Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 - Mesin dibalik bayangan
Malam nya di kediaman pribadi Clev.
Clev duduk di halaman belakang rumah nya, ponsel nya berbunyi dan itu adalah sambungan dari salah satu agent yang di tugas kan oleh Clev di kediaman pribadi Bruno.
Clev mengangkat sambungan itu,
"Tuan Cleverley, ada informasi lusa Bruno akan pergi menuju Meksiko" lapor agent tersebut
Clev tersenyum
"bagus sekarang semua berjalan sesuai rencana, tetap awasi keberangkatan nya" jelas Clev lalu menutup sambungan nya
Clev lalu menaruh ponsel nya dan menatap halaman belakang yang di hiasi lampu-lampu taman
"saya penasaran dengan reaksi nya ketika tahu bahwa permata itu bukan yang asli" gumam Clev sambil tersenyum
Lalu di kediaman Bruno.
Bella berjalan masuk ke ruangan Bruno
"ayah lusa ke Meksiko?" tanya Bella
Bruno yang sedang membaca salah satu dokumen nya mengangguk dan langsung menjawab
"kamu mau ikut? jika ingin ikut Vega akan menyiapkan tiketnya untukmu juga" jelas Bruno sambil tersenyum
Bella menggeleng kan kepala nya
"tidak..tidak..aku tidak suka berurusan dengan bisnis mu ayah" jawab Bella lalu duduk di sofa
"tapi aku ingin oleh-oleh ketika ayah pulang dari Meksiko" tambah Bella sambil tertawa kecil
Bruno tertawa
"tentu saja ,untuk anak ku apapun akan dibelikan" tawa Bruno
"tuliskan apa saja yang kamu inginkan" lanjut Bruno
Lalu Bella berdiri
"baiklah aku akan menulis permintaan ku,jika ada yang tak terbeli aku akan marah.." jelas Bella lalu meninggalkan ruangan ayah nya
Bruno hanya tertawa sambil melihat pintu tertutup.
Di tempat lain di pelabuhan timur di gudang milik Mafia Karibia.
Seorang petugas pembersih mendatangi gudang tersebut yang di jaga oleh para penjaga anggota Mafia Karibia.
"permisi pak.." ujar petugas pembersih itu membawa sapu dan dustbin ke arah gudang
Salah satu penjaga berbicara
"ingin membersihkan ya..bisa anda bersihkan juga area dalam gudang?" tanya penjaga tersebut
"tenang saja kami akan membayar.." jelas salah satu anggota Mafia Karibia itu
Petugas kebersihan pelabuhan itu mengangguk dengan wajah ceria
"tentu pak..kami petugas kebersihan selalu butuh uang sampingan untuk bertahan hidup" senyum petugas itu.
Salah satu penjaga akhir nya mengajak nya masuk ke dalam gudang,
"bersihkan dengan hati-hati tidak perlu menyentuh barang-barang kargo yang ada disini" jelas penjaga itu
Petugas kebersihan itu mengangguk dan langsung membawa sapunya membersihkan tiap sudut area gudang,petugas itu adalah anggota Blackbird yang menyamar sebagai petugas kebersihan pelabuhan.
Dia berjalan sambil mencari pengiriman besar yang memang sedang di selidiki oleh Blackbird, satu persatu kargo dia periksa dengan teliti, hingga sampai di sebuah kargo besar yang memang sedang di selidiki oleh Blackbird.
Anggota Blackbird yang menyamar itu berjalan di sekeliling kargo sambil menyapu sekitar situ,dan terlihat sebuah kertas tertempel di kargo tersebut dengan tulisan 'barang percobaan-mesin pembuatan senjata', mata anggota Blackbird itu melebar melihat tulisan itu.
Tak lama penjaga itu berbicara
"Hey..sudah belum ,jangan terlalu lama disana atau ku tutup pintu gudang" teriak penjaga tersebut
Anggota Blackbird yang menyamar sebagai petugas pembersih itu lalu menjawab
"siap pak, semua sudah selesai hanya membersihkan sisa kotoran terakhir" jelas petugas kebersihan anggota Blackbird itu
Lalu setelah beberapa lama petugas itu di bayar oleh para penjaga
"terimakasih ya, Pak" ujar petugas kebersihan itu lalu pergi meninggalkan gudang dan menuju ke sebuah tempat dibalik pohon kemudian melaporkan kepada Mario di markas utama Blackbird.
Di markas utama Blackbird
Mario menerima laporan nya
"jadi pengiriman besar itu mesin pembuatan senjata" jawab Mario
"kalau begitu terus awasi hingga kemana mereka membawa alat itu" perintah Mario
"Dimengerti, Bos.. kami akan mengawasi hingga sampai dimana barang itu akan tiba" jelas anggota Blackbird yang menyamar itu.