NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Duda

Terpaksa Menikahi Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:761k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Merveille

Tak ada cinta yang tersisa di dalam hati seorang Digo Uparengga. Semenjak pengkhianatan yang dilakukan oleh sang istri dengan adik kandungnya sendiri bukan hanya meninggalkan luka yang menganga di dalam hati Digo, tetapi kelainan impoten yang membuat dirinya di cap sebagai lelaki anomali.

Berbagai cara telah dia lakukan untuk menyembuhkan kelainannya. Namun, tak ada satupun yang berhasil. Hingga, ia bertemu dengan seorang gadis mabuk yang membuatnya Turn on untuk sekian lama. Tanpa pikir panjang, untuk meyakini dirinya telah sembuh dia pun meminta permintaan gila kepada gadis itu, yaitu menikah dengannya.

Apakah gadis itu bersedia menikah dengan Digo?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Merveille, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Restu

Sepanjang perjalanan mengantarkan Arumi pulang ke rumahnya, gadis itu hanya diam termangu dengan wajah di tekuk. Beberapa kali, Digo membuka percakapan tetapi hanya di jawab sekenanya oleh Arumi. Meskipun Digo tau apa yang membuat sikap Arumi berubah, apalagi jika bukan karena mantan istrinya. Namun, Digo memilih bungkam karena tak ingin memperkeruh suasana hati Arumi.

"Makasih udah temenin mau bertemu sama keluarga gue malam ini." Ucap tulus Digo saat mobilnya berhenti di sebuah perumahan di kawasan kota bogor.

"Sama-sama." Masih menjawab sekenanya.

"Yaudah gue pulang. Besok kabarin gue papa lo balik jam berapa dari rumah sakit."

"Iya. Hati-hati di jalan." Sudah turun dari dalam mobil dan Arumi langsung berjalan masuk ke dalam rumah tanpa sedikitpun berniat menoleh ke arah Digo.

Di dalam mobil, Digo hanya mampu mengusap wajahnya kasar sambil menghela napas berat dan menancapkan gas pergi meninggalkan rumah Arumi. Entah mengapa, hati Arumi terasa begitu sakit akan ucapan mantan istri Digo. Dan dia diam-diam memperhatikan mobil Digo yang mulai berjalan meninggalkan perkarangan rumahnya dengan air mata yang mulai membasahi pipi.

Selepas menghantar Arumi pulang, Digo kembali lagi ke rumah utama. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Hanya ada beberapa penjaga yang masih terjaga, sisanya sudah terlelap di bawah selimut ranjang hangat mereka masing-masing.

Saat, Digo tengah berada di dapur untuk meminum air tanpa di duga di sana juga ada Laluna yang hanya mengenakan gaun tidur mini sedang menengak air minum.

Dahulu ketika wanita itu masih berstatus istri Digo, melihatnya hanya mengenakan gaun tidur mini dan tipis seperti ini, darah Digo langsung berdesir hebat. Lelaki itu tanpa buang-buang waktu pasti akan segera menggendong Laluna dan membawanya ke atas ranjang. Namun sekarang, jangankan membuat darah Digo berdesir, membuat jantung Digo berdebar kencang pun tidak sama sekali. Lelaki itu sudah mengubur dalam-dalam cintanya kepada Laluna. Tidak peduli meskipun terkadang hatinya meronta merindukan wanita itu, dengan segala cara Digo selalu menampiknya. Dan mungkin alasan mengapa dirinya mengidap kelainan impoten pun karena itu.

"Baru pulang." Seru Laluna mencoba membuka percakapan.

Digo hanya berdehem, sambil membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral.

"Kamu yakin mau nikahin itu cewek?" Tiba-tiba Laluna bertanya. "Aku pikir dia gak cocok buat kamu. Gak pantes buat dapatin cinta ka..."

"Cukup, Laluna." Laluna tersentak kaget ketika Digo tiba-tiba memotong ucapannya dengan nada membentak.

Lelaki itu bahkan membanting dengan keras botol air minum di genggamnya. Berdiri dengan kedua tangan tertumpu pada meja dapur. Sementara Laluna langsung berdiri dan menghampiri Digo.

"Kenapa, huh? Kamu belain itu cewek?" Katanya dengan nada yang terdengar begitu angkuh dan percaya diri. "Dia itu emang gak pantes dapatin cinta dari kamu. Dia itu gak sepadan dengan kamu, apalagi jadi pengganti aku. Sadar, Digo."

