NovelToon NovelToon
Luka Pernikahan

Luka Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja

Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri

Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Andra mengunjungi apartemen istri keduanya, hati yang kesal harus ditenangkan dan dia adalah Sarah

"Mas"

Melihat suaminya yang datang, Sarah mendekat lalu memeluknya

"Ada apa? Kamu keliatan kesel" Sarah mengajak suaminya untuk duduk dan Andra menurut

"Aku lagi berantem sama Aini, lama-lama dia nyebelin juga"

Sarah meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya itu, ia mencoba membuat suasana hati Andra kembali membaik

"Lagian buat apa sih kamu pikirin Aini, aku ada di sini mas"

"Iya, aku memang butuh kamu" Anda memejamkan matanya sambil menikmati aroma tubuh Sarah

"Kenapa gak kamu cerein aja sih mas?" Sarah sebenarnya bingung, harusnya Andra ceraikan saja istrinya itu

"Aku lagi gak mau bahas tentang perceraian" Sarah mengerti, keduanya memilih untuk melepas rasa lelah ini didalam kamar

Andra tidak pulang sejak semalam, Aini tidak ingin berpikir buruk namun kecurigaan itu jelas saja ada

"Apa mas Andra beneran selingkuh?" Tengah bergelut dengan rasa curiga, suara tangisan putri nya terdengar

Aini mendekat, meraih putri kecil nya itu lalu menggendongnya "Ada apa sayang? Kasih bosen yaa" Bayi kecil itu masih menangis "Kita jalan-jalan yaa!"

Daripada pusing, Aini memutuskan untuk mengajak putri kecilnya berkeliling taman di sore hari. Lagipula suaminya mungkin tidak akan kembali kerumah dan Aini malas memikirkannya

Aini mendorong stroller putrinya berkeliling, taman ini dekat dengan perumahan hingga Aini bisa kesini dengan berjalan kaki

Sepertinya Kasih senang berjalan-jalan seperti ini, terbukti dari bayi kecil itu yang berhenti menangis

Aini melihat sekelilingnya, ia melihat ada beberapa wanita yang juga menikmati suasana sore di taman ini

Melihat para wanita itu yang terlihat cantik, usianya mungkin masih muda, tapi Aini sadar jika saat menjadi ibu, dirinya jauh lebih mengutamakan kebutuhan keluarga dibanding kebutuhan pribadi

Aini menghela napasnya, memaksa senyum terbit diwajahnya lalu kembali mendorong stroller putrinya

Saat hendak menyebrang jalan, Aini berteriak saat sebuah mobil hampir saja menabraknya, beruntung pengendara itu cepat mengerem hingga Aini dan putrinya baik-baik saja

Pintu terbuka, seorang pengendara keluar dan menghampiri Aini. Aroma maskulin mendominasi saat pria itu berdiri tepat dihadapannya

"Kamu gak apa-apa?" Aini mengangkat wajahnya, dihadapannya seorang pria berwajah tampan tengah berdiri dengan raut wajah khawatir

"Saya gak apa-apa mas, salah saya juga karena nyebrang sembarangan" Aini merasa bersalah karena sudah membuat orang lain hampir celaka

Pria itu terlihat merogoh sakunya, mengeluarkan dompet lalu meraih beberapa lembar dari sana

"Ini, ambillah! Sebagai bentuk permintaan maaf saya" Ujar pria tampan itu pada Aini

"Tidak perlu mas, saya juga gak apa-apa" Aini menatap lekat pria tinggi itu "Itu kening mas nya luka"

Pria itu menyentuh keningnya, memang ada noda merah disana, sepertinya terbentur setir karena memang tadi ia mengemudi dengan kecepatan tinggi

"Oh ini, ini hanya luka kecil" Pria itu tersenyum dan saat itulah Aini melihat cekungan di pipinya

"Walaupun luka kecil, tetap saja harus diobati" Aini tersenyum "Ayo biar saya obati dulu"

Aini menarik tangan si pria lalu keduanya duduk di bahu jalan, membiarkan Kasih tetap di stroller nya

Aini mengambil plaster berwarna merah muda dari dalam tas yang ia bawa, lalu menempelkannya pada kening pria itu

Aini tampak begitu serius, hingga ia tidak sadar bahwa posisinya terlalu dekat membuat si pria menatapnya dengan intens

"Sial, kenapa jantungku berdebar seperti ini" Ujar pria tampan itu dalam hatinya saat wajah Aini begitu dekat

"Sudah" Aini tersenyum dan itu terlihat manis "Mas"

Panggilan itu membuat si pria tampan tersentak, bisa-bisanya ia terpesona pada wanita yang baru pertama kali bertemu

"Terima kasih"

"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu yaa mas!" Aini bangkit berdiri  lalu mendorong stroller Kasih menjauh dari jalan

Sementara pria yang menabraknya masih membeku, tangannya terangkat menyentuh kening yang terpasang plaster berwarna merah muda dengan gambar hati

"Sadar Yudha! Dia istri orang" Pria itu tersenyum sambil menatap punggung wanita yang baru saja menggetarkan hati nya itu bergerak menjauh

***

Aini kembali  kerumah setelah menghabiskan waktu di taman, setidaknya pikirannya sedikit lebih baik

Begitu tiba, ia lebih dulu memandikan putrinya lalu menidurkannya karena bayi kecil itu sepertinya kelelahan

Aini melangkah menuju dapur, walaupun suaminya belum tentu pulang, ia akan tetap memasak

Tengah sibuk dengan pekerjaan dapur, terdengar suara pintu yang diketuk. Aini melangkah menuju pintu depan karena jika itu suaminya pasti tidak akan mengetuk

"Faris" Aini tersenyum saat melihat adik iparnya yang datang "Ayo masuk, Ris!"

