Berawal dari ditemukannya seorang bayi oleh pasangan suami istri, Farhansyah Nataniel dan Inayah Givani di sebuah taman. Bayi tersebut mereka rawat dan diberi nama Reyhan Fier Nataniel hingga tumbuh dewasa.
Tiga tahun kemudian, Inayah mengandung dan melahirkan seorang putri yang diberi nama Gita Syafitri. Reyhan dan Gita tumbuh bersama dengan saling menyayangi satu sama lain.
Suatu ketika, Reyhan dan Gita dewasa menikah, dari sini segala cerita masa lalu mulai terkuak.
Bagaimana cerita keseluruhannya? Ikuti terus perjalanan cinta Reyhan dan Gita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Udden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honeymoon 2
Setelah menghabiskan makanan yang telah mereka pesan dengan Gita yang disuapi Rey, tetapi Gita sudah bolak-balik menolak hingga pada akhirnya, dia pun mengalah dan juga ikut menyuapi Rey. Sehabis makan, mereka langsung memilih untuk tidur setelah terlebih dahulu membersihkan diri.
Keesokan harinya Rey bangun lebih cepat dari pada sang istri, dia bangkit dari tempat tidur dan langsung beranjak ke kamar mandi hendak membersihkan diri. setelah selesai, dia berencana memesan makanan terlebih dahulu, lalu kembali berbaring di samping Gita.
"Yang, bangun, udah siang!" ucap Rey ngebangunkan istrinya --Gita.
"Ehmmmm...." Yang dibangunin hanya mengeluarkan deheman, karena merasa gemas dengan sang istri Rey pun megerjai Gita dengan mengecup bibirnya, sesekali dia meniup tengkuk dan telinga sang istri, sehingga membuat sang empunya menggeliat kegelian, hingga tanpa sadar lengan Gita bergerak dan jatuh tepat di atas benda pusaka Rey.
Ah aduh, bahaya banget tanganmu, Yang, malah bangkit lagi, tolong ya sob, bobo dulu!
Akan tetapi, bukannya kembali tidur malahan semakin mengeras akibat tangan Gita yang semakin menekan benda pusaka Rey.
Ah, sial! Niat ngerjain kok malah aku yang dikerjain, liat aja nanti malam, apapun yang terjadi kamu pasti akan aku makan, Yang. Pikir Rey.
Di satu sisi, Gita mulai menyadari akan yang dia pegang, dia menerawang dan terus menekan-nekannya.
Kok perasaan makin keras aja sih, tadi lunak, dan kok persaan makin membesar.
Pada saat dia ingin menekannya kembali, Rey malah menjauhkan tangan Gita dari miliknya, karena merasa terganggu Gita pun mengerjab dan bangun, tetapi pada saat bangun, dia langsung berteriak karena wajah Rey dan Gita hanyalah berjarak beberapa centi saja..
"Aaaakkhh!! kakak ngapain deket-deket?" ucap Gita kaget tanpa menyadari apa yang telah dia lakukan barusan. Karena teriakan Gita, Rey pun juga ikut kaget dan menutup mulut Gita dengan bibirnya, sontak mata Gita membulat, setelah beberapa saat Rey pun melepas pagutannya.
"Kok kamu teriak sih, Yang? Kayak ada apa aja!" protes Rey.
"Eh, Ma-mas pula wajahnya deket banget, kan aku pikir tadi mau ngapa-ngapain aku," ucap Gita gugup.
"Ngapa-ngapain apanya, yang ada kamu yang ngapa-ngapain mas!" ucap Rey sebel karena miliknya masih belum jinak.
"Maksudnya apa, Mas?" tanya Gita yang memang kejadian tadi berada di luar kesadarannya.
"Ah sudahlah, sana gih mandi, abis itu kita sarapan, tuh udah mas pesenin. Abis itu kita jalan-jalan," suruh Rey yang membuat wajah Gita yang bingung langsung ceria, tetapi perihal mandi, dia merasa malas.
"Mas, aku laper, nanti ajalah mandinya selesai makan," seru Gita malas mandi.
"Nggak ada makan kalau belum mandi atau kamu mau mas mandiin, Yang?" tanya Rey menggoda Gita.
"Eh, nggak jadi deh, aku mandi dulu." Gita langsung berlari masuk ke kamar mandi dengan wajah yang memerah.
Setelah selesai sarapan, kini mereka pun telah selesai bersiap-siap untuk jalan-jalan menikmati indahnya Pulau Maldives, akan tetapi kali ini Gita tak tau tempat apa yang akan di tujunya karena hal ini menjadi surprize dari Rey, Rey mendapat reqomended wisata Romantis dari staff hotel pagi tadi saat dia mengambil pesanannya.
