NovelToon NovelToon
Direndahkan Keluarga Suami

Direndahkan Keluarga Suami

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Mengubah Takdir / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:176.5k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Karena perubahanku, pantaskah kalian menghina?
Bukankah aku seperti ini, lantaran telah melahirkan penerus keluarga!

"Seharusnya, Mas membelaku! Bagaimanapun, aku ini adalah istrimu. Jika, bukan suami ... siapa lagi yang akan melindungiku? Haruskah, aku mencari tempat perlindungan lain? Apakah itu maumu, Mas Azam!" Lika.

"Kita ini hanya seorang anak, sudah seharusnya kita mengalah!" Azam.

Mampukah, Lika bertahan atau memilih pergi dari sisi suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22. Rubah Betina

"Keputusan apa ya, Bu? Lika boleh tau kan, apa yang tidak boleh Lika debat itu. Karena, jika demi kebaikan mas Azam, sudah pasti akan Lika dukung," ucapku mencoba berpikiran positif. Meskipun, hati ini berdentum tak karuan. Entah apa, sejak pagi aku memang telah merasakan firasat yang tidak enak. Apalagi, tatkala melihat raut wajah serta tatapan Jelita kepada ku yang seperti merendahkan, mengecilkan. Atau, itu semua hanya sebatas perasaan ku saja.

Astagfirullah.

Ku ucap istighfar dalam hati. Mencoba melihat setiap masalah dari sisi yang baik. Walaupun hati kecilku merasa resah dan gelisah.

"Ya tugas kamu memang hanya mendukung. Toh, kamu juga gak bisa bantu apa-apa. Jadi, sebaiknya kamu tidak protes apalagi sampai merasa tersakiti. Keputusan ini, demi kebaikan kita semua. Mungkin, sudah takdir dari Allah agar keluarga kita semakin besar dan juga makmur," jelas Ibu lagi. Akan tetapi, kenapa sudut hati ini merasa panas ya?

Memang, apa ku lakukan untuk membantu keuangan keluarga belum bisa dianggap sesuatu hal yang besar atau luar biasa. Belum bisa membuat suami, serta ayah dan ibu mertuaku bangga. Aku hanya penjual barang dagangan secara online. Untungku juga tidak seberapa. Perlembar pakaian aku hanya mengambil untuk lima hingga sepuluh ribu. Untuk produk makanan, tidak lebih dari lima ribu per-pcs.

Aku juga sudah mulai menulis di dua platform aplikasi baca online. Tanggapannya lumayan, meskipun aku terhitung baru merintis. Namun, karena aku memiliki cadangan cerita banyak di catatan ponselku. Aku bisa publish secara rutin setiap semua orang telah tertidur. Hanya tinggal merevisi sedikit bagian-bagian tertentu agar lebih tepat dengan kemauan para pembaca.

Belum ada yang tau dari usaha yang baru kurintis ini, sekali pun itu suamiku sendiri. Sebab, diri ini sadar jika hanya mengenyam pendidikan tak tinggi seperti mas Azam dan juga Nela. Daripada nanti ku dapat cemoohan atau kritis pedas yang membuat mood hancur, lebih baik ku simpan saja sendiri. Jika sudah berhasil baru akan ku beri tau pada mereka semua.

"Apa yang Ibu maksud, pinjaman yang Mbak Jelita tawarkan? Aku belum sempat bercerita pada Lika," ucap Suamiku yang lantas membuat diri ini tersentak kaget. Pinjaman? Sudah kuduga. Sebab, Jelita memiliki harta warisan peninggalan suaminya yang cukup banyak. Setidaknya mampu membuat, kedua mata ibu dan Nela mendelik hingga hampir copot keluar.

Aneh, bahkan dengan putranya saja ibu belum bermusyawarah. Bagaimana bisa semudah itu ibu mengatakan keputusan tidak boleh di ganggu gugat. Ayah juga diam saja, kulihat beliau malah asik memainkan ponselnya sambil sesekali tersenyum. Tidak ada yang menyadari, sepertinya hanya aku saja yang Allah tunjukkan keanehan ini. Raut wajah ayah mertuaku, seperti bocah yang sedang jatuh cinta.

"Jelita bilang sudah bicara dengan mu tempo hari, bukan begitu, sayang?" tanya Ibu dengan nada lembut dan keibuan. Bahkan, seumur menjadi menantunya, belum pernah ibu memanggil seperti itu kepadaku. Bolehkah aku merasa iri sedikit. Setidaknya, keluarga kami juga baru mengenal Jelita. Sebab, dia adalah warga pendatang. Kebetulan membeli rumah yang berbatasan dengan samping pekarangan Ibu.

