NovelToon NovelToon
Kita Yang Berbeda

Kita Yang Berbeda

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Terlarang / Konflik etika / Romantis / Tamat
Popularitas:597.4k
Nilai: 5
Nama Author: winda siregar

"Om tidak melarang kalian menikah. Kalian boleh tetap pada keyakinan masing - masing. Tapi Om tanya pada kamu, kalau kalian punya anak. Anak kamu akan membawa nama keluarga siapa?" Tanya Abraham Papanya Malik.

Aluna hanya diam menunduk.

"Tentu membawa nama besar keluarga Abraham. Apa kamu setuju dengan permintaan Om? Pikirkan baik - baik Aluna" Pinta Pak Abraham.

*****
"Aku tidak bisa ikut kamu Aluna. Aku satu - satunya anak laki - laki orang tuaku. Aku dan keturunanku kelak yang akan membawa nama keluarga. Tidak mungkin aku ikut keyakinan kamu" Ujar Malik

"Tapi aku juga tidak akan mungkin Malik. Aku anak sulung, Papaku sudah meninggal sedangkan Mamaku sakit - sakitan. Kalau aku ikut keyakinan kamu Mamaku pasti akan mati" Sahut Aluna.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Malik

Akankah cinta mereka bersatu dengan pertentangan dua keluarga? Apakah jodoh akan berpihak pada mereka?

Selamat membaca...

catatan : Novel ini saya ambil dari pengalaman pribadi beber

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia baru

Esok harinya Aluna langsung bekerja di kantor cabang perusahaannya yang ada di kampung. Beberapa waktu yang lalu Aluna mengirim uang untuk uang muka membeli motor baru untuk adiknya.

Pagi ini Aluna pergi ke kantor diantar oleh adiknya. Seluruh anggota keluarga menyambut kepulangan Aluna ke kampung dengan sukacita.

"Tahun ini kamu akan kuliah kan? Belajar yang baik ya, Kakak akan bantu kamu untuk kuliah" ucap Aluna.

"Iya Kak, terimakasih. Aku janji aku juga akan mandiri sepet Kak Aluna. Nanti aku juga akan mencari pekerjaan sambil kuliah agar Kakak dan Mama tidak keberatan menyekolahkanku" janji Said adik Aluna yang nomor dua.

"Kami tidak perlu memikirkannya, fokus pada pelajaran kamu saja. Biar Kakak yang memikirkan uang kuliah kamu" sambut Aluna.

"Maaf Kak, aku dengar sekilas pembicaraan Mama dengan Kakak lewat telepon. Apa benar Kakak punya pacar beda agama?" tanya Said takut - takut.

"Iya benar, jangan di tiru ya. Itu tidak baik, lagian sekarang Kakak sudah putus kok" Jawab Aluna.

"Itu pacar pertama Kakak kan?" tanya Said.

"Kok kamu tanya begitu?" Aluna balik bertanya.

"Seingat aku Kakak gak pernah punya pacar sebelumnya" jawab Said.

Aluna menarik nafas panjang.

"Iya Dek. Jangan pernah memulai hubungan yang kita tau dari awal tidak akan ada masa depannya. Lebih baik cegah di awal, karena kalau kamu sudah masuk dalam hubungan seperti itu sangat sulit untuk keluar" pesan Aluna pada adiknya.

"Iya Kak, aku tidak mau membuat Mama sedih. Waktu Tante telepon Mama, Mama nangis lho Mbak" lapor Said.

Aluna terdiam mendengar cerita adiknya.

"Kakak sudah banyak mengecewakan Mama, apalagi Papa yang sudah tenang di sana" ucap Aluna sedih.

"Kakak selalu menjadi kesayangan Mama. Mama selalu dengan bangga bercerita pada keluarga dan para tetangga kalau dia punya anak sulung yang sangat hebat. Kami juga bangga dengan keberhasilan Kakak. Kami justru sedih saat tau Kakak sedang sedih saat ini. Yang sabar ya Kak, semoga Kakak bahagia" doa Said.

"Makasih ya Dek" ujar Aluna.

Aluna memperkuat pelukannya di pinggang adiknya. Tak lama kemudian mereka sampai di kantor cabang yang baru. Aluna segera masuk ke dalam kantornya yang baru.

Aluna masuk ke dalam kantor dengan membawa surat pindahnya.

"Saya Aluna Carlisa mau bertemu pimpinan cabang" ucap Aluna kepada satpam.

