Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini 🙏🙏🙏
Bahira Anjani wanita cantik berusia dua puluh tiga tahun,harus terjebak cinta seorang CEO yang memiliki perangai gila.
Kenapa dikatakan gila.? selain memiliki sifat yang tegas dan berwibawa,sang CEO juga memiliki sifat yang sangat humoris. Dan yang lebih mengagetkan lagi,dibalik sifatnya yang baik hati dan penuh kasih sayang,sang CEO memiliki sifat tempramental,egois dan sangat kejam.
River Bagaskara dialah CEO gila itu.Pria tampan berusia dua puluh tujuh tahun.Yang selalu ditinggalkan oleh para kekasihnya,karena perangainya yang gila itu.
Hanya Bahira Anjani lah yang mampu merubah perangai gila River Bagaskara.Walau pun banyak sekali konflik yang menguras airmata dan juga menciptakan kesakitan bagi keduannya.
Konflik apa saja yang mewarnai kisah cinta CEO gila dan wanita penyabar dan juga baik hati.?
Akankah kesabaran dan pengorbanan cinta Bahira Anjani akan membuatnya bersatu dengan River Bagaskara.?
Dan ada kisah apa yang membuat River Bagaskara memiliki perangai gila itu.
Hanya TERJEBAK CINTA CEO GILA yang mampu menjawabnya.
Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan setelah membaca karya ini.Like pada setiap Babnya,Vote dan juga Rate.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCCG
River masih mencoba untuk menenangkan dirinya. Ingatan akan tragedi dua belas tahun lalu pun kembali berseliweran difikiran pemuda itu.
Dada River masih nampak naik turun dengan nafas yang tidak beraturan. Para sahabat hanya bisa melihatnya dengan tatapan bingung.
"Kamu kenapa king.?" tanya Keyra yang baru saja tiba.
Dipeluknya tubuh River yang masih bergetar itu. Diusapnya punggung kokoh cintanya."Kamu kenapa sayang.?" bisik Keyra ditelinga River.
"Pear queen, pear. Tadi aku melihat dia. Dia dateng lagi queen." ucap River dengan isak tangis mengiringi.
"Pear siapa, buah bukan.?" tanya Keyra.
"Gue tadi juga nanya gitu. Jawabnya dia suka makan buah pear makanya dipanggil pear." jelas Aezar seraya menirukan gaya bicara River.
"Kamu ngomong yang bener king. Kalau kamu punya beban cerita dong, jangan kamu simpen sendiri. Itu bukan hal bagus loh. Itu akan membuat kamu makin terpuruk king, itu bisa membuat kamu terperosok jauh kedalam lumpur penghisap dan suatu saat nanti akan menenggelamkan kamu." oceh Keyra menasehati.
"Aku malu queen, aku takut." jawab River.
Keyra dan kedua pasang kekasih seketika saling melempar pandangan. Masalah apa yang menjadi beban River selama ini, sampai River bisa memiliki ketakutan dan juga rasa malu kepada mereka.
"Loe ngapain mesti malu, loe pernah nyopet.? apa pernah nyolong cokelat diminimarket, yang dimasukin kekolor gitu..?" kelakar Bendino.
Semuanya pun terkekeh, sedangkan River langsung menghadiahi Bendino lemparan bantal disertai dengan umpatan khas mereka.
"Cerita king, ada apa.?" ucap Keyra.
"Kamu kenapa bisa disini.?" tanya River balik.
"Aku kepikiran kamu aja, hati aku gelisah banget tiba tiba. Aku juga mau kita selesaikan masalah kita, aku enggak mau berlarut larut. Makanya aku kesini karena aku tahu kamu pasti enggak akan pulang." jelas Keyra
"Kamu memang terbaik queen." ucap River sembari memeluk erat tubuh Keyra.
"Mau bikin bayi nanti kalau udah sah, sekarang cerita dulu. Loe itu kenapa.?" ucap Aezar.
"Ya kali pelukan doang jadi bayi codot.? jangan disini kalau cerita. Ketempat kejadian aja yuk, mau enggak.?" tawar River.
"Ya udah ayo.!" sahut Bendino "mau keuranus juga ayo. Yang penting loe cerita."
Mereka pun menuju ketempat yang River maksud. Hampir dua jam perjalanan mereka, melewati perkampungan dan juga hutan kecil serta sebuah danau yang cukup luas.
"Kita ngapain kesini, gue belum mau mati pi..? bentar lagi gue mau sah." ucap Aezar.
"Tadi katanya iya keTKP, kenapa sekarang protes. Ini TKPnya." tunjuk River pada sebuah batu besar dan juga tanah lapang berumput hijau.
"Loe bunuh orang pi disini.?" tanya Bendino.
"Brengsek loe, gue enggak sekejam itu juga kali." kata River disertai umpatan.
"Bukan apa apa, ini malem kita datengnya. Angker enggak ini tempat.?" ucap Deeven.
"Udah duduk sini, itu lampu mobil juga dinyalain, terang jadikan.?" kata River.
Mereka pun akhirnya duduk dibalik batu besar itu beralaskan karpet yang sempat mereka bawa sebelumnya, juga beberapa minuman dan makanan ringan.
"Kok jadi kaya piknik kita.?" ucap Jaleswari.
"Ini piknik sekalian uji nyali yang." sahut Bendino.
"Udah buru cerita, ada rahasia apaan.?" ucap Aezar.
"Kalian masih inget Edo enggak.?" tanya River kepada Bendino dan Aezar.
"Edo temen ngeband loe dulu, yang anak SMU xx.?" ucap Aezar.
River mengiyakan "selain dia gue ada satu lagi sahabat namanya Camelia.
Persahabatan gue sama Edo dan Camelia sama kaya gue kekalian, baik, susah seneng bareng. Sampai akhirnya gue punya perasaan sama Camelia, begitu juga sebaliknya. Dari itu hubungan gue sama Camelia jadi lebih deket. Camelia juga lebih perhatian sama gue, dan ternyata Edo juga punya perasaan sama Camelia sampai akhirnya peristiwa itu terjadi."
Jangan lupa Like dan juga hadiah serta Vote kalian ya sahabat..! biar makin