Ku lihat Jelita dan mas Azam saling melempar pandangan. Apa-apaan ini, tega sekali mas Azam tidak bercerita padaku sebelumnya. Terakhir mereka bertemu itu kan hampir empat hari yang lalu.

Jelita mengangguk sambil mengusap punggung tangan ibu. Huh, manis sekali perlakuannya. Ia juga melempar senyum pada mas Azam. Berani sekali, padahal ada istrinya di sebelah. Dianggap apanya aku ini!

"Iya sudah, Bu. Azam memang menunggu kepulangan, Ibu juga Ayah. Agar kita semua dapat bermusyawarah. Tapi, jika keputusan itu yang Ibu ambil maka ... Azam ikut saja. Ayah, juga setuju kan?" Mas Azam melempar tanya pada ayah mertuaku yang tanpa menoleh, beliau mengangguk. Ayah, masih fokus dengan layar ponselnya.

Sudah kuduga, mas Azam pasti tidak akan bisa membantah keinginan ibunya. Dapat ku raba akan ada timbal balik yang di minta dari pinjaman besar yang ditawarkan oleh Jelita.

"Ya sudah, kamu ajak Lika ke dalam. Jelaskan padanya dan ingat ... keputusan Ibu tidak bergantung pada kalian. Itu artinya, satupun anggota keluarga ini tidak akan bisa mengubah keputusan Ibu," jelasnya lagi dengan tegas.

Mas Azam menarik tanganku agar berdiri dari duduk. Lalu, aku mendorongnya ke dalam rumah bagian kami. Baru saja melangkah ku dengar lagi ibu memanggil nama suamiku ...

"Zam, nanti juga bicaranya yang jelas. Kau tau kan kalau Lika hanya tamatan sekolah rendah. Jangan sampai dia salah mengerti, nanti dikira ibu ini adalah mertua yang kejam!" ujar Ibu seraya memberikan tekanan pada kata " hanya tamatan sekolah rendah".

Dimana kalimat itu secara jelas, tengah merendahkan mental juga harga diriku di depan Jelita. Ku lihat sekilas wanita itu tersenyum sinis ke arahku.

Apa rencana mu, rubah betina?

...Bersambung...

1
Rina Arie
good
Hera sasuwe
👍
Dyah Oktina
aamiin ya Allah
Indah Rohmiatun
kasih bonus donk thor
Ran Aulia
Luar biasa , ceritanya bagus, ada ilmunya juga 👍👍👍👍😍😍😍😍

terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
Dwika Artama
thor karyamu ini sungguh bikin aku nyesek tapi lanjutttttt.👍👍👍bikin para pembacanya gedeg ama keluarga si suami
Dwika Artama
thor karyamu ini sungguh bikin aku nyesek tapi lanjutttttt.👍👍👍bikin para pembacanya gedeg ama keluarga si suami
Silvi Vicka Carolina
permpuan hanya butuh tempat tuk bisa curhat ,bergosip ,sandaran ..laki laki yang di harapkan pwempuan laki laki yang bisa semua nya bisa jadi ayah .kakak.sahabat .bisa jadi tukang ledeng .biaa jadi tukang kuli bangunan.bisa jadi tukang listrik .bisa jadi tkang cuci bqju .cuvi piring .bisa jadi koki .waa pokoknya arus serba bisa ....
Ratih
Novel yg luar biasa , bagus bgt 🤗🤗🤗
Mak Aul: makasih udah baca karya2 aku
total 1 replies
Khusnul Khotimah
tp karma yg di terima sama azam cuma KATANyA kok gk langsung sih thor.. pasti seru kisah e azam pas tau istri barunya tdr ma bpk nya sendiri 😁😁
Mimik Pribadi
Nah lhooo,,,,ada berita apaan y???
Mel Rezki
mertua oh mertua 😣
Mel Rezki
ampun deh mertua begitu 🤧
‼️n
Gedeg aq ma si Azam .....
Sulati Cus
ye tu klu lakinya cm liat body ae lagian yg bikin melar sp??? cantik jg perlu modal kali😂
Mak Aul: otak lakiannya dari oncom
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Mak Aul: makasihh lanjut season keduanya Terjerat pesona janda
total 1 replies
Echatiganecha
semangat lika
angel
emang dosa apa ya gk layanin laki ????bingung dgn aturan yg ada..laki kaya gt emang kudu di layanin ..?
angel
pusing bacanya ..bisa gk Thor bikin novel tuh yg gk bw2 agama. ...yg netral aj
Mak Aul: ini memang khusus religi. klo yang gak bawa agama banyak kok novel otor yang lainnya
total 1 replies
Yunia Afida
semangat terus💪💪💪💪💪, terimakasih
Mak Aul: maksiihh juga ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!