NovelToon NovelToon
Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Beda Usia / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Danie A

Bercerita tentang dua gadis muda dengan kepribadian yang berbeda dalam satu keluarga.

Cathy gadis blasteran berusia 18 tahun, Gadis bar-bar yang memiliki kemampuan beladiri dan menyetir yang handal. Cathy yang mencintai Asisten Sang Daddy bernama Kennan. Dengan usia yang terpaut 19 tahun. Bagaimana perjalanan cinta Cathy dalam mengejar cinta Om Kennan?

Kayla gadis cantik berusia 18 tahun saudara perempuan Cathy dari ibu sambungnya. Kay menjalin asmara dengan Gara, anak musuh Daddy-nya. Gadis pendiam yang memiliki kemampuan bak Hacker profesional.

Mungkinkah cinta Kay dan Gara akan bersatu?

Dan berhasilkah Cathy merebut hati Om pujaannya?

Ikuti kisahnya. antara kebaperan dan kegokilan yang mengocok perutmu. Nggak nyesel deh buat baca.

O iya, cerita ini adalah sequel dari dicerai karena dekil. Kisah anak Malvin dan Embun.

Jangan lupa like, komen dan dukungannya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Di vila kediaman keluarga Malvin. Kay dan si kembar memainkan piano. Jari-jari mereka menari indah diatas tuts piano. Kay merungkai senyum diwajahnya, melihat kedua adik lelakinya begitu menggemaskan.

"Kalian makin pintar saja." puji Kay pada Kian dan Sean.

"Kak! Ajari kami meretas."

Kay tertegun, anak seusia mereka meminta nya hal sedemikian itu.

"Kalian masih kecil."

"Otak kami encer. Kaka nggak perlu kuwatir."

Kay menerbitkan senyumnya. "Nanti kaka pikirkan. Kita mainkan ini dulu."

Alunan tuts tuts piano mengundang Caty untuk mendekat, gadis itu masih menggunakan seragamnya juga tas ranselnya.

Catty melirik Kay. Walau bagai manapun mereka sempat bertengkar sebelumnya, tentu itu membuat suasana menjadi canggung.

Caty ingin memberitahu Kay, namun dia juga tak tega jika itu nantinya justru menyakiti Kayla. Caty menghela nafasnya. Duduk tak jauh dari mereka.

"Kenapa seperti orang susah begitu?" tegur Kay tanpa melirik Caty, jarinya masih bermain indah pada tuts tuts piano.

"Apa hubunganmu dengan Om Ken tidak berjalan dengam baik?"

Catty membuka mulutnya hendak bicara, namun terpotong oleh ucapan Kian.

"Memangnya Om Ken mau dengan Kak Caty?"

"Kenapa memangnya?"

"Om Ken sudah punya kekasih, sebentar lagi akan menikah."

"Benarkah?" Caty tersentak.

"Heemm.. Aku pernah menanyainya. Dia bilang dia mau menikah dengan sesama jenis." jelas Sean dengan yakin.

Caty mencibir dan mencleos. Sedangkan Kay terkekeh.

"Kenapa kak? Salah ya?"

"Nggak! Kan kalian tanya langsung sama orangnya." ucap Kay masih terkekeh.

Caty menyentak nafasnya keras-keras.

"Sepertinya Om Ken membohongi kita Ki." Sean menyenggol saudaranya.

"Tidak masalah. Kita tidak rugi."

Kay terkekeh.

"Kita bisa mengganggu nya nanti."

"Hei, aku dengar apa yang kalian bicarakan." seru Catty dari tempat duduknya.

Kian dan Sean terlihat cuek saja. Mereka masih asyik dengan permainan piano mereka.

"Lalu apa rencananya?"

" Nanti saja setelah orang itu pergi." Kian melirik kecil Catty.

"Aaarrrggg... Aku masih bisa mendengar kalian." kesal Catty."Sebaiknya kalian ambilkan kaka minum sambil membicarakan rencana konyol kalian."

