King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Amelia
Bel tanda pulang berbunyi. Murid-murid pun senang karena sebentar lagi mereka pulang. Begitu juga dengan Queenza dan Amelia. Mereka berdua bersiap-siap untuk pulang.
" Baiklah anak-anak sampai disini dulu pembelajaran kita, selamat siang"
" Siang Buk"
Guru pun keluar dari kelas. Murid kelas sepuluh B bergantian keluar dari kelas. Queenza dan Amelia keluar paling akhir, karena mereka berdua tidak ingin berdesak-desakan sama yang lain.
" Seru ya belajar bahasa inggris. Tapi aku masih agak susah cara pengucapannya"
" Latihan terus, nanti juga bisa"
" Kamu kok lancar ya Queen ngomongnya"
" Dulu aku juga kurang bisa ngomongnya. Tapi aku terus latihan dengerin lagu luar"
" Nanti aku coba juga deh seperti cara kamu"
" Coba aja, seru kok"
Sampai di parkiran motor Queenza di kagetkan sama pemandangan yang menyedihkan. Motor kesayangannya di rusak sama seseorang.
" Queen, motor kamu"
Queenza sangat emosi melihat motornya sudah tidak ada ban sama stangnya lagi. Queenza mengambil kertas yang tertulis di atas tempat duduk motornya.
Semoga kamu menyukai hadiah kecil dari kami.
Queenza meremas kertas itu. Ia akan ingat bentuk tulisan yang ada di kertas itu. Ia akan membalas dua kali lipat dari apa yang sudah mereka lakukan.
Rupanya kalian ingin bermain-main dengan ku. Ok, akan aku tunjukkan cara bermain yang bagus.
" Queen gimana ini?"
" Maaf ya hari ini nggak bisa nganterin kamu pulang"
" Nggak apa-apa, kamu nggak perlu minta maaf sama aku"
" Ya harus dong, kan aku nggak bisa nganterin kamu pulang"
" Iya, tapi ini bukan salah kamu. Terus motor kamu gimana?"
" Tenang aja, tinggal di bawa ke bengkel. Besok udah bisa di pakai lagi"
" Beneran?"
" Iya, ayo kita ke halte"
Amelia ikut sedih melihat motor Queenza yang di rusak sama seseorang. Tapi ia tidak bisa membantu sahabatnya.
" Sebentar, aku mau menghubungi nomor bengkel dulu"
" Iya Queen"
Queenza sedikit menjauh dari Amelia. Nggak mungkin ia ngomong dengan bodyguard Daddy-nya di dekat Amelia. Bisa-bisa Amelia dengar semuanya.
Hallo nona muda.
Om tolong bawa motor aku ke bengkel.
Baik nona. Apa perlu saya cari siapa pelakunya.
Nggak usah om, masalah ini biar aku yang urus.
Baiklah nona. Sekarang saya akan bawa motornya ke bengkel.
Makasih om. Bilang sama orang bengkelnya, kalau motor itu harus selesai hari ini juga.
Siap nona.
Setelah selesai menelpon bodyguard Daddy-nya, Queenza kembali ke tempat Amelia.
" Sudah selesai "
" Sudah "
Tak berselang lama, angkot yang mereka tunggu pun datang. Amelia dan Queenza naik ke atas angkot.
Ini pertama kalinya Queenza naik angkutan umum. Ia baru tau kalau naik angkot itu harus berdekatan seperti ini. Duduknya juga berhadap-hadapan.
Banyak pasang mata yang menatap Queenza. Ada yang terpesona dengan kecantikannya, dan ada juga yang menatap sinis padanya. Padahal ia tidak melakukan apa-apa.
" Kamu baru pertama kali ya naik angkot"
" Hhmmm"
" Seperti inilah suasana di dalam angkot"
" Kamu tahan banget ya duduk berdesakan seperti ini"
" Mau gimana lagi, cuma angkot lha yang mampu aku bayar"
Untung di dalam angkot itu perempuan semua. Kalau ada laki-laki, pasti ada sesuatu kejadian buruk yang akan terjadi pada perempuan. Salah satunya tindakan pelecehan.
Cuaca siang itu lumayan panas. Untung jendela dan pintu angkot terbuka, jadi ada angin yang masuk. Jadi Queenza tidak terlalu gerah berada di dalam angkot.
Angkot berhenti di persimpangan jalan. Amelia dan Queenza turun dari angkot. Mereka membayar ongkos angkotnya.
