NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 34: DDoS Attack

Udara di dalam ruang kendali menara pengawasan Pelabuhan Solaria terasa dingin dan senyap, berbanding terbalik dengan kesibukan para perwira maritim yang lalu-lalang di luar ruangan. Pilar terminal kristal hitam di sudut ruangan kini memancarkan pendaran cahaya biru stabil, mempertahankan terowongan data privat (*port forwarding*) yang baru saja dibuka oleh Kaelen Vance. Melalui jalur belakang tersebut, seluruh arsitektur jaringan internal Kekaisaran Solaria—termasuk ruang server pusat dan ruang taktis di kubah istana—terhampar luas di hadapan layar proyeksi tiga dimensi yang melayang di udara.

Elara Vane berdiri tepat di sisi Kael, matanya menatap tajam deretan data militer rahasia yang mengalir deras di layar. "Kita sudah memiliki akses langsung ke jantung istana, Kael," bisik Elara, menjaga agar suaranya tidak menarik perhatian para perwira kekaisaran di meja seberang. "Tapi begitu kita mencoba melakukan injeksi *firmware* atau mengambil alih server pusat mereka secara langsung, sistem keamanan internal di istana—yang jauh lebih canggih ketimbang pos pelabuhan ini—pasti akan mendeteksi anomali trafik tersebut dan mengunci seluruh *port* akses dalam hitungan detik."

Kaelen Vance tidak langsung menjawab. Wajahnya tetap datar, dingin, dan tanpa ekspresi, sementara jari telunjuk kanannya mengetuk permukaan meja kayu dengan ritme teratur yang presisi. *Tap. Tap. Tap.*

"Analisis yang benar," jawab Kael datar, suaranya mengalir tenang. "Sistem pertahanan di istana pusat dikelola oleh protokol keamanan otonom yang memantau setiap perubahan status file dan lalu lintas data secara instan. Jika kita mencoba masuk secara diam-diam untuk mengambil alih kendali, mereka akan menutup *port* dan memutus jaringan sebelum proses injeksi kita mencapai lima puluh persen."

Alis Elara bertaut. "Lalu apa strategi kita? Kita tidak bisa masuk secara sembunyi-sembunyi, dan kita tidak mungkin menerobos masuk secara fisik melewati ribuan pasukan elit istana."

"Kita tidak perlu masuk secara sembunyi-sembunyi," balas Kael dingin. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang sangat tipis, nyaris tak terlihat—senyum analitis seorang arsitek yang melihat celah fatal pada sistem musuh. "Dalam arsitektur jaringan, ketika sebuah server pusat dijaga oleh sistem keamanan ketat yang menolak akses masuk, cara paling efisien untuk melumpuhkan pertahanan mereka bukanlah dengan membobol gerbangnya... melainkan dengan membuat server tersebut kewalahan."

Elara mengerutkan kening, mencoba memahami istilah asing yang diucapkan Kael. "Kewalahan? Maksudmu...?"

"Sebuah serangan *Distributed Denial of Service*," jelas Kael tenang. "Kita akan memanfaatkan seluruh node dan pos relai yang sudah kita kuasai—mulai dari Akademi Aethelgard, menara relai distrik bangsawan, pelabuhan ibu kota kerajaan, hingga stasiun relai di Kepulauan Meridian dan pulau karang timur—untuk mengirimkan miliaran permintaan akses palsu secara serentak ke server pusat Istana Solaria."

Kael mengangkat tangan kanannya, memutar cincin peraknya setengah lingkaran. Kilatan cahaya biru menyembur dari permukaan cincin, menghubungkan seluruh stasiun relai di bawah kendalinya menjadi satu kekuatan jaringan masif yang terpusat.

"Bayangkan sebuah gerbang masuk yang hanya mampu melayani sepuluh orang dalam satu detik," lanjut Kael dingin. "Lalu tiba-tiba, secara bersamaan, sepuluh juta orang mendesak masuk melalui gerbang yang sama. Apa yang akan terjadi pada gerbang tersebut?"

"Gerbang itu... akan runtuh karena tidak mampu menampung antrean," jawab Elara perlahan, matanya membelalak lebar saat ia mulai menangkap skala kehancuran dari rencana tersebut. "Server istana akan mengalami *crash* total."

"Tepat," kata Kael. "Ketika server pusat Kekaisaran Solaria dibanjiri oleh trafik palsu dalam skala masif, sistem keamanan otonom mereka akan mengalami kelumpuhan total. Mereka akan sibuk memproses antrean data sampah hingga mengabaikan integritas sistem inti mereka sendiri. Dan di situlah celah keamanan terbuka lebar bagi kita untuk menyusup masuk dan mengambil alih kepemilikan tanpa perlawanan."

Tanpa buang waktu lagi, Kael mengangkat tangan kanannya dan menempelkan cincin peraknya langsung ke pilar terminal kristal hitam di ruang kendali pelabuhan. Ia menarik napas pendek, lalu mengetukkan jarinya untuk mengeksekusi perintah inisialisasi serangan global.