"Silahkan Bu" sambut pria yang berdiri di depan pintu masuk.

Aluna di antar sampai ke depan ruangan Kepala Cabang.

Tok.. Tok..

"Selamat pagi Pak, ini ada Ibu Aluna Carlisa yang ingin bertemu Bapak" ucap pria itu kepada Kepala Cabang Perusahaannya yang ada di kampung Aluna.

"Silahkan masuk" sambut pria itu.

"Baik Pak" jawab si Satpam.

"Ayo Bu silahkan masuk" ucap pria itu kepada Aluna.

Aluna masuk ke dalam ruangan Kepala Cabang.

"Selamat pagi Pak, saya Aluna Carlisa yang ditugaskan dari kantor pusat untuk bekerja di sini mulai hari ini" ucap Aluna sambil menyerahkan amplop coklat yang dia bawa dari kantor pusat.

Pria itu menerimanya dan membukanya. Ternyata Kepala Cabang yang merupakan atasan Aluna belumlah tua. Dari tampilannya Aluna bisa menebak kalau usianya sekitar tiga puluh tahunan.

Lebih tua lima atau enam tahun dari Aluna. Untuk usia seperti itu termasuk sangat cepat perkembangan kariernya sudah bisa menjadi kepala cabang dalam usia semuda itu.

Pria itu tersenyum ramah kepada Aluna.

"Saya bisa panggil apa ini? Aluna atau Carlisa?" tanya pria itu dengan sopan dan ramah.

"Luna saja Pak, saya biasa dipanggil Luna" jawab Aluna.

"Baiklah, silahkan duduk Luna" ucap pria itu.

Aluna duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Kepala Cabang.

"Selamat datang di kantor ini, saya harap kamu betah dan kita bisa bekerja sama dengan baik. Saya akan perkenalkan kamu dengan teman - teman lain di kantor ini. Sebentar lagi kita akan menghadiri apel pagi, nanti saya akan kenalkan kamu di sana" ucap pria itu.

"Baik Pak" sambut Aluna.

"Mari kita langsung ke ruangan meeting" ajak pria itu.

Aluna dengan sigap langsung berdiri dan berjalan mengikuti atasannya. Sesampainya di ruangan meeting ternyata para karyawan lain sudah berkumpul.

"Selamat pagi. Pagi ini saya membawa orang baru di perusahaan kita. Kenalkan ini Aluna Carlisa karyawan yang baru saja dipindah tugaskan dari kantor pusat ke kantor cabang kita yang ada di sini" ucap Kepala Cabang mengenalkan Aluna.

Aluna tersenyum ramah sambil menundukkan kepalanya memberi hormat kepada rekan kerjanya.

"Salam kenal semua, mohon bimbingan dari teman - teman semua ya. Saya masih baru di kantor ini" sambut Aluna.

Apel pagi berjalan hampir satu jam, setelah itu Aluna diantar ke ruangan kerjanya. Karena Aluna dipindahkan dari kantor pusat saat tugas ke daerah tentu saja dia naik tingkat satu level langsung.

Jadi walaupun sebenarnya dia masih karyawan baru di perusahaan ini tapi dia sudah langsung mempunyai jabatan penting di Kantor Cabang.

Aluna bekerja sebagai wakil dari Kepala Keuangan di Kantor Cabang. Hal ini tentu saja membuat Aluna harus lebih giat mempelajari tugas - tugasnya.

Untung saja saat kuliah dulu dia sangat suka sekali berhitung dan Aluna sangat teliti dalam hal pembukuan keuangan.

Seharian ini Aluna mendapat bimbingan dari Kepala Keuangan apa - apa saja yang menjadi tugasnya. Aluna sangat serius bekerja sambil belajar.

Sehingga tanpa terasa hari ini bisa dia lewati tanpa mengingat Malik. Kesibukannya membuat Aluna lupa pada Malik dan lupa pada kesedihannya karena harus berpisah dengan Malik.

Tapi tidak dengan Malik, sejak pagi dia sudah sangat uring - uringan. Biasanya setiap pagi dia akan sarapan masakan buatan Aluna.

Mulai pagi ini tidak ada lagi yang memperhatikan dirinya. Malik mencari dan membeli sarapannya sendiri. Malik tidak konsentrasi bekerja.

Seharian ingin sekali Malik melakukan panggilan telepon atau mengirim pesan kepada Aluna tapi akhirnya dia batalkan karena ingat perkataan Aluna kemarin.

