NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 1 - Suamiku

Angin dingin berembus kencang di desa kecil yang berada tak jauh dari wilayah perbatasan Servo. Debu beterbangan saat sebuah gerobak becak tua berhenti di ujung jalan yang sepi. Seorang gadis muda turun dengan langkah canggung. Pakaiannya lusuh dan rambut panjangnya sedikit berantakan, sementara senyum polos tak pernah lepas dari wajahnya yang cantik.

Gadis itu bernama Ashlyn, tapi semua orang di desa mengenalnya sebagai gadis idiot.

"Ayo cepat turun!" bentak seorang wanita paruh baya sambil mendorong bahu Ashlyn hingga hampir terjatuh.

Ashlyn menoleh dengan mata berkaca-kaca. "Mama, kita mau ke mana?"

Sinta mendengus jijik, meski telah bersama selama bertahun-tahun tapi baginya Ashlyn bukanlah sang anak sambung. Bagi Sinta, Ashlyn adalah bentuk kesialan di dalam hidupnya. Dan kini akhirnya Sinta akan menyingkirkan Ashlyn untuk selama-lamanya.

"Jangan panggil aku Mama! Aku bukan Mamamu!"

Ashlyn menggigit bibirnya. Meski sudah berkali-kali mendengar kalimat itu, hatinya tetap terasa sakit.

Di samping wanita itu berdiri seorang pria yang sejak tadi hanya diam. Pria itu adalah ayah kandung Ashlyn. Namun, seperti biasanya, ia tidak mengatakan sepatah kata pun untuk membela Ashlyn.

Sinta menyilangkan kedua tangan di dada. "Karena kamu, keluarga kita tidak pernah mendapatkan ketenangan. Bisnis bangkrut, panen gagal, ibumu bahkan meninggal saat melahirkanmu. Kamu memang anak pembawa sial."

Ashlyn menggeleng pelan. "Ashlyn tidak membawa sial."

"Diam!" bentak Sinta. "Dasar idiot! Kamu bahkan tidak mengerti apa pun."

Air mata mulai memenuhi pelupuk mata Ashlyn. Ia hanya bisa menundukkan kepala sambil memainkan ujung bajunya yang lusuh. Meski tak tahu apa maksud ucapan sang ibu, tapi suara keras Sinta membuatnya merasa sangat sedih. Saat ini usia Ashlyn sudah memasuki umur 20 tahun, tapi sikapnya seperti seorang anak kecil.

"Papa," panggil Ashlyn, tapi seseorang yang dipanggil papa justru memalingkan wajah.

Derick bukannya tak menyayangi sang anak, tapi semakin lama rasanya ucapan Sinta ada benarnya. Keberadaan Ashlyn di keluarga mereka hanya akan mendatangkan kesialan.

Sebentar lagi adik Ashlyn yang bernama Sandrina akan menikah dengan salah satu orang penting di kota Servo. Derick tak ingin keberadaan Ashlyn kembali menghancurkan semuanya, karena itulah kini ia ikut dengan Sinta untuk membuang sang anak di dekat perbatasan.

Ini adalah keputusan yang paling tepat untuk keluarga mereka.

"Mulai hari ini, kamu bukan bagian dari keluarga kami lagi," ucap Derick akhirnya.

Kalimat itu membuat Ashlyn terdiam, butuh beberapa detik baginya untuk memahami kalimat tersebut. Tapi melihat raut wajah sang ayah, Ashlyn tahu ayahnya sedang marah.

"Papa, Ashlyn salah apa?" tanya Ashlyn.

Derick tidak menjawab, ia naik kembali ke atas gerobak tanpa sedikit pun menoleh kepadanya.

Sinta tersenyum tipis, tatapan matanya penuh kebencian pada Ashlyn. "Oh ya, sebelum kami pergi, ada satu hal yang harus kamu ingat," ucap Sinta.

Ashlyn langsung mengangkat kepala dan menatap ibunya.

"Apa itu, Ma?"

Sinta mendekat lalu berbicara seolah sedang memberitahu sesuatu yang sangat penting. "Suamimu adalah Jenderal Ethan Harold."

Ashlyn berkedip beberapa kali. "Suami?"

"Iya."

"Namanya Ethan?"

"Benar."

"Jenderal Ethan Harold?"

Sinta mengangguk sambil menahan senyum licik. "Kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan kalau kamu adalah istrinya."

Dalam hati Sinta tertawa puas setelah mengucapkan kata-kata itu.

Jenderal Ethan Harold terkenal dingin dan tidak suka dipermainkan. Begitu gadis bodoh ini mengaku sebagai istrinya, pasti kepalanya akan langsung dipenggal.

Tapi Ashlyn justru tersenyum begitu lebar setelah mendengarnya, baginya suami adalah seseorang yang akan menghabiskan waktu bersamanya sampai seumur hidup, sama seperti papa Derick dan mama Sinta.

"Benarkah? Ashlyn punya suami?" tanya Ashlyn dengan polosnya.

"Iya."

"Ashlyn akan tinggal bersama suami?"

"Tentu saja."

Ashlyn bertepuk tangan kegirangan. "Ashlyn senang sekali!"

Sinta memutar bola matanya dengan malas, 'Dasar gadis idiot!'

"Kalau begitu cepat pergi mencari suamimu," titah Sinta.

"Iya!" Tanpa sedikit pun curiga, Ashlyn melambaikan tangan. "Mama, Papa... hati-hati di jalan. Ashlyn akan menemukan suami."