Digo mendegus, lalu terkekeh sembari memutar tubuhnya menghadap Laluna.

"Siapa kamu yang bisa menilai Arumi layak dan pantas atau tidak mendapatkan cinta saya? Tuhan, huh?"

"Ya, aku tau. Karena memang dari penampilannya aja jauh berbeda dengan kita. Aku!"

Tawa Digo tiba-tiba menggelegar memenuhi seisi dapur yang sunyi. Hal itu sukses membuat Laluna sedikit terkejut dan ngeri.

"Denger ya, jangan pernah menilai orang hanya melihat sampulnya doang. Karena belum tentu orang yang keliatan lugu itu baik dan setia. Contohnya kamu."

Tanpa menunggu balasan dari Laluna, Digo segera mengambil langkah lebar untuk pergi dari dapur dan naik ke lantai dua masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan, Laluna yang mendengar ucapan menyakitkan Digo hanga mampu terdiam mengepalkan tangan menahan air mata yang hendak jatuh keluar.

***

Sepanjang malam, Arumi tak bisa tidur. Duduk di bawa jendela kamar memperlihatkan ribuan bintang yang terhampar di langit malam. Hatinya terusik, sedikit sakit karena ucapan Laluna tadi.

Arumi tak mengerti apa yang terjadi pada hatinya. Mengapa dia harus merasakan sakit mendengar Laluna yang mengatakan Digo tak akan mungkin mencintainya karena semua cintanya hanya milik Laluna. Seperti Arumi sudah gagal dalam sebuah kompetensi padahal memulainya saja belum.

Berkali-kali, dia mencoba menetralkan akal sehatnya. Dan mengenyahkan jauh-jauh ucapan yang tadi Laluna katakan. Arumi harus mencari cara, untuk membuat Digo mencintainya dan melupakan sepenuhnya mantan istrinya itu. Karena bagaimana pula, dia akan selamanya hidup bersama Digo. Arumi tidak akan pernah rela menghabiskan waktunya seumur hidup bersama orang yang jelas-jelas tidak mencintainya. Huh, mengenaskan sekali hidupnya.

Dasar cewek gak tau diri emangnya, udah selingkuh dah jadi bini orang eh masih berani dan percaya diri bilang Digo masih cinta sama dia. Pokoknya gimana pun caranya, gue harus bikin Digo jatuh cinta dan lupain dia dari dedemit itu. Enak aja, udah nikah sama adeknya, abangnya mau di embat lagi. Dasar cewek maruk, gak tau diri. Awas aja gue pastiin lo bakal nyesel karena pernah khianati Digo dulu.

Pagi harinya, Arumi yang sudah memberikan kabar kepada Digo jika sang ayah akan pulang pukul sepuluh sudah standby di depan rumah sakit dengan mobil pajero miliknya. Selama perjalanan ke rumah sakit menjemput ayah Arumi, Digo bahkan berlatih bagaimana caranya bersikap manis di depan kedua orangtua Arumi untuk mengambil hati mereka. Demi restu. Teriaknya dalam hati.

Maka ketika melihat Arumi mendorong kursi roda sang ayah, Digo langsung berlari menghampiri dan mengambil alih tugas Arumi.

"Seharusnya nak Digo gak perlu repot-repot jemput papanya Arumi." Ibu Arumi berkata.

"Gapapa kok, buk. Lagian juga Digo lagi gak ada pekerjaan di jakarta, jadi bisa sempetin jemput papa pulang."

Sang ayah tersenyum tulus. Mengusap tangan Digo lembut seraya berkata. "Terimakasih nak, Digo."

"Sama-sama, pak."

Setibanya di rumah Arumi, Digo di persilahkan masuk dan duduk menunggu ayah Arumi ganti baju. Selama menunggu itu, entah mengapa degup jantungnya berdebar begitu kencang. Kakinya bahkan bergemetar hebat. Digo gugup, bertemu kedua orangtua Arumi untuk meminta restu. Karena jujur saja, sekali dalam hidupnya dia meminta restu untuk mempersunting anak gadis orang sekitar enam atau tujuh tahun lalu. Ketika menghadap dan meminta restu dari orangtua Laluna. Saat itu, Digo gugup bukan main. Bahkan ia sampai mengeluarkan keringat dingin dan gagap tiba-tiba. Sialnya, momen seperti itu rasa-rasanya akan kembali ia rasanya pagi ini.

