NovelToon NovelToon
Brondong Tawanan

Brondong Tawanan

Status: tamat
Genre:Playboy / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Tamat
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Novel yang mengisahkan tentang seorang pria yang masih menduduki bangku SMA. Ketampananannya membuat seorang wanita yang berusia 25 tahun itu jatuh cinta begitu dalam.


Wanita yang memiliki sebuah perusahaan terbilang besar dan terkenal.

Indi Maharani mencintai pria bernama Veric yang usianya jauh lebih muda, berpikir akan mampu membuat sang suami dewasa setelah pernikahan.

Nyatanya sikpa Veric yang masih labil terus membuatnya semakin sakit. Akankah Indi mampu mendapatkan cinta Veric setelah pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semangat Pagi

Suara ketukan siang itu membuyarkan fokus seorang pria yang tengah memijat kaki wanita di sampingnya.

Wanita dengan wajah pucat namun tak lagi separah hari kemarin-kemarin. Biru-biru di beberapa tangannya tampak masih jelas.

“Siapa itu, Ayah?” tanya wanita yang tak lain adalah ibu Veric.

Tuan Lukas menatap pada sang istri. “Ayah juga tidak tahu, Bu. Sebentar Ayah lanjutkan lagi, Ayah buka pintu dulu yah?”

Sang istri mengangguk pelan membiarkan suaminya membuka pintu dan melihat tamu.

Terdengar dari dalam, suara tawa suami di luar sana. Semakin penasaran rasanya.

“Wah, kalian. Tumben berdua datangnya. Indi, ayo masuk. Ibu ada di ruang tv itu.” sambut Tuan Lukas begitu ramah pada sang menantu.

Indi tersenyum lembut dan melepaskan genggamannya pada lengan sang suami.

Ia meraih tangan Tuan Lukas lalu mencium punggung tangan mertua. “Hari libur jadi kita sempatkan datang jenguk kalian Ayah,” ujar Indi lagi.

Dan kini tatapan mata Tuan Lukas beralih pada sang anak. “Ver, kamu tidak membuat ulah lagi kan?”

Mendengar itu Veric menghela napas kasar. Sementara Indi langsung masuk lebih dulu mencari sosok mertua perempuan.

Rasa penasaran pun berganti menjadi senyuman lebar dari wanita yang penasaran di dalam sedari tadi.

“Indi!” serunya melebarkan tangan serta senyum.

“Ibu,” Indi memeluk wanita yang sudah ia anggap ibunya sendiri.

Sungguh, rasanya senanh sekali bisa melihat wanita yang hampir tak bernyawa kini kembali pulih. Indi ingat saat di rumah sakit, sang mertua benar-benar untuk sekedar senyum pun tak sanggup.

Pelukan keduanya tak berlangsung lama, sebab kedatangan Veric dan sang ayah memecahkan suasana hangat itu.

“Ibu sudah jauh lebih baik?” tanya Veric melihat ibunya sudah duduk di sofa.

“Iya, Ver. Setelah operasi kemarin dan pengobatan rutin semakin kesini keadaan ibu semakin membaik. Ini semua berkat bantuan Indi.” Tak lupa bagaimana Indi membantu mereka, Tuan Lukas merasa berhutang budi.

Bahkan perusahaannya sekarang bisa berjalan normal kembali berkat Indi. Ia tahu, tak sedikit kerugian yang Indi dapat karena menanamkan saham di perusahaannya.

“Ayah, itu tidak masalah. Yang terpenting Ibu sudah sehat dan semuanya membaik. Ibu jangan banyak pikiran yah? Biar bisa melawan penyakitnya,” Indi bertutur layaknya anak pada ibunya. Sangat dekat dan manja.

Tanpa sadar, Veric diam-diam memandang istrinya yang duduk berdekatan dengan ibunya. Wanita cantik yang menurutnya sangat baik, bagaimana mungkin ia selalu menyakitinya.

“Kamu benar-benar malaikan di keluargaku, Indi. Aku malu melihat betapa bergunanya kamu di keluargaku. Sedangkan aku dimana pun tak ada bergunanya. Bahkan untuk pernikahan kita pun aku tidak berguna sama sekali.” Sedih rasanya untuk menghasilkan uang pun ia belum bisa.

“Kamu Veric, sadar diri. Ayah tahu kamu belum bisa membahagiakan istrimu. Setidaknya jangan lukai hatinya.” Tiba-tiba Tuan Lukas berucap yang membuat semua orang terdiam.

Veric mengangguk, “Iya, Ayah. Veric sadar. Maafkan Veric.” jawabnya.

“Ayah, kami baik-baik saja. Jangan seperti itu.” tutur Indi yang melihat gurat sedih di wajah sang mertua perempuan.

“Indi sudah berbaikan dengan Veric. Kami sepakat untuk menjalani pernikahan yang baik dari sekarang, Ayah. Jangan khawatirkan kami lagi.”

***

Ramainya suara kendaraan yang memenuhi jalanan pagi ini tak menyurutkan semangat menyambut pagi di hari Senin.

Pagi yang cerah secerah harapan sepasang suami istri yang berbeda usia.

“Ingat pesanku?” tanya Indi di sela perjalanan mengantar sang suami ke sekolah.

Veric tersenyum dan mengusap pipi sang istri. “Aku tidak akan dekat dengan satu pun wanita. Dan makan siang bersamamu?” tanyanya memastikan kembali.

Indi mengangguk. “Benar.”

“Em bagaimana yah? Aku pikir-pikir dulu yah?” kekeh Veric mengejek sang istri. Sontak Indi merengut.

“Ver!” kesalnya.

“Iya, asal nanti malam dapat jatah dong.” Usil Veric. Ia terkekeh menatap wajah cantik sang istri yang sudah badmood.

