NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Selingkuhan Suamiku

Mengandung Anak Selingkuhan Suamiku

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:213k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Setelah dua kali mengalami keguguran membuat Vivienne Laurent rela mempertaruhkan segalanya demi satu harapan terakhir. Atas permintaan suaminya, Dominic Ashcroft, ia menjalani program bayi tabung.

Namun, kebahagiaan itu runtuh seketika ketika sebuah pesan datang dari Killian Prescott, pria yang selama ini menjadi musuh abadinya.

"Bayi yang kau kandung bukan berasal dari sel telurmu. Dominic telah menukarnya dengan sel telur Giselle Moreau—selingkuhannya."

Vivienne menolak mempercayainya. Hingga satu demi satu bukti mengungkap kenyataan yang jauh lebih kejam: rahimnya telah dijadikan alat untuk mengandung anak hasil pengkhianatan suaminya.

Akankah Vivienne mempertahankan bayi yang tumbuh di dalam rahimnya atau menggugurkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Malam itu, ponsel Dominic berdering cukup lama di atas meja kerjanya. Ia yang sedang memeriksa beberapa dokumen langsung meraih benda tersebut. Begitu melihat nama Giselle di layar, alisnya sedikit terangkat. Dominic segera mengangkat panggilan itu.

"Halo, Honey," sapa Dominic sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.

Belum sempat ia mengatakan apa-apa lagi, suara Giselle langsung terdengar dari seberang dengan nada tinggi.

"Dominic!"

Dominic menjauhkan ponsel dari telinganya karena suara itu hampir membuat telinganya sakit. "Ada apa?" tanya Dominic sambil mengernyit.

"Ada apa?" ulang Giselle dengan nada kesal. "Kamu masih bisa bertanya ada apa setelah keluargamu menghabiskan uangku?"

Dominic mengusap keningnya. "Mom dan Grace pergi berbelanja lagi?"

"Berbelanja?" Giselle mendengus keras. "Mereka bukan sekadar berbelanja!"

Dominic terdiam.

"Mereka membeli beberapa potong pakaian, tas, sepatu, dan aksesori kepala!" lanjut Giselle dengan kesal. "Mereka bahkan memilih barang-barang yang harganya tidak masuk akal."

Dominic mengembuskan napas panjang. "Maaf," ucapnya pelan.

"Maaf?" Giselle tertawa pendek tanpa sedikit pun terdengar lucu. "Kamu tahu berapa banyak uang yang mereka habiskan?"

Dominic menekan pelipisnya. Ia sebenarnya sudah bisa menebaknya. "Berapa?" tanyanya akhirnya.

"Puluhan ribu dolar!" jawab Giselle dengan kesal.

Giselle menghentakkan kakinya di lantai apartemennya. "Aku bekerja keras mendapatkan uang itu, Dominic. Bukan untuk membiarkan keluargamu menghabiskannya dalam satu sore."

Dominic memejamkan mata sebentar. "Nanti kalau keuanganku sudah stabil, akan aku ganti," ujar Dominic dengan suara menenangkan.

"Keuanganmu sedang tidak stabil?" ulang Giselle dengan nada sinis.

Dominic terdiam.

Pertanyaan itu membuat Dominic membuka matanya. Ia menatap kosong ke depan sebelum menjawab, "Keuangan perusahaan sedang goyah. Vivienne ingin bayi kita mendapatkan nutrisi terbaik. Dia takut bayi di dalam perutnya mengalami masalah."

Giselle terdiam beberapa detik. Namun, bukannya merasa tenang, wajahnya justru semakin menunjukkan kecurigaan.

***

Keluarga Aschroft yang selama bertahun-tahun hidup dalam kemewahan kini berada di ujung kehancuran. Beberapa perusahaan yang sebelumnya bersedia bekerja sama mulai menarik diri. Utang menumpuk, sementara pemasukan terus menurun. Bahkan production house milik Billy sudah tidak mampu membayar seluruh kewajiban yang jatuh tempo.

Pagi itu, Victoria dan Billy datang ke rumah Vivienne. Wajah Victoria terlihat jauh lebih tua dibandingkan beberapa bulan lalu. Rambutnya tidak serapi biasanya, sementara tangannya terus meremas ujung baju karena menahan gelisah. Billy berjalan di sampingnya dengan wajah muram.

