NovelToon NovelToon
Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Duda
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Pelit Dan Keraguan Yg Menyakitkan

"Mas " Panggilku pada suamiku yang sedang sibuk memilih-milih bahan kebutuhan rumah, sedangkan aku sedang mendorong troli belanja di belakangnya.

"Aku boleh beli bedak ini mas? " Tanyaku sambil menunjukkan kosmetik yang ingin aku beli padanya.

"Buat apa kamu beli itu, kamu tu walau pakai make up apapun tidak akan merubah wajahmu yang kusam itu !" Jawabnya ketus tanpa melihat ke arahku.

"Tapi mas "

"Sudah, jangan buang-buang uang hanya untuk membeli hal yang tidak penting. Dah lah, percuma beli bedak itu kalau muka kamu tetap tidak ada perbedaan! " Bentak dia padaku, sampai-sampai semua orang melihat kami karena suara mas Bayu yang sangat keras membentakku...

"Ok.. Sudah, aku tidak jadi! " Jawabku ketus,

namun mendengar nada bicara ku yang seperti itu mas Bayu tetap saja tidak memperdulikanku.

Aku Marah? jelas, namun aku hanya bisa pasrah dengan hal ini.

Setelah mas Bayu selesai mengambil beberapa bahan kebutuhan pokok, mas Bayu segera membayarnya dan seperti biasa lagi, aku masih berjalan di belakangnya dengan mendorong troli, seakan aku seperti pembantu yang sedang mengikuti majikannya kemana-mana.

Dia lakukan hal itu, karena dia takut aku mengambil barang barang yang tidak berguna hingga dia takut uangnya habis.

"Wit, sekarang kamu cantik sekali " Goda mas Bayu pada kasir di tempat itu karena wanita itu adalah teman sekolahnya dulu.

"Duh Bay masih gak berubah kamu ya, dari dulu sampai sekarang masih aja suka menggoda, apa gak takut sama istrimu? " Kata wanita kasir itu sambil tersenyum melihatku.

"Ah... aku kan juga bilang apa adanya, memang kamu cantik kok, beda tu sama istriku, lihatlah.. Cantikkan kamu kemana mana" Kata mas Bayu sambil menatap sinis ke arahku...

Dan Aku hanya memutarkan kedua bola mataku melihat tingkah suamiku yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah sama sekali. Dan lebih bodohnya, aku adalah salah satu korban rayuan gombalnya, hingga aku terpaksa menjadi istri laki laki mata keranjang satu ini.

"Makanya, istri tu di modalin biar cantik, aku cantik begini karena suamiku modalin aku dari ujung kaki sampai ujung kepala" Ucapnya dan itu membuatku sedikit tertawa...

"Duar... Sukurin sekarang kamu mas, niat hati mau merayu, malah dia di skak mat" Gerutuku dalam hati...

"Cantik itu gak butuh modal, cantik ya cantik aja ! " Ketus mas Bayu meladeni perkataan teman mas Bayu tadi.

"Itu jawaban dari laki laki yang gak mau modalin istri, kamu tahu kenapa dulu aku menolakmu? karena aku tahu kamu itu pelit! "Kata wanita itu ketus.

" Sudah, kenapa kamu ungkit ungkit masa lalu, cepat selesaikan pembayaran ini, aku sudah malas berdebat denganmu! " Kata mas Bayu ketus...

Dan aku hanya bisa tertawa dalam hati dengan sangat puas mendengar perdebatan mereka berdua. Seakan wanita itu sudah mengatakan semua yang ingin aku utarakan kepada mas Bayu, yang aku sendiri tidak berani mengutarakannya.

Selama penghitungan barang belanjaan dan setelah perdebatan tadi, mas Bayu nampak terdiam sambil menahan kemarahanya kepada wanita itu, namun aku tahu pasti nanti dia akan melampiaskan kekesalannya padaku...

"Cepat bawa itu semua! " Perintah mas Bayu kepadaku..

"Mas bawa satu, kalau aku semua aku dha kuat mas"

"Kamu tu ya lemah... Di suruh bawa belanjaan segini saja sudah menyerah.. apalagi kalau di suruh buat cari uang, pasti kamu akan terus mengoceh.. Dah.. Cepat angkat semua aku tunggu di parkiran motor" Kata mas Bayu sembari dia berjalan pergi meninggalkanku dengan 2 plastik besar yang berisi barang belanjaan.

Aku cuma bisa menghela nafas, karena semua orang sekarang sedang memandangku.

Dengan segala tenaga yang aku punya akhirnya aku membawa kedua kantong plastik itu secara bersamaan, karena jika aku bawa satu persatu, tempat parkir motor yang cukup jauh, malah membuatku semakin capek..

"Sini aku bawakan satu" Terkejut ku ketika ada seseorang yang meraih satu kantong plastik yang aku bawa, dan ketika aku melihat ke arahnya, ternyata dia mas Arief. Mantan kekasihku dulu waktu SMA. kekasih yang aku selingkuhi dengan mas bayu dulu.

"Tidak usah, aku bisa sendiri" Kataku padanya, namun dia nampak tidak peduli dan tetap membawa satu kantong plastik itu pergi. Dia berjalan di depanku menuju tempat parkir motor di mana mas bayu sudah menungguku...

Aku terus berjalan di belakang laki laki yang dulu sangat mencintaiku dan mungkin masih sampai sekarang, karena dia belum menikah dan tidak pernah sama sekali dekat dengan wanita lain.

"Apa Bayu selalu memperlakukanmu seperti ini? " Tanya dia padaku tanpa menoleh ke arahku dengan dia terus berjalan perlahan di depanku...

"Tidak, mas Bayu sedang lelah, jadi sementara aku yang bawa barang belanjaan ini" Jawabku datar karena aku tidak ingin dia tahu kesusahan dalam hidupku.

"Sudah lah Yu, aku tahu kehidupan mu yang sekarang, andai dulu kamu tidak menghianatiku, mungkin kamu sekarang sudah menjadi nyonya Arief "

Aku tersenyum miring mendengar kata nyonya. Bagaimana tidak, andai aku sekarang jadi istrinya Arief, aku menjadi istri dari seorang manajer pemasaran di salah satu perusahaan terbesar di kota ku.

Dan yang pasti aku tidak akan pernah merasakan hidup hemat penuh dengan kesakitan dan tanpa harga diri jika meminta sesuatu pada suaminya. Namun takdir selalu berkata lain. Nasi juga sudah menjadi bubur, aku tidak bisa memperbaiki hal yang aku sendiri tidak bisa memperbaikinya. Mungkin memang jalan hidupku harus melepaskan sebuah berlian hanya demi mendapatkan sebuah baru kerikil.

Kami berdua terus berjalan dan kami berdua terdiam hingga akhirnya kami sampai di parkiran motor.

Di sana aku melihat mas Bayu sedang berbicara lewat handphone-nya sambil tersenyum sangat bahagia, namun senyumanya terhenti ketika melihat Arief berjalan ke arahnya sambil membawa barang belanjaan milikku tadi.

"Kenapa kamu bisa bawa barang belanjaan ku?! " Tanya mas Bayu ketus pada Arief.

BRUKKK...

Mas Arief menaruh barang itu dengan sangat kasar di hadapan mas Bayu.

"Heh... Bisa bisanya kamu menyerah istri mu bawa barang belanjaan seberat ini sendirian, apa kamu tidak malu! " Bentak Arief pada mas Bayu..

"Maksud kamu apa? Aku tidak menyuruhnya, dia ingin bawa sendiri barang itu, ya kan sayang? "

Aku berdecih..

"Dia memanggilku sayang di hadapan Arief, padahal biasanya memanggilku dengan sebutan 'kamu'.. Dasar cowok terlalu banyak kamuflase " Gerutuku dalam hati...

"Ayu tidak mungkin bilang tidak jika kamu yang suruh, dengar... Jika kamu tidak bisa me perlakukanmu dia selayaknya ratu, akan aku rebut dia dari sisimu! " Bentak dia pada mas Bayu..

"Apa! Apa katamu! " Geram mas Bayu hingga dia sekarang sudah menarik krah baju Arief. Mereka aaling berperang dalam tatapan..

"Sudah mas.. Ayo kita pulang.. " Kataku sambil melepaskan tangan mas Bayu dari krah baju Arief.

"Dan kamu Arief, pergilah dari sini aku dan mas bayu baik baik saja, dan jangan sekali kali kamu berharap lagi padaku, karena aku hanya mencintai mas Bayu" Kataku padanya...

"Tapi yu... Dia bukan laki laki terbaik untukmu, lihatlah kamu sekarang, kamu dulu gadis tercantik, namun sekarang kamu jadi seperti ini karena suamimu tidak bisa merawatmu" Kata Arief sambil menatapku dalam dalam..

BUG...

Mas Bayu memukul wajah Arief hingga dia jatuh tersungkur ke lantai.

"Mas... Sudah mas... " Kataku sambil menarik tubuh mas Bayu yang ingin memukul Arief kembali..

Namun tanganku di lepas mas Bayu dengan kasar.

"Senang kamu ya!! bangga kamu ya!! Ada laki laki yang masih mengejarmu dari dulu sampai sekarang... " Ucap mas Bayu sembari menatapku dengan geram...

"Sudah mas.. Ayo pulang, aku tidak mau kita bertengkar disini"

Mendengar itu mas Bayu dengan kasar menarik tanganku..

"Awas kamu kalau berani macam macam di belakangku! " Geram mas Bayu..

Dan aku rasakan tanganku terasa linu karena cengkramnya...

