NovelToon NovelToon
259 DAYS

259 DAYS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Chicklit
Popularitas:177.9k
Nilai: 5
Nama Author: SheisUgly

Wrenny Saragih, wanita berusia 30 tahun yang mewujudkan ambisinya menjadi pengacara di hadapkan pada kisah masa lalu yang mengganggu Hidupnya.

Dominic Sinatria, lelaki bodoh yang menganggap istrinya juga mencintainya.

Alur maju mundur. Diharapkan jika membaca harus teliti di setiap narasi.

Enjoy it ! Thanks....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HOME OR HEART TOUR ?

"Apa kamu enggak mau mampir ke rumah dulu?" Tawar Dominic setelah Wren yang menyetir mobil memberhentikan kendaraannya di depan pagar rumah Dominic. Wren menatap lurus ke depan, enggan menengok pagar rumah itu walau sebentar.

"Enggak usah, makasih. Ini udah lewat tengah malam. Anita nanti khawatir" Tolak Wren halus. Alasan utama gadis itu menolak ajakan Dominic bukan karena Anita akan mengkhawatirkannya. Bahkan Anita tidak mengetahui sepak terjang Wrenny malam ini jika sahabatnya itu mendatangi ruang otopsi. Wrenny berpura-pura tidur lebih awal karena dia ingin beristirahat. Setelah Anita juga masuk ke dalam kamar, diam-diam Wrenny mengendap-endap keluar dari unit apartemennya. Anita pasti masih mengira Wren tertidur dengan lelap di kamarnya.

"Kamu tentu masih ingat sama rumah ini kan?"

Wren mendengus pelan mendengar Dominic membicarakan soal rumah ini. Seumur hidup, Wren tidak akan pernah lupa dengan rumah ini. Rumah yang pernah di tinggalinya bersama dengan Dominic ketika mereka masih berstatus suami istri. Bahkan sesudah mereka berpisah dan Wren tinggal di Inggris, Wren masih menghafal seluk beluk rumah ini. Dimana dapurnya, dimana letak kamarnya dan kamar Dominic. Dimana dia bekerja dan dimana letak kandang Domi, kucing abu-abu peliharannya.

Seolah Wren tidak ingin melupakannya dan berharap suatu hari nanti, bisa memasukinya kembali meski hanya sebentar walaupun itu semua mustahil. Sekarang, Dominic dengan tulus memintanya mampir, namun hati dan tubuhnya tidak menginginkan memasukinya lagi. Atau kenangan yang sukar terhapus itu bergentayangan di otaknya.

"Lain kali aja ya." Jawab Wren ragu.

"Aku mau nunjukin sesuatu sama kamu" Dominic kembali membujuk Wrenny agar mau masuk ke rumah karena memang ada hal yang ingin dia tunjukkan.

"Enggak apa-apa Domi?" Wren segera menoleh ke arah Domi yang duduk di sisi kirinya. " Maksudku, aku takut jika Kalinda melihat ini dan dia mengira di antara kita....." Wren tertunduk dengan bibir terkatup perlahan tidak mampu meneruskan dugaanya. Bisa saja, ada orang suruhan Kalinda mengintai mereka dan ini menjadi bukti di sidang perceraian mereka. Bukti yang membuat majelis hakim akan mempercepat perceraian mereka karena Dominic berselingkuh.

"Aku butuh teman yang bisa aku ajak bicara. Sebentar saja Wren"

Pertahanan Wrenny runtuh, segera gadis itu membuka safety belt dan turun dari mobil. Menyanggupi permintaan Dominic untuk mampir kerumahnya. Jik a Dominic mengajaknya bicara tentang apapun itu, Wren berjanji akan menjadi pendengar yang baik.

Anggap saja ini ucapan terima kasih juga karena Dominic menyelamatkannya dari upaya pembegalan. Wrenny tidak habis pikir, Dominic repot-repot mengintainya. Lelaki itu juga bilang kalau mobilnya terpaksa di tinggal di tepi jalan karena dia kehilangan jejak Wren yang berbelok kanan menuju jalan besar. Untungnya saat itu ada tukang ojek yang lewat dan Dominic berhasil mengejar Wrenny. Jika tidak ada tukang ojek itu mungkin Wren tidak terkejar. Membuntuti mobil menggunakan sepeda motor itu lebih efektif karena motor bisa mencari celah untuk menyalip kendaraan.

