Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?
Selamat membaca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu Mama
"Haiiii, iya ini Tante Retno, kalian ngapain disini berduaan aja? Papa kalian mana?" Tanya Retno. Raden dan Sofia saling menatap satu sama lain.
Retno semakin bingung, apalagi melihat keduanya sepertinya habis menangis.
"Ya udah, kalau gitu Tante anterin ke rumah kalian ya?" Tawar Retno, namun Raden dengan cepat menolaknya,
"Enggak bisa Tante, nggak ada orang di rumah, Papa lagi dirawat disini, tadi Kak Niken udah pesenin mobil grab buat Aku sama adek pergi ke rumah eyang"
"Terus si Nikennya mana?"
"Udah masuk ke dalam"
"Gila apa ya, masa pesenin grab terus di tinggal pergi begitu aja... Udah gini aja, kalian mau nggak Tante anter ke Mama kalian aja di bandung?"
Raden dan Sofia saling menatap lagi, tampak bingung tapi juga seperti berharap. Retno tahu, Mereka berdua ingin bertemu Nurmala.
"Ya udah gini aja, malam ini kalian ikut Tante aja ke rumah Tante buat nginep, besok pagi kita pergi ke Bandung sama-sama gimana?"
"Beneran Tante? Gimana kalau Mama nggak mau ketemu Kami?"
"Manaaa mungkin, Mama kalian itu sayang sama Kalian, Kaliannya aja yang udah terpengaruh sama keong racun jadinya...ah udahlah, yuk ikut Tante, bahaya banget kalau kalian naik grab berduaan aja begini, kalau di culik gimana?" Ucap Retno. Raden dan Sofia pun mengangguk setuju, karena sejujurnya Mereka memang takut.
Retno pun mengajak kedua anak sahabatnya itu untuk ikut ke rumahnya
Disisi lain, Nurmala sedang menikmati makan malam yang tenang dan damai bersama dengan Ibunya, Dewangga, Ergi serta mbak Neni.
Ergi sangat patuh dan tenang, anak itu duduk di samping Nurmala dan menerima suapan demi suapan dari wanita itu dengan penuh kasih.
Setelah makan malam selesai, Dewangga tiba-tiba berkata,
"Sebelumnya, Saya minta maaf Bu Aminah, ada sesuatu yang ingin Saya sampaikan"
Bu Aminah mengangguk, sementara Nurmala tetap diam meskipun jantungnya mulai berdebar tidak karuan. Kurang lebih, Nurmala tahu apa yang ingin dikatakan oleh Pria itu.
"Silahkan nak..." Ucap Bu Aminah kemudian.
"Di depan Bu Aminah, Saya ingin mengatakan niat Saya untuk meminang Kak Nurmala menjadi Istri Saya. Jika kak Nurmala bersedia, dan Bu Aminah memberi restu, Saya ingin menikahinya di bulan ini"
Bu Aminah tampak terkejut, begitu pula dengan Nurmala.
Dalam bulan ini?
"Apa nggak terlalu terburu-buru nak? apa Nurmala sudah setuju?"
Tanya Bu Aminah, Dewangga pun tersenyum,
"Belum, Kak Nurmala belum memberikan jawabannya Bu, tapi Saya memang ingin menikahi Kak Nurma secepatnya kalau Kak Nurma menerima pinangan Saya"
"Jadi, bagaimana Nurmala, apa Kamu menerima pinangan Dewangga? kalau Ibu, terserah padamu"
Ucap Bu Aminah, kemudian menatap putrinya yang tengah memangku Ergi. Nurmala menatap Dewangga dengan malu-malu. Kemudian berkata,
"Kalau Ibu sudah setuju, Saya tidak punya alasan menolak. Tapi, untuk pernikahannya, tunggu sampai masa Iddah ku selesai ya?"
Ucap Nurmala, Dewangga tersenyum lebar, wajahnya seketika berbinar-binar.
Ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena lamarannya di terima. Setelah itu, Dewangga dan Bu Aminah mengobrol sebentar sebelum akhirnya Pria itu pamit pulang bersama dengan Ergi yang sudah tertidur.
"Sampai ketemu besok di rumah sakit ya, Nurma..." Ucap Dewangga sebelum masuk ke dalam mobilnya. Nurmala tertawa kecil. Dewangga memanggilnya dengan nama saja, terdengar canggung tapi Nurmala menyukainya.
"Ok, hati-hati dijalan" Jawabnya. Mereka pun berpisah dimalam itu.
