NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Mafia

Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:968.7k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

Dipaksa menjadi pengantin pengganti demi melunasi utang lima miliar keluarga angkatnya, Kiyora Aleena pasrah dibawa oleh penguasa mafia Italia yang paling ditakuti—Salvatore.

Namun, alih-alih dijadikan tawanan atau simpanan, pria dingin nan kejam itu justru memperlakukannya bagai seorang ratu. Puncaknya terjadi saat sebuah bisikan misterual membakar ingatan masa lalunya.

"Aku tidak pernah salