Kebencian yang melekat erat pada diri Xiao Feng Ni, telah membuat dirinya mendirikan sebuah kerajaan maha adi kuasa. Di bawah kepemimpinannya, para kaum wanita tidak tertindas lagi. Apakah penyebab dari kebencian itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jasmine murni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kim Long
Hahahaha......
Tawa Feng Ni mengelegar, rambutnya terurai terbang tertiup gelombang energi negatif yang timbul.
"Celaka ! Raja iblis berhasil menguasai dirinya," ucap naga emas kewujud naga emas raksasa beraura wibawa, kesulitan untuk menembus perisai gelombang negatif.
Zretttt..... Zretttt..
Gelombang semakin membulat besar menyelubungi seluruh tubuh Feng Ni. Dari gelombang seperti bola itu terlihat aliran medan magnet yang bergerak menyerupai rambut dalam bola kristal sang peramal.
Aaaaaa....
Suara teriakan Feng Ni juga sangat jauh berbeda dengan manusia umumnya. Suara yang melengking itu mempunyai kekuatan magnetudo untuk menarik serangga dan beberapa jenis hewan yang dapat menjangkau suara pemanggil mereka.
Cit...Cit.....
Hewan pengerat seperti tikus pada keluar dari lubang celah pilar penopang bangunan istana nan megah. Disusul juga oleh hewan-hewan lain, yang bermunculan dari segala penjuru luar istana.
Sudah terlihat jelas bahwa Fun Cin tidak akan mampu melawan hewan dalam bawah pengontrolan aura jahat.
Hewan yang menyerang dirinya akan dibunuh langsung di tempat dengan pedang yang tajam hingga terbelah dua bagian pula. Tapi yang namanya pengaruh kontrol aura kejahatan, hewan-hewan yang mati itu akan bangkit kembali dengan penambahan jumlah sesuai anggota tubuh yang tidak menyatu.
"Sial!! Mereka tambah banyak, kekuatan juga nambah," umpat Fun Cin sambil ayun tebas menebas pedang.
Jikalau Fun Cin menyadari perbedaan antara hewan normal dengan hewan dalam pengaruh kejahatan, mungkin dia tidak akan melakukan hal sia-sia.
"Habisi mereka semua!!" titah Feng Ni bersuara berat gelegar mengerikan pada pasukan hewannya.
Semua hewan yang terpengaruh dalam kontrol raja iblis mematuhi ucapan yang keluar dari mulut Feng Ni.
Hewan-hewan itu pada menyerang prajurit, pejabat dan juga raja negeri Semangi. Ada yang menyerang dengan cakaran, gigitan serta kibasan sayap.
Hahaha....
Tawa puas raja iblis dalam tubuh Feng Ni mengelegar keras meretakkan sisi sudut bangunan semi permanen itu.
"Hancurkan semua!!" hardik Feng Ni kesurupan menstransfer energi kejahatan baru.
"Sadar Feng Ni!!" pekik Fun Cin coba menyadarkan sang adik. Dia terlihat begitu khawatir atas kondisi sang adik. Tapi apapun itu, Fun Cin akan terus berupaya untuk menolong adiknya itu.
"Tidak ada cara lain selain menampakkan wujud di depan mereka semua," ujar naga emas guna menyelamatkan manusia, meski harus membahayakan diri terjebak dalam perangkap raja iblis.
Wujud Sen Long agung menampakkan wujudnya dengan sinar sisik berkilau emas, membinasakan hangus pasukan hewan raja iblis.
"Keluarlah dari tubuh wanita itu. Akulah tandingan kau!!" ucap tegas Sen Long menantang raja iblis dengan tatapan amarah.
"Hahahaha..... Muncul juga kau cacing tanah," cibir raja iblis yang tidak ingin keluar.
"Keluar dan betaruh denganku!" Sen Long terus mengundang tanding.
"Dasar cacing bodoh!.Kau pikir aku bodoh seperti dulu.Cuih...!! Jangan harap!" bibir Feng Ni menyeringai kejam seram.
"Dasar iblis bodoh! Bukan aku tak bisa hadapi kau karena dalam tubuh manusia. Tapi apa kau tak punya harga diri sedikit pun, hahh!" ujar Sen Long mengibas ekor pada pasukan iblis yang baru nonggol.
"Apa maksud kau cacing jelek!!" raja iblis terpengaruh dengan ucapan Sen Long.
"Kau iblis tak punya wibawa. Masa bertarung dalam tubuh seorang wanita," cibir Sen Long terus menumpas kejahatan dengan ekor dan keempat kaki bercakar kuat.
