NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 — Satu Tebasan, Satu Nyawa

Su Yang baru saja meninggalkan Kota Bulu Angin ketika suara gaduh dari gerbang belakang menarik perhatiannya.

Puluhan orang berkumpul di tepi jalan. Sebagian mengenakan zirah, sebagian membawa pedang atau busur, sementara beberapa lainnya mengenakan jubah perguruan. Kereta pengangkut barang berjajar di belakang mereka, lengkap dengan kuda dan perbekalan untuk perjalanan panjang.

Dari percakapan yang terdengar, Su Yang segera mengetahui tujuan mereka.

Lembah Petir.

“Dengar semuanya!” Seorang pria botak bertubuh besar berdiri di depan rombongan sambil mengangkat kapak baja.

“Perjalanan kita memakan waktu sekitar lima hari. Kucing Petir di sana jumlahnya mencapai ratusan. Semakin banyak yang kita bunuh, semakin besar keuntungan yang kita bawa pulang!”

Sorakan langsung membahana.

Su Yang melirik gulungan misi di tangannya. Rupanya perburuan kali ini jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

Ia tidak berniat bergabung. Setelah memastikan arah perjalanan, Su Yang berjalan mendahului rombongan dengan kedua tangan terlipat di belakang punggung.

Namun, jubah Sekte Bunga Mendalam yang dikenakannya segera mengundang bisikan.

“Lihat. Murid sekte itu.”

“Katanya mereka lebih mementingkan penampilan daripada kemampuan bertarung.”

“Memiliki tingkat kultivasi tinggi belum tentu membuat mereka sanggup mengayunkan pedang.”

Su Yang mendengar semuanya. Ia bahkan menganggap sebagian komentar itu cukup beralasan. Banyak murid pelataran luar memang terlalu sibuk meningkatkan kultivasi sampai mengabaikan latihan bertarung.

Tetapi ia tidak merasa perlu membela nama sekte di hadapan orang-orang asing.

Perjalanan berlanjut. Jalan yang semula lebar perlahan menyempit, membuat rombongan di belakang terpaksa mengikuti langkah santainya.

“Kenapa kita malah berjalan mengikuti bocah itu?” seseorang menggerutu.

“Suruh dia menyingkir!”

Pria botak yang memimpin rombongan akhirnya kehilangan kesabaran.

“Hei, murid berjubah putih! Minggir kalau tidak mau terlindas!”

Su Yang menoleh sekilas, lalu kembali memandang jalan.

Sikap itu membuat wajah pria botak memerah.

“Kau tuli?!”

Ia melangkah maju sambil menggenggam kapaknya.

Su Yang akhirnya berhenti. Tatapannya tenang ketika berbalik menghadapi pria tersebut.

“Aku tidak akan melarangmu mengayunkan kapak itu,” katanya. “Tetapi begitu kau melakukannya, kau tidak akan pernah menginjakkan kaki di Lembah Petir.”

Kerumunan mendadak senyap.

“Apa katamu?”

“Kau mendengarnya.”

Su Yang kembali berjalan.

Raungan marah langsung terdengar di belakangnya.

Pria botak itu melompat dengan kapak terangkat tinggi. Sebagai kultivator Alam Roh Mendalam Lapisan Ketiga, ia terbiasa membuat orang lain menunduk. Di hadapan puluhan pengikutnya, ia tidak mungkin membiarkan seorang murid pelataran luar mempermalukannya.

Bilah kapak meluncur menuju kepala Su Yang.

Namun, sesaat sebelum senjata itu mengenainya, Su Yang berputar.

Sring!

Pedang baja di pinggangnya keluar dari sarung.

Hanya satu kilatan.

Niat membunuh yang mengerikan menyapu jalan. Kuda-kuda meringkik ketakutan, sementara para kultivator yang menyaksikan serangan itu mendadak merasa kaki mereka membeku.

Tubuh pria botak terlempar ke belakang.

Kapaknya jatuh lebih dahulu.

Lalu tubuhnya menyusul, tanpa kepala.

Sebuah benda berputar di udara sebelum jatuh ke tanah. Ketika orang-orang menyadari bahwa benda itu adalah kepala pemimpin mereka, beberapa orang spontan menjerit.

Su Yang mengembalikan pedangnya ke sarung.

“Aku juga menuju Lembah Petir,” ujarnya, seolah tidak terjadi apa-apa. “Kita memiliki tujuan yang sama. Jadi, sebaiknya jangan membuang waktu dengan pertengkaran tidak berguna.”

Tak seorang pun menjawab.

“Bagus.”

Ia melanjutkan perjalanan, meninggalkan puluhan orang yang masih terpaku.

Baru setelah sosoknya menghilang di tikungan, mereka berani bergerak.

“Siapa sebenarnya dia?”

“Katanya murid pelataran luar! Murid pelataran luar macam apa yang bisa membunuh kultivator Alam Roh Mendalam dengan satu tebasan?”

Tak ada yang memiliki jawaban.

Mereka akhirnya meneruskan perjalanan tanpa pemimpin. Bagaimanapun, hadiah dari perburuan Kucing Petir terlalu menggiurkan untuk ditinggalkan.

Empat hari berlalu.

Su Yang berjalan tanpa menunjukkan kelelahan. Kultivasinya yang meningkat pesat membuat perjalanan panjang semacam ini tidak lagi menjadi persoalan.

Menjelang sore, sebuah kereta emas terlihat di depan.

Kereta itu dihiasi giok mahal dan dikawal pasukan berkuda bersenjata lengkap. Di atas atapnya duduk seorang lelaki tua berjubah abu-abu, bersila dengan mata terpejam.

Su Yang memperlambat langkah.

Alam Roh Surgawi.

