NovelToon NovelToon
Pencuri Kepala

Pencuri Kepala

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:49.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "

Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau

Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.

Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. di siram air

Revan gelisah Bukan main ketika dia sudah mengetahui bahwa memang ada hal kasat mata seperti itu dan Bahkan dia telah menyaksikan secara langsung, kepercayaan diri dia yang dulu kini menghilang begitu saja karena setan yang menurutnya tidak ada tapi malah langsung menampakan diri di depan mata dia sendiri dan bahkan sampai memberikan siksaan.

Yang paling membuat Revan shock adalah ternyata sang adik juga telah menjadi arwah gentayangan seperti itu, telah dia lihat sendiri Bagaimana wujud Taufik sekarang Sehingga sudah tidak ada alasan untuk membantah ucapan semua orang bahwa setan itu memang ada di dunia ini dan mereka juga hidup selayaknya manusia.

Kemarin saja dia masih bisa dengan sangat ampuh mengatakan bahwa tidak ada hal seperti itu di dunia ini dan apa yang telah dikatakan oleh Pak Muh itu hanya imajinasi dia saja, tapi sekarang dia malah menyaksikan sendiri sehingga tidak ada alasan untuk membantah ucapan orang tua tersebut.

Malah bukan hanya melihat arwah gentayangan saja tapi dia juga harus menyaksikan sendiri bagaimana tabiat member Purnama yang begitu usil, cukup berat perjuangan dia untuk keluar dari dalam seumur itu dan masih terbayang ketika Nana dengan begitu enteng menyepak kembali tubuh dia masuk ke dalam sumur tersebut sehingga dia harus berusaha kembali untuk ke daratan.

''Kan Ibu juga sudah bilang tapi kau saja yang tetap keras kepala seperti itu.'' Bu Warti berkata dengan wajah kesal.

''Ya Aku hanya tidak percaya saja dan sekarang aku sudah percaya kok.'' Revan berkata dengan serius.

''Lain kali kalau ada orang ngomong itu didengar saja terlebih dahulu dan kalau tidak percaya ya sudah jangan langsung mendebat begitu saja.'' nasihat Bu Warti.

''Tapi Apa memang ada orang yang bernama Purnama itu akan mengurus tentang masalah ini ya?'' Revan justru bertanya tentang hal itu.

''Andi tadi sempat datang ke sini dan dia memang memberitahu kalau ada yang akan mengurus tentang masalah ini.'' Bu Warti mengangguk serius.

''Pasti itu orang yang bernama purnama dan dia akan menyelidiki sampai tuntas.'' Revan sudah mendengar tentang nama tersebut.

''Nah kau juga jangan sampai berdebat dengan Purnama itu karena nanti justru akan membuat kamu celaka.'' Bu Warti memberi pesan terlebih dahulu.

''Ibu sudah pernah bertemu secara langsung dengan Purnama itu ya?'' tanya Revan.

Bu Warti menggeleng karena dia memang belum pernah bertemu sama sekali dengan Purnama, dia hanya mendengar kabar bahwa wanita yang bernama Purnama itu begitu keras dan tidak bisa sekali bila tersinggung dengan ucapan orang lain yang meragukan kemampuan dia tentang mengusir para setan jahanam.

''Kan kamu tidak percaya dengan setan sehingga ibu takut nanti kamu justru berdebat dengan dia.'' jelas bu Warti.

''Tidak, kali ini aku sudah percaya dengan setan sehingga tidak akan pernah mendebat mereka semua.'' Revan menggeleng dengan sangat yakin.

''Maka nya Lain kali kalau Ibu ngomong itu di dengar, Untung saja kamu tidak mati di bantai oleh arwah yang kamu temui.'' ujar Bu Warti sembari menarik nafas panjang.

''Hampir sih, Sebab dia terlihat sangat kesal sekali kepada aku sehingga walau aku sudah naik ke darat namun tetap saja dia memasukkan kembali ke dalam sumur itu.'' Revan bercerita dengan perasaan ngeri.

''Jadi Bagaimana bentuk setan yang kau temui itu?'' Bu Warti Malah penasaran dan ingin tahu.

''Awal nya Dia sangat cantik sekali tapi kemudian berubah menjadi arwah yang memiliki tubuh membusuk.'' kenang Revan dengan perasaan merinding tidak karuan.

''iiih ya allah, entah arwah yang mati karena apa Itu yang sudah kau temui.'' Bu Endang juga ikut merinding.

Revan terdiam karena tidak tahu mau menjawab apa dan mungkin benar apa yang di katakan oleh Bu Warti, tidak tahu gadis itu meninggal karena apa, sebab ketika bertemu dengan Revan wujud dia sudah sangat mengerikan seperti itu sehingga membuat siapa saja yang melihat pasti akan kabur.

Ini untung saja dia masih bisa selamat dan pulang ke rumah dalam keadaan tubuh utuh semua, tapi sejujurnya masih ada rasa trauma di dalam diri Revan karena tidak bisa melupakan bagaimana seram wujud Nana ketika berubah menjadi arwah yang memiliki dada membusuk saat Revan membantah bahwa dia adalah setan.

...****************...

''Lari, itu para warga sudah datang membawa ember yang berisi dengan air.'' Jeno memberitahu Dewa iblis.

''Ya gimana aku mau lari sedangkan aku saja masih belum bisa menghabisi dia.'' Xavier menolak ajakan dari Jeno.

''Demi Tuhan lebih baik kita lanjut lain kali karena ini sangat berbahaya dan aku tidak ingin memiliki urusan dengan manusia.'' Jeno tetap kekeh ingin pergi.

Byuuuuur.

''Kan apa aku bilang kepada dirimu!'' Jeno berdiri mematung karena tubuh dia tersiram oleh air satu ember.

''Astaga, apa manusia itu tidak melihat bahwa kita sedang berdiri di sini sehingga dia main siram begitu saja!'' Xavier berteriak dengan kesal.

Jeno mengusap wajah yang terkena siraman air satu ember tersebut dan yang lebih parah lagi ini bukan air bersih, jelas para warga mengambil air seadanya yang di dekat pohon Kapuk itu karena mereka semua sudah panik ketika melihat api yang menyala besar di bagian pohon Kapuk tersebut.

''Jelas biji mata mereka itu tidak bisa melihat kita, sebab kita adalah setan.'' Jeno menjelaskan sambil menahan emosi.

''Ah k....

Byuuuuur.

''Makan itu air comberan yang terasa sangat menjijikkan sekali!'' Jeno sangat puas karena Dewa iblis juga terkena siraman.

''Bangsat, Kenapa mereka bisa sesuka hati melempar air seperti ini.'' Dewa iblis ingin protes karena dia juga terkena air tersebut.

Jeno sudah tidak lagi banyak berbicara karena menurut dia percuma saja berbicara dengan Dewa iblis ini, sebab dia masih terbungkus dengan rasa emosi karena rasa cemburu yang begitu menyala setelah mendengar kabar bahwa genderuwo ini sangat menyukai Yasmin dan kemungkinan mereka akan sering bertemu di tempat tersebut.

''Kau tadi apa terkena dengan air seperti ini juga?'' Xavier menoleh kepada Jeno.

''Aih bocah sialan itu sudah pergi saja, ini kenapa air yang mereka pakai juga sama sekali tidak beres?!'' Dewa iblis masih sempat saja protes walau Jeno sudah tidak ada di tempat ini lagi.

Sebab Jeno memilih untuk pergi saja dari tempat itu dari pada nanti dia harus terkena air seember lagi dari para warga itu, sebab sampai saat ini api yang menyala di pohon Kapuk masih belum padam juga sehingga warga tidak mungkin berhenti sampai di sini dan mereka akan terus berusaha untuk memadamkan api yang tengah menyala tersebut.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
selamat siang juga kak thor, panas sekali kak siang ini 🤣🤣
Ayuk Witanto
punya malu juga
Ayuk Witanto
bukanya tadi aksara sama jalak ya
Ayuk Witanto
emang minta di bantai nih pur
Ayuk Witanto
emang kau siapa nyuruh purnama stay disitu...lagian dari kemarin kan kau tak percaya 😒
Ayuk Witanto
biar tau rasa si iis
Nurr Tika
lanjut
Ayuk Witanto
kok jadi curiga ya sama Iis...kayak Melda kemarin.sok sok an gak percaya setan ternyata dia punya andk setan
Ayuk Witanto
waduh mana aksara pula kena fitnah
Ayuk Witanto
siapa ya
Fiyan Ayu
tolong mba Pur..banting lah si iis tuh..kesel q..🤣🤣
Wiwit
ii SMA Melda, jgn2.....
Kinnaaa
banting ajala itu iis
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Raffaza Direzky87
eehh mancing ratu ular memang ini si iis
Sabrina Qheyla Putrie
Siang thor💪
putri wahyu
masih pagi lah Bess,blm siang sangat ini..🤦
aku menanti si Iis kena banting sm mba pur😏
Ela Jutek
pagi mak, kok siang sih
edelweis🌻
ayo banting si iis pur,atau bawa aja kelembah kematian.biar kapok dia
Apriyanti
lanjut thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!