(Peringatan! Terdapat konten dewasa dan harap membacanya dengan bijak!)
Genre; Fantasy, Action, Adventure, Over Power, Romance, System.
Kisah tentang seorang kapten di salah satu Squadron yang pindah kedunia lain dengan system bersamanya.
Pengorbanan Sorang Kapten Untuk Mengakhiri Perang Dengan Mengorbankan Nyawanya Dan Berujung Berpindah Dunia.
Saksikan Petualang Kapten Velskud Bersama Dengan System Di Sisinya Menjelajahi Dunia Fantasi
Karya hasil pemikiran sendiri dan bukan plagiat!
Jika Suka Novel Ini:
☆Like
☆Vote
☆Coment
☆Fav
Thanks~
Update setiap hari! Jika memungkinkan~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aji Nugroho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Quest Kerajaan
Di kamar yang sudah di pesan sebelumnya,Velskud meletakan Roxy yang sudah tertidur di kasur.Sementara itu Velskud membuka menu pada sistem.
Merasa sudah tidak menemukan hal yang menarik perhatiannya,Velskud kemudian tidur di sebelah Roxy.
※※※※※
Di sebuah Gua di kedalaman hutan,saat ini terlihat dua sosok manusia yang menggunakan jubah berwarna hitam dengan pola dua garis berwarna merah melintang kebawah,sedangkan yang satunya mengenakan pakaian dengan jubah berwarna putih.
"Jadi ada apa pak tua kamu datang kemari?." Ucap pria berjubah hitam.
"Aku ingin satu Kristal untuk mensumon Beast tingkat tinggi...." Jawab pria tua yang mengenakan jubah putih.
"Baiklah,namun kamu harus meberikan tumbal saat pemanggilan beast tingkat tinggi...." Pria yang menggunakan jubah berwarna hitam memberikan satu kristal berwarna biru seukuran buah apel kepada pria berjubah putih
"Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap pria berjubah putih.
"Hump,dasar manusia bodoh!." Gumam pria itu sambil tersenyum tipis melihat kepergian pria berjubah putih.
Kini tinggal pria berjubah hitam yang masih berada di dalam gua,yang sepertinya menunggu seseorang.
Tak berselang lama,sesosok Iblis dengan kulit berwarna merah dan taring yang panjang terbang menuju gua itu.
Sesampainya disana Iblis itupun bersujud kepada pria berjubah hitam yang sedari tadi menunggunya.
"Salam hormat Tuanku!." Ucap Iblis itu.
Pria berjubah hitam lalu melepaskan jubahnya,seketika enam sayap terlihat dari punggungnya.Telinga pria berjubah hitam memiliki kuping yang sama runcing seperti Iblis didepannya.
Namun wajah pria itu layaknya seperti seorang manusia.Pria itu tidak lain merupakan Pride si Kesombongan salah satu dari Seven Deadly Sins.
Didunai ini terdapat Seven Deadly Sins yang merupakan 7 Jendral dari bangsa Iblis.Mereka sudah hidup lebih dari 100.000 Tahun.
Seven Deadly Sins meliputi:
Kesombongan (Pride)
Iri hati (Envy)
Kemarahan (Anger)
Ketamakan (Greed)
Nafsu-birahi (Lust)
Rakus (Gluttony)
Kemalasan (Sloth)
Untuk pemimpin dari Seven Deadly Sins merupakan seorang malaikat yang telah di usir dari surga karena membangkang perintah Dewa,dan nama pemimpin Seven Deadly Sins yaitu Azazel.
"Ada perlu apa kamu menemuiku Dura!?." Tanya Pride kepada bawahannya.
"Begini Tuanku,salah satu Beastku yang berlevel 3000 sepertinya sudah dibunuh oleh seorang petualang dari bangsa manusia siang tadi....
Dan yang paling menarik,saya merasakan kehadiran Greatly Beast saat Beast miliku bertarung dengan petualang itu." Dura menjelaskan kepada Pride.
"Hahaha...Ini semakin menarik saja,tidak lama lagi bangsa Iblis akan bangkit lagi dan kita semua akan membalaskan kekalahan kita 100.000 Tahun yang lalu!!." Pride tertawa dengan lantang yang membuat gua yang di singgahinya bergetar hebat.
"Kamu cari dan selidiki pemuda yang memiliki Greatly Beast bersamanya..." Sambung Pride yang kemudian melesat pergi kelangit.
Dura lalu juga pergi dari gua itu dan mulai menjalankan misi yang di berikan oleh tuannya.
※※※※※
Keesokan harinya dipenginapan Mustache,Velskud kini turun dari kamarnya bersama Roxy yang mengikutinya dari belakang.
Para petualang dan pemilik penginapan itu melihat Velskud yang turun dari lantai dua dan menuju salah satu meja makan bersama Roxy.
Mereka masih mengingat kejadian semalam yang membuat salah satu petualang tingkat Gold harus kehilangan tangannya.
"Yoo anak muda,mau makan apa pagi ini?." Pemilik penginapan menyapa Velskud.
"Ahh iya paman,aku pesan makanan seperti semalam dan juga aku pesan semangkuk susu untuk familiarku..." Velskud lalu menyerahkan tiga keping Gold kepada pemilik penginapan.
"Sisanya anggap saja untuk mengganti kerusakan yang semalam..." Sambung Velskud.
Pemilik penginapan lalu segera menyuruh putrinya yang berada di dapur untuk menyiapkan pesanan milik Velskud.