Kini mereka telah berada dalam mobil yang juga telah dipersiapkan untuk mereka, siapa lagi kalau bukan dari Farhan, papa ter the best yang tau betul kebutuhan seorang anak yang sedang berbulanmadu, wkwkwk.
"Mas, sebenernya kita mau kemana sih?" tanya Gita penasaran sebab dia tahu bahwa Rey pun juga baru pertama kali datang ke Pulau Maldives.
"Ada deh, udah kamu duduk manis aja ya!" jawab Rey tak memberitahukan tujuannya, sehingga membuat Gita sebel dan ngambek.
"Loh kok manyun sih, masih penasaran ya? Coba kamu deket sini, biar mas kasih tau!" ucap Rey dan tiba-tiba.....
CUPHHhHhhh....
Sebuah kecupan tiba-tiba mendarat di pipi Gita, membuat Gita kembali merasa senang karena perlakuan Rey yang menurutnya sangat manis.
"Mas, apaan sih! Main cium-cium aja!!" ucap Gita pura l-pura sebel tetapi, di hatinya sedang berbunga-bunga.
"Udah, kamu sabar ya, pokoknya mas akan bawa kamu ke tempat yang sangat indah, yaudah gih sini peluk!" pinta Rey dan dengan patuhnya Gita mulai menyandarkan kepalanya di dada bidang Rey.
Tetapi tiba-tiba....
"Ehem, excuseme, Sir! Sorry to bother you, because of what you did, i miss my wife so much! (Permisi, Pak! Maaf mengganggu mu, tapi karena ulah bapak, saya jadi merindukan istri saya!)" ucap supir yang ditugaskan oleh Farhan.
"Hahaha, sorry sir understand that you are still a newlywed (maaf pak, maklum masih pengantin baru)" jawab Rey sedangkan Gita hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Rey karena malu.
"Yeah, its okay sir, hope it lasts! (Ya, tidak apa apa kok, Pak, semoga langgeng ya!" jawab supir itu.
"Thank you (terima kasih)" ucap Rey dan dibalas senyuman oleh supir itu, sedangkan Gita, dia benar-benar malu.
Setelah beberapa waktu diperjalan, kini pasutri tersebut telah sampai di suatu tempat yang sangat indah, sungguh sangat indah, hingga membuat pasangan itu kegirangan, bahkan Rey tak membayangkan akan seindah ini.
"Mas, indah banget!" ucap Gita senang.
"Iya, mas juga nggak ngebayangin akan seindah ini tempatnya," tambah Rey takjub.
"Mas, aku bahagia banget, nggak nyangka ya, kita yang menikah karena perintah bisa saling jatuh cinta." ucap Gita dengan mata yang berkaca-kaca.
"Mas juga bersyukur bisa menikah dengan kamu, Yang, mas harap kita tetap bersama selamanya, bahkan maut tak sanggup untuk memisahkan kita." Rey berkata sambil memegang kedua tangan Gita, yang membuat air mata Gita sukses jatuh.
"Aku mau kamu janji sama aku, Mas! Bahwa kita akan terus bersama, apapun rintangan yang ada nanti di depan kita!" kata Gita sungguh-sungguh.
"Mas janji, udah ya jangan nangis lagi, mas bakal lemah kalau ngeliat kamu menangis." Rey menghapus air mata Gita dan memeluknya di tengah keramaian.
Di satu sisi, tanpa mereka sadari ada seorang wanita paruh baya yang sedang memperhatikan mereka, Ralat, dia hanya memperhatikan Rey karena Gita membelakanginya.
"Ke-kevin, ba-bagaimana bi-bisa? Bukannya ... Aku harus cari tau, dan kelihatannya mereka juga sama berasal dari indonesia, ya aku harus mencari tau!" ucap wanita misterius itu.
Akan tetapi di sisi lain juga ada yang sedang memperhatikan wanita itu, dia bertanya-tanya, apa yang sedang dilihat wanita itu, saat diperhatikan kembali, ternyata dia sedang memperhatikan Rey dan Gita.
"Mengapa wanita itu memperhatikan tuan dan nona muda terus sedari tadi, mencurigakan, aku harus lapor ke tuan besar!" ucap orang suruhan Farhan.
*****
Hay kaka reader, maaf kemaren nggak up, wifi aku error lagi, janji deh nanti sore atau malam up lagi.
Jangan lupa like yang banyak ya, votenya juga jangan lupa!
LOVE YOU ALL.