Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.
pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.
SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 21
Proses pernikahan berjalan dengan lancar, para tamu yang sebagian orang penting langsung mendatangi Hansen saat mereka turun dari altar.
Melihat Hansen sibuk meladeni banyak orang yang memberi selamat atas pernikahan nya.
Ana diam-diam menarik diri menjauh untuk menemui keluarga satria.
Hansen menyadari pergerakan Ana, ia ingin menahan nya namun saat ini para tamu terus berdatangan. Ia memberi isyarat pada Ares untuk mengurus Ana.
Ana terkejut ketika ia berhasil keluar dari kerumunan, tiba-tiba Ares sudah berdiri di depan nya.
"Nona, kamu mau kemana?" Ucap nya datar. Mengejutkan ana.
Ana mengernyit kesal ketika melihat Ares " Aku mau menyapa keluarga om satria!" Ketus nya, berjalan kesal, di ikuti Ares.
"Kamu kenapa mengikuti ku!"
"Tuan yang meminta ku, menjaga mu nona!"
Ana melirik sinis pada Ares "menjauh lah sedikit, jangan menguping pembicaraan orang lain.."
Ares mengabaikan ucapan Ana, ia tetap mengikuti langkah nya dengan wajah datar.
Ana merasa kesal setiap melihat wajah Ares yang selalu datar, ia menghentak jengkel sebab tidak bisa mengusir Ares.
Saat ia berhadapan dengan keluarga satria, seketika expresi nya berubah sangat cepat, ia tersenyum lebar menyapa. Memberi pelukan hangat pada keluarga nya.
Ares tertegun melihat sikap Ana berubah cepat dalam hitungan detik. Tiba-tiba ia tidak sengaja bertemu mata dengan
Risa yang melirik tajam Pada nya, ia masih menyimpan dendam dengan kejadian di rumah sakit saat itu.
Ares memalingkan wajah nya dengan cepat, seakan kejadian itu tidak pernah terjadi.
Sehingga Membuat Risa semakin jengkel dengan nya.
Ia menarik Ana menjauh dari Ares.
"Ana, katakan jika kamu di paksa!" Tegas Risa. melindungi
Ana melirik kecil pada Ares yang masih berdiri di belakang nya dengan wajah datar, "Risa, om dan tante mei! Apa aku terlihat seperti di paksa?" Menunjukan senyum yang nampak sangat bahagia.
Mereka menatap bingung pada Ana yang terlihat sangat bahagia, namun mereka masih merasa ada yang janggal setiap melihat sikap Ana.
Tante mei, meraih tangan Ana " Katakan saja sejujur nya, kamu di ancam oleh mereka dan berpura-pura di hadapan kami!"
Ana tertegun kaget saat Tante mei, bisa menebak kebohongan nya "A..aku.. aku!"
Tiba-tiba Ares menyela percakapan mereka " Nyonya mei, anda berpikir terlalu berlebihan, bos kami dan nona ana saling mencintai," mengeluarkan ponsel "kalian bisa lihat bukti nya sendiri!" Menunjukan foto Mesra Ana dan Hansen satu tahun lalu.
Ana tertegun tidak percaya saya melihat foto itu yang pernah ia ambil sebelum ia tahu identitas Hansen, saat itu ia mengambil banyak foto yang tersimpan di galeri ponsel nya.
Ia tidak menyangka kalau hansen mengambil nya dan masih menyimpan nya sampai saat ini.
Keluarga om satria tertegun diam saat melihat foto yang di tunjukan oleh Ares, di dalam foto itu terlihat jelas hubungan mereka sangat dekat dan baik, senyum di wajah Ana tidak bisa di bohongi klau ia sangat bahagia.
Keluarga satria merasa sedikit lega mengetahui jika ana tidak di paksa, namun mereka masih belum bisa tenang sebab identitas Hansen yang seorang mafia.
Om satria mendekat pada Ana menekan pelan kedua bahu gadis malang di hadapan nya itu.
"Nak, om tenang jika kamu bahagia, tapi.. Kamu tau kan siapa tuan Hansen itu?"
"Aku tau siapa dia om, kalian jangan khawatir tentang itu. Dia sangat baik pada ku!" Balas ana. berusaha tersenyum.
Om satria terdiam, ia tidak tau harus bicara apa lagi, ia tidak bisa mengatakan kalau ia tidak setuju dengan pilihan Ana. Namun mana mungkin ia mengatakan itu di depan orang kepercayaan Hansen.
Di sela percakapan mereka, hansen datang. Tangan nya melingkar di pinggul Ana menarik nya menjauh dari Om satria, sampai ana terkejut.
"Apa obrolan nya sudah selsai," ia tersenyum kecil pada Ana " Kita harus pergi sekrang!" Ucap nya, dengan cepat ekspresi nya berubah ketika menatap keluarga satria.
Ana segera pamit kepada keluarga satria, ia terus melakukan sandiwara bahagia di depan keluarga satria. Hingga mereka keluar dari gedung pernikahan.
.
.
.
.
Bersambung...