NovelToon NovelToon
The Triplets STORY

The Triplets STORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Badboy / Action / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Erlinawati

Sekuel of "My Bos CEO"

Note : Novel ini hanya hiburan semata. Don't Judge oke, jika tak suka skip saja.

Disebuah rumah yang selalu bising dengan kejahilan dan juga keusilan Triplets, anak dari "Della dan Aiden". Usia mereka sudah menginjak di bangku Sekolah Menengah Atas, namun sifat mereka selalu hangat jika dirumah tapi berbeda 100 bahkan 1000% jika diluar rumah mereka. Kecuali si bontot.

Sifat dingin, kejam, dan tak tersentuh dominan dengan dua anak laki-laki tampan yang bernama "Azlan Delbert Abhivandya" dan "Erland Drake Abhivandya"

Sedangkan bertolak belakang dengan sifat kedua kembarannya, "Edrea Dwyne Abhivandya" justru memiliki sifat yang bar-bar, centil dan cerewet. Apa yang ia mau harus bisa ia miliki termasuk dengan seorang laki-laki yang ia incar. Dengan halangan apapun ia akan berusaha untuk mendapatkan hati orang tersebut. Tapi di balik sifatnya yang terlalu feminim, didalam dirinya mengalir darah seorang Aiden William Abhivandya yang artinya ia juga bisa lebih kejam dibanding dengan kedua saudara kembarnya di saat ia merasa nyawanya akan terancam.

Welcome to story penuh dengan misteri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 22

Dengan jalan yang begitu riang tanpa menghilangkan senyum yang terus mengembang, Edrea memasuki lingkungan sekolahnya.

Namun seperti biasa saat dirinya mulai memasuki kawasan sekolah tersebut ada saja laki-laki yang menghadang jalannya hanya sekedar untuk menyapa atau memberi buah tangan untuk Edrea.

"Maaf ya. Gue lagi buru-buru. Bye," tutur Edrea sembari berjalan meninggalkan kerumunan beberapa laki-laki yang mencegatnya tadi.

Tujuan utamanya sekarang bukan langsung ke kelasnya melainkan ke ruang kelas Zico yang kebetulan hari itu juga Zico baru masuk sekolah.

Setelah sampai didepan pintu kelas 11 IPA 1, Edrea mengintip sedikit dari jendela. Namun ia sama sekali tak melihat keberadaan Zico didalam kelas tersebut.

Untuk memastikan lebih jelasnya lagi, Edrea memberanikan dirinya untuk masuk kedalam kelas tersebut yang sudah banyak siswa/siswi didalamnya.

Semua pasang mata kini menatap kearah Edrea yang sudah memasuki kelas tersebut dengan senyum yang mengembang.

"Wahh bidadari, Cari siapa nih? Pasti cari gue kan," ucap salah satu laki-laki dengan cukup keras dan langsung mendapat sorakan dari para penghuni kelas tersebut. Sedangkan Edrea tak menanggapi ucapan tadi. Ia kini melangkahkan kakinya kearah Joni yang tengah duduk di kursinya.

Saat dirinya sudah berada di dekat Joni. Ia mendudukkan tubuhnya dikursi yang berada di depan Joni yang saat inj tengah sibuk dengan bukunya.

"Joni, Joni oh Joni!" panggil Edrea.

Joni yang sudah tau nada suara dari Edrea pun langsung mengalihkan pandangannya ke wajah Edrea.

"Hay," ucap Edrea sembari tersenyum.

"Ha---hay," sapa Joni gugup.

"Joni, Zico udah berangkat belum?" tanya Edrea.

"Mu---mungkin sebentar lagi," jawab Joni.

Edrea pun menganggukkan kepalanya mengerti.

Tak berselang lama terdengar keributan dari luar kelas 11 IPA 1 tersebut.

Edrea yang sedari tadi memainkan ponselnya pun kini menoleh kearah keributan yang semakin lama semakin dekat dengan kelas tersebut. Saat dirinya menoleh kearah pintu sosok yang ia tunggu pun muncul dari pintu tersebut dan sesaat mata mereka saling bertemu sebelum Zico memutus tatapan mata tadi.

"Joni!" panggil Edrea.

Joni yang dipanggil pun menolehkan kepalanya kearah Edrea yang tengah menatap dirinya berbinar.

"Gue udah cantik kan?" tanya Edrea dengan membenarkan rambutnya.

Joni yang diberi pertanyaan pun menghela nafas sesaat. Siapapun juga tau seorang Edrea yang berwajah bak Dewi khayangan itu.

"Edrea, Lo gak perlu tanya cantik gak. Lo tuh gak pernah ada kata jelek dimuka lo itu," jawab Joni.

"Hehehe makasih atas pujiannya. Gue ke Zico dulu ya. Bye," ucap Edrea sembari berdiri dari duduknya.

Joni pun menggelengkan kepalanya, sebenarnya ia kasihan dengan Edrea yang tengah mengejar Zico yang dengan jelas menolak kehadiran Edrea di sekelilingnya.

"Huh semoga kulkas itu cepat mencair," batin Joni sembari menatap kearah Edrea yang sudah berdiri di samping Zico.

"Hay selamat pagi," sapa Edrea dengan ramah.

Zico tak menanggapi sapaan tadi bahkan ia sekarang tengah memasang earphone ke telinganya.

"Zico!" panggil Edrea. Namun panggilan itu sama sekali tak membuat Zico meliriknya.

Edrea menghela nafas dan kini ia membuka tasnya untuk mengambil kotak bekal yang berisi sandwich buatnya. Setelah itu ia menyerahkan kotak bekal tadi kearah Zico.

