NovelToon NovelToon
Cincin Pengkhianatan

Cincin Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Its Efa

Vincent Lawson rela meletakkan pistolnya demi menggenggam tangan wanita yang ia cintai. Ia percaya, cincin itu akan menjadi awal dari selamanya. Namun pada malam yang sama, wanita itu mengganti janjinya dengan sepasang borgol.

Di tengah raungan sirene dan hancurnya seluruh impian, Vincent tak lagi mempertanyakan mengapa ia ditangkap. Ia hanya ingin tahu...

“Di antara ribuan senyum yang kau berikan selama dua tahun... adakah satu saja yang lahir karena cinta, bukan karena tugas?” 💔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Efa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

[ Lamaran yang Dinanti ]

Dua minggu berlalu.

Hubungan Vincent dan Rhea semakin sulit dipisahkan. Hampir setiap hari Vincent datang ke toko bunga, mengantar Rhea pulang, atau sekadar menghabiskan waktu bersamanya. Bagi orang lain, mereka sudah seperti sepasang kekasih yang hanya menunggu waktu untuk menikah.

Namun hanya Rhea yang tahu...

Setiap senyum yang ia berikan dibayar dengan rasa bersalah yang semakin besar.

Pagi itu, Vincent memanggil seluruh petinggi Black Raven ke ruang rapat.

Damian, Leo, dan beberapa orang kepercayaannya telah duduk di tempat masing-masing.

Vincent berdiri di depan mereka dengan wajah tenang.

"Aku punya keputusan."

Semua langsung terdiam.

"Dalam beberapa bulan ke depan..."

"...aku akan mundur sebagai pemimpin Black Raven."

Ruangan seketika gaduh.

"Bos!"

"Mustahil!"

"Lalu organisasi ini bagaimana?"

Vincent mengangkat tangannya, meminta semua kembali tenang.

"Semua aset dan kepemimpinan sudah kupersiapkan."

"Damian akan mengambil alih sementara."

Damian langsung menggeleng.

"Bos, aku tidak bisa menggantikanmu."

"Bisa."

Vincent menatapnya lurus.

"Aku mempercayaimu."

Damian menundukkan kepala. Ia tahu keputusan Vincent tidak akan bisa diubah.

"Ada satu alasan lagi..." lanjut Vincent.

"Aku ingin membangun keluarga."

Semua orang saling berpandangan.

Lalu satu per satu tersenyum.

"Selamat, Bos."

"Semoga kali ini Bos benar-benar bahagia."

Vincent hanya membalas dengan senyum tipis.

Di tempat lain, Rhea menerima panggilan dari Komandan.

"Zhava."

"Ya, Komandan."

"Informasi kita benar."

"Vincent mulai menyerahkan organisasinya."

Rhea memejamkan mata.

"Operasi dipercepat."

Jantungnya langsung berdegup kencang.

"Dipercepat?"

"Ya."

"Kami tidak boleh memberi kesempatan dia menghilang."

"Tetap jalankan rencana."

"Penangkapan dilakukan saat seluruh petinggi Black Raven berkumpul."

Sambungan telepon berakhir.

Rhea menatap layar ponselnya cukup lama.

Ia mulai menyadari...

Hari itu benar-benar sudah dekat.

Sore harinya, Vincent mengajak Rhea berjalan di tepi danau.

Langit mulai berubah jingga.

Pantulan cahaya matahari di permukaan air membuat suasana terasa begitu damai.

"Ada sesuatu yang ingin kuberikan."

Vincent mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru tua.

Rhea menatapnya bingung.

"Apa ini?"

"Buka saja."

Perlahan Rhea membuka kotak itu.

Di dalamnya terdapat sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk mawar putih.

"Indah sekali..."

Vincent mengambil kalung itu.

"Boleh?"

Rhea mengangguk pelan.

Dengan sangat hati-hati, Vincent memasangkan kalung itu di leher Rhea.

Jari-jari mereka sempat bersentuhan.

"Aku memilih mawar putih."

"Karena itu mengingatkanku pada ibuku."

"Lalu..."

"...sekarang juga mengingatkanku padamu."

Air mata Rhea hampir jatuh.

Ia segera memalingkan wajah agar Vincent tidak melihat matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Terima kasih..."

Vincent tersenyum.

"Jangan pernah melepasnya."

Rhea hanya mampu mengangguk.

Padahal di dalam hatinya, ia tahu...

Bukan kalung itu yang akan ia lepaskan.

Melainkan hati Vincent.

Malam itu, Vincent mengajak Damian bertemu di rumah masa kecilnya.

"Aku sudah menentukan tanggalnya."

Damian tersenyum lebar.

"Kapan, Bos?"

"Dua minggu lagi."

"Di taman rumah ini."

"Aku akan melamar Rhea."

Damian menepuk bahu Vincent.

"Dia pasti menerimanya."

Vincent tersenyum kecil.

"Aku juga berharap begitu."

Ia menatap kotak beludru hitam yang berisi cincin pertunangan.

Seluruh harapan, mimpi, dan masa depannya kini tersimpan di dalam kotak kecil itu.

Ia sama sekali tidak menyadari...

Di waktu yang sama, di ruang rapat kepolisian, foto rumah yang akan menjadi lokasi lamaran telah terpampang di layar.

Komandan menunjuk foto tersebut.

"Ini lokasi operasi."

"Begitu Vincent memasangkan cincin..."

"...seluruh tim langsung bergerak."

Zhava menatap foto rumah itu dengan tubuh gemetar.

Rumah yang dipenuhi mawar putih.

Rumah yang ingin dijadikan Vincent sebagai awal kehidupan baru.

Dan kini...

Akan menjadi tempat berakhirnya seluruh impian mereka. 💔

1
Anne Soraya
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!