nathan menawarinya sendok lagi. “Cobalah untuk makan lebih banyak. Kamu perlu menambah berat badan.”

"Apa daging di tulangku tidak cukup untuk memuaskanmu?"

Nathan tidak memberikan tanggapan, ia kembali menyendokan bubur ke mulut Angel, dan Angel menelan lebih banyak sup.

Nathan kembali ke panci masak dan mengisi mangkuk lagi, ia duduk di sebuah kecil meja dan makan sendiri. “Sudah berapa lama aku di sini?” Angel bertanya.

"Tiga hari."

"Tiga hari?"

“Kau kebanyakan mengigau. Demammu turun kemarin sore. Bisakah kamu mengingat sesuatu?”

"TIDAK." Angel tidak mencoba untuk mengingatnya.

"Kurasa aku harus berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan hidupku,"

Nathan terus makan dalam diam.

“Jadi apa yang akan terjadi, tuan?”

"Apa maksudmu?"

"Apa yang kamu mau dari aku?"

"Tidak ada apa-apa untuk sementara waktu."

"Hanya bicara?" Angel menatapnya, dan ia merasa tidak nyaman dengan ketenangannya.

Ketika Nathan berdiri, kemudian datang ke arahnya, jantung Angel berdebar keras dan kencang. “Aku tidak akan melakukannya menyakitimu, Mara,” ucap Nathan dengan lembut. "Aku mencintaimu."

Ini bukan pertama kalinya seorang pria mengatakan dia mencintainya. "Aku tersanjung," ucap Angel dengan datar. Ketika Nathan tidak mengatakan apa-apa lagi, Angel mengepalkan selimutnya tinjunya. "Omong-omong. Namaku bukan Mara. Namaku Angel. Kau harus menyebutkan nama dengan benar jika kamu ingin melingkarkan cincin di jariku.

"Kamu bilang aku bisa memanggilmu apa pun yang aku mau."

Banyak pria yang memanggilnya dengan nama lain selain Angel. Beberapa dari mereka memberikan nama yang bagus, beberapa lagi tidak begitu Bagus. Tapi Angel tidak ingin Nathan memanggilnya selain Angel.

“Nama Mara berasal dari Injil,” ucap Nathan. “Ada di Kitab Rut.”

“Dan sebagai orang yang membaca Alkitab, menurutmu Angel adalah nama yang terlalu bagus untukku?"

“Baik tidak ada hubungannya dengan itu. Angel bukanlah nama aslimu.”

"Angel adalah siapa aku." Wajah Angel mengeras.

“Angel adalah seorang pelacur di gang senggol, dan dia tidak melakukannya ada lagi.”

“Tidak ada yang berbeda sekarang maupun sebelumnya.”

Nathan duduk di tepi tempat tidur. “Ini jauh berbeda,” ucapnya. "Kamu adalah istriku, maksudku kita akan meresmikan pernikahan kita di gereja setelah kau pulih."

"Apa kau membayar Madam?" Kepala Angel kembali berdenyut.

"Sebaiknya kau berbaring lagi."

Angel tidak memiliki kekuatan untuk memprotes ketika Nathan merangkulnya dan melepas penopang dari punggungnya. Angel merasakan tangannya, yang Nathan lembut dan hangat di kulitnya yang telanj*ng saat Nathan merebahkan punggungnya.

“Pelan-pelan,” ucap Nathan kemudian ia menarik selimut.

Angel mencoba untuk melihat wajah Nathan dengan baik, tapi tidak bisa.

“Aku harap kamu tidak banyak pikiran." Ujung jari Nathan menyentuh dahi Angel yang penuh keringat. “Aku seharusnya tidak membiarkanmu duduk begitu lama." ia tahu jika Angel belum kuat untuk duduk dan pasti merasa sakit.

“Bagian mana yang paling sakit?”

"Tidak ada." Angel berbohong karena tak ingin membuat Nathan khawatir, ia menutup matanya, berharap ia bisa mati agar rasa sakitnya berakhir.

Ketika Nathan menyentuh pelipisnya, Angelmenariknya napas.

"Relaks, aku hanya ingin melihat memarnya."

Belaian Nathan begitu lembut di pelipisnya. "Ngomong-ngomong,” ucap Nathan, “nama saya Nathan. Nathaniel Artado. Jika kamu tidak Ingat namaku."

"Ia aku tidak ingat," Angel berbohong.

“Nathan. Tidak terlalu sulit untuk diingat.”

"Mengapa kamu kembali?" Angel pikir setelah terakhir kali Nathan pergi dari tempat prostitu*inya Nathan tidak akan kembali lagi.

“Tuhan mengutusku," ucap Nathan. “Cobalah untuk berhenti berpikir terlalu banyak, kau masih butuh banyak istirahat untuk memulihkan kondisimu.” Tangan Nathan begitu lembut menyentuh keningnya.

Angel menuruti apa yang di lerintahkan Nathan, dan perlahan rasa sakitnya berkurang. Nathan berbicara dengannya dengan nada yang lembut, hingga Angel menjadi mengantuk.

Angel telah mendengar segala macam suara laki-laki sebelumnya, tapi tidak ada yang seperti suara Nathan. Dalam, tenang, menenangkan.

Angel sangat lelah, ia ingin mati dan tidur selamanya. Ia hampir tidak bisa tetap membuka matanya.

1
kalea rizuky
kasih lah bella sakit HIV biar tau rasa ini. pelacur
kalea rizuky
astaga emosi Q beri jodoh lain lah thor. biar angel nyesel nolak nathan
kalea rizuky
hadehh si. pelacur g bs nyari kerja halal menjijikan
kalea rizuky
sekali pelacur ttep pelacur menjijikan najis
kalea rizuky
bebass apanya tolol yg ada qm. bakalan si jadiin pelacur lagi aduh nama aja angel apaan angel bosok
kalea rizuky
gemes bgt sama ne pelacur uda lah Nathan qm berhak dpet gadis baik bkn pelacur sok kayak bella biarin aja dia kena HIV dan mampusss di prostitusinya
kalea rizuky
pelacur kayak qm g usa jual mahal bukan perawan sok sok an nolak bodoj
kalea rizuky
bella iki goblok mau balik lagi ya di sekap qm sadar pelacur bogoh
kalea rizuky
si pelacur sok jual mahal
kalea rizuky
madam ne bkin kena karma
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
lengkap sudah kebahagiaan Nathan dan Bella,meski harus terseok-seok melawan badai menjalani kehidupan mereka.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Bella yang insecure yang dari awal perjalanan hidupnya berkubang dengan lumpur hitam akan terus berpikir jika dirinya tidak akan pernah pantas bersanding dengan Nathan.ada hikmah di balik perpisahan Bella dan Nathan yang membuat Bella menjadi orang yang lebih baik.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
saking setianya Nathan pada Bella,2 tahun berpisah hatinya masih tetap untuk Bella.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kan seperti dugaanku...
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
itu kan hanya dugaan Bella.siapa tau Mariam nikah sama Paul.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Happy ending.... Terima kasih banyak ka Irma selalu memberikan cerita yang keren, bikin emosi dengan konflik²nya, bikin baper pokoknya paket komplit. Sukses selalu untuk semua karya²nya❤❤❤❤
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh gagal kejutannya dong 🤭
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Jangan berkecil hati Bella... kalaupun nanti anakmu laki-laki lagi nanti tinggal berusaha lagi biar dapat anak perempuan 😁 Tapi yang terpenting, baik laki-laki ataupun perempuan, anak²mu tumbuh dengan sehat, pintar dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Karena keadaanlah Bella harus menjadi wanita penghibur, sejatinya dia ingin hidup layak dan dicintai. Dan Tuhan kirimkan Nathan untuknya yang membawa ke arah yang lebih baik meskipun prosesnya tidaklah mudah.
Akhir yang bahagia, kamu berhak mendapatkannya Bella.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Nathan begitu yakinnya kalau Bella akan kembali pulang. Dan sekarang harapanmu terwujud.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!