NovelToon NovelToon
Menikahi ustad tampan

Menikahi ustad tampan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:18.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: triani

Zahra, gadis biasa yang begitu bahagia dengan kehidupan remaja pada umumnya, tiba-tiba harus meminta seorang ustad yang usianya jauh di atas dirinya untuk menikah.

***
"Ustadz Zaki!" panggilnya dengan sedikit ngos-ngosan, terlihat sekali jika gadis itu baru saja berlari.

Dua pria berbeda generasi yang tengah berbicara itu terpaksa menoleh kepadanya.

"Zahra, bisa sedikit sopan kan, kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!?" pria dengan baju putih dengan rambut yang juga sebagian memutih itu terlihat kesal, tapi si gadis tidak mengindahkannya. Tatapannya hanya tertuju pada sang ustadz.

"Ustad, menikahlah denganku!"

Pernyataan gadis itu tentu membuat sang ustadz tercengang, ia menatap pria di depannya bergantian dengan gadis yang baru datang dan tiba-tiba mengajaknya menikah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak hanya mengandalkan tampang

Diam-diam Zahra melirik dengan matanya yang masih berat saat ustad Zaki tengah duduk di atas sajadahnya.

Belum subuh kan ...., gumamnya dalam hati. Lirikannya berpindah pada jam yang tertempel di dinding dan benar saja masih jam tiga pagi.

Ohhhh, rajin juga nih ustad ..., gumamnya lagi dalam hati sedikit terselip rasa kagum, ia kira ustad yang kini telah menikahinya hanya mengandalkan tampang untuk menjerat warga kampungnya.

Zahra pun memilih kembali memejamkan matanya, menikmati tidurnya yang nyenyak. Terasa hanya beberapa detik saja ia masuk kembali ke alam mimpi hingga tiba-tiba sebuah bisikan membuatnya menggeliat.

"Dek, sudah subuh. Ayo bangun!"

Bukannya bangun, Zahra malah menarik dan merangkul tepat di leher ustad Zaki hingga membuat pria itu terjerembab di atas tubuhnya.

"Astaghfirullah hal azim!?" seru ustad Zaki saat wajahnya bahkan menempel sempurna di wajah Zahra.

Seruan ustad Zaki akhirnya berhasil membangunkan gadis yang baru saja menarik tubuhnya itu,

"Ustad, ngapain di atas tubuhku!?" ucap Zahra dengan suara keras dan dengan cepat ustad Zaki membekap mulutnya.

"Jangan keras-keras, jangan sampai ucapanmu membangunkan orang satu kampung!"

"Ngapain begini? Ustad mau melanggar janji ya?" sekarang pertanyaan Zahra sedikit pelan.

"Lihat ini!?" ustad Zaki menunjukkan lengan Zahra yang masih melingkar sempurna di lehernya.

"Astaghfirullah hal azim!?" dengan cepat ustad Zaki melepaskan tangannya dari ustad Zaki dan dengan cepat pula ustad Zaki bangun dari atas tubuh Zahra.

Sepertinya ustad Zaki juga khawatir jika terlalu lama berada di dalam posisi yang seperti itu, ia tidak akan bisa mengendalikan dirinya, mau bagaimana pun ia tetaplah manusia biasa, tetaplah laki-laki dewasa yang mempunyai syahwat.

"Ayo bangun, sudah subuh!?" perintah ustad Zaki sambil menunjukkan jarum yang melekat pada jam dinding dan ternyata jarum jam sudah menunjuk ke angka empat.

"Perasaan baru juga beberapa detik lalu, tiba-tiba sudah satu jam saja." gumam Zahra lirih tapi masih bisa di dengar oleh ustad Zaki.

"Maksudnya?"

"Bukan apa-apa, sudah sama duluan. Aku mau lanjut tidur lagi, bangunkan aku setelah dari masjid." Zahra sudah bersiap untuk merebahkan tubuhnya kembali tapi dengan cepat di tahan oleh ustad Zaki.

"Apa mau aku temani sekarang? Sekalian kita pemanasan!?" ucap ustad Zaki dengan mata dan senyum yang di buat dengan sengaja menggoda Zahra.

"TIDAK!?"

Teriak Zahra dan dengan cepat ia turun dari atas tempat tidur, berlahan cepat keluar kamar.

"Zahra!?"

Langkahnya terhenti tepat di depan pintu saat ibunya tengah melintas di depannya.

"Ibu!?"

Bu Narsih tersenyum, ia benar-benar tidak perlu berteriak-teriak pagi ini hanya untuk membangunkan Zahra untuk sholat subuh. Biasanya Zahra harus berbalapan dengan matahari yang sudah mau muncul tapi sekarang bahkan di masjid masih terdengar suara qiro' tapi putrinya itu sudah keluar dari kamar.

"Zahra ke kamar mandi dulu!" dengan cepat Zahra melintasi ibunya, ia tidak mau banyak ditanya oleh ibunya.

Setalah Zahra berlalu, kini giliran ustad Zaki yang keluar dari kamar,

"Bu!?"

"Ustad!?"

"Saya ke masjid dulu ya, Bu!?"

"Iya, ibu juga mau ambil wudhu! Itu Imron juga sudah di depan katanya nunggu kamu."

"Iya, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum!"

"Waalaikum salam!"

Ustad Zaki pun berjalan ke arah yang berbeda dengan Zahra, ia ke arah pintu keluar, kembali menutup pintu setelah sampai di luar pintu.

"Ayo ustad!?" ajak seseorang yang sudah duduk di kursi depan.

"Ayo!?"

Mereka pun akhirnya berjalan bersamaan ke masjid, sedangkan pak Warsi tubuhnya masih belum memungkinkan untuk jalan terlalu jauh, sudah semejak jatuh sakit ia memilih sholat di rumah.