Sinta segera memasuki becak dan pergi menjauh. Ashlyn terus melambaikan tangan dengan senyum polos, bahkan ketika becak itu sudah tidak terlihat lagi.

Ashlyn tidak tahu bahwa keluarganya baru saja membuangnya di tempat asing ini. Ashlyn juga tidak tahu bahwa mereka berharap ia mati.

Sejak saat itu, Ashlyn berjalan tanpa tujuan. Di dalam hatinya hanya ada satu nama, Jenderal Ethan Harold.

"Jenderal Ethan Harold, Jenderal Ethan adalah suamiku, Jenderal Ethan adalah suamiku," ucap Ashlyn berulang kali.

Tapi Ashlyn tidak tahu di mana rumah Ethan. Ia hanya tahu satu hal, bahwa Ethan adalah suaminya.

Setiap bertemu orang di jalan, Ashlyn langsung menghampiri dengan wajah ceria.

"Permisi," ucap Ashlyn.

Seorang pria tua menoleh. "Iya?"

"Apakah Kakek tahu rumah suamiku?"

"Suamimu siapa?"

"Jenderal Ethan."

Pria tua itu tertawa terbahak-bahak. "Gadis kecil, jangan bercanda."

"Ashlyn tidak bercanda."

Pria tua itu menggeleng lalu pergi begitu saja.

Namun Ashlyn tidak menyerah. Tak lama kemudian ia bertemu beberapa pedagang.

"Bibi," panggil Ashlyn.

"Ada apa?"

"Rumah suamiku di mana ya?"

"Siapa suamimu?"

"Jenderal Ethan."

Para pedagang saling pandang, lalu tertawa terbahak-bahak.

"Dasar gadis aneh!"

"Jenderal Ethan itu orang penting."

"Kau mimpi apa semalam?"

Ashlyn hanya memiringkan kepala tanda bingung. "Tapi Mama bilang Jenderal Ethan memang suamiku."

Mereka kembali tertawa sebelum meninggalkan Ashlyn sendirian.

Hari mulai beranjak sore dan perut Ashlyn keroncongan karena belum makan sejak pagi. Kakinya juga mulai terasa sakit karena berjalan terlalu jauh.

Meski begitu Ashlyn tetap menguatkan diri. "Ashlyn harus menemukan suami."

Ashlyn terus melangkah menuju jalan utama yang mengarah ke wilayah perbatasan.

Di saat yang sama suara iring-iringan mobil terdengar semakin dekat.

Puluhan kendaraan militer melintas memasuki jalanan. Para prajurit berseragam rapi mengawal seorang pria yang duduk tegak di dalam sebuah mobil hitam.

Pria itu memiliki wajah tampan dengan sorot mata tajam yang dipenuhi wibawa. Seragam jenderal yang dikenakannya membuat siapa pun otomatis menundukkan kepala saat melihat.

Dialah Jenderal Ethan Harold.

Pasukan yang baru kembali dari perbatasan itu melaju perlahan melewati jalan desa.

Semua warga segera menyingkir dan memberi hormat. Namun di tengah kerumunan itu, seorang gadis justru berlari dengan wajah berseri-seri.

Mata bening Ashlyn berbinar saat melihat lambang bintang di dada pria tersebut.

"Jenderal Ethan!!" teriak Ashlyn penuh semangat.

Ashlyn bahkan langsung berlari menghampiri rombongan.

Para prajurit sontak mencabut pedang. "Berhenti! Jangan mendekat!"

Tapi Ashlyn sama sekali tidak takut. Ia menerobos masuk hingga menghentikan iring-iringan mobil, dan detik itu juga Ashlyn berdiri tepat di depan mobil Ethan, lalu mengangkat wajahnya dengan senyum paling cerah yang pernah ia miliki.

"Suamiku!!" panggil Ashlyn.

1
Septi
38? udah mendekati manula dong 🤭
Septi
wkwkwkwkwk langsung menyerah🤣
Septi
biasanya seorang yang punya kekurangan juga punya kelebihan yang luar biasa.
Septi
ya pintar memikat seorang Jendral
Septi
waduh.. bahaya nggak tuh🤣
Dini Rachmawati
Karya baru dan semangat baru dengan kisah Ethan Ashlyn ya kak 😍😍😍😍👍👍👍👍
Dini Rachmawati
mau sampai kamu menciumku suamiku kata Ashlyn 🤭🤭🤭🤭😄😄😄😄
Dini Rachmawati
🤣🤣🤣🤣🤣
Ashlyn menemukan tempat terfavoritnya pada Ethan yaitu pangkuannya yang membuat badan ethan panas dingin karena ada sesuatu dibawah yang mengeras karena Ashlyn goyang goyang terus 🤭🤭🤭😄😄😄😄
Septi
antara pengen ketawa sama sedihhh ya ampun udah di buang di permalukan lagi.. 😩
Septi
heuleuh...
Eka ELissa
astagaaa...dsr BP ibu tiri edyan 🤦🤦
partini
38 th usia yg sangat lah matang sekaleeeeee pak jendral masih segel
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Retno Harningsih
Up
Ari Atik
astaga...
🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
kamu baik banget Ethan.....
Ari Atik
ya tuhan aslhyn.....
yg ada ethan pening atas bawah itu🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
hayolo......🤭
Ari Atik
astaga ..
pasti pusing banget itu ethan ...😁
Sani Srimulyani
kamu bener2 polos aslyn....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!