Hawa dingin menyergap tubuh Wrenny ketika mereka berdua sampai di teras. Wren segera merapatkan jaket dan menggenggam kedua tangannya. Dominic masih fokus membuka akses pintu masuk. Saat mereka tinggal bersama, rumah ini dikunci dengan kunci rumah pada umumnya. Dan masing-masing di antara mereka memegang satu kunci. Namun sekarang, pintu rumah ini di ganti dengan pintu dengan tingkat keamanan tinggi. Mungkinkah rumah ini pernah di bobol maling??

"Ayo masuk" Dominic mendorong pintu utama menuju ruang tamu. Wrenny mengekor dibelakang. Ruangan tampak gelap dan mata Wren langsung mengarsir ruangan ini. Lampu dinyalakan pemilik rumah dan ruangan tampak terang. Warna cat rumah ini masih sama. Dan Wren ingat, dialah yang memilih warna ini walaupun Dominic tampak tidak menyukainya. Tapi sepertinya, dalam kurun waktu selama itu, mantan suaminya tidak berniat mengganti warna catnya.

"Apa yang kamu lihat??" Tanya Dominic yang keheranan melihat tingkah mantan istrinya yang memandang seisi ruang tamu seraya membuka jaketnya.

"Oh" Wrenny tersentak dengan teguran Dominic. "Enggak apa-apa kok" Jawabnya menggeleng kikuk.

"Kamu mau minum kopi atau teh??" Tawar Dominic seraya berjalan menuju minibar diikuti langkah pelan Wren.

"Aku bisa minta...."

"Teh?" Sela Dominic menebak keinginan Wren.

"Iya..." Jawab Wren tersenyum tipis. Dominic mendadak jadi tahu apa yang dia inginkan untuk merelaksasi otaknya setelah melalui serangkaian kejadian menegangkan malam ini.

Dominic menjerang air panas berisi teh bunga krisan dan menyiapkan dua buah gelas ukuran Sedang. Dia berniat membuatkan teh dengan volumr lebih banyak dari ukuran cangkir agar Wren bisa mengobrol lama dengannya.

Akhir-akhir ini, Dominic ingin mendengar beberapa pendapat dari orang lain mengenai kelanjutan pernikahannya dengan Kalinda. Dua orang sudah dimintai pendapat. Nadia kakak perempuannya dan Jantaka, adik berbeda ibu. Namun keduanya yang dari awal tidak pernah menyetujui hubungannya dengan Kalinda, tidak bisa menilai masalahnya dengan netral. Mereka berdua kompak mendukung Dominic berpisah dengan Kalinda agar lelaki itu tidak hidup dalam ketidakpastian.

Anita, kuasa hukum yang telah di bayar dengan nilai yang besar juga terlihat tidak netral. Dia tentu saja mendukung langkah Dominic untuk bercerai dan mengupayakan agar harta gono gini dibagi dengan porsi yang menurutnya adil. Anita pernah bertemu dengan Kalinda secara langsung bersama kuasa hukumnya. Dan Anita menilai Kalinda adalah orang yang ambisius dan Anita tidak menyukai pribadi Kalinda. Bukan objektif menilai kasus yang dia hadapi.

Dominic berharap Wrenny adalah orang terakhir yang setidaknya bisa memandang kasus perceraiannya secara netral dan tidak memihak. Terlepas dari siapa Kalinda di matanya atau bagaimana masa lalu mereka, Dominic berharap Wrenny bijak menilai semuanya. Dan ada secercah harapan untuk menyikapi permasalahan rumah tangga.

Lelaki itu merasa, Wrenny sudah banyak berubah. Atau memang gadis itu dari dulu bersikap seperti ini namun Dominic saja yang kurang menyadarinya.

Mata Wren sedikit membelalak ketika teh dengan ukuran gelas yang agak terlalu besar itu di sodorkan padanya. Uap panas mengepul membuat hidung Wren terasa segar saat menghirupnya.

"Kamu enggak mungkin enggak punya cangkir??" Seloroh Wren seraya menarik gelas itu mendekat agar aromanya lebih terasa saat dihirup.

Dominic tertawa kecil menanggapi ledekan Wren.

"Semua perabotan sudah dibawa sama Kalinda" Tentu saja Dominic hanya bercanda. Kalinda keluar dari rumah ini hanya membawa perlengkapan pribadi dan koleksi tasnya yang berharga ratusan juta.

Wren segera menyesap tehnya dengan perasaan campur aduk. Wajah Dominic terlihat serius namun statemennya terdengar bercanda. Wren belum melupakan gerak gerik Dominic saat pria itu menampakkan ekspresinya.

