Melati terpaksa pergi dari rumah karna tidak ingin di jodohkan oleh orang tuanya dan memilih kabur bersama sang kekasih.
kelanjutan dari Terlanjur Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwirara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 22
Mereka pun akhirnya tidur dengan nyenyak di kasur kecil milik Melati.
Keesokan hari nya Melati sudah bangun lebih dulu karna ingin ke kamar mandi, saat merasakan ada pergerakan di samping nya Bayu juga ikut membuka mata.
"Mau kemana?" tanya Bayu heran matanya pun masih merem jujur saja dia masih mengantuk.
"Mau pipis," teriak nya segera masuk ke kamar mandi.
Bayu pun mengubah posisi tidur nya jadi tengkurep jujur saja tempat tidur melati yang kecil membuat nya tak leluasa bergerak namun saat Melati bangun dia bisa lumayan bebas.
Melati pun hanya duduk dia sofa, dia melirik jam baru jam 4 pagi, tidak tahu kenapa dia tidak bisa tidur lagi.
Dia pun mengaktipkan ponsel nya kembali dia sudah memasukan sum cart baru nya dan hanya beberapa orang saja yang dia beri tahu termasuk teman kosan nya yang masih pulang kampung.
Melati pun membuka akun sosial media nya dia ingin melihat akun sosial Rian apa masih aktip atau tidak karna selama ini dia tak pernah mau kepo.
Namun saat akan mencari muncul notipasi dm yang lumayan banyak.
Melati pun kaget saat melihat dm dari Ryan begitu banyak terhitung sampai puluhan.
Terlihat itu di kirim sejak seminggu yang lalu, karna Melati sibuk dia jarang membuka IG nya itu.
Dia pun membaca dari awal, ada satu yang membuat nya tercengang kalo Ryan benar-benar kembali.
[Sayang aku kembali, kamu dimana sekarang, aku mencarimu]
[Sayang aku merindukan mu, apa kamu lupa dengan janji kita yang terucap dulu aku benar-benar kembali untuk mu my Sweety]
Begitulah kira-kira pesan yang Rian kirim kan, dan banyak lagi Melati hanya membaca nya tak berniat membalas nya.
Yang membuat nya tercengang adalah Rian mengirimkan beberapa poto salah satu nya Rian duduk di atas motor di depan gerbang kosan nya.
"Apa jangan-jangan yang Ibu Maryam maksud tadi Rian, ya Tuhan bagaimana ini aku takut sekali, tapi dari mana dia tahu kalo aku ada di sini?" batin nya.
Melati pun membuka propil dari akun itu ternyata poto nya masih sama seperti lima tahun lalu yakni poto diri nya yang di peluk dari belakang.
Melati bingung sejak kapan akun itu aktip lagi karna selama dia menunggu akun itu tak pernah aktip lagi bahkan setelah menikah pun namun kenapa sekarang berbeda.
Apa sebenarnya yang terjadi dengan Rian, Melati pun bingung.
Saat Melati sedang melamun tiba-tiba muncul Dm baru terlihat poto Rian sedang duduk di tempat tidur.
[Morning sweety apa yang sedang kamu lakukan, aku tahu kebiasaan mu yang tidak bisa tidur kalo sudah bangun meski pun itu masih malam]
Melati pun gemetar ingin membalas tapi di takut Bayu salah paham namun dia benar-benar penasaran apa yang terjadi dengan Rian.
[Kenapa diam apa kamu tidak merindukan ku, aku sudah kembali dan menempati rumah yang dulu kamu tempati aku sudah membeli nya atas nama mu]
"Ya Tuhan aku ingin sekali membalas nya tapi aku takut bagaimana ini," batinnya galau.
Melati pun tak membalas dia langsung memblokir nya dan meletakan ponsel nya di meja di ikut tidur lagi di kasur dengan membelakangi suami nya itu jujur saja dia sangat galau sekali ingin membalas tapi takut.
Melati memejamkan mata nya namun pikiran nya melayang entah kemana dia bingung ada apa sebenar nya dengan diri nya bukannya dia sudah bertekad akan melupakan pria itu tapi kenapa sekarang dia malah begitu.
Bukannya Melati masih mencintai nya namun dia hanya penasaran saja dia ingin tahu alasan kenapa dia pergi meninggalkan nya dan kenapa di saat dia sudah menikah dia kembali lagi.
Melati pun gelisah sehingga membuat Bayu membuka lagi matanya, mengubah posisi tidur jadi menghadap Melati yang tidur memunggungi nya namun seperti nya Melati tidak tidur.
"Mel..?" ucap Bayu dengan suara nya yang serak has bangun tidur.
"Iya Mas ada apa?" tanya Melati membalikan badan nya menghadap Bayu yang menatap nya, mata mereka saling bertubrukan saling menatap membuat Melati salah tingkah jujur saja jantung nya terasa mau copot.
Melati pun memutuskan kontak mata dan segara memalingkan wajah nya ke arah lain jujur saja dia blusing.
"Kamu kenapa seperti nya gelisah, apa yang kamu pikirkan sayang?" tanya Bayu membenarkan rambut nya yang ada di dahi.
Bluss
Wajah nya semakin panas saja, bukan panas karna menahan gairah tapi menahan rasa malu bercampur rasa bahagia nya.
"Hey kok malah diem, ayo cerita sama aku," ujar nya.
Melati pun menghembuskan nafas kasar, dia berjanji akan cerita semua hal kepada suami nya itu.
"Mas kemarin Rian kemari," ujar nya menunduk.
Bayu pun replek melepasakan tangan nya dari kepala Melati dan beranjak duduk jujur dia kaget mendengar nama itu.
"Maksud nya gimana aku gak ngerti," ucap Bayu dengan wajah datar nya.
Melati pun ikut duduk di sebelah nya, dia tahu suami nya pasti marah namun dia harus jujur takut na nanti Bayu salah paham.
"Mas diem dulu aku jelasin ya jangan salah paham, kemarin dia memang kesini nyari aku cuma pas aku lagi keluar cari makan dan dia ketemu sama ibu Maryam yang punya kost, aku bilang aja ke bu Maryam kalo nanti ada yang cari aku bilang aja kalo aku gak tinggal di sini lagi gitu," ujar nya.
"Ngapain dia nyari kamu gak ada kerjaan sekali dia," ucap nya mengusap wajah nya kasar menahan kesal.
"Aku mau Mas percaya sama aku, aku udah blokir semua tentang dia dan aku juga udah ganti sim cart biar dia gak gangguin aku lagi," ucap nya memberikan diri menggenggam tangan Bayu.
"Aku udah yakin milih kamu Mas, dia cuma masa lalu aku dan aku sudah mengubur nya jauh sebelum kamu datang di hidup ku," lanjut nya namun Bayu masih saja diam tak menjawab.
"Aku udah berusaha jujur apa ada nya dan itu terserah Mas mau percaya atau tidak yang jelas aku tidak ada hubungan apa-apa sama dia mau pun laki- laki lain," ucap nya sambil berkaca-kaca.
Bayu pun menoleh menatap gadis cantik melihat mata nya sudah memerah menahan tangis nya.
Bayu tak tega melihat nya dia langsung membawa nya ke dalam pelukan nya dia tidak tahu kenapa melihat Melati sedih dia pun ikut sedih.
"Iya Mas percaya sama kamu sayang, udah jangan nangis ya," ujar nya membawa Melati kedalam pelukan nya.
Dia mengelus rambut panjang melati yang sedikit bergelombang, biasa nya Melati akan mengeriting bawah nya saja saat akan pergi.