"Nih buat lo. Dimakan ya. Btw itu buatan tangan gue sendiri. Semoga lo suka," ucap Edrea sembari meletakkan kotak bekal tadi dihadapan Zico.

"Gue balik dulu. Semangat belajar," sambungannya walaupun ia yakin setiap ucapannya tadi tak didengar oleh Zico tapi ia mencoba untuk bersabar.

Saat dirinya sudah mulai beranjak dan baru sampai didepan pintu terdengar suara lemparan yang cukup keras di belakangnya. Edrea yang kaget pun langsung memutar tubuhnya untuk melihat benda yang jatuh di belakangnya.

Namun sesaat kemudian matanya dibuat melotot kala melihat kotak bekalnya lah yang terlempar tadi bahkan sandwich yang ia buat sudah bertebaran dimana-mana.

Mata Edrea kini menoleh kearah Zico yang masih saja sibuk dengan dunianya sendiri tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Semua orang dikelas itu pun juga turut terkejut atas aksi Zico yang sudah sangat keterlaluan itu. Tak terkecuali dengan Joni yang saat ini sudah geram dengan tingkah Zico.

Joni pun menghampiri Zico dan dengan kasar ia melepaskan earphone dari telinga laki-laki tersebut.

"Apaan sih lo?" bentak Zico yang merasa dirinya diganggu.

"Lo yang apa-apaan! Kalau lo gak suka sama cewek yang berusaha deketin lo, ngomong sama cewek itu baik-baik kan bisa, gak kayak gini caranya. Main lempar pemberian orang gitu aja. Kalau gak suka balikin aja sama yang punya. Hargai usaha dan pemberian orang lain bisa gak sih lo. Jangan berlagak karena lo punya wajah yang tampan dan banyak yang suka sama lo, jadi lo seenak jidat sendiri main kasar kayak tadi sama cewek. Keterlaluan ya lo," geram Joni. Joni memang tipe cowok yang pendiam tapi sekali ngomong akan sangat panjang bak emak-emak bawelnya.

Edrea kini menghampiri mereka berdua. Ia tak mau mereka nanti mendapat masalah hanya karena dirinya.

"Joni udah. Gue gak papa kok," pisah Edrea sembari memegangi lengan Joni untuk mundur dari hadapan Zico.

Namun sepertinya ucapannya tak dihiraukan oleh Joni. Ia malah kini semakin mendekati Zico yang tengah menatapnya remeh. Tanpa aba-aba satu pukulan Joni layangkan ke pipi Zico yang membuat sang empu meringis sesaat dan menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.

"Joni!" teriak Edrea tak percaya dengan apa yang ia lihat tadi.

Zico kini menatap Joni dengan senyum smirknya. Saat kepalan tangannya ia layangkan kearah Joni, tiba-tiba tubuh Edrea berada di depan tubuh Joni sehingga kepalan tangan dari Zico kini mendarat keras di pipi Edrea.

Mata Edrea mengerjab sesaat namun setelahnya ia tak sadarkan diri.

"Edrea!' teriak Joni dan beberapa orang di sana yang menyaksikan hal tersebut. Dengan sigap Joni menangkap tubuh Edrea yang melemah dihadapannya.

Ia mendekap tubuh Edrea tak membiarkan tubuh tersebut mendarat di lantai. Ia menatap sesaat wajah Edrea dan saat matanya melihat luka lebam di pipi kiri Edrea, Joni mengeram dan tatapan matanya kini ia alihkan kearah Zico.

"Lihat sekarang! bukan hanya hatinya yang terluka namun fisiknya juga terluka. Semua memang gara-gara lo yang gak punya hati dan perasaan sama sekali dengan orang lain," geram Joni. Setelah itu ia membopong tubuh Edrea dan membawanya ke UKS sekolah tersebut meninggalkan Zico yang tengah terdiam ditempat.

Saat dirinya tersadar akan ulahnya tadi, ia menatap tangannya yang gemetar. Setalah itu tatapannya ia arahkan ke bekal makanan milik Edrea tadi.

Ia berjalan mendekati kotak bekal itu. Ia segera memungut kotak bekal tersebut dan membiarkan isinya berserakan di lantai. Dan setelah itu ia kembali ke mejanya untuk meletakkan kotak tersebut sebelum ia berlari kecil keluar dari kelas itu.

1
Rain Clar
Luar biasa
Bunda Hesty
zico ada saingannya nih
pia.
lahh ko anak nya 4 thorr?? siapa aja???
Bajul Sayuto
terlalu bertele-tele author ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
TERLALU BERTELE-TELE ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH ANJING
Bajul Sayuto
hahahahahahaha cerita SAMPAH
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH ANJING!!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH BABI!!!!!!
Bajul Sayuto
semakin kesini semakin gak jelas cerita SAMPAH ANJING!!!!!!!
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH NAJIS CUUIIIHHH ANJING!!!!!!!
Bajul Sayuto
semakin gak jelas ANJING
Bajul Sayuto
iya eps ini gak jelas banget, kayak lu GAK JELAS ANJING!!!!!!!!!!
Bajul Sayuto
sok yes bener zico ANJING
ENDAH_SULIS
apa sikkk receh bgt ...gak jelas lu zea... kebanyakan cincong lebay
vera tri
terlalu banyak misteri dan rahasia ceritanya
San Nittt8
luar biasa keren
Yeni Erlinawati: terimakasih atas penilaiannya kakak 🤗 jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya❤️
total 1 replies
G Yarti
asik
Ayhu Surany
wawww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!