Li Zeyan adalah seorang aktor dan model besar yang sangat dikenal oleh semua orang. Hidupnya sangat sempurna dan bergelimang harta.
Dianugrahi wajah tampan, karir yang cemerlang, harta melimpah, dan dikelilingi bidadari membuat hidupnya sangat sempurna.
Namun, suatu ketika bereda sebuah video masa lalunya saat dia dibully di sekolah sangat membuatnya begitu depresi hingga melakukan bunuh diri.
Namun, jiwa Kagami Jiro si pemimpin Yakuza terbesar di Jepang kini malah terjebak di dalam tubuh Li Zeyan.
Sementara jiwa Li Zeyan terjebak pada raga Kagami Jiro yang sedang terbaring karena koma akibat serangan seseorang.
Bagaimana Kagami Jiro akan mencari orang yang telah berusaha untuk membunuhnya dengan memakai raga Li Zeyan?
Berhasilkah mereka bertukar tubuh kembali?
Apakah Kagami Jiro akan hidup kembali dengan raganya?
Ikuti kisah mereka ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jiwa yang Tertidur
"Dasar penipu! Kau sudah banyak melakukan operasi plastik berapa kali?!"
"Pantas saja dia tak pernah memperlihatkan foto-foto masa lalunya. Ternyata dia memang memiliki masa lalu yang kelam. Aku kecewa padamu, Li Zeyan!"
"Penipu! Mengapa pecundang bisa menjadi seorang bintang yang begitu sangat sempurna? Hah! Pasti karena orang tuanya punya banyak uang!"
"Bodoh sekali! Kenapa saat ditindas seperti itu kau tidak melawan? Memang bodoh ya!"
"Mati saja lah kau, Sampah! Aku muak melihatmu! Aku jijik melihatmu yang hidup penuh dengan kepalsuan!"
"Mati saja daripada hidup penuh dengan kepalsuan! Aku jijik melihat video itu!"
Begitu banyak cibiran-cibiran yang sangat begitu panas dan menusuk tajam terlontar begitu saja dari bibir-bibir yang seakan tak berdosa itu.
Tubuh seorang pria dewasa yang begitu besar kekar dan terlilit oleh banyak selang serta alat bantu medis yang sedang terbaring di atas brankar seketika terhentak. Raut wajahnya terlihat seperti sedang mengalami sebuah mimpi buruk. Keningnya berkerut, kedua alis tegasnya juga saling berkerut berdekatan.
Meskipun sudah terlihat tidak muda lagi, namun pria yang tak lain adalah Kagami Jiro itu cukup terlihat sangat berkharisma, gagah dan sebenarnya cukup tampan.
Hanya saja karena dia yang kejam, sadis, bengis dan berbadan besar menjadikannya terlihat begitu menakutkan. Emm ... Memang sangat menakutkan sih, apalagi tatapan matanya begitu tajam dan menusuk.
"Sayang ..." seorang wanita yang kira-kira berusia 27 tahun segera mendekati pria yang sedang terbaring di atas brankar dengan mata yang selalu terpejam itu. Yeap, sudah hampir 2 bulan pria itu mengalami koma setelah mengalami sebuah kecelakaan dan penyerangan terhadap dirinya.
Wanita yang masih terlihat sangat cantik tetapi garang itu meraih tangan Kiagami Jiro dengan ekspresi begitu khawatir. Perlahan tangan kanannya mengelus wajah suaminya itu dengan begitu lembut.
"Apa kau mendengarku, Sayang?" ucapnya penuh harap dengan membelai pipi kiri Kagami Jiro.
Karena tak ada respon lagi, Yuna segera bergegas untuk meninggalkan ruangan itu dan segera memanggil dokter yang selama ini menangani suaminya itu.
Beberapa saat Yuna sudah datang kembali bersama seorang pria dengan memakai almamater putih kebanggaannya, dan seorang perawat.
Dokter itu segera mendekati tubuh Kagami Jiro untuk melakukan beberapa pemeriksaan dan dibantu oleh perawat tadi.
Yuna masih menunggu dengan ketar-ketir dan hati gelisah tak menentu. Tentu saja! Suaminya sudah koma selama hampir 2 bulan. Bahkan dokter sudah mem-vonis tingkat keberhasilan untuk tetap hidup suaminya hanyalah 30%.
Masih dengan hati yang begitu gelisah, Yuna berusaha sabar dan menunggu pemeriksaan yang baru saja dilakukan oleh dokter Jiang Meng. Yuna berjalan bolak-balik dengan kedua tangan saling disilangkan di bawah dadanya. Wajahnya yang terlihat begitu cantik dan tegas terlihat sedang mengalami kegelisahan tingkat tinggi.
Setelah beberapa saat akhirnya dokter Jiang Meng dan perawat itu menyudahi pemeriksaannya.
"Bagaimana kondisi suami saya, Dok?" semprot Yuna tak sabaran. "Apakah dia akan selamat?" imbuhnya lagi begitu risau.