"Benar juga." Sean melompat dari kursinya."Ki, Ayo."

"Haaaeeehhh, kenapa kau mau saja di manipulasi kak Caty." Kian pun ikut berdiri dan mengikuti Sean.

"Kak Kay mau minum apa?"

"Terserah kalian saja."

"Kak Cat?"

Caty mbuka mulut nya hendak bicara.

"Oke. baiklah." balas Kian mencleos dengan cepat.

"Adik-adik laknut, aku bahkan belum sempat mengatakan apapun."

Walau begitu, Sean dan Kian sudah tak terlihat lagi, hanya terdengar suara kekehan mengejek mereka.

Di ruangan itu hanya tinggal Kay dan Cat. Kay masih bermain dengan jemarinya. Sedang Caty merasa cukup canggung. Dia masih kesal pada Kay, tapi juga merasa kasihan padanya diwaktu yang bersamaan.

"Apa kau sungguh tak mau membantu Daddy mengatasi peretas?"

TING!

Permainan Kay terhenti.

"Saat ini Daddy sungguh-sungguh membutuhkan bantuanmu." ucap Caty pelan."Walau Daddy tidak mengatakannya, tapi..."

Kay menelan ludahnya.

"Aku... sudah lama tidak melakukanya. Aku tidak yakin dengan kemampuanku sekarang."

"Tapi, tidak masalah jika kau bersedia bukan?" Caty mendekat.

"Ayolah Kay. Dady sedang masa krisis sekarang. Kita harus melakukan sesuatu."

Kay terdiam, dia teringat akan beberapa waktu lalu.

FLASH BACK ON

Kay duduk didepan komputernya. Seusai bertengkar dengan Catty. Kay mentapa pada layar komputernya yang kini seperti diserang oleh virus komputer. Kay melirik hpnya. Dia mengambil hp itu dan meredial nomor Seven. Akan tetapi, nomor itu sudah tidak aktif lagi. Kay menggemggam erat-erat ponselnya.

Netra Kay menajam, melihat pada layar didepannya. Perlahan jemarinya bergerak dan menekan tiap kotak hitam dengan susunan alfabet.

Bola mata Kay bergerak kesana kemari, otaknya berputar keras. Hingga dia menmukan sesuatu.

"Ini bukan virus, ini sebuah program yang disamarkan sebagai virus. Apa yang Gara ingin sampaikan padaku? Kenapa harus serumit ini?"

Kay kembali mencoba memainkan jarinya. Tiba-tiba segalanya menjadi stuck. Berhenti begitu saja.

"Apa ini? Apakah aku masih butuh kunci yang lainnya?"

Kay menggigit bibirnya.

Aku sudah tak bisa maju, mundur juga tak mungkin. Apa yang harus kulakukan selanjutnya Seven?

Catty bilang Daddy diretas lagi. Apa sebaiknya aku melihat keadaan? Tapi, dimana? Aku tak ada tempat lain. Mata Kayla melebar,

Kay beranjak dari duduknya. Dia berjalan keluar dari kamarnya, Kay mwlangkahkan kaki dengan hati-hati. Di depan pintu kamar Sikembar Kay celingukan. Saat dirasa tak ada siapapun, Kay memegang handel pintu dan membukanya. Dengan cepat Kay masuk lalu berjingkat menuju komputer Kian.

Kay menghidupkan pirantinya. Perlahan jari lentiknya mulai bergerak dengan indah.

Wajah Kay berubah pias. Tangannya jatuh lemas dan menjuntai disamping kursi yang dia duduki. Punggungnya tersandar pada kursi seolah kehilangan tulangnya.

"Apa yang terjadi?" lirih Kay dengan mata berembun.

FLASHBACK off.

"Kayla!" panggil Catty yang meyadari Kay melamun.