"Apa kau bilang!! Kau yang tak punya wibawa!" raja iblis membalik kata. Matanya menyiratkan amarah besar menantang Sen Long.
"Kalau tidak percaya, ayo kita betarung" ujar Sen Long, mengibas kuat ekornya hingga setengah pasukan berjumlah ratusan itu terhempas jauh.
"Baik," jawab raja iblis, meningkatkan kekuatan dengan memancing keluar bibit kebencian dan dendam jiwa Feng Ni.
Saat raja iblis sedang memancing kebencian dan dendam Feng Ni, sang guru yang dapat tugas kembali dari pertapaan oleh Sen Long berhasil menggagalkan tujuan raja iblis.
"Hei ...Kakek tua keriput!! Berani sekali kau mengganggu!!" raja iblis marah terganggu tujuannya.
"Lepaskan muridku! Atau kau akan binasa hari ini!!" suara So Po Ta tak kalah tegas mengancam.
Aarrrggg....
Suara teriakan Feng Ni mengelegar kencang tajam menusuk gendang telinga orang berkemampuan rendah.
Semua kesakitan tidak terkecuali Fun Cin yang tidak mahir kuasai ilmu kanuragan.
Dari lubang telinga mereka keluar darah hitam, akibat robeknya selaput gendang telinga.
Sudah satu murid dalam penguasaan iblis, So Po Ta tidak ingin menambah satu murid lagi dalam kendali iblis.
"Coba lihat mata mereka," ucap Sen Long pada So Po Ta.
Ya, mata orang yang telah rusak gendang telinga mereka berubah jadi hitam polos kusam, seperti telah dalam pengaruh kejahatan.
Tidak mudah bagi So Po Ta untuk membunuh orang. Jika orang tersebut adalah penjahat, maka tidak akan ada penyesalan. Namun apabila orang tersebut antara baik dan jahat, akan sungguh disayangkan.
"Gawat. Raja Xiao juga terpengaruh," ucap So Po Ta mencemaskan dirinya harus bertarung dan mungkin berujung kecelakaan kecil pertarungan.
"So Po Ta." Sen Long memanggil dengan telepati batin.
"Ya." So Po Ta merespon panggilan.
"Kamu usahakan selama mungkin untuk menahan mereka. Sementara itu, aku akan paksa keluar si iblis dari raga Feng Ni!" teleprotnya sambil membentengi seisi istana agar bala bantuan pasukan kejahatan tidak bertambah.
"Baik." So Po Ta membaca mantra keluarkan tongkat baru dengan kekuatan baru juga.
Tongkat yang diasah dari tulang punggung seekor naga keluarga Sen Long dan mendapat batu air mata merah kesedihan leluhur putri duyung,itulah tongkat pengganti tongkatnya yang lama.
Untuk uji coba kekuatan tongkat barunya, So Po Ta akan memasukkan setengah jiwa untuk menyatu dengan batu yang dijadikan sumber pengumpulan energi pada pucuk tongkat.
"Wahai kekuatan alam semesta, menyatulah dalam membasmi kejahatan di muka bumi ini," ucap So Po Ta membaca mantra.
Tongkat diangkat tinggi untuk terima energi positif jagad raya, yang akan terkumpul pada batu air mata merah di atasnya.
"Serang dia!!" titah raja iblis tidak sudi terkalahkan.
Saat pusat keinginan raja iblis tergoyah, kesempatan itu dipergunakan oleh Sen Long. Sen Long mencoba menarik kembali jiwa Feng Ni untuk mengambil ahli jiwa.
Seperti dugaan Sen Long, bahwa jiwa Feng Ni dalam tahanan raja iblis yang tidak membiarkan dirinya untuk kembali menguasai tubuh pemilik.
"Feng Ni, " Sen Long menteleprot kedalam pikiran Feng Ni.
"Sen Long," Feng Ni menangkap teleprot.
"Kamu coba bangkitkan perasaan kasih sayang. Lawan kebencian dan dendam!" titahnya.
"Baik," tidak ada usaha yang tak patut dicoba. Meski terdengar gamang, tapi itu mungkin berguna membantu.
Feng Ni berpikir keras. Apa yang membuatnya bisa membangkitkan perasaan kasih sayang. Walau tidak mudah, Feng Ni terus berpikir dan berpikir sampai dahinya berkerut. . .
ketinggian gak ya, 3 meter
itu lumayan tinggi pakai banget lo
pada kata jepit
dalam situasi terjepit kayaknya lebih tepat ya daripada kejepit enak hahaha
itu mungkin sudah bekal manusia dari alam kelahiran ya,
kalau gak memahami memang bikin pusing