NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.Gagal di usir.

suara langkah terdengar terburu-buru mendatangi kamar Anggiba.

"Buka pintu cepat! Nyonya besar sedang marah!" desak pelayan tua itu menunjukkan raut wajah panik.

pengawal yang berjaga segera membuka pintu, pelayan tua itu membelalak mendapati kamar yang berantakan.

Dan Nyonya baru yang tinggal selama 3 hari ini membuat ulah di pagi hari yang cerah ini.

Anggiba masih tertidur, kakinya terbuka terlentang dengan tangan yang di atas, di bawahnya perut Hana menjadi alas kakinya.

Hana pun juga ikut tertidur,kamar itu di penuhi bau al kohol.

remah-remah biskuit berserakan di kasur dan botol-botol pecah berserakan pula di lantai bersamaan dengan cairan busuk.

Semua yang di meja nampak berantakan, tirai terlepas dari tempatnya.

Entah apa yang mereka lakukan semalam, para penjaga saja tak sadar hal ini bisa terjadi, kalau mendengar teriakan Anggiba ajaa bisa, bagaimana bisa pecahan kaca tak mereka dengar dari dalam.

"Apa yang kalian lihat! kembali ke tempat masing-masing!" ucap Sudara, ya pelayan tua itu adalah Sudara.

Ia memasuki kamar itu dengan hati-hati, Ia pergi ke kamar mandi dan melempar air itu ke kasur, membuat mereka terperanjat kaget dari mimpi.

"Apa atapnya bocor! bagaimana bisa rumah mewah ini atapnya bocor!"seru Anggiba mendongak ke atas.

Hana sendiri terlihat bingung kenapa Ia bisa tidur disini, kepala Hana terasa berat, pusing melanda kala suara melengking sudara terdengar.

"Non! bangun, nanti Nyonya besar kesini!" seru Sudara.

"Mumpung Tuan Hazard pergi selama seminggu,aku harus manfaatkan dengan baik. Biar aku di usir,aku harus melanggar aturan Nyonya besar, kan."batin Anggiba.

Hana sendiri mulai merasakan sesuatu yang akan di lakukan Nyonya baru 3 hari itu, akan membuat Ia merenggangkan nyawa hari ini.

Anggiba menunduk pelan dengan wajah sedih."Pelayan Sudara, aku minta maaf, bisakah kamu menunggu di meja makan, aku janji akan segera datang,"cicit Anggiba.

Sudara merasa kasihan pada Nyonya baru itu."Ya sudah, mari saya bantu bersiap Non?"

Anggiba mendongak cepat sambil menggeleng cepat pula."Tidak! biar Hana saja yang membantuku!"

Sudara terperanjat kaget."aah, kalau begitu saya akan memberi tahu Nyonya besar."

Selepas kepergian Sudara, Anggiba beralih ke Hana yang nampak menyedihkan mukanya. Padahal Ia belum mengatakan apapun.

"Nyonya," panggil Hana pelan dan lesu.

"Ada apa Hana? kamu tenang saja, aku, akan menyembunyikan semua ini dari Tuan Hazard, dan kamu akan baik-baik saja, oke, oh,ya, nanti kamu tidak perlu membantuku bersiap yah, aku malu kamu pakai, kan baju," cicit Anggiba di akhir kalimat.

Hana diam sebentar."Kalau begitu biar saya bersihkan du–"

"eeh! tidak usah, biar aku saja, kamu pasti lelah, ayo sana! pergi dan ganti bajumu!" seru Anggiba.

"Tapi Non ini sudah tu–"

"Tidak apa-apa, sebelum ada kamu aku juga sudah terbiasa bersih-bersih."

Hana terlihat ragu, membuat Anggiba berdecak pelan."ck, cepat pergi sana! husshh sanah! husssh sana!cepat–cepat!"

Hana langsung pergi saat di usir seperti anak ayam, Anggiba langsung ke kamar mandi, di ambilnya sebuah daun yang berisi jeruk nipis yang selalu ia pakai saat mandi.

Anggiba langsung mandi menggunakan itu, menggosok kulitnya menggunakan jeruk nipis.

Di meja makan, Helena terlihat masam dan suaminya yang terlihat datar tapi juga merasakan murka pada menantu baru yang tidak menghormati mereka.

"Dimana wanita rendahan itu!?" tanya Helena sekaligus membentak Sudara yang baru tiba.

"Dia akan segera kemari Nyonya," lapor Sudara.

Ketukan sendok terdengar menghilangkan hening yang awalnya mencekam kini semakin menegangkan.