Kay menoleh,

"Kau baik-baik saja?"

Kay mengangguk, Catty menghela nafasnya.

"Apa kau sungguh tak bisa melawan peretas itu? Apa perasaanmu begitu kuat padanya?"

Kay menoleh, Wajahnya berubah jadi kesal.

"Kenapa mengungkitnya lagi?"

Caty menyentak nafasnya kasar.

"Aku benar-benar tidak suka pria itu. Jika aku bertemu dengannya, akan kulummaat dia!"

Catu geram mengingat kejadian tadi siang. Saat mengetahui jika Gara adalah anak Daniel. Dan kemungkinan Pria itu hanya memanfaatkan Kay. Membuat Catty makin geram dan memukul pinggiran sofa.

"Ada apa dengan mu? Kenapa kau begitu membencinya?"

"Sudah kukatakan padamu, dia bukan pria baik! Kenapa kau masih saja...."

Catty tidak melanjutkannya. Dia memilih menahannya dan geram sendiri.

"Aku tidak pernah membenci Om Ken. Aku mendukung kalian, saat kau meminta, aku juga membantu.. Apa kau tak bisa melakukan hal yang sama padaku?"

"Kenapa kau jadi membawa-bawa om Kenan?"

"Kau juga membawa-bawa Gara."

Catty tertawa mencemooh.

"Itu karena dia memang terlibat. Sadar dan bukalah matamu!"

"Keributan apa ini?"

Suara Malvin dari ujung ruangan itu. Dia baru saja kembali dari kantornya, mendengar perdebatan Kay dan Catty. Malvin pun mendekat.

"Kalian tidak pernah ribut sebelumnya. Apa yang kalian ributnya?"

Caty membuang nafasnya kesal. Kay juga mengalihkan pandangan matanya.

"Katakan pada Daddy apa yang terjadi?"

"Tidak ada yang terjadi Dad?" jawab Caty membuang mukanya kesamping.

"Tidak ada? Lalu kenapa ribut?"

Kedua gadis itu diam. Malvin beralih menatap tajam pada Kay.

"Kay?"

Kayla menunduk.

"Tak ada yang mau kau sampaikan?"

Bayangan Malvin kembali pada kejadian di seaside hotel.

Malvin menatap sedih pada Kayla. Tentu saja, hati orang tua mana yang tidak sedih melihat putrinya menjalin hubungan dengan anak pria yang menjadi musuhnya. Terlebih pria itu memanfaatkan Kay. Hati Malvin hancur peporak-porandakan.

Karena tak mendapat jawaban apapun dari Kay. Malvin merasa sedikit kecewa.

"Kay, mulai sekarang dan seterusnya, jangan berhubungan lagi dengan Gara. Kau mengert?"

Kay tersentak, dengan refleknya Kay menegakkan kepalanya menatap Ayah sambungnya.

Kenapa? Kini Daddy Malvin pun menentang hubungannya dengan Gara.

___^_^___

Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.

like dan komen ya

Terima kasih.

Salam___

😊

1
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Seven8
di kira babi ngepet atau manusia serigala
sri afrilinda
Luar biasa
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
kereeeeeen 👍👍👍👍
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ngakak aku nya kk thor
martina melati
rumput x... yg mkn daun itu jerapah
martina melati
waduh... koq dsamain dg tikus sih...
martina melati
hahaha... mau ngintip tp ketara bingit
Sihono Sihombing
Luar biasa
dr_
cape aku ketawa ya allah
Calon Makmum
Luar biasa
Danie a: makasih🥰
total 1 replies
Salwa Antya
lanjutkan misimu Kay...sepak si Donal bebek alias Daniel itu
Salwa Antya
waduh ternyata ...mas cantik
Salwa Antya
ada ulet bulu...
Salwa Antya
biar tau rasa si daniel
Salwa Antya
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Salwa Antya
Ken Ken kena kau/Curse/
Salwa Antya
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!