NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred

Visionaries Of The Sacred

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Keluarga / Action / Persahabatan / Fantasi / Tamat
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

menceritakan sang pangeran bernama iglesias Lucyfer seorang pangeran yang manja dan kekanak-kanakan suatu hari dia dan kakak perempuan Lucyfer iglesias Elice ingin menjadi penyihir high magnus dan bertahun tahun berlalu di mana saat sang kakak kembali lagi ke kerajaan vantier Elice berubah pesat dan menjadi sangat dingin, perfeksionis,fokus dan tak peduli dengan siapapun bahkan Elice malah menantang sang adik dan bertarung dengan sang adik tetapi sang adik tak bisa apa apa dan kalah dalam satu teknik sihir Elice,dan Elice mulai menyadarkan Lucyfer kalau penyihir seperti nya tak akan berkembang dan membuat lucyfer tetap di sana selama nya dan sang adik tak menyerah dia ke akademi yang sama seperti kakak nya dan mulai bertekad menjadi high magnus dan ingin membuktikan kalau diri nya sendiri bisa jadi high magnus tanpa kakak nya dan Lucyfer akan berjuang menjadi yang terhebat dengan 15 teman teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8 high magnus yang akan terpilih

Arena telah sunyi.

Sorak sorai yang tadi membahana kini hanya gema jauh yang tersisa.

Es yang membeku perlahan mencair, menyisakan lantai retak dan udara yang berat.

Elice terduduk lemah sambil menatap papan proyeksi sihir dan tersisa hanya Seraphina dan Elice yang bertahan.

Bahkan tim yang menindas Elice dengan tim Elice pun sama sama tak lolos.

"Nona Elice, anda tak apa apa kan."

Elice menoleh dan melihat Seraphina berjalan pelan ke arah nya.

"Seraphina, hanya kita berdua yang lulus."kata Elice dengan lemah

Seraphina mengeluarkan kain dan mengelap luka Elice.

"Itu... Tak penting sekarang,"

"Yang terpenting anda tak terluka."

Seraphina selesai mengelap luka Elice dan tersenyum kecil.

"Ayo nona Elice, aku rangkul anda sampai ke para elf penyembuh."

Seraphina merangkul tubuhnya dari samping, bahu mereka saling menopang—dua orang yang sama-sama nyaris tak berdaya, namun masih berdiri.

Langkah kaki terdengar.

Tak… tak… tak…

Bunyi sepatu hak tinggi memantul di lantai batu.

Seseorang gadis berhenti tepat di depan mereka.

Rambut putih keperakan, potongan wolf cut agak berantakan.

Wajah tampan dingin, garis tegas, jarang menunjukkan emosi.

Mata hitam pekat, dan di pupil mata nya dengan sebuah tetesan merah darah di mata nya, terasa seperti menilai orang, bukan melihat.

Memakai mantel panjang merah darah dengan bagian dalam hitam.

Kemeja dan celana hitam rapi, gaya elegan tapi mengintimidasi.

Satu anting tetesan darah di telinga kiri — simbol khasnya.

Postur tinggi ramping, gerakan tenang seperti penguasa.

Dialah Vermila Serguire.

High Magnus elemen darah.

“Hebat juga,” ucapnya datar.

“Kau bisa lulus sambil membawa seseorang di sisimu.”

Tatapan Elice terangkat perlahan.

Matanya merah—dingin, kosong.

“Siapa kau,” katanya lemah namun tajam.

“Aku tak butuh orang yang lemah.”

Vermila tidak tersinggung.

Ia justru melirik Seraphina sekilas, lalu kembali menatap Elice—menilai, mengukur.

“Rupa nya benar ya,” katanya pelan.

“Kau Iglesias Elice… putri Kerajaan Vantier.”

"Selamat ya kau jadi high magnus."

Tak ada bantahan.

“Aku juga lulus,” lanjut Vermila.

“Sepertinya… hanya kita bertiga.”

Elice menyeringai tipis.

“Apa pun itu,” katanya dingin,

“aku tak butuh orang sepertimu dalam tim ku."

Vermila menghela napas kecil, satu jarinya menyentuh bibir merahnya.

“Di dunia High Magnus,” katanya tenang,

“yang lemah akan mati.”