Keesokan paginya, Nurmala pergi praktek seperti biasa dan semua berjalan dengan lancar. Hari ini, Nurmala berniat pergi ke distributor obat-obatan langganan Dewangga untuk membeli obat yang sudah habis stoknya di klinik Nurmala, karena jumlahnya cukup banyak, akhirnya Mereka harus selesai mengemasi semua obat itu dan memasukkannya ke dalam mobil Dewangga saat hari sudah mulai sore.
"Langsung pulang aja ya, Aku mau langsung merapikan semua obat-obatan ini jadi pas Klinik buka semuanya udah siap"
"Ok, Aku bantu ya..." Ucap Dewangga, Nurmala pun mengangguk setuju.
Setelahnya Dewangga pun mengendarai mobilnya menuju ke kediaman Nurmala.
Saat memasuki halaman rumah, Nurmala sangat terkejut melihat kedua anaknya duduk di teras rumah, bersama dengan Ibunya serta Retno?
"Ya Allah, itu kan Raden sama Sofia?"
Nurmala segera turun dari mobil dengan tergesa-gesa, disusul oleh Dewangga.
"Raden, Sofia...."
"Mama!!!" Raden dan Sofia langsung menghambur ke pelukan Ibunya dan menangis bersamaan.
Sudah 3 bulan lebih mereka tidak bertemu setelah Nurmala meninggalkan rumah. Saat di jakarta kemarin pun Mereka malah bertengkar hingga berakhir insiden di apartemen Yusuf.
"Kalian kok bisa sampai kesini?"
Tanya Nurmala seraya melepas pelukan kedua anaknya, menangkup wajah kedua anaknya satu persatu.
"Nanti biar Aku ceritain, mendingan Mereka berdua istirahat dulu aja"
Nurmala mengangguk. Dia kemudian meminta Teh Neneng untuk membantu Raden dan Sofia.
"Kalian mandi dulu aja ya, terus istirahat, nanti Mama bangunin pas makan malam, Ok?"
Raden dan Sofia mengangguk. Mereka kembali menangis saat mendengar suara lembut Ibu Mereka yang ternyata sangat mereka rindukan.
Selama Nurmala meninggalkan rumah, yang Raden dan Sofia dengar hanyalah umpatan, teriakan dan kata-kata kasar dari Ayah Mereka dan Niken yang sering sekali bertengkar.
Setelah Teh Neneng membawa Raden dan Sofia masuk ke dalam rumah, Nurmala pun duduk bersama dengan Retno, Dewangga dan juga Bu Aminah.
"Jadi gini, semalam Aku tuh habis check up kesehatan rutin Aku di RS XX, terus pas mau pulang Aku lihat Mereka berdua lagi berdiri di depan gedung rumah sakit kaya orang kebingungan. Aku samperin dong, ternyata si kampret Niken mesenin grab buat Raden sama Sofia tapi ditinggal begitu aja, emang sedeng itu anak!" Ucap Retno dengan emosi yang meluap-luap.
"Ya Allah, tega banget sih dia, kalo anak-anak sampe di culik gimana?"
"Makanya, sebenarnya Aku mau bawa Mereka ke eyangnya, tapi Aku pikir ini kesempatan juga buat Kamu ketemu sama anak-anak. Tadinya Aku cuma iseng nawarin Mereka buat ke sini, biar bisa ketemu Kamu, eh ternyata anak-anak Kamu malah kayak terharu banget gitu. Aku yakin, Mereka juga kangen banget sama Kamu Nurma, Aku yakin Dia cecunguk itu nggak ngurus Raden sama Sofia dengan baik" Sambung Retno.
Nurmala menghela nafas dalam-dalam, sejujurnya Ia sangat kecewa pada Yusuf. Tapi, yang menyerahkan hak asuh pada Yusuf begitu saja adalah Nurmala, itu karena Nurmala pikir anak-anaknya lebih bahagia bersama dengan Yusuf dan Ibu baru Mereka, yaitu Niken.
Tidak disangka, setelah bercerai, Yusuf malah jadi gila. Sampai-sampai melakukan hal yang sangat rendah kemarin. Nurmala tidak mengerti apa yang membuat Yusuf kembali menginginkannya, padahal saat masih menjadi Istrinya, Yusuf bahkan sangat enggan berbicara dengannya barang sebentar kan? Mereka bahkan sangat jarang 'berhubungan'. Yusuf memang aneh.
memang ga akan ada solusinya kalo kasus diserahkan kepihak berwajib lebih baik hukum rimba yang berjalan 😁