"Jadi gimana, nak Digo." Ayah Arumi keluar sudah dengan kaus lebih tipis dan lebih enak ketimbang kemeja yang tadi ia pakai sewaktu pulang.

"Uh... Gi... Gi... Gimana apanya, Pa?" Digo mengerutuki dirinya sendiri. Dia kembali terserang gagap tiba-tiba.

Mendengar Digo yang gagap tiba-tiba pun, Arumi terkejut tapi ia langsung memakluminya. Karena, dia dahulu pernah ada di posisi Digo sewaktu menghadap orangtua ibunda Arumi.

Sambil tersenyum simpul, Ayah Arumi menyentuh bahu Digo dan mengusapnya.

"Dicko, abang pertama Arumi sudah menceritakan semuanya."

Kepala Digo reflek menegak menatap ayah Arumi. Tapi tak sampai satu detik, dia buru-buru kembali menundukkan kepalanya.

"I... I... Iya, pa." Lidah Digo terjulur. Ingin rasanya lelaki itu memotong lidah sialan itu dan menggantinya dengan yang baru agar tak mempermalukan dia seperti ini. "Sa... Sa... Saya ingin, me... me... meminta ijin kepada papa u... u... u... Untuk menikahi Arumi."

Ayah Arumi tak langsung merespon. Cukup lama, dia terdiam seperti menimbang-nimbang sesuatu di dalam pikirannya. Hingga satu kata akhirnya keluar dari mulutnya.

"Dulu papa pernah menentang hubungan Arumi dengan seorang lelaki pilihannya. Akibat penentangan itu, membuat Arumi pergi meninggalkan rumah ini dan memilih lelaki pilihannya. Selama itu, hati papa hancur sehancur-hancurnya."

"Walaupun sekarang Arumi sadar dan membuka matanya kalau pria yang ia pilih salah, tetap saja papa merasa telah gagal menjadi seorang ayah karena membiarkan anak cewek semata wayangnya pergi meninggalkan rumah. Sekarang untuk menebus dosa papa kepada Arumi dulu, papa serahkan semua keputusan di tangan Arumi. Dia yang akan memilih dan dia juga yang akan menjalankan pilihannya. Papa tak ingin mengekang, karena papa tidak ingin kehilangan lagi putri papa satu-satunya."

Mendengar ucapan ayah Arumi panjang lebar, Digo pun menyimpulkan jika ayah Arumi telah memberikan restu kepadanya untuk menikahi Arumi. Maka dengan semangat yang tiba-tiba berkorbar dan nyali kembali naik Digo berkata.

"Jadi papa menginjinkan saya menikahi Arumi, kan? Papa tenang aja, saya janji bakal menjaga, bertanggungjawab, dan mencintai Arumi selamanya."

"Sek toh..." Tiba-tiba ayah Arumi memotong ucapan Digo yang begitu bersemangat.

"Papa kan gak bilang ngijinin kamu apa gak. Papa cuma bilang semua keputusan ada di tangan Arumi. Papa hanya terima saja. Kamu jangan main seneng aja, kalau kamu di terima Arumi, kalau tidak bagaimana?

****

1
Kaizar Kaizar
sudah pindah lapak kah??
Cahaya Lisbet
bingung.baca apa ko ga nyambung..
Greenindya
diulang nih jadi pusing 😵
Greenindya
judul bab Arumi Maharani tapi isinya Naysila
bingung euy
Eni Nuraini
happy anniversary rumi dan digo...
Eni Nuraini
pemeran diego di ranjang tuan lumpuh juga ini kan???
pokok e tampan bgt,hot duda wkwk
Eni Nuraini
gak donk...
sebenarnya kamu baik kok,iya kan?
Eni Nuraini
mau dicoba
nikah dikit ya?
Tuti
ayo kak lanjut...
Yurniati
lanjut thorr
Sahiroh
lanjut
Nunung Ningrum
lanjut😘😘😘
dimas wahyu
akhirnya muncul lagi setelah sekian purnama
v3r4
lanjut thor👍🏻
Bambang Setyo
Akhirnya lanjut.. Kirain gak bakalan dilanjut nih cerita..
MommyNu
Masih setia menanti kelanjutannya 💪
hasimnely
lanjutdonk thor......😘😘
Tuti
lanjut...jangan digantungkan critanya
Indah Rudi
lama gak up kak😑😑
Yoca Messakh
mana lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!