“Jadi kau tidak salah.”

Seraphina tetap diam.

Ia memang tak bisa melihat wajah Vermila—

namun instingnya berteriak: bahaya.

“Apa yang kau inginkan dari kami berdua?” tanya Seraphina akhirnya, suaranya tegas meski tubuhnya gemetar.

“Apa tujuanmu mendekati kami?”

Vermila menatap mereka berdua lama dengan tatapan tanpa emosi.

Lalu ia melangkah maju satu langkah dan mengulurkan tangan.

“Hanya satu hal,” katanya.

“Karena hanya kita yang berhasil.”

“Kita akan menjadi High Magnus terkuat di generasi sekarang.”

“Dan kita harus menemukan lima anggota lainnya.”

“Dan kita akan menjadi kuat—bersama.”

Tatapannya mengunci Elice dengan tatapan tajam sekali.

“Bagaimana, Iglesias Elice apa pilihan mu?" tanya vermila tanpa emosi

"Kau mau bekerja sama dengan ku atau..."

Tatapan vermila makin tajam.

"Kau menjadi high magnus tapi semua anggota tim mu hanya akan jadi beban untuk mu."

Elice terdiam.

Seraphina marah dan mengangkat wajah nya ke depan Vermila.

"APA MAKSUD MU KAMI INI LEMAH HAAA!" teriak Seraphina penuh emosi atas kata kata Vermila barusan

Tangannya mengangkat tangan nya yang gemetar. Napasnya berat.

Seraphina berhenti berteriak dan menjadi tenang kembali.

Kini baik mata atau keputusan Elice—tak ragu.

Ia mengingat rasa gagal.

Rasa lemah.

Dan janji yang ia anggap sebagai belenggu.

Akhirnya–

Ia menjabat tangan Vermila.

“Jangan salah paham,” katanya dingin.

“Aku bukan menerima karena kau.”

“Aku hanya punya tujuan yang sama.”

Elice menatap tajam dan memperkuat jabat tangan nya dengan Vermila.

"Tapi dari penampilan mu tak dapat aku remehken juga."

Vermila tersenyum tipis.

“Tak masalah.”

“Oh, ya,” tambahnya santai.

“Namaku Vermila Serguire.”

“Sihirku manipulasi darah—aku membentuknya sesuai imajinasiku, lalu mengembalikannya ke tubuhku.”

Ia menatap Elice lurus-lurus.

“Aku tidak tertarik menjadi pemimpin.”

“Jadi kau saja yang memimpin.”

Tak menunggu jawaban, Vermila berbalik.

TAP– TAP– TAP

Vermila berjalan meninggalkan Elice dan Seraphina.

Seraphina membantu Elice berdiri dan berjalan perlahan ke tempat Elf penyembuh.

Namun sebelum menjauh, Elice menoleh.

Tatapan mereka bertemu—

dingin dengan dingin.

Saat mereka berjalan, Seraphina bertanya lirih,

“Nona Elice…”

“Apakah anda percaya padanya?”

Elice menunduk merenung.

“Entah,” katanya pelan.

“Tapi aku ingin menjadi yang terkuat.”

Ia mengepalkan tangannya dengan kuat.

“Aku akan berubah.”

“Aku tak akan terikat masa lalu.”

“Di dalam diriku… hanya ada kekuatan.”

“Dan mereka yang pantas disebut kuat.”

sebelum benar benar pergi, suara Vermila terdengar tanpa menoleh ke arah Elice dan seraphina.

“Oh ya—satu hal lagi.” suara Vermila yang menggema di lorong

“Akan ada banyak penyihir jahat yang harus kita hadapi.”

“Bersiaplah.”

Elice yang mendengar itu jelas menoleh ke arah Vermila.

"Kau..."

Tapi Elice berjalan dengan Seraphina dan tatapan Elice datar dan dingin.

Namun—

Langkah Vermila pelan–pelan menghilang.

Dan sejak hari itu,

jalan Elice tak lagi sama dia berubah dan meninggalkan belenggu yang menghambat nya selama ini untuk menjadi yang terkuat.

Kini Elice benar benar memutuskan janji nya dengan Lucyfer kini sudah sirna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!