Dokter itu tersenyum tipis menandakan akan ada kabar baik yang akan dia sampaikan, "Kondisinya sedikit lebih baik dan mengalami peningkatan. Semoga saja dalam beberapa waktu dekat ini Tuan Kagami Jiro segera terbangun kembali."
Yuna yang mendengar penjelasan itu menghembuskan nafas lega begitu saja ke udara. Matanya yang sudah memerah menahan tangis haru sangat terlihat dengan jelas.
"Terima kasih, Dokter!"
"Itu adalah tugas saya, Nyonya. Kalau begitu saya permisi ..."
"Hhm ... Silakan."
Yuna kembali mendekati tubuh Kagami Jiro dan meraih jemari pria itu, "Kau dengar, Sayang? Dokter bilang kau akan segera bangun ..." ucap Yuna dengan senyum manis yang mengembang. Yuna menempelkan jemari Kagami Jiro pada pipi kanannya.
"Kau harus segera bangun! Si kembar Jiro junior sudah menunggumu, Sayang." ucap Yuna penuh harap.
Beberapa saat pintu ruangan rawat terbuka. Kini terlihat seorang gadis muda yang mulai memasuki ruangan rawat Kagami Jiro. Dengan gaya pakaian yang sangat stylish dan fashionable dia berjalan dengan manis mendekati Yuna yang sedang terduduk di samping brankar.
"Kakak ipar, si kembar dari tadi merengek mencari mamanya. Pulanglah dulu! Dan aku akan menunggu kak Jiro ... " ucap gadis muda tadi yang ternyata adalah adik kedua dari Kagami Jiro.
Sangat berbeda dengan kakaknya Kagami Jiro yang begitu garang, Christal adik perempuan kedua dari Kagami Jiro memiliki paras yang begitu manis dan menawan. Matanya bening dan begitu indah, rambutnya lurus sebahu berwarna kecoklatan.
Wajahnya tidak membosankan dan akan membuat kita yang memandangnya akan merasa tak bisa berpaling darinya. Namun di umurnya yang baru genap 17 tahun itu, dia sama sekali belum pernah memiliki kekasih.
Bukannya dia jelek atau tidak menarik, Christal sangat cantik dan menarik luar biasa. Namun pemuda-pemuda yang mau mendekatinya mundur sebelum berjuang dan berperang. Karena apa? Yeap, karena salah satu body guardnya yang harus dilalui adalah Kiyota Jiro. Tentu saja Kagami Jiro tak akan pernah menijinkan adiknya untuk menjalin ikatan dengan sembarangan orang.
Jadi pria itu harus bisa mengambil hati seorang Kagami Jiro untuk mendapatkan restu darinya.
"Apa kakak akan membuatku hidup sendirian seumur hidupku?!" kata itulah yang selalu terlontar dari bibir manis Christal.
Christal selalu saja merasa kalau kakaknya sudah terlalu berlebihan menjaganya. Bahkan hingga kini dia berusia 17 tahun, dia bahkan belum pernah merasakan cinta.
"Bersabarlah sedikit, Adikku. Kakak akan mencarikan pria yang tepat untukmu. Pria baik dan kuat agar bisa selalu melindungi dirimu ..." ucap Kagami Jiro saat itu. "Jika ada pria baik dan kuat, dan bisa mengalahkanku, maka kakak akan merestuinya." imbuhnya saat itu.
"Apa kakak sedang bercanda?!" Christal menyauti dengan nada tinggi seolah tak percaya mendengar ucapan dari kakaknya. "Kakak adalah orang yang paling kuat! Tidak ada orang yang bisa mengalahkan kakak! Kalau seperti itu terus, maka selamanya aku akan hidup sendirian dan akan menjadi perawan tua saja!!" imbuh Christal dengan wajah cemberut.
Meskipun cemberut, namun dia terlihat begitu manis dan menggemaskan.
Kagami Jiro malah terkekeh mendengar celoteh dari adik kesayangannya itu, "Baiklah ... baiklah ... setidaknya jika ada seorang pemuda baik dan memiliki keberanian untuk menghadapi kakakmu ini. Maka kakak akan mempertimbangkannya lagi."
"Benarkah itu, Kak?" tanya Christal dengan ekspresi wajah yang begitu sumringah kali ini.
"Hhm ..." Kagami Jiro mengangguk pelan dan mengelus pelan kepala Christal.
"Asyik ... Besok aku akan mengenalkan seorang teman pria kepada kakak!"
"Okay!"
Namun, setiap kali Christal berusaha untuk memperkenalkan teman prianya kepada kakaknya, belum sempat Kagami Jiro menguji kekuatan dan ketrampilannya, pria-pria itu malah segera pamit begitu saja ketika melihat Kagami Jiro.
Mereka begitu ketakutan saat berhadapan dengan Kagami Jiro, dan akhirnya pamit begitu saja. Dan begitu terus kejadian itu terulang dan terulang kembali.
...⚜⚜⚜...