NovelToon NovelToon
The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Violet Slavny

TAHAP REVISI
MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH EYD, MOHON DIMAAPKEN🥲

Bagaimana jika ternyata selama ini kalian diawasi secara diam-diam. Bahkan saat tidur ternyata seseorang juga datang menemanimu tidur.

Seorang pria misterius yang selama ini ternyata memperhatikan seorang wanita bernama Valerie. Apa yang selanjutnya akan terjadi?

ayo, baca dan tambahkan dalam list favorit kalian.

Bye 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Author POV

Sean tersenyum lebar di pelukan gadis yang selama ini ia tunggu. Betapa bahagianya ia, saat Vale mulai mencoba membuka diri padanya dan ingin mengingat tentangnya.

Kebahagiaannya sama sekali tak bisa ia pendam. Pelukannya mengerat dan wajahnya menyusup di ceruk leher Vale dan menghirup wangi kesukaannya.

Vale jelas bisa merasakan kecupan-kecupan ringan yang Sean berikan di lehernya. Hembusan nafas panas pria itu yang ikut menerpanya membuat tubuh Vale meremang tak nyaman. Seakan ada sengatan listrik yang mengaliri tubuhnya.

Sinyal tanda bahaya dari tubuh Valerie pun menyala, saat di rasakan tangan nakal Sean mulai merambat memasuki baju yang ia kenakan. Vale hendak mendorong tubuh Sean menjauh, namun Sean dengan sigap menahan pinggang gadisnya agar tidak bergerak.

"****... Aku menyesal sudah memeluknya tadi. " Batin Vale mengumpati kebodohannya sendiri dan tentunya mengumpati Sean juga.

"Sean. "Vale memanggil nama Sean dengan nada frustasi. Tangan pria itu semakin merambat naik ke atas, mengelus punggungnya dari balik baju yang ia kenakan.

Vale menggeliat tak nyaman karena sentuhan tangan Sean di punggungnya, menimbulkan sengatan-sengatan listrik  yang membuat tubuhnya meremang semakin kuat.

Sean seakan tuli, ia tetap melancarkan gerakan tangannya dan bibirnya sibuk mengecupi leher jenjang gadisnya.

Tangan Vale mencengkram kuat pakaian yang Sean kenakan saat ia jelas merasakan jilatan panjang lidah Sean di lehernya. Matanya terpejam erat merasakan sengatan listrik itu lagi.

Vale menggeliat di pelukan Sean, namun tubuhnya seakan tak menolak setiap sentuhan-sentuhan intim yang Sean berikan.

Tangan Sean yang masih aktif mengelus punggungnya, mulai bergerak mengelus pengait bra yang Vale gunakan. Hingga dengan gerakan mudah pengait tersebut lepas.

Merasakan ini sudah mulai kelewatan, Vale buru-buru menetralkan pikirannya yang sejak tadi kosong tak berfungsi karna sentuhan ahli pria tersebut.

Dengan sekuat tenaga, Vale mendorong bahu Sean menjauh dan menatap wajah penuh gairah yang pria itu lemparkan padanya.

Nafas mereka berdua saling tersengal seakan habis berlomba lari. Jantung Vale bahkan berdetak kencang tak karuan hingga rasanya ngilu.

Sean mencoba menetralkan fikirannya yang di penuhi gairah. Sebegitu besar efek yang Valerie ciptakan padanya walau hanya bermula dari sebuah pelukan yang bertujuan menenangkannya.

Sean menutup wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba menarik nafas berulang kali untuk menenangkan dirinya sendiri.

Kepala Sean terangkat menatap Valerie yang berdiri dengan nafas tersengal sambil memegang dadanya sendiri. Sean jelas melihat tatapan takut yang Valerie lemparkan padanya.

Gadisnya takut padanya. Vale menatap Sean seperti seorang monster yang mengerikan. Membuat dada Sean ngilu melihatnya.

Valerie menatap Sean lekat. Ia takut pria itu marah dan menerkamnya seperti semalam. Ia takut tatapan Sean yang mengerikan seperti semalam. Ia takut Sean yang kehilangan kontrol dirinya sendiri.

Setelah Sean rasa dirinya mulai tenang, ia menegakkan tubuhnya dan menatap Valerie lekat. Gadis itu yang sejak tadi menatapnya takut, sekarang menatapnya dengan penuh waspada.

Sean melangkah pelan menuju Vale, namun Vale memundurkan kakinya waspada. Sean terhenti karena Vale melangkah mundur seakan ingin menjauh darinya, seakan ia akan menyakiti dirinya.