"Jadi, apa yang pengen kamu bicarain sama aku?" Wren memandang lekat Dominic yang sedang menggigit bibir bawah. Menyadari bercandanya tentang cangkir yang dibawa Kalinda melewati batas.

Dominic menegakkan badan membalas tatapan Wrenny sama lekatnya. Ternyata Wren punya inisiatif untuk memulai obrolan ini. Padahal Dominic sudah mati gaya. Dia ingin bercerita namun tiba-tiba lidahnya kelu. Tidak tahu mesti mulai dari mana. Kalinda, tidak pernah punya inisiatif untuk memulai obrolan lebih dulu jika tidak Dominic yang memulainya. Dan Dominic, suka dengan wanita yang punya inisiatif.

"Aku mau bercerita soal Kalinda" Desis Lelaki itu lirih disertai helaan nafas, mengambil ancang-ancang untuk bicara.

"Ya, aku akan dengerin." Mendadak telapak tangan Wren menjadi dingin dan gadis itu segera meraih gelas berisi teh untuk di genggam dengan kedua tangannya.

"Kamu pasti sudah tahu kan hubunganku sama Kalinda? Mungkin enggak sih kalau Kalinda selama ini enggak pernah mencintai aku? Atau dia baru menyadari kalau perasaannya selama ini ke aku bukan cinta?"

Wren terkesiap dengan pertanyaan bernada santai meluncur dari bibir lelaki yang sangat mencintai Kalinda. Santai seolah masalah perasaan ini bukan masalah besar baginya.

"Kenapa kamu nanyain soal itu ke aku? Kamu lebih tahu tentang Kalinda daripada aku. Hampir 10 tahun kalian bersama. Mana mungkin Kalinda tidak mencintai kamu selama itu?" Wren tentu saja tidak percaya dengan apa yang dikatakan mantan suaminya.

"Awalnya aku mengira hubunganku sama Kalinda akan seperti kisah-kisah abadi yang pernah ada di muka bumi ini. Aku ngejar-ngejar dia dari SMA hingga kuliah. Dan pada akhirnya dia menerima cinta dari aku" Dominic menghela nafas dan Wren hanya menyimak tanpa ingin menyela.

"Meskipun pada akhirnya kita menikah karena tuntutan dari Kalinda, kami masih berjodoh dan aku merasa perjuanganku tidak sia-sia. Sampai pada akhirnya, dua tahun lalu Kalinda mulai tidak nyaman dengan hubungan ini dan dia meminta cerai" Dominic tertunduk dengan tangan saling meremas di atas meja. Selanjutnya dia malah tersenyum kecut dan membuat dada Wren sesak mendengarnya.

"Apa kamu bisa jelasin lebih spesifik rasa tidak nyamannya itu?" Ok, Wren mencoba untuk menjadi pihak ketiga, penyeimbang antara mereka berdua dan menarik benang merah dari cerita Kalinda dan Dominic.

"Dia jadi sering keluar buat ketemu teman-temannya. Menghabiskan waktu untuk liburan. Aku udah nyaranin untuk mencoba cari kesibukan tapi dia bilang pekerjaan di kantor bukan passionnya." Senyum manis milik Dominic terbit.

"Aku juga udah membujuk dia untuk mencoba program kehamilan. Kamu tahu sendiri kan keluarga besarku seperti apa dalam menyikapi soal punya keturunan?"

Wren mengulum senyum tipis, teringat betapa nyinyirnya bulek-bulek Dominic jika mereka membahas soal menikah lalu punya keturunan.

"Kalinda marah dan pergi dari rumah. Liburan sama temen-temennya lagi" Dominic meraih gelas berisi teh hangat yang kemudian dia teguk hingga teh hangatnya berkurang separuh.

"Apa menurut kamu, sikap Kalinda mencerminkan jika dia tidak mencintai kamu?"

"Bisa jadi kan? Saat aku tanya apa dia bahagia selama ini hidup bersamaku, dia selalu mengalihkan pembicaraan."

Wren pernah mendengar Kalinda sangat sedih jika orang yang mencintai kita ternyata juga mencintai orang lain. Dengan kata lain ada wanita yang menggeser posisi Kalinda di hati Dominic.

"Kalinda bersikap itu mungkin ada penyebabnya."

Dominic hanya bisa melebarkan matanya mendengar sudut pandang Wrenny.

"Semua orang yang berbuat jahat pasti ada penyebabnya. Dan Kalinda bisa jadi seperti itu karena kamu"

"Maksudnya?" Dominic membenarkan posisi duduknya condong ke meja dengan siku bertumpu diatas meja. Kedua tangannya saling menggenggam.

