NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Kubah ungu itu mendengung hebat di tengah ruangan. Di dalamnya, Azzy masih memukul dinding pelindung dengan kesal, membuat percikan hitam berbenturan dengan pendaran ungu.

Namun, Kenzo tidak punya waktu untuk menonton.

Pintu besi di ujung basement hancur terbuka. Puluhan moncong senapan langsung mengarah lurus pada dada Kenzo, bersiap memuntahkan timah panas dalam hitungan detik.

3 orang pria berdiri paling depan. Tubuh mereka diselimuti cahaya tipis yang menandakan kekuatan spiritual tingkat menengah.

"Anomalinya sudah dikurung!" teriak seorang komandan lewat pengeras suara. "Target tersisa hanya 1 orang! Habisi dia!"

Bising suara peluru langsung membelah udara. Ratusan proyektil logam melesat cepat ke arah Kenzo bagai kawanan lebah yang mengamuk.

Kenzo tidak diam mematung.

Berkat peningkatan fisiknya, semua pergerakan di sekitarnya melambat. Otak dan matanya bekerja jauh lebih cepat dari manusia normal.

Ia menendang sebuah peti baja terdekat. Benda berat itu meluncur, menjadi perisai darurat yang menahan laju rentetan peluru pertama.

1 peluru menyempar pinggangnya. 1 lagi menghantam bahunya dengan keras.

Tetapi, ia tidak mati.

Zirah kain di balik bajunya mengeras seketika. Serat tipis itu meredam seluruh benturan mematikan dan membuang energinya menjadi getaran tumpul.

Sambil berguling ke sela kontainer kargo, ia mencabut pistol taktis miliknya. Senjata hitam itu terasa dingin di tangannya.

BUMP! BUMP! BUMP! BUMP!

4 tembakan dilepaskan berturut-turut tanpa suara ledakan. Pistol itu menyerap stamina Kenzo, mengubahnya menjadi hantaman udara bertekanan tinggi.

4 penjaga di baris depan langsung terpental. Helm baja mereka penyok parah seolah baru saja dihantam palu raksasa.

Mereka roboh seketika ke lantai beton tanpa sempat berteriak.

"Senjata apa itu? Dia tidak menembakkan peluru!" teriak seorang penjaga dengan wajah pucat.

"Jangan takut! Kepung lorong kontainer itu!" seru salah satu manusia bertenaga super tingkat menengah.

Pria itu memiliki tubuh sangat besar. Kulitnya perlahan mengeras dan berubah warna menjadi abu-abu semen seperti batu padat.

Ia menerjang masuk dengan percaya diri. Langkah kakinya yang berat membuat lantai basement kargo bergetar cukup keras.

Pria batu itu merasa kebal. Di matanya, pistol udara Kenzo tidak akan mampu melukai kulit tebal miliknya.

Kenzo berdiri tenang di ujung celah kontainer yang gelap. Napasnya diatur dengan sangat teratur demi menghemat sisa staminanya.

Ia menggeser pistolnya ke tangan kiri. Tangan kanannya meraba kantong jaket, menarik sesuatu yang sangat tipis.

"Mati kau, tikus kecil!" raung pria batu itu sambil mengayunkan tinju besarnya ke arah kepala Kenzo.

Namun, kepalan tangan itu tidak pernah sampai pada targetnya.

SRING!

Suara gesekan halus terdengar sangat pelan di udara kosong. Pria batu itu mendadak menghentikan langkahnya secara paksa.

Wajah marahnya berubah menjadi ekspresi bingung. Sedetik kemudian, teror murni terpancar dari matanya yang melebar.

Sebuah garis merah tipis melingkar di leher batunya. Darah segar menyembur kencang bagai air mancur yang rusak.

Kepalanya menggelinding jatuh ke tanah. Tubuh besarnya ambruk tanpa daya dengan suara deburan keras.

Kawat senar transparan tingkat Perunggu terpasang di sana. Benda setipis rambut itu diikat kuat di antara dinding kontainer.

Pria batu itu memenggal dirinya sendiri karena berlari terlalu cepat tanpa melihat ke depan.

Kenzo melepas pegangan kawat tersebut. Ia kemudian mencabut 3 pisau lempar dari sabuk di paha kirinya.

Dengan cepat, ia melompat ke atas tumpukan peti kayu. Langkah kakinya seringan kucing saat memanjat ke puncak kontainer baja.

Ia kini berada di atas kepala para musuh yang tersisa.

"Dia di atas! Tembak!"

Sebelum laras senapan mereka sempat mendongak, Kenzo sudah mengayunkan tangan kanannya dengan gerakan menyapu yang cepat.

Jleb! Jleb! Jleb!

3 pisau perunggu menancap tepat di celah pelindung leher 3 penjaga. Mereka langsung tumbang ke lantai.

Kenzo melompat turun tanpa ragu. Ia mengarahkan pistolnya langsung pada 2 orang manusia super yang tersisa.

BUMP! BUMP! BUMP!

Tembakan udara bertubi-tubi menghantam dada mereka. Perisai spiritual mereka retak sebelum hancur sepenuhnya akibat tekanan kinetik yang besar.

Tubuh 2 orang manusia super itu terdorong ke belakang hingga menabrak dinding beton dan tidak bergerak lagi.

Sunyi kembali menguasai lantai basement. Lorong kargo itu kini dipenuhi oleh genangan darah dan mayat pasukan khusus.

Semua itu selesai dalam waktu kurang dari 5 menit saja.

Kenzo mendarat dengan 1 lutut sebagai tumpuan. Dadanya naik-turun dengan cepat karena staminanya terkuras sangat banyak.

Keringat dingin membasahi pelipisnya. Penggunaan senjata tingkat Perak tanpa henti membuat tubuhnya terasa sangat lelah.

Ia menatap ke arah kubah ungu di kejauhan. Azzy masih tertahan di sana, tidak bisa keluar karena dimensi spasialnya dikunci.

"Mereka sengaja memisahkan pelayanku," gumam Kenzo sambil mengatur napasnya yang memburu.

Ia berdiri perlahan. Mayat para penjaga dilewatinya begitu saja saat ia melangkah menuju koridor utama gedung.

Lewat kacamata khusus miliknya, ia melihat pendaran energi merah yang sangat besar di lantai atas.

Pasukan tadi hanya umpan untuk menguji kemampuannya. Musuh yang sebenarnya sedang bersiap turun dengan jumlah yang jauh lebih banyak.

Tanpa bantuan Azzy, berjalan masuk ke sana dengan stamina setengah kosong adalah tindakan bodoh.

Sebuah senyum tipis mendadak muncul di sudut bibir Kenzo.

Ia memanggil antarmuka sistem miliknya ke udara kosong. Layar holografik emas bercahaya terang muncul di depan matanya.

[Sistem Diaktifkan]

[Jatah Jaminan 100% Hari Ini: 2/3]

"Kalian pikir bisa menang hanya karena mengunci pelayanku?" bisik Kenzo pada kesunyian koridor.

"Sayang sekali. Sistemku tidak pernah kehabisan amunisi."

Kenzo menyentuh tombol pencarian emas di layar. Cahaya berkilauan mulai mengalir di sekitar tubuhnya yang letih.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!