Valerie mencoba menenangkan dirinya sendiri untuk tidak terlalu jelas memperlihatkan rasa takut dan waspadanya pada Sean. Namun saat Sean mulai melangkah, entah mengapa kakinya melangkah mundur seakan terintimidasi oleh tatapannya.

"Jangan menjauh! "Ucap Sean dingin dengan nada tegas. Valerie merasakan darahnya mengalir naik karena takut.

"Aku tak akan menyakitimu. "Ucap Sean lagi.

Kening Vale mengernyit dan matanya memicing bingung. Menyakitinya? Ia tak pernah merasa Sean akan menyakitinya. Ia hanya takut pria itu marah dan melecehkannya lagi.

Selama ini Sean memang menyakitinya saat baru-baru bertemu. Membuat bibirnya sobek, tangan lebam serta bekas kemerahan yang pria itu buat. Tetapi Vale lebih merasa bersyukur dari pada harus di lecehkan.

Namun setelah mulai dekat dan mengenal bagaimana sifat Sean sesungguhnya, pria itu sama sekali tak berniat menyakitinya. Hanya saja sifat mesum dan gairahnya yang berkobar-kobar sangat tidak tertolong.

Vale yang mulai tenang, berdiri dengan tegap dan balas menatap Sean lekat. Sean jelas melihat pandangan takut dan waspada Vale padanya menghilang di gantikan dengan pandangan lembutnya.

Sean kembali melangkah mendekati Vale yang berdiri diam, lalu mengecup puncak kepala gadisnya dengan lembut.

"Aku tak akan menyakitimu sayang. "Ucapnya lagi sambil menangkup kedua pipi Vale dan menatap wajah gadisnya lekat.

"Aku tau. "Jawab Vale balas menatap Sean lekat.

"Aku tau kamu tidak akan menyakitiku. Hanya saja, aku takut kamu marah karna aku menolakmu tadi dan akan menerkamku seperti semalam. "Ucap Vale dengan nada takut-takut. Pertama kalinya ia mulai terbuka pada Sean. Ia mengungkapkan segala rasa takut dan terancam, yang selama ini membuatnya ketakutan pada Sean dan melontarkannya pada pria itu sendiri.

Dia berharap Sean akan mengerti dirinya. Kejadian semalam di mana Sean menyentuhnya dengan kasar dan penuh kemarahan, membuatnya ketakutan. Siapa yang suka di sentuh dengan kasar seperti itu? Itu adalah pemerkosaan.

Sean yang mendengar hal itu memang sedikit merasa bersalah. Ia menyentuh wanita yang ia cintai dengan kasar hanya karna emosi yang menyelubunginya. Namun di lain sisi ia membenarkan tindakannya, bagaimanapun ia tak suka Valerie di sentuh oleh pria manapun.

Dia hanya ingin menghapus jejak pria itu dari tubuh gadisnya.

"Aku tak akan bersikap seperti itu jika kamu tidak berdekatan dengan pria itu. "Ucap Sean tegas. Vale yang mendengarnya hanya dapat menghela nafas pasrah.

"Lagipula Aiden adalah temanku. "Ucap Vale pasrah.

"Dia tak menganggapmu teman, dia menganggapmu lebih. "Ucap Sean lagi dan masih tetap menangkup pipi gadisnya. Vale mendengus lalu melepaskan tangan Sean dari pipinya.

"Aku dan kamu bahkan tak ada hubungan yang jelas untuk bisa saling berdekatan seperti ini. " Batin Vale kesal. Yang ia tau, Sean adalah seorang pria overprotective, yang tiba-tiba datang ke hidupnya dan melarangnya ini-itu tanpa ada hubungan apapun.

Lagipula Sean yang tiba-tiba menghilang waktu itu dan di kabarkan pergi ke Rusia membuat Vale sedikit kesal. Walau tak seharusnya ia merasakan kesal seperti itu, Sean bukanlah siapa-siapanya yang perlu ia khawatirkan.

Namun tetap saja dia tak bisa menahan rasa kekesalan itu. Ada sesuatu yang aneh di dirinya.

"Lagipula kemana saja kamu empat hari ini? "Tanya Vale dengan raut kesalnya. Ia tau jawabannya namun ia tetap ingin jawaban dari pria itu langsung.

Sean yang mendengar pertanyaan yang di lemparkan Vale dengan raut wajah kesal, membuat senyum Sean tak dapat ia tahan untuk mengembang.

"Apa kau khawatir? Kau mencari-cariku? "Tanya Sean dengan tampang menggoda.