" Serius bayarnya cuma lima ribu "
" Iya Queen "
" Murah ya"
" Ya begitulah "
Queenza tidak langsung pulang, ia mampir sebentar ke rumah Amelia. Nggak enak udah dekat rumahnya nggak mampir. Tadi Queenza sudah mengirim pesan pada mommy-nya, kalau ia akan pulang terlambat.
Mereka berdua berjalan menyusuri jalan kecil. Tak butuh waktu lama, mereka sampai di rumah Amelia.
Pintu rumah Amelia terbuka, itu tandanya ada orang di rumahnya. Mungkin ibunya sudah pulang dari berjualan.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikumsalam "
Terdengar jawaban dari arah dapur.
" Sepertinya ibuk aku lagi di dapur. Ayo masuk"
Sebelum masuk Queenza membuka sepatunya.
" Eh, ada tamu rupanya "
" Iya Buk, ini Queenza teman sekelas aku"
Queenza bersalaman dengan ibunya Amelia.
" Sepertinya ibuk pernah bertemu dengan nak Queenza ini"
" Dimana?. Ini kan pertama kali Queenza kesini"
" Iya, ibuk ketemunya bukan di rumah. Tapi dimana ya. Ibuk ingat, nak Queenza kan yang nolongin ibuk "
" Jadi ibuk yang kemarin mau nyebrang jalan"
" Iya Nak"
Queenza nggak menyangka kalau ibu-ibu yang di tolongnya kemarin ibunya Amelia. Soalnya penampilan ibunya terlihat berbeda.
" Makasih ya Queen udah bantu ibuk aku"
" Sama-sama Mel "
" Ayo silakan duduk Nak, ibuk buatkan minuman dulu"
" Jangan repot-repot Buk"
" Nggak repot kok, cuma buat air minum"
Ibu Amelia pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Queenza.
" Sebentar ya Queen, aku ganti baju dulu "
" Ok Mel"
Rumah Amelia terlihat bersih dan juga rapi. Walaupun rumahnya kecil, tapi sangat terawat. Buktinya tidak ada debu sedikit pun di sana.
Foto-foto Amelia cukup banyak di dinding ruang tamu. Amelia terlihat bahagia bersama orang tuanya.
Queenza melihat keluar jendela. Di samping rumah Amelia ada kebun kecil. Di kebun itu ada beberapa macam jenis buah dan juga sayur-sayuran.
Mata Queenza tertuju pada jambu biji. Buahnya cukup besar, dan sepertinya sudah bisa di panen.
Ibu Amelia kembali dengan membawa nampan berisi sirup dan juga camilan.
" Silakan di minum nak Queenza "
" Terima kasih Buk"
Queenza meminum sirup yang dibuatkan sama ibu Amelia.
" Maaf ya kalau rumah Amelia kecil"
" Nggak apa-apa kok Buk. Rumah aku juga kecil"
" Nak Queen, apa di sekolah ada yang membully Amelia"
" Kenapa ibuk tanya seperti itu?"
" Dulu waktu SMP Amel juga sering di-bully. Ibuk cuma khawatir aja kalau sekarang dia masih di bully sama teman-teman sekelasnya"
Queenza baru tau kalau dulu Amelia juga sering di-bully.
" Ibuk tenang aja, sekarang tidak akan ada lagi yang bully Amelia"
" Benarkah?"
" Iya, aku pastikan itu untuk ibuk. Tidak ada satupun orang yang akan membully Amelia"
" Syukurlah kalau sekarang tidak ada yang membully Amelia"
Queenza janji akan selalu melindungi sahabatnya. Ia tidak ingin Amelia mengalami hal buruk seperti yang dialami waktu dia SMP dulu.
" Ibuk senang melihat Amel punya teman. Dulu tidak ada satupun orang yang mau berteman dengan dia"
" Justru aku yang senang karena punya teman sebaik Amelia "
Tak berselang lama Amelia keluar dengan memakai baju rumahan.
" Kamu ada bawa baju ganti nggak Queen?. Kalau nggak ada pake baju aku aja dulu"
" Ada kok"
" Ya udah ganti baju dulu di kamar aku"
" Bentar ya Buk, aku ganti baju dulu"
" Iya nak Queenza "
Setelah berpamitan dengan ibunya Amelia, Queenza pergi ke kamar sahabatnya untuk mengganti pakaiannya.
To be continued.
Happy reading guys 🤗🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....