Begitu mereka masuk ke ruang keluarga, Vivienne hanya menatap keduanya dari sofa. “Untuk apa kalian datang?” tanyanya tenang.

Victoria langsung duduk tanpa menunggu dipersilakan. “Kami butuh bantuanmu.”

Vivienne mengangkat alis dan tatapan dingin. “Bantuan apa?”

Billy menarik napas panjang. “Production house sedang mengalami masalah keuangan.”

Vivienne menatapnya. “Seberapa parah?”

“Cukup parah,” jawab Billy lirih. “Beberapa utang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Kalau tidak ada dana masuk, perusahaan bisa berhenti beroperasi.”

Victoria langsung menyela. “Bukan hanya production house. Keuangan keluarga juga sudah tidak baik.”

Vivienne menatapnya. “Berapa yang kalian butuhkan?”

Victoria menyebutkan nominalnya.

Vivienne terdiam beberapa detik. Jumlah itu bukan angka kecil. Namun, ekspresi wajahnya tidak berubah.

“Tidak.”

Victoria langsung membeku. “Apa?!”

“Aku tidak akan memberikan uang,” balas Vivienne tegas.

“Vivienne!” bentak Victoria.

Vivienne mengangkat tangan, memberi isyarat agar Victoria menurunkan suaranya. “Kamu datang ke rumahku untuk meminta bantuan. Aku sudah menjawab.”

Victoria berdiri dengan wajah memerah. “Kamu tega melihat keluarga suamimu sendiri hancur?”

Vivienne tersenyum tipis. "Bukannya masalah keuangan itu gara-gara hidup kalian suka menghamburkan uang?"

Victoria terdiam. Kalimat itu menghantam tepat sasaran. Billy menundukkan wajah.

Vivienne melanjutkan dengan suara tenang. “Lagipula, kalian masih memiliki banyak aset.”

“Aset?” Victoria tertawa getir. “Aset mana yang bisa dijual?”

“Vila di Pantai Bluesea.”

Victoria langsung menggeleng. “Tidak.”

“Masih ada apartemen mewah kalian di pusat Kota Ravenmere.”

Wajah Victoria berubah kaku dan pucat. Kedua tempat itu sering dia gunakan untuk acara bersama teman-teman sosialitanya.

“Kalian juga punya beberapa kendaraan mewah,” lanjut Vivienne dengan wajah tengil.

Victoria menatap Vivienne seolah perempuan itu baru saja mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal. “Kamu menyuruh kami menjual semuanya?”

“Jual aset sampai utang kalian terlunasi.” Vivienne mengambil gelas air di atas meja.

Victoria mengepalkan tangan. “Vila dan apartemen itu sudah menjadi milik keluarga kami selama bertahun-tahun!”

“Dan kalian bisa mendapatkan uang besar dari sana.” Vivienne menatapnya tanpa berkedip.

Billy akhirnya angkat bicara. “Victoria, mungkin Vivienne benar.”

Victoria langsung menoleh tajam ke arah suaminya. “Kamu juga punya pikiran itu?”

Billy menghela napas. “Kalau kita tidak menjual aset, kita memang tidak punya pilihan lain.”

Victoria menggeleng berkali-kali. “Tidak. Aku tidak mau. Aku tidak mau hidup seperti orang miskin!”

Vivienne menatapnya.

Suara Victoria bergetar. “Aku tidak mau menjual vila! Tidak mau menjual apartemen! Tidak mau kehilangan mobil-mobilku!”

"Jika kalian tidak bisa membayar utang itu, maka bersiap masuk ke dalam sel penjara," ujar Vivienne menatapnya dengan dingin.

Billy menegang. Victoria menutup mulutnya sendiri.

Vivienne memahami sesuatu. Utang mereka ternyata jauh lebih besar daripada yang dikatakan. “Berapa besar masalah kalian sebenarnya?”

Victoria mulai menangis. Dia menatap Vivienne dengan mata merah. “Vivi, hanya kamu bisa menyelamatkan kami.”