"Mimpi. "Jawab Vale dengan raut wajah gugup dan memalingkan wajahnya dari Sean. Sean yang melihat tingkah Vale, hanya dapat menahan diri untuk tidak menggigit bibir yang sedang cemberut tersebut.

"Aku pergi ke Rusia. "Jawab Sean sambil merengkuh bahu Vale agar menatapnya.

"Aku tau, tapi untuk apa? Kenapa tiba-tiba? Pesta semalam, Angela mengatakan kau ke Rusia untuk mengurus pertunangan kalian. "Ucap Vale panjang lebar dengan nada tak sabaran.

Sean yang mendengar pertanyaan beruntun Vale, semakin membuat dirinya ingin tertawa.

"Kamu cemburu sayang? "Tanya Sean kembali menggoda Vale sambil mencubit pipi kanannya.

"Awss... Tentu saja tidak. "Jawab Vale cepat. Sean melepas cubitannya dari pipi Vale, lalu mengelus bekas cubitannya dengan lembut.

"Aku hanya bertemu dengan keluargaku. Kenapa aku harus bertunangan dengannya? Sedangkan dengan jelas aku mengusirnya di depan matamu. "Ucap Sean sambil mengelus pipi Vale dengan penuh sayang.

Vale tertegun menatap lekat pandangan hangat yang Sean berikan. Pandangan yang selalu membuatnya tenggelam tak dapat mencapai permukaan. Dirinya seakan kehilangan arah, menimbulkan debaran-debaran memburu dan kencang di dadanya.

"Lagi pula, selama empat hari ini aku selalu bersamamu sayang. Aku tau kamu di mana dan apa yang kamu lakukan. "Ucap Sean ambigu. Bersamanya?

"Maksudnya? "Tanya Vale bingung.

"Kamu suka bunga yang kukirim selama ini? "Tanya Sean lagi. Mendengar hal itu, mata Vale langsung melotot menyadari sesuatu.

"Jadi benar semua bunga itu dari kamu? "Tanya Vale.

"Tentu saja. Kamu pikir dari siapa lagi? "Tanya Sea dengan senyum gelinya, lalu mengecup pipi kanan Vale dengan cepat. Vale benar, Sean lah pengirim bunga misterius itu selam ini.

"Aku ingin mengajakmu pergi malam ini. "Ucap Sean lagi dengan senyum mengembangnya. Vale tersadar dan menatap Sean dengan kening berkerut bingung.

"Kemana? "

"Kita akan pergi ke pesta pernikahan temanku. "Jawabnya. Kening Valerie berkerut sebentar, lalu mengangguk setuju dengan pasrah.

Bersambung....

Hay... Hay.. Hay..

Akhirnya aku up juga cerita ini setelah cerita sebelah kemarin sudah kuUP.

Sean : I know you Love Me. But sorry, I Already have Valerie😏😏

Author : Sean jangan senyum aku nggak kuat😣😵

Kalian pasti rindu berat sama sean dan valerie. Apalagi valerie dan sean sempat jadi cameo di cerita sebelah😂😂

Semoga kalian suka jangan lupa like, share dan komen sebanyak mungkin..

Oh iya follow juga IG violet_slavny agat kalian tau semua tentang cerita-ceritaku.

Bye... 😘💕

1
Sanjaria Abubakar
kau kejam Thor
Sanjaria Abubakar
aku sedih 😭😭😭😭😭
namia khira
luar biasa,,keren ceritanya autor /Good//Good/
lily
Sean udh lama suka dri kapan
lily
baru pertma ketemu ,jngan nyosor dlu haha
Erni Sasa
eleeek terlalu kasar mukanya gk lembut ini mah kaya karakter jal*ng yg terobsesi dengn hot daddy😂😂
Asri Ernawati
Novel super kerennn...istimewaahhhh👍♥️
Tuti Handayani
Lumayan
Tuti Handayani
Kecewa
HANAMI DEWATI
Luar biasa
devaloka
sebenernye ada misteri apaan sih ya Allah kan aku penasaran
devaloka
bagus, tapi kurang suka yg POV aku huh
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Rini Maryani
aaah gk ngerti baca nya gk d jelasin ceritanya sean itu spa
Lilis Nurhayati
wah wah apa artinya ini.
jgn jgn yg bikin merah leher kamu jg pk direktur nih
Oras Karoma
ceritanya bagus Thor ! sukses ya buat karya selanjutnya
dewi
mkasih ceritany, suka banget. ditunggu cerita2 lainy
dewi
aamiin, semoga berhasil
dewi
semangat...
Ririn Nursisminingsih
thor kereennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!