Amir yang melihat kedatangan ustad Zaki dengan cepat menghampirinya,

"Assalamualaikum ustad, Imron!?"

"Waalaikum salam!" jawab ustad Zaki dan Imron secara serempak,

"Seneng lihat ustad Zaki sumringah pagi-pagi!" ucap Amir lagi karena sedari kejauhan ia sudah bisa melihat senyum ustad Zaki.

"Kamu bisa aja Mir, emang biasanya gimana!?"

"Ini beda ustad!?"

"Bagaimana bisa tidur kan malam ini?"

"Alhamdulillah ustad, nyenyak. Semalam ada yang nemenin!?"

Ustad Zaki mengerutkan keningnya, "Siapa?"

"Si Sholeh ustad, emang ustad pikir sama cewek!? Di grebek masal aku!?" Amir bicara dengan gayanya yang ceplas ceplos itu.

"Ya siapa tahu. Ya sudah keburu azan, saya ambil wudhu dulu."

"Ambil wudhu!?" sekarang gantian Amir yang terkejut sambil menatap punggung ustad Zaki yang semakin menghilang di balik tempat wudhu.

"Ada apa, Mir?" tanya Imron yang penasaran dengan maksud ucapan dan tatapan Amir.

"Gitu ya rupanya kalau sudah punya istri!"

"Maksudnya?"

"Dari sholat tahajud sampai ke sholat subuh kan jaraknya nggak jauh. Biasanya juga nggak ambil wudhu lagi, tapi pesona Zahra sepertinya sudah merubah kebiasaan seorang ustad Zaki."

"Maksudnya gimana sih?" tampak Imron belum terlalu faham dengan ucapan Amir.

"Ya itu, dia bisa ambil wudhu lagi sebelum subuh, ustad Zaki sudah sholat tahajud kan tadi?"

"Iya sih, aku lihat ustad Zaki ambil wudhu tadi jam setengah tiga pas aku pergi ke kamar mandi." ucap Imron menjelaskan, tapi bibirnya langsung tersenyum saat menyadari sesuatu, "Ohhh itu maksudnya!? Faham aku!?" ucapnya dengan tersenyum puas.

"Sudah ah kalau faham, aku mau azan dulu."

Akhirnya Amir meninggalkan Imron, ia berjalan ke arah mikrofon sedangkan Imron memilih duduk di jejeran saf paling depan, di sana masih ada tiga orang yang duduk di sebelah Imron.

Tapi begitu azan berkumandang, satu per satu jama'ah mulai berdatangan termasuk kyai Hasyim karena rumahnya cukup dekat dengan masjid. Hari ini juga jadwal kyai Hasyim yang menjadi imam sholat shubuh.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

IG @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰...

1
Azhar Maulana
ah AQ jdi mehayal jadi jahra🤭🤣
lulu alawiyah
Luar biasa
Maya Ellydarwina
kenal di awal baca kisah aza karena cerita nya bagus lanjut ke Zahra,ternyata cerita nya lebih seru lebih asik dan yang paling penting lebih banyak kebaikan yang saya dapat kan tuk saya praktekkan dalam hidup nih,sungguh masyaallah 🥰. tuk yang buat cerita ini,panjang umur, sehat selalu,di limpahi rezeki dan kebahagiaan. Barakallah 🥰🥰🥰🥰🥰
Lova Yoongi
wajar lah ustad jg manusiawi py rasa jdi ketika di uji GK sekuat yg biasa di sampaikan dlm dakwahnya. so ikut nangis BCA. bab ini😭
Lova Yoongi
hahhhh ikatan bawang?????
bru denger🤣🤣🤣🤣
Lova Yoongi
ya emang buk boss nya ustad Zaki😁
Lova Yoongi
🤣🤣🤣🤣 ustad jg manusia normal
Lova Yoongi
bisa jdi yg py restoran, pengusaha muda plus jdi ustad
Lova Yoongi
mending kyk gitu urakan itu jujur apa adanya, sopan kalem belum tentu GK py sifat tercelah mlh kdg2 lebih buruk
Raudah
aku juga mau ketawa nur sama zahra
Tri Ani: ketawa bareng aja kak🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Raudah
/Angry//Angry//Angry/
Qaisaa Nazarudin
Turunannya Zahra banget tuh 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Aku udah baca novel si kembar Azam dan Azura,bagus ceritanya..novel outhor yg satu ini gak pernah mengecewakan,Selalu bikin aku Gamon..
Qaisaa Nazarudin
Terima kasih thor,cerita kamu bagus banget,walaupun baca lompat2 tapi feel nya dapat banget..teruskan berkarya dan semoga Outhornya sehat2 selalu ya,Aamin🤲🤲🤲🤲⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹☕☕☕☕☕☕
Qaisaa Nazarudin
Duaarr⚡⚡⚡ Kaget gak,kaget gak..ya kaget lah,Masa gak..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Duh Bayu nekat banget,Zahra itu udah jadi isteri orang deh Bay,Gak mungkin lah dia ninggalin SUAMI NYA demi kamu .
Qaisaa Nazarudin
Kalo nikahnya sama Imah,pasti hidup ustad monoton..
Qaisaa Nazarudin
Aku hanya mampu ketawa..🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Pupus sudah 🤣🤣🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Jangan pernah MENILAI SESEORANG ITU DARI LUARANNYA,baik luaran belum tentu baik hatinya,Buruk luarannya belum itu buruk hatinya..Banyak novel kisah anak Pesantren yg ku baca semua Kayak Imah,Katanya CANTIK,BAIK,BERPENDIDIKAN TINGGI, IDAMAN SEMUA PRIA,tau2 nya hatinya busuk..🙏🙏🙏😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!