"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.
Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.
Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:
Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?
Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?
Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan pahit
Aku berada di tempat ramai, tetapi aku hatiku merasa sepi. Aku tertawa di saat orang-orang di sekitarku tertawa, dan mendengarkan mereka bicara namun hatiku merindukannya.
Biasanya aku menghabiskan malamku dengan mas Adrian, melakukan hal-hal yang kami sukai dan melihatnya makan dengan sangat lahap masakanku. Atau kami pergi ke pantai di malam hari sambil bergandengan tangan. Mas Adrian mendengarkan ceritaku tanpa sedikitpun terlihat jenuh. Bahkan kami sering mengobrol sampai tengah malam sebelum tidur. Seolah-olah dunia hanya milik kami berdua.
Maka dari itu aku harus mencari tau kebenarannya..
Meski hati dan fikiranku kacau balau, aku harus bersikap sewajarnya. Aku akan berusaha untuk tetap kuat dan berpura-pura tidak ada hal buruk apapun yang terjadi. Aku bahkan tak bercerita pada Dwi dan suaminya mengenai apa yang terjadi tadi, sehingga aku banyak menangis. Dwi selalu menatapku, mungkin ia tau bahwa aku sedang tidak baik-baik saja.
Aku meminjam laptop milik Dwi, dan membuat alasan bahwa aku ingin menonton sebuah film di internet sebelum tidur. Lalu aku pun pergi dan mengurung diriku di kamar tamu setelah makan malam dan menghabiskan waktu bersama mereka.
Aku berdoa di dalam hatiku agar apapun yangku lihat nantinya di file yang Tiara berikan tidak akan menghancurkanku seperti yang aku bayangkan sejak tadi siang. Aku harap ada hal baik yang dapat menghiburku meski kenyataannya adalah kebenaran bahwa mas Adrian adalah laki-laki itu.
Saat aku membukanya.. Aku melihat file-file berisi gambar dengan tanggal-tanggalnya. Aku pun membukanya satu persatu.
Mulai dari gambar yang pertama.
Sebuah gambar selembar kertas jurnal yang berisi tanggal penulisan. Yang isinya mengenai Pertemuan pertama si pemilik jurnal dengan seorang gadis kecil yang sangat cantik di lapangan tempatnya sering duduk sendirian setelah pulang dari sekolah. Si pemilik jurnal mengatakan bahwa gadis itu bertubuh mungil dan berkulit putih serta memiliki mata yang indah dan juga begitu polos. Si pemilik jurnal mengatakan betapa ia sangat menyukai si gadis kecil itu.
Isi jurnal selanjutnya berisi mengenai gadis kecil itu lagi. Yang mana di dalamnya si pemilik jurnal mengatakan bahwa ia baru tau nama dan situasi keluarga si gadis kecil melalui temannya Adam saat mengobrol dekat lapangan. Dan si Adam memberi tau si pemilik jurnal bahwa si gadis kecil itu tidak memiliki ayah karena pergi meninggalkannya demi wanita lain dan tidak pernah kembali. Si pemilik jurnal mengatakan betapa ia merasa iba dengan si gadis kecil. Lalu si pemilik jurnal memberanikan diri untuk bermain dengan si gadis kecil.
Akupun mulai merasa mual..
Jantungku berdegup cepat dan aku mulai gemetar.
Jurnal di lembar selanjutnya, menjelaskan tentang perasaan si pemilik jurnal yang mulai memiliki rasa pada si gadis kecil itu. Mungkin karena kesamaan nasib, karena ayah dari si pemilik jurnal juga sudah berkali-kali meninggalkan ibunya agar bisa bercerai dari ibu si pemilik jurnal. Sehingga si pemilik jurnal merasa bahwa ia dan si gadis kecil adalah belahan jiwa. Dan berfikir untuk memilikinya..
Bacaan selanjutnya..
"Aku sudah berani menyentuhnya.. Aku benar-benar bodoh ! Seharusnya aku tidak melakukan itu pada gadis kecil itu ! Mengapa hasratku muncul padahal aku belum pernah berkencan sebelumnya. Bagaimana bisa tubuhku ingin sekali menyentuhnya. Seharusnya aku bersabar dan menunggunya tumbuh dewasa". Ujar si pemilik jurnal, bahwa ia mengakui dengan sadar sudah menyentuh si gadis kecil itu.
Dan gadis kecil itu adalah aku..
Karena di file selanjutnya adalah beberapa fotoku saat bermain, yang di ambil secara diam-diam saat aku kecil.
Dan di lembaran belakang jurnal itu tertulis :..
"Aku akan mencarimu, dan bertanggung jawab atas semua perbuatanku.. Jadi, tunggulah aku..". Tulisan di bagian belakang jurnal.
Adrian ❤️ Briar untuk selama-lamanya