Indi memilih tak menjawab meski hatinya terasa senang sekali pagi ini.

“Perintah siap di laksanakan Ibu Indi!” Teriak Veric memberi hormat sembari tetap fokus pada stir kemudinya.

Tanpa terasa jalanan padat pagi itu telah berakhir di sekolahan tempat sang suami.

“Cium?” Indi memastikan perintah Veric saat menunjuk bibirnya.

Lagi Veric menunjuk dan mengangguk bersamaan.

“Ver, nanti ada yang lihat. Kamu bisa di keluarin loh.” ujar Indi lagi. Sayangnya Veric tak perduli.

Akhirnya Indi pun memberikan ciuman perpisahan pagi itu.

“Oke, Sayang. Papi sekolah dulu yah. Mami hati-hati di jalan.” Sungguh menggelikkan. Indi tak hentinya tertawa mendengar sebutan yang di ucapkan sang suami.

Mereka pun berpisah di depan sekolah SMA itu, Indi membuka pintu mobil saat sang supir datang untuk menyetir dengan di antar Boby.

Yah, seperti biasa. Boby akan bekerja dengan Veric. Dan atas permintaan Veric sendiri ia ingin menyupirkan sang istri sampai di sekolah.

Tak ada lagi motor besar yang ia gunakan karena Indi meminta untuk berangkat bersama.

Setibanya Veric di gerbang sekolah,

“Woy Ver!” teriak salah satu temannya.

Veric menoleh dan melihat beberapa teman gengnya sudah berkumpul di tempat motor mereka biasa parkir.

“Pagi, Bro!” sapa Veric tersenyum sangat asing dimata temannya.

“Kita nungguin, mana motor lu? Nih masih kosong tempat lu.” celetuk Bara.

Veric senyam-senyum tidak jelas. “Hehe lagi pengen naik taksi aja gue.” sahut Veric yang bingung beralasan apa. Mana mungkin mengatakan naik mobil lalu di antar siapa?

Teman-temannya yang melihat reaksi Veric mengernyitkan kening. Ada apa gerangan teman mereka yang selalu cuek kini senyum-senyum sendiri?

Tak jauh berbeda dengan keadaan di kantor. Indi yang biasa hanya membalas sapaan karyawan dengan senyuman kini terlihat lebih aktif. Ia balas menyapa karyawan dan memberikan semangat untuk bekerja.

“Selamat pagi, Ibu.”

“Pagi, Bu Indi?”

Begitu terus selama ia berjalan menuju lift melewati banyaknya karyawan kantor.

“Hai selamat pagi juga. Semangat yah kerjanya.” ucap Indi yang tidak pernah ia lakukan selama ini.

Bodyguard yang berjalan di belakang Indi saling menatap heran.

1
ayu cantik
suka
Dwi Agustin
Indi ini antara bucin dan bodoh
Evi
lanjut lanjut lanjut
Evi
lanjut thoor seosen2
Farly Rembet
mmhhh
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
GMN TDI RIC UNBOXINGNYA,, MNTAPKN BRCINTA DGN WANITA DEWASA..
Sulaiman Efendy
KK ABDI KYKNYA INGIN JODOHKN INDI MA ARDHA, DN PSTI SURUH INDI PISAH MA VERIC..
MAKANYA LO RIC,, JGN SMPE LO DPISAHKN SAMA INDI, NYESAL LOO
Sulaiman Efendy
HRS BRUBAH LO RIC,, JDIKN INDI WANITA LO, RATU LO....
Sulaiman Efendy
NAHH MULAI CEMBURUKN, LO BLM TAU PESONA DEWASA ITU GMN RIC, AKU HMMPIR GILA RIC MNGEJAR CINTA WANITA DEWASA, YAITU KK KELASKU, AKU KLAS 11 SDH JATUH CINTA KE KK KELASKU YG KELAS 12... PADAHAL DY UDH PNY PACAR..TPI AKU TK PRDULI..
Sulaiman Efendy
MMG HRS DI KSI PELAJARAN TU VERIC, BIAR SADAR DY.. KLO GK SADAR BRRTI MMG TU VERIC TURUNAN DAJJAL..
Sulaiman Efendy
DASAR BOCAH, GK SPRTI BRONDONG2 DI CERITA NOVEL LAIN, YG BUCIN DN POSSESIF KE WANITANYA YG LBH TUA.
INILH AKIBAT SALAH DIDIK, SALAH GAUL.. BOCAH MUSLIM SAJA BNYK YG KYK SETAN DAJJAL, APALAGI SI VERIC BOCAH KAFIR, MNA TAU MORAL & AHKLAK... TAUNYA HIDUP FOYA, PESTA2,,CLUBING2, BKN ISI WAKTU DGN HAL YG BRMANFAAT..
Sulaiman Efendy
GK MIKIR NI BOCAH, PRUSAHAAN ORTUNYA UDH BANGKRUT, IBUNYA LEUKIMIA,, KLO GK DIBANTU INDI, JDI GEMBEL LOO,, TAUNYA FOYA2,, DN SENANG2, GK MIKIR GMN SUSAHNYA CARI UANG..
SUPAYA LO GK GENGSI SAMA INDI, HRSNYA LO GIAT2, BLAJAR..
Siti Nursidah
sepertinya vericsudah mulai mencintai idi
Suky Anjalina
cepat amat tamatnya thor
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
wah tamat ini thor extra bab donk thor sampe punya ank veric sm indi 👍semangat thor
sri yunani
menarik
💞 NYAK ZEE 💞
beneran tamat ini.....
begitu saja......
ngak ada kata pentup....
😁😁😁😁😁
Suky Anjalina
gak sabar tunggu veric kuliah dan kerja
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
ga sabar nanti klw veric kuliah akn byk wanita melirik veric 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!