Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 - Makan Siang Bersama
Dimeja makan.
Rara datang membawa kan sayuran dan menaruh di atas meja,dimana Bu Rossa dan Suami nya serta Rehan sudah duduk untuk makan siang bersama.
"Wah,makanan nya seperti nya enak,Rara yang masak?." Tanya Pak Irwan.
"Iya,Mama gak nyangka Rara pandai masak." Timpal Bu Rossa.
Rara tersenyum tersipu malu karena pujian itu "kan Tante juga yang bantuin tadi,Rara tidak terlalu pandai memasak." Jawab Rara tersenyum ragu - ragu.
Rehan hanya mendengarkan,sebelum makan ia menelepon Rans yang duduk di teras depan untuk makan bersama.
"Rans,masuk lah,ayo makan bersama." Ajak Rehan.
"Saya sudah makan Bos tadi di kantor." Jawab Rans.
Rehan pun mematikan sambungan telefon nya setelah tahu Rans sudah makan.
"Rara,setiap hari Dirumah siapa yang masak?." Tanya Bu Rossa sembari mereka menikmati makanan nya.
"Saya Tante,karena nenek saya sudah tua dan adik saya laki - laki,dia tidak pandai memasak." Jawab Rara.
"Oh bagus lah,kalau kalian nanti menikah,Rehan tidak akan kelaparan,jadi Tante jadi tenang.", Ucap Bu Rossa dan membuat Rehan yang sedang mengunyah makanan nya sontak terkejut dan membuatnya tersedak.
khuk
khuk
"Bapak tidak apa - apa?." Tanya Rara lekas memberikan minum pada Rehan.
Bu Rossa dan Pak Irwan saling bertatapan,merasa heran dan aneh dengan panggilan Rara pada Rehan.
"Kenapa memanggil Bapak,apa itu panggilan kesayangan kalian?." Goda Bu Rossa.
Rara yang mendengar tersenyum kecil,ia hanya mengangguk kecil dan kembali menikmati makanan mereka.
•••
Selesai makan siang.
Rehan mengobrol dengan Pak Irwan di ruang tamu bersama dengan Rans.
Sementara Bu Rossa mengajak Rara untuk jalan - jalan di rumah mereka yang bisa di bilang sangat besar.
"Tante,rumah nya besar sekali,di huni berapa orang Tante?." Tanya Rara yang penasaran.
"Hanya kami bertiga sayang,Rehan anak Tunggal,tapi disini banyak pelayan dan penjaga jadi tidak terlalu sepi."Jawab Bu Rossa.
Rara melenggangkan kaki nya mengikuti Bu Rossa yang tidak tahu mau kemana,ia pun hanya ikut saja.
Sampai mereka di sebuah kamar dan Bu Rossa membuka dan mengajak Rara masuk,kamar itu seperti kamar laki - laki karena melihat tata dan Desian nya. ternyata Itu kamar Rehan,ia melihat foto Rehan tergantung di dinding kamar.
"Ini kamar Pak Rehan ya Tante?." Tanya Rara.
"Iya Sayang,ini kamar Rehan." Jawab Bu Rossa tersenyum.
"Kamar nya sangat rapi Tante." Jawab Rara.
"Iya,dia memang orang yang bersih dan rapi." jawab Bu Rossa lagi dengan sabar mendengar perkataan Rara.
"Rara,kamu dan Rehan sudah berapa lama pacaran?." Tanya Bu Rossa.
Rara yang mendengar pertanyaan itu pun jadi bingung mau menjawab apa dan kapan,Karena Rehan bahkan tidak memberitahu nya berapa lama mereka pacaran jika di tanya.
Rara teringat pada saat ia terjebak di lift dengan Rehan. "Baru Tante,pas terjebak di lift." Jawab Rara.
"Oh benar kah?,Tante sudah menduga nya,cuman Rehan saja yang malu - malu saat Tante tanya." Saut Bu Rossa tertawa.
Rara melihat tawa di wajah ibu bos nya itu,ia merasa Bu Rossa sangat senang saat Rehan memperkenalkan pacar nya,padahal Rara sadar ia hanya pacar pura - pura.
Tiba - tiba Rehan datang.
"Kalian disini." Ucap Rehan. Rara dan Bu Rossa menoleh bersama menatap Rehan yang berdiri di ambang pintu.
"Kami harus kembali ke kantor Ma,kami sedang ada meeting nanti." Ujar Rehan.
"Oh begitu,padahal mama belum puasa mengobrol dengan Rara." Jawab Bu Rossa.
"Nanti kapan - kapan Rara akan datang lagi." Jawab Rehan.
"Iya - iya,kamu harus sering - sering membawa Rara kesini,Ayo sayang Tante antar ke depan." Ajak Bu Rossa dan Rara mengiyakan.
Bu Rossa berjalan melewati Rehan yang masih berdiri di depan pintu di ikuti Rara,Rara menoleh melihat Rehan,tapi Tatapan tajam Rehan seketika membuat nya menunduk dan berjalan cepat agar sejajar dengan Bu Rossa.
Rehan lalu menutup pintu kamar dan berjalan di belakang 2 wanita itu.