Pemuda tampan itu masuk, lalu Aini menutup pintu

"Kakak lagi masak, kakak tinggal dulu yaa!"

"Ini aku beli makanan kesukaan kak Aini" Faris memperlihatkan kantung plastik bawaannya

"Waah kebetulan, kalau gitu kakak gak perlu lanjutin lagi masaknya" Aini tersenyum lalu Faris menyerahkan kantung itu pada sang kakak

"Kasih dimana kak?"

"Udah tidur, kayaknya kecapean karena baru aja dari taman" Jawab Aini "Ayo kita makan bareng, Ris!"

"Boleh deh, kebetulan aku juga baru pulang kerja" Faris membuka jaket jeans nya lalu melangkah bersama Aini menuju dapur

"Kamu masih part time, Ris?" Tanya Aini sambil menyiapkan makanan yang Faris bawa diatas meja

"Iya kak, lumayan lah buat biaya kuliah" Jawab Faris lalu menerima piring dari sang kakak "Makasih kak"

Keduanya makan sambil sesekali bercanda, mendengar suara tawa, Andra yang baru saja tiba segera menuju sumber suara

"Mas" Sapa Aini saat melihat suaminya berdiri tak jauh dari meja makan "Aku pikir kamu gak pulang"

"Kamu ngarep mas gak pulang?" Tanya Andra sambil melangkah mendekat ke arah meja makan

"Kamu bicara apa sih mas?" Aini menggeleng karena ia tengah malas untuk bertengkar terlebih disini ada Faris

"Ayo makan mas! Faris beliin makanan" Aini mengambil piring untuk suaminya, sementara Andra sendiri telah duduk

Ia menatap sang adik yang tengah menikmati makanannya tanpa menoleh padanya

"Kamu banyak uang Ris? Makanannya banyak banget" Andra sedikit ketus

"Aku baru gajian, inget kalau ini makanan favoritnya kak Aini makanya aku beliin" Jawab pemuda itu tanpa beban

"Kamu mikirin banget istri Abang?" Andra tidak berharap jika adiknya ini lupa jika Aini adalah kakak iparnya

"Emang salah?"

"Menurut Abang kamu sebaiknya fokus aja kuliah! Gak perlu segala kerja kayak gini" Ujar Andra pada sang adik sementara Aini hanya menjadi menyimak, lebih baik ia fokus saja pada makanan didepannya

"Ini gak ganggu waktu kuliah kok, bang. Lagian ini juga buat bantu-bantu Abang" Ujar Faris

"Udahlah mas! Selagi itu gak mengganggu kuliah Faris Aku rasa gak apa-apa"

Andra tidak lagi menjawab, ia sesekali menatap tajam Faris yang sepertinya menikmati makan malam bersama ini

1
Ilfa Yarni
mari kita lihat sampe mana km bisa bertahan tristan
Ilfa Yarni
hahahaha kasian deh
Ilfa Yarni
sebenarnya tidak keterlaluan Aini itulah hukuman bagi yg suka menyakiti tp Klo km kasihan minta Tristan untuk kasih dia pekerjaan
sunaryati jarum
Memang bukan anak pengungsaha ,tapi jadi wanita simpanan suami pengusaha
sunaryati jarum
Semoga Tristan jadi bucin pada Aini
Ilfa Yarni
Aini jodohmu yg tepat tristan
Ilfa Yarni
knp ya ga di novel atau dunia nyata standar se seorang diukur dgn uang
Heny
Klau aqu jawab mau suami selingkuh mertua jahat
sunaryati jarum
Awalnya kontrak tapi nanti Tristan bucin duluan
Ilfa Yarni
kadang kita emang minder klo berada fitengah2 orang kaya
Ilfa Yarni
aini sama Tristan aja Duda dan janda premium klo yudha msh bisa dpt yg perawan
sunaryati jarum: Emak setuju
total 1 replies
Ariany Sudjana
Tristan sudah jatuh hati sama Aini, cuma ga mau mengakuinya,masih belum move on dari almarhumah istrinya.

lebih suka Aini sama Yudha saja sih, Yudha juga laki-laki yang baik
sunaryati jarum
Setia itu bagus Nak zTristan tapi dia sudah meninggal,jika kau jatuh cinta pada wanita lain bukan berkhianat
Ilfa Yarni
mknys istri udah meninggal yg diingat trus boleh kok ingat tp km kan hrs menjalani hidup jg
sunaryati jarum
Yang nkeluar dari bibirmu lain di hatimu
sunaryati jarum
Semoga Aini bisa menghancurkan benteng pertahanan hati Tristan
Ilfa Yarni
mantan aini nyelingkuhi aini krn aini dasteran aja skr aini cantik diperebutin 2 cowok kaya
Sri Angga
di sia2 kan suami direbutin duo cwo gnteng +tajir.
Ilfa Yarni
aini knp msh baik sih sama dia
Ariany Sudjana
hahaha itulah makanya Andra bodoh, menyia-nyiakan istri tercinta demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!