Aura Helena yang ingin memakan orang begitu kentara sekali.

"Kenapa, dia, lama, sekali!" teriak Helena di akhir kata.dadanya naik turun tak beraturan, napasnya terengah-engah seperti habis lari maraton.

"Tenangkan dirimu, sepertinya ini kesempatan yang bagus untuk kamu mengusirnya,"suara Berat Azam terdengar merdu di telinga Helena.

"Kamu benar juga," ucap Helena pelan seraya tersenyum lebar.

Helena kembali tercengang, darahnya kemabli mendidih setelah menghangat kembali panas dan semakin panas.

Hana yang baru datang setelah mandi kembali membulatkan mata lebar-lebar, seandainya matanya bisa keluar, sudah di pastikan jatuh dan menggelinding di lantai.

Kaki Anggiba menggunakan sepatu kebesaran berwarna biru muda, baju berwarna merah maroon sampai lutut, tak lupa kaos berwana kuning, rambut yang sama sekali tak di sisir, make up yang terlihat seperti badut.

"Apa-apaan ini?" tanya Helena tertahan.

"pagi Nyonya besar," ucap Anggiba akan duduk, tapi suara berat Azam terdengar mematikan.

"Anggiba, itu nama kamu bukan?"

"iya Tuan besar."

"Apa yang kamu gunakan?"

Anggiba melihat dirinya sendiri."pakaian, bukannya ini di sediakan di ruangan besar itu?"

"Tapi pakaianmu, sangat bertabrakan warnanya Anggiba?" tanya Azam datar.

"Dia, memang, ingin, di usir pa," desis Helena, Ia merasa Anggiba sengaja menghina dirinya yang memang selalu ingin semuanya terlihat perfeksionis.

"apa itu benar?" tanya Azam datar.

"Ma–maksud Tuan besar apa? saya, tidak mengerti," kata Anggiba pelan.

"Katakan saja, bila memang kamu ingin pergi dari sini,"ujar Azam.

Kepala Anggiba terangkat, memberanikan diri melihat Tuan Azam.

Helena terlihat mendengus." bila ingin pergi katakan saja, tidak usah menghina Fashion keluarga kami dengan berpakaian seperti ini,"tekan Helena.

"Ta–tapi, kalau aku pergi, aku harus mengganti uang Tuan Hazard."

"iya! itu benar! dia harus membayar uang yang telah saya berikan pada Bibiknya!bila dia pergi saya tidak akan mau menikahi Shara!"teriak Hazard yang masuk ke dalam, menatap Anggiba yang mematung dengan tubuh bergetar kecil.

"Matilah aku, "batin Anggiba meratapi nasibnya hari ini.

"Hazard!"bentak Azam.

"Hazard jaga bicara kamu sama mama dan papa!" bentak Helena.

"Kalau begitu! jaga ucapan mama dan papa pada Istri saya, dia, selamanya, akan bersama saya!”kata Hazard meninggikan suaranya.

Kedua orang tuanya mematung, baru kali ini sangat putra meninggikan suara pada mereka, entah mereka yang keterlaluan ataukah anak mereka yang mulai mencintai wanita yang kastanya di bawah mereka.

"Dan kamu," suara datar dan dingin itu menunjuk wajah Anggiba yang memegang hebat."Jangan berani-bedaninya kamu kabur, kamu pikir bisa kabur hanya karena mereka bisa mengusir kamu, tidak akan pernah,"tekan Hazard menggendong Anggiba yang melotot kan mata, saat di bawa seperti karung beras.

"Tuan aku bisa jalan sendiri," kata Anggiba memelas untuk di turunkan.

"Kamu akan jalan sendiri, tapi nanti setelah saya merasa puas."

Anggiba menelan ludahnya, ketakutan dan memohon di selamatkan pada kedua orang tua sang suami, yang hanya diam dan mematung begitu saja.

lain halnya dengan keluarga yang berdebat panas, Hana dan Sudara berserta pengawal yang berjaga tersenyum diam-diam,karena Tuan Hazard yang di rasa romantis pada Anggiba.

Helena mendengus melihat itu semua."saya kira hanya putra saya yang gila, ternyata kalian sama gilanya,"desis Helena, membuat senyum mereka semua tertahan.

Hai-hai, pertanyaan aku kok nggak ada jawab sih🙃kalian segitunya malas ngetik?

Ya udah ngak papa, yang penting kalian nggak nabung bab dan like aja, ngak papa kok.

Tapi Jangan pergi tanpa ninggalin Jejak dong😙

1
Micheil gendox
sesama wanita kok meleceh kan wanita.
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!