Ia tidak dapat membaca tingkat kultivasi lelaki itu secara langsung, tetapi pengalamannya cukup untuk mengenali kekuatan yang tersembunyi di balik aura tenang tersebut.

Yang membuatnya penasaran bukanlah sang pengawal, melainkan orang di dalam kereta.

Siapa yang memiliki kedudukan cukup tinggi hingga seorang ahli Alam Roh Surgawi bersedia menjadi pengawal pribadinya?

Su Yang memilih berjalan di belakang rombongan itu tanpa mengganggu mereka.

“Senior, ada seseorang mengikuti kita,” lapor seorang prajurit.

Lelaki tua tersebut membuka mata. Pandangannya tertuju kepada Su Yang, lalu berubah sedikit heran.

Ia tidak bisa membaca kultivasi pemuda itu dengan jelas. Sosoknya terasa seperti kabut yang menyembunyikan sesuatu.

Namun, ia juga tidak merasakan niat jahat.

“Biarkan,” jawabnya.

Kereta kembali bergerak.

Beberapa jam kemudian, perjalanan mereka terhenti.

Seorang pria berjubah hitam berdiri di tengah jalan. Seluruh wajahnya tertutup kain, hanya menyisakan sepasang mata.

Lelaki tua di atas kereta bangkit.

“Bilah Cahaya Bulan mengirim seorang ahli Alam Roh Bumi seorang diri untuk menghadangku?” tanyanya dingin. “Apa kalian sedang bercanda?”

Pria berjubah hitam terkekeh.

“Aku hanya menyampaikan pesan dari pemimpin kami.”

Ia menatap pintu kereta.

“Serahkan pemilik Tubuh Seratus Racun sebelum bulan purnama berikutnya. Jika tidak, kami akan mengambilnya dengan paksa.”

Para pengawal langsung mencabut senjata.

“Berani sekali kalian mengancam Nona Muda!”

“Cepat atau lambat, markas kalian akan ditemukan!”

Pria itu tertawa.

“Kalian boleh memiliki pasukan lebih kuat. Tetapi sejak kapan Bilah Cahaya Bulan bertarung secara terbuka?”

Su Yang mendengarkan tanpa menyela.

Tubuh Seratus Racun?

Nama itu terasa familier, tetapi ia belum sempat mengingatnya ketika lelaki tua tersebut mengeluarkan kipas kertas.

“Pesanmu sudah disampaikan. Sekarang, matilah.”

Satu kibasan kipas melepaskan gelombang energi yang menghancurkan tanah tempat pria berjubah hitam berdiri.

Namun, sosok itu lenyap.

“AWAS!” teriak lelaki tua tersebut.

Bayangan hitam tiba-tiba muncul di belakang Su Yang. Belati berkilat di tangannya.

“Aku tahu akan mati hari ini,” desis penyerang itu. “Setidaknya aku akan membawa satu orang bersamaku!”

Tangannya bergerak menuju punggung Su Yang.

Tetapi tangan Su Yang sudah lebih dahulu menggenggam gagang pedang.

Seketika, Niat Pedang meledak.

Gerakan si penyerang terhenti. Matanya membelalak ketika menyadari bahwa tekanan mengerikan itu berasal dari pemuda yang baru saja ia anggap sebagai sasaran termudah.

Terlambat.

Satu tebasan menyambar.

Tubuh pria berjubah hitam terbelah dan jatuh ke jalan sebelum belatinya sempat menyentuh sasaran.

Su Yang menatap mayat itu dengan dingin.

“Kau terlalu lama memandangiku. Apa kau kira aku tidak menyadarinya?”

Ia menyarungkan pedang.

Di sekelilingnya, para pengawal berdiri tanpa suara. Bahkan lelaki tua berjubah abu-abu tampak kehilangan kata-kata.

Ia mengenali teknik yang baru saja digunakan.

Niat Pedang.

Namun, kekuatan dan ketajamannya berada di luar sesuatu yang sanggup ia tiru, meskipun dirinya sudah mencapai Alam Roh Surgawi.

Lelaki tua itu turun dari kereta dan menghampiri Su Yang.

“Anak muda, siapa namamu?”

“Xiao Yang.”

“Bolehkah aku mengetahui usiamu?”

Su Yang tersenyum tipis. “Dalam pertarungan, yang menentukan hasil adalah kekuatan dan pengalaman. Apa pentingnya usia?”

Lelaki tua itu terdiam, lalu tertawa kecil.

Sebelum ia sempat bertanya lagi, suara perempuan yang lembut terdengar dari dalam kereta.

“Senior Zhong, apakah semuanya baik-baik saja?”

“Ancaman sudah disingkirkan, Nona Muda.”

“Kalau begitu, mari lanjutkan perjalanan. Kita tidak punya banyak waktu.”

Senior Zhong kembali memandang Su Yang dengan sedikit penyesalan.

“Aku ingin berbincang lebih jauh tentang Niat Pedangmu, tetapi kami harus pergi. Aku berasal dari Sekte Pedang Ilahi. Jika suatu hari kau berkunjung, tunjukkan benda ini kepada siapa pun di sana.”

Ia menyerahkan sebuah keping giok kuning.

Su Yang menerimanya.

“Jika ada kesempatan.”

Senior Zhong kembali ke kereta. Rombongan emas itu perlahan bergerak meninggalkannya.

Su Yang memandang keping giok di tangannya, lalu menyimpannya ke dalam jubah.

Ia semula hanya ingin menyelesaikan misi perburuan dan mencari alasan yang masuk akal bagi lonjakan kultivasinya.

Namun, kini ia telah mendengar tentang sebuah organisasi pembunuh, seorang nona muda misterius, dan Tubuh Seratus Racun.

Perjalanan menuju Lembah Petir rupanya jauh lebih menarik daripada yang ia perkirakan.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!