Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Berusaha tegar pilihan terbaik yang harus dilakukan Mila, melihat tatapan sinis calon kakak iparnya yang tidak suka kehadirannya, Mila sadar status sosialnya tidak sama seperti keluarga Farhan membuat dirinya faham jika semua keluarga Farhan tidak menerima kehadirannya dan dianggap malu karena tidak sama seperti keluarga suaminya.
"Habis nikah jangan banyak minta dan sadar diri jadi perempuan." ucap Ihsan melihat wanita didepannya, sejujurnya kagum wajah Mila terlihat lebih cantik setelah di makeup.
"Jangan jadi OKB dan bikin malu kita selama jadi istrinya Farhan!" tegas Raka memperhatikan wanita didepannya terlihat santai tidak ada rasa takut sama sekali.
"Sadar diri jadi perempuan, dari kampung tidak bawa apapun jadi jangan banyak minta sama adik kita, ingat apapun yang dimiliki Farhan bukan milik lo jadi sadar diri setelah nikah, kalo ada Farhan dirumah sudah selayaknya masakin Farhan makanan enak karena dia yang kerja dan saat Farhan kerja lo dilarang keras makan enak selama dirumah mengerti, jangan ngeluh dan banyak mau karena lo tidak pantas mendapatkannya." ucap Gendis menatap sinis adik iparnya.
"Kalian tenang saja setelah nikah saya tidak akan banyak minta sama Farhan, saya tahu diri kok Kakak-Kakak." ucap Mila santai, sejujurnya sedih sekali banyak larangan yang diucapkan Kakaknya Farhan, merasa tidak pantas menjadi istri Farhan setelah mendengar ucapan ketiga Kakaknya yang tidak suka kehadirannya.
Tidak ingin semakin direndahkan dan dihina, Mila berusaha tenang dan menahan emosi supaya tidak membuat ketiga Kakaknya Farhan semakin bahagia karena sudah membuat dirinya sedih dan kesal.
Diam sambil mendengar ucapan ketiga Kakaknya Farhan, Mila minta perias melanjutkan tugasnya dan berusaha wajahnya tidak basah karena air mata dan tidak ingin mengacaukan hari bahagianya karena ucapan tidak enak didengar dari ketiga Kakaknya Farhan.
**
Bingung dicampur kesal karena mendengar ucapan asisten pribadinya, bagaimana bisa client minta rapat mendadak besok setelah resepsi pernikahan, padahal Farhan sudah memberitahu dirinya akan melaksanakan pernikahan dan semua client diundang dalam acara resepsi pernikahannya.
"Apa kamu tidak bisa gantikan posisi saya Erik, tidak sopan sekali dia seenaknya merusak hari bahagia saya dengan alasan pekerjaan?" tanya Farhan melihat Erik Asisten pribadinya.
"Sebenarnya bisa sih Bro, tapi dia ancam kerjasama batal kalo bukan kamu yang datang rapat besok, walaupun proyek ini proyek kecil tapi kalo batal nama baik perusahaan kita bisa rusak karena dia." ucap Erik ragu untuk gantikan posisinya Farhan.
"Kamu benar nama baik jauh lebih penting, baik lah saya akan bicarakan sama Mila kalo bulan madu kita diundur sehari semoga dia mengerti, duh ada-ada saja masalah di hari bahagia saya, baik lah kita ke depan sebentar lagi acara ijab kabul." lanjut Farhan mengalah dari pada nama baik perusahaan jadi jelek, karena satu orang kecewa karena batal rapat dan batal kerjasama, memilih untuk mengundur bulan madu sehari.
Setelah melihat penampilannya rapih dengan setelan jas dan peci, membuat Farhan ajak Erik jalan keluar dari ruang kerjanya jalan menuju ruang tamu.
Walaupun sedih ijab kabul dilaksanakan dirumah karena permintaan ketiga Kakaknya supaya tidak ada satu pun yang datang saat ijab kabul, syarat supaya ketiga Kakaknya hadir dalam acara pentingnya saat ijab kabul dan resepsi pernikahan tanpa ada drama yang dibuat akhirnya Farhan mengalah dan setuju tanpa protes sama sekali supaya menjaga emosi ketiga Kakaknya tidak bertingkah berlebihan dihari bahagianya.
**
Bahagia mendengar kabar kalo Farhan rela mengundurkan keberangkatan untuk bulan madu walaupun sehari demi datang rapat, membuat Gendis langsung kasih tahu saudara-saudaranya kabar baik yang diterima dari client yang akan ditemui Farhan besok.
"Seharusnya jangan sehari Farhan tidak ajak perempuan itu seharusnya batal total, supaya perempuan itu tidak merasakan jalan-jalan gratis ke Bali rugi ajak orang kampung itu." protes Ihsan tidak puas mendengar kabar dari Kakaknya.
"Betul enak sekali perempuan itu sudah numpang hidup disini dan mendapatkan jalan-jalan gratis lagi, serius deh tidak rela gue dengernya." ucap Raka kesal karena dirumahnya akan ada perempuan yang dianggap numpang hidup dan merepotkan hidupnya Farhan.
"Andaikan bisa sepenuhnya dibatalkan akan gue lakukan, ini saja sudah bagus berhasil setidaknya perempuan itu bakal sedih karena tidak jadi berangkat walaupun sehari juga, sudah yuk ke depan sebentar lagi ijab kabul dimulai, untungnya Farhan nurut ijab kabul dirumah supaya tidak ada yang lihat bisa-bisa seharian gue malu denger protes tamu undangan karena melihat istrinya Farhan yang dari kampung itu bisa jadi keluarga kita, kalo resepsi pernikahan kan kita sibuk jadi tamu juga tidak akan banyak ngobrol." ucap Gendis bahagia karena ide dadakannya berhasil, supaya menggagalkan ijab kabul Farhan dan Mila dihadiri temen-temen dan client Farhan, tidak membayangkan dari ijab kabul sampai resepsi pernikahan mendapatkan komentar yang tidak enak didengar.
Raka dan Ihsan setuju untuk jalan bareng ke ruang tamu, bersyukur keluarganya Mila tidak banyak protes karena ijab kabul anaknya dilaksanakan dirumahnya Farhan tanpa ada yang melihat langsung acara ijab kabul mereka, karena tidak sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan yang pasti tidak enak didengar karena tahu Mila dari kampung selama merantau ke Jakarta cuman jadi tukang ojek online dan penjual kue keliling yang akhirnya dipinang sama Farhan dan dijadikan pendamping hidup.