*Initiating Distributed Denial of Service (DDoS) attack...*

*Target: Imperial Core Server, Solaria Palace.*

*Assembling botnet nodes: Aethelgard, Meridian, Eastern Relay S-01.*

*Preparing packet flood: 50 million requests per second.*

*Executing.*

*BZZZZT!*

Seketika perintah itu dieksekusi, pilar terminal kristal hitam di sudut ruangan bergetar hebat. Suara dengungan frekuensi tinggi mendadak memenuhi ruangan, begitu kuat hingga udara di sekitar altar kristal itu bergetar dan memancarkan percikan api kecil berwarna biru terang.

Jauh di jantung Istana Solaria, di dalam ruang server bawah tanah yang sangat steril dan dijaga ketat oleh puluhan meter dinding baja magis, puluhan kristal pemroses utama mendadak berkedip liar. Cahaya putih keemasan yang tadinya stabil tiba-tiba berubah menjadi merah menyala, berdenyut tidak beraturan diiringi suara retakan halus pada permukaan kristal akibat beban kerja yang melampaui batas kapasitas maksimal.

Di ruang kendali taktis istana, para pendeta tinggi dan perwira tinggi militer Solaria yang tengah bersiap memegang laporan harian mendadak dikejutkan oleh bunyi alarm darurat yang memekakkan telinga.

*WARNING! SYSTEM OVERLOAD!*

*Incoming connection requests exceeding 100,000,000 per second!*

*Memory buffer overflow! Core temperature rising!*

Seorang perwira tinggi berzirah emas berlari panik menuju konsol pemantau utama, tangannya gemetar saat melihat barisan indikator status server berubah menjadi warna merah padam secara serentak. "Komandan! Kita sedang diserang! Ada gelombang trafik data masif yang datang secara bersamaan dari berbagai arah luar kekaisaran! Server pusat kita mengalami *crash*!"

Komandan garnisun istana—seorang jenderal tua berbadan kekar dengan jubah keemasan—mendekati konsol dengan wajah pucat pasi. "Putuskan sambungan eksternal! Tutup semua *port* komunikasi sekarang juga!"

"Tidak bisa, Jenderal!" teriak teknisi dengan putus asa. "Sistem pertahanan otonom terjebak dalam *infinite loop*! Protokol keamanan sibuk memvalidasi trafik sampah dan mengabaikan perintah manual kita! Server utama kita... server utama kita lumpuh!"

*KRRR-THUUUM!*

Suara ledakan tumpul terdengar dari dalam ruang server bawah tanah. Salah satu kristal pemroses utama pecah berkeping-keping akibat lonjakan beban data yang tidak masuk akal, memutus seluruh suplai energi pertahanan ke seluruh penjuru istana. Dalam hitungan detik, perisai magis yang melindungi istana melemah, lampu-lampu koridor berkedip-kedip lalu padam total, dan seluruh sistem keamanan otonom Kekaisaran Solaria masuk ke dalam mode pemadaman darurat (*failsafe mode*).

Kembali ke ruang kendali pelabuhan, Kaelen Vance mengamati layar proyeksi digital di hadapannya. Barisan indikator server istana Solaria yang tadinya berwarna merah menyala kini berangsur-angsur padam, berubah menjadi warna biru redup yang menandakan bahwa sistem pusat mereka telah kehilangan kesadaran operasional.

*Target server unresponsive.*

*DDoS attack successful.*

*Core defenses disabled.*

*Infiltrating administrative core...*

"Server pusat mereka lumpuh total," umum Kael dingin, suaranya terdengar sangat datar di tengah keheningan ruang kendali pelabuhan. "Sistem keamanan otonom terisolasi dalam mode darurat. Tidak ada lagi hambatan bagi kita untuk mengakses inti kendali."

Elara Vane menghembuskan napas panjang, meredakan ketegangan yang sempat mencengkeram dadanya. Serangan masif yang baru saja dilancarkan oleh Kael tidak melibatkan satu pun tetesan darah atau ledakan meriam fisik, namun dampaknya berhasil merubuhkan pertahanan kekaisaran terbesar di dunia timur dalam hitungan menit.

"Kau melumpuhkan seluruh istana kekaisaran hanya dengan membanjiri server mereka menggunakan data sampah," bisik Elara, rasa takjub dan ngeri bergemuruh menjadi satu di dalam dirinya. "Pertahanan militer mereka yang paling dibanggakan sama sekali tidak berdaya menghadapi serangan digital semacam ini."

"Kekuatan fisik dan perisai baja tidak memiliki fungsi pertahanan terhadap serangan di ruang logika," jawab Kael tenang. Ia menarik tangan kanannya dari pilar terminal kristal, lalu memutar cincin peraknya setengah lingkaran untuk membuka jalur akses masuk langsung ke dalam inti server istana yang kini tidak berdaya.

"Mari kita selesaikan ini," kata Kael mutlak. "Kita ambil alih kendali istana."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!