Dia lalu dengan kasar melepaskan tanganku hingga tubuh kecilku agak terpelanting ke samping...

Aku lalu melihat Arief ingin mendekat padaku, namun aku memberi isyarat jangan mendekat, aku takut akan menjadi lebih runyam lagi urusanya...

Dan dia tahu, akhirnya dia hentikan langkahnya untuk mendekatiku...

Di sepanjang perjalanan pulang dari supermarket, mas Bayu terlihat diam. Aku tahu dia marah karena saat ini dia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.

Aku takut, namun aku lebih takut dengan kemarahanya yang tidak segan segan memukulku jika aku membuatnya marah.

"Siapa ayah kandung Angelica"

DEG...

Jantungku berdegup kencang mendengar pertanyaan mas bayu.

"Mas! " Teriakku...

"Kenapa mas selalu mempertanyakan hal itu lagi dan lagi. Angelica anak kandung mas bukan anak siapa siapa" Lanjut ku..

"Sampai sekarang aku masih yakin dia adalah anak Arief bukan anakku! " Ucapnya ketus dan sambil berteriak..

Dan tiba tiba dia menepikan motornya di pinggir jalan yang sepi...

"Turun! " Bentaknya kepadaku..

Aku segera turun dari motor di susul mas Bayu..

PLAKKK...

tamparan keras mendarat di pipiku...

"Mas, apa salahku? " Kataku sambil memegang pipiku yang aku rasakan agak perih...

"Aku tahu Arief sampai sekarang masih terus mengejarmu karena ada sesuatu hal, aku yakin itu karena Angel"

"Mas.. Apa yang membuatmu selalu meragukanku! Semua sudah aku korbankan demi dirimu, keremajaanku, sekolahku, bahkan keluargaku mas. " Jawabku lirih dan airmata pun mulai mengalir di pipiku...

"Ah... Tidak mungkin dia anakku, aku baru melakukanya satu kali denganmu namun kenapa kamu dulu bisa hamil? "

"Mas.. Siapa yang sudah merobek keperawananku? Mas kan? Hanya mas yang menyentuh tubuhku mas, cuma mas.. " Tangisku pecah sejadi jadinya...

Mas Bayu hanya terdiam.. Hanya diam.

beberapa saat kemudian mas Bayu menghidupkan motornya kembali..

"Ayo pulang" Katanya tanpa rasa bersalah dengan apa

yang sudah dia lakukan padaku tadi...

Aku yang masih merasa tersakiti akibat perkataanya masih terdiam..

"Cepat naik! " Bentaknya..

Dan seperti biasa aku hanya bisa menuruti semua keinginannya, walau pun salam hati aku masih sangat marah padanya, namun aku hanya tidak ingin menambah kemarahanya, karena aku takut angelica terkena imbasnya...

Hampir 15 menit kami sampai di rumah.

Mas bayu lalu pergi dari motornya tanpa memperdulikanku yang sampai saat ini masih menteskan air mata.

Namun aku harus segera menghapusnya, karena aku tidak ingin mama mertuaku mengetahui hal ini, karena aku akan malah semakin terpojok, karena mama mas bayu selalu menganggap dia laki laki yang sempurna, dan yang jelas dia membenciku karena aku bukanlah menantu idamannya...

Aku segera membawa barang belanjaan kami masuk. Dengan sesegukan aku segera masuk ke dalam kamar tanpa berani menyapa mama mertuaku.

Dan begitu sampai di dalam, aku melihat angelica sedang tertidur sangat pulas. Seketika itu juga aku memeluknya. Karena hanya dia penguatku di saat semua gempuran siksa batin yang aku alami.

"Bay.. Mama tolong belikan satu set make up ini dong. " Pinta mama mas Bayu...

"Buat apa sih ma, mama aja janda gak usah kegatelan pakai make up segala"

"Hey.walau mama janda penampilan juga harus di jaga, jangan seperti istrimu itu, masih punya suami tapi gak bisa jaga penampilan. " Ucapnya yang aku tahu dia berbicara cukup keras agar aku mendengarnya.

Sedangkan aku hanya bisa menghela nafas mendengar hal itu.

"Gimana bay? Mama jadi di belikan kan? " Lanjut mamaku..

"Harganya berapa? " Tanya mas Bayu..

"Cuma 400rb"

"Mahal banget sih ma? "

"Bay, cantik itu juga butuh modal"

"Ok.. Cek out saja, nanti biar bayu yang bayar"

DEG... seketika hatiku terasa teriris.

Aku yang tadi minta bedak seharga 25rb saja tidak dia belikan bahkan malah sebuah bentakan yang aku terima, sedangkan mamanya make up seharga 400rb langsung di iyakan mas Bayu.

Apa tidak sebegitu berharganya aku di hadapan mas Bayu?

Atau mungkin dia memang tidak pernah mencintaiku?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!