Vivienne menggeleng. “Aku bisa. Tapi aku tidak mau.”

Victoria membeku.

“Aku sudah terlalu sering menjadi orang yang menyelesaikan masalah keluarga kalian,” lanjut Vivienne sambil berdiri. “Kali ini, kalian selesaikan sendiri.”

Billy menundukkan kepala. Dia tahu tidak ada gunanya memaksa.

Mereka akhirnya meninggalkan rumah itu tanpa mendapatkan satu sen pun.

Keesokan harinya, Dominic menghubungi agen properti. Apartemen mewah rahasia miliknya itu dijual. Mobil mewah yang sering digunakan Giselle juga ikut dijual. Mobil yang dahulu dibeli Dominic untuk perempuan itu kini berpindah tangan kepada orang lain.

Dominic berdiri di depan kendaraan tersebut untuk terakhir kalinya. Tangannya mengepal.

Ia menatap kosong.

"Semua kekayaan yang ku sembunyikan dari Vivi sudah habis dijual," kata Dominic ketika melihat nominal uang di rekeningnya.

Semua kemewahan yang dahulu Victoria banggakan kini berubah menjadi uang untuk membayar utang. Satu demi satu barang miliknya semuanya menghilang.

Beberapa hari kemudian, Victoria menerima kabar bahwa uang dari penjualan aset Dominic sudah masuk. Ia langsung bernapas lega.

Namun rasa lega itu tidak bertahan lama. Ketika Billy menunjukkan daftar utang yang masih tersisa, wajah Victoria kembali pucat.

“Masih ada sisa utang?”

Billy mengangguk. “Ya.”

Victoria menjatuhkan tubuhnya ke sofa. “Tidak mungkin.”

1
Heni Setiyaningsih
ternyata kenyamanan hidup klrg nya dari belas kasihan istrinya
Nar Sih
kalian berdua lucu ,pdhl sama,,suka tpi ngk ada yg ngaku 😂😂
Nar Sih
kayak nya seru klau vivi berjodoh dgn kilian kak thor☺️
Nar Sih
ngk kerasa arabella udh besar
lyla lafiya
👍
Pudkeciput
perlu mampir ini sepertinya...😍
Ita rahmawati
weeehhh udah tamat toh 😂
ada bonus babnya GK Thor 🤔
Ita rahmawati
ayo bongkar aja semua sel biar SM SM hancur kalian 😂
Ita rahmawati
kapokmu giselleeee
Ita rahmawati
nah kan emosi Giselle 😂
Ita rahmawati
nahbgitu loh cil bocil cerita ke ortumu
Ita rahmawati
kalopun bukan juga ngapa 🤦
hadeuh knpa bocil harus jd dewasa sblm waktunya dg memikirkan hala hal seperti itu 🤦
Ita rahmawati
udah Ra udh punya Daddy SM mommy kok ya masih pengen papa 🤦😂
Ita rahmawati
bner GK semua hal bisa diperbaiki,, aku rasa kesalahan Dominic sangat fatal dn TK termaafkan bahkan dg melarangnya menemui anaknya sendiripun masih blm cukup utk menebusnya 😏
bukan hanya berkhianat tp juga membuat Vivienne keguguran 2X dn mengandung anak dari selingkuhannya,, bayangin sesakit apa jd Vivienne dn sejahat apa Dominic yg tega gugurin anak sendiri sampe 2X atau brpa kali ya 😔
pokoknya TK termaafkan 😡
Ita rahmawati
ya sengaja emang ora Sudi ketemu Kamu Dominic 😂
Ita rahmawati
nah ini justru akan buat masalah baru dg kamu GK jujur ke killian Vi 🤦
Ita rahmawati
blm telat Vi ayo masih bisa dibicarakan 🤭
Ita rahmawati
nah kan kamu kecolongan sampe dia manggil papa loh ya walaupun emang papanya tp kan tnpa sepengetahuan mu loh vi
Ita rahmawati
kenapa bisa ngajak Ara seleluasa itu,, emangnya GK curiga gtu mungkin pas jemput anaknya GK ada atau gimana kan 🤦
Ita rahmawati
ayo Vi kamu seorang ibu pasti tau apa yg terjadi SM anakmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!