Beberapa saat kemudian,anak dari pemilik penginapan datang membawakan pesanan Velskud.
Velskud lalu memberikan satu keping Gold kepadanya dan langsung menyantap makanannya begitupula dengan Roxy yang miminum susu.
Setelah menghabiskan makananya,Velskud dan Roxy lalu menuju Guild petualangan untuk mengambil misi baru.
Saat tiba di Guild petualang,Velskud melihat sudah banyak petualang yang tiba disana,bahkan ada yang membentuk kelompok yang masing-masing berjumlah lima sampai enam orang.
Velskud sempat melihat sosok yang tidak asing yang saat ini di kerumuni banyak petualang,"Sepertinya itu Isabel,apa aku harus menyapanya? Tidak akan merepotkan nantinya jika berurusan dengan para petualang itu..."
Tidak ingin terlibat dalam masalah yang merepotkan,Velskud langsung menuju ketempat Isla berada untuk mengambil misi baru.
"Yo Isla aku ingin mengambil Quest baru..."Ucap Velskud.
Isla lalu menengok kearah Velskud,"Oh Velskud,sebentar aku carikan dulu."
Sambil menunggu Isal,Velskud melihat-lihat para petualang yang begitu berisik membicarakan tentang Quest dari Kerajaan.
"Ini Velskud Quest untukmu,dalam Quest ini kamu hanya perlu memburu seekor Beast beruang yang sering menyerang para petualang dan caravan pedagang di jalan yang berada di hutan." Fila menjelaskan Quest kepada Velskud dan memberikan kertas Quest kepadanya.
Velskud menerima selembar Quest dan menaruhnya di balik jubah.
"Oh ya Fila,kenapa para petualang itu berkumpul pagi-pagi seperti ini?." Tanya Velskud.
"Ahh itu,mereka sedang membentuk party masing-masing untuk mengikuti ekspedisi Dungeon yang baru saja muncul baru-baru ini,
Ekspedisi ini akan dipimpin langsung oleh Jendral kerajaan dan hadiah untuk yang mengikuti ekspedisi ini yaitu 2000 Gold untuk masing-masing kelompok." Fila menjelaskan.
"Apa aku bisa mengikutinya? Kelihatannya ekspedisi ini sedikit menarik..." Tanya Velskud.
"Tentu saja kamu bisa mengikutinya,dan ekspedisi ini akan di mulai siang ini.Untuk titik kumpul yang mengikuti ekspedisi ini berada di Gerbang Kota,
Aku menyarankan jika kamu ingin mengikutinya,kamu harus mencari party..." Ujar Isla.
"Baiklah aku akan pikirkan nanti,kalau begitu aku pergi dulu..." Velskud meninggalkan Guild petualang bersama Roxy yang terlihat bermanja-manja di pundak Velskud.
※※※※※
Di sisi lain Isabel yang di kerumuni para petualang yang ingin memasukannya kedalam regu mereka sempat melihat Velskud yang keluar dari Gedung Guild dan mengejarnya.
Saat di luar pintu Guild,Isabel tidak menemukan sosok yang sedang ia cari," Sepertinya aku tadi melihat Velskud..."
Seorang petualang yang terlihat tampan kemudian mengejutkan Isabel dari belakang,"Hei bagaimana tawaran kami? Apa kamu akan bergabung?."
"Hmm,baiklah aku akan bergabung dengan party milikmu dalam Ekspedisi itu..." Ucap Isabel dengan wajah dinginnya.
Petualang tadi merupakan ketua dari party yang dia bentuk dengan lima rekannya.Untuk level dari party yang dia buat masing-masing anggota memiliki level antara 100 sampai 200,sementara dirinya berlevel 300.
Hal ini membuat dirinya senang dengan bergabungnya Isabel yang menurut petualang lain susah untuk diajak bergabung dalam suatu party.
"Baiklah kita akan berkumpul siang ini di Gerbang Kota." Ucap pria itu.
Pria itu kemudian kembali ke partynya dengan senyuman bahagia sementara Isabel berkeliling Kota mencari sosok yang dia kira Velskud.
※※※※※
Di kerajaan,pangeran mahkota ingin mengikuti ekspedisi donguen karena dia mendengar bahwa Isabel mengikuti ekspedisi itu dan lagi penyakit Isabel sudah sembuh.
"Ayah,aku ingin mengikuti ekspedisi ini..." Ujar pangeran Edric.
Raja Andreas yang mendengar putranya ingin mengikuti ekspedisi yang mana itu berbahaya sempat melarangnya.
Namun karena pangeran Edric memohon kepadanya sampai bersujud dia akhirnya menyetujuinya.
"Baiklah ayah ijinkan,namun kamu harus berhati-hati dan jangan bertindak gegabah saat mengikuti ekspedisi itu." Ucap Raja Andreas.
"Dan untukmu Jendral Gustaf,aku berharap kamu memimpin ekspedisi ini dengan baik dan juga tolong jagalah pangeran Edric..." Sambung Raja.
"Baik Yang Mulia saya akan menjaga pangeran Edric bahkan dengan nyawa saya sekalipun..." Ucap Jendral Gustaf.
Setelah itu Jendral Gustaf yang di ikuti oleh pangeran Edric dibelakangnya mulai berkemas untuk ekspedisi nanti.
'Aku tidak akan meninggalkanmu Isabel,bahkan jika kamu terkena penyakit seperti sebelumnya...' Batin pangeran Edric.