Aluna meminta agar dia jangan langsung menghubungi Aluna. Karena Aluna butuh waktu untuk mempersiapkan hatinya untuk menganggap Malik sebagai teman.

Padahal di hati Malik tidak pernah sekalipun Malik menganggap Aluna sebagai teman. Aluna tetap yang terindah di hatinya.

"Aaaakh... mengapa aku sudah merindukannya?" tanya Malik dengan gumaman.

Sore harinya Malik pulang tanpa semangat. Dia susuri jalan yang penuh kenangan. Tanpa arah tujuan Malik tersadar dia sudah sampai di kantornya Aluna. Mungkin karena terbiasa membuat otaknya sudah terprogram sepulang dari kantor langsung ke kantor Aluna untuk menjemputnya.

Ya Tuhaaan... Aluna kan sudah pergi, dia tidak ada di sini lagi. Mengapa aku bisa sampai disini. Ucap Malik dalam hati.

Malik kembali melajukan motornya menuju arah pulang. Kembali melewati jalan - jalan yang penuh kenangan.

Kami jahat Aluna, tinggalkan aku sendiri di sini tanpa siapapun. Sementara di sana kamu bahagia berkumpul bersama keluarga kamu. Apa yang harus aku lakukan tanpa kamu di sini? Haruskan aku mengalah dan pergi menjemput kamu ke sana? Tuhaaaaan maafkan aku, apa yang harus aku lakukan pada perasaan ini. Teriak batin Malik.

Akhirnya Malik berhenti di taman Kota tempat mereka sering singgah. Malik menghabiskan waktu dan menjemput senja. Lampu - lampu taman dan jalanan sudah mulai menyala. Langit sudah mulai gelap.

Entah mengapa hati Malik menjadi sedih dengan keadaan ini. Dia yang selalu kuat dan tegar kini menjadi rapuh. Bingung apa yang akan dia lakukan tanpa Aluna.

Dirinya sudah sangat terbiasa dengan adanya Aluna menemani hari - harinya. Adzan maghrib berkumandang, hati Malik bergetar. Dia merasa semakin sedih dan kesepian.

Malik bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju motornya. Motor baru yang baru saja dia beli beberapa minggu yang lalu. Motor pilihan Aluna, akh... semua Aluna.

.

.

BERSAMBUNG

1
Nur Arfian Auliya
makasih kak., novelnya seru dan menghibur sekali🥰
Dewa Nara
ringgy?
Dewa Nara
apa maksudnya Thor, aluna ke kampus utk menyiapkan makan malam?
Dewa Nara
dari kampung Thor
Dewa Nara
gerbang kampus Thor, masak pintu kampus
Dewa Nara
mahasiswa baru Thor, bukan murid baru. murid itu istilah utk anak SD
Johan Rika Suzanti
Luar biasa
Ratnasihite
seperti yg dlu aq rasakan mesti berpisah😭😭
Diah Ratna
dr awal waktu dijodohin m Kamal dah mulai curiga kl Kamal bukan laki2 baik.
Diah Ratna
putus karena perbedaan agama.
menerima lamaran orang lain karena ga enak m ortu, mengesampingkan perasaan sendiri hanya untuk berbakti PD ortu.
ortu tau anknya blm saling mencintai berharap bisa saling mencintai.
apalah daya sebagai anak menurut kemauan ortu,tapi ternyata pilihan ortunya tidak baik, diperlakukan buruk oleh suami sendiri.
mau ngadu sama siapa???
Ratnasihite
sm seperti aq dlu pacaran beda iman jd hrs putus waktu 6thn terbuang dgn cuma2😥
Ratnasihite
sm seperti aq dlu pacaran beda iman jd hrs putus waktu 6thn terbuang dgn cuma2😥
Niaq HabibieShop
luar biasa bagus bangetttttttttt
Diah Ratna
Tuhan kita satu,kita yg berbeda.
ini penggambaran novelnya.
Hafiza Asri
Luar biasa
bunda DF 💞
ceritanya bagus bgt walaupun alurnya lambat yaa,, tp ttp bikin penasaran sih
bunda DF 💞
sediiiih,,, tp emang klo pacaran beda agama itu seperti patah hati yg direncana kan ga siih,, karna susaaah bwt bersatunyaa
Anis Mawati
aluna masih perawan
Anis Mawati
mama aluna kok gitu sih
Anis Mawati
baguslah aluna hubungan u dan kamal spt ini, siapatau endingnya nanti kesucian u hanya untuk malik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!