"Mungkin kamu mencintai orang lain saat ini." Tuduhan Wren bukan berdasarkan omong kosong.

"Bahkan aku setia walau aku nikah sama kamu. Bagaimana mungkin aku mencintai...." Dominic menjeda kalimatnya.

"Orang lain" Dengusnya perlahan.

"Sepuluh tahun kalian bersama. Menurutku, baik kamu ataupun Kalinda belum bisa memahami perasaan kalian yang sesungguhnya. Mungkin Kalinda bersikap acuh dan suka dengan dunianya sendiri, tapi dalam hati yang paling dalam dia sangat mencintai kamu dan tidak ingin bercerai. Begitupun kamu, kamu memang sangat mencintai Kalinda bahkan aku saksinya. Tapi bisa jadi kan, di dalam hati kecil kamu yang paling dalam kamu menyediakan ruang untuk wanita lain yang kamu cintai. Ada kalanya manusia juga butuh waktu untuk menyelami perasaan mereka yang sesungguhnya. Mungkin Kalinda selama ini butuh waktu untuk memantapkan perasaannya. Kalian memang sudah menikah, tapi apakah itu menjamin perasaan cinta kita hanya kepada pasangan kita?"

Dominic tertegun mendengar penuturan mantan istrinya. Selain Wrenny bisa bersikap objektif, Wrenny juga menyadarkannya pada satu Hal yang tidak pernah mendapatkannya dari Kalinda.

Boleh jadi, saat hidup bersama dengan Wrenny mereka berdua tidak pernah berkomunikasi dengan baik. Bahkan untuk bicara seperti inipun , tidak pernah mereka lakukan. Namun, Dominic mengetahui sisi yang lain dari mantan istrinya dalam diam. Dominic menyadari bahwa selama ini, ada ruang kosong dalam hatinya yang terdalam untuk Wrenny.

"Meong......" Suara eongan tengah malam di sertai bunyi lonceng terdengar mendekat. Kucing warna abu-abu dengan bulu halus melompat ke atas kursi dan meja untuk menyapa pemiliknya.

Mata Wren seketika melebar melihat makhluk berbulu yang sangat di benci Dominic malah bertingkah manja pada lelaki itu.

"Sejak kapan kamu melihara kucing?"

🐞🐞🐞🐞🐞🐞

1
Maharani Ekasari
sehat thor???
mamih
masih di rak thor..lanjutin ceritanya ya😍
mama Al
akhirnya up Juga
Nazmia Mia
berbulan2 nungguin
Nazmia Mia
berbulan2 nungguin...
Etik Triwahyuni
aq nungguin gimana bisa lupa
Etik Triwahyuni
kesini lagi ternyata masih sama😥😥
tinny suartini
ya Allah, kakak kirain ga akan ketemu lagi.
makasih masih inget wreni belum beres ini, penasaran sampe novel mu yang lain aku baca ulang🤣👍
T.N
tetap semangat kk ditunggu kelanjutannya
anikkkk
alhamdulillh setelah sekian lama,,akhirnya,,,,
masih menunggu thor,,,miss uuuuuu😍😘
Mulya Tiningsih
masiiih saaay....ya Allah kemana aja....kangen...jarang buka noveltoon eh...ada notif ...😍
Muhammad Dimas Prasetyo
dih othor kemana aja sih kamu...apa kesambet setan kuburan juga??semangat update nya lagi yaa😁
Muhammad Dimas Prasetyo: semoga lanjut terus ya thor..sayang banget cerita sebagus ini di gantung kelamaan
total 2 replies
Yanti Husna
suka bangeeet, di baca2 ulang novelnya kk, yg pumpkin sama wilo
Yanti Husna: sama2 kk
total 2 replies
Saiful Misbah
masih kak. ya Allah kakak apa kabarnya? semoga sehat selalu.... kangen. ditunggu setelah sekian lama, begitu ada notif rasanya wowwwww
Rissa Kim: gitu ya?? skrg udah 2026...lama juga ya ternyata...💪💪
total 1 replies
Sri Wahyuni
lanjut donk kak... 🫰🫰
Rissa Kim: insyaallah....
total 1 replies
Siti Aisah
sampe Oktober 2025 masih nunggu ya
T.N
Oktober 2025
kak akan dilajut kah
T.N
nggak kan bisen utk baca ulang berharap kali aja ada lanjutannya
T.N
nggak pernah bosen ungulang" bacanya
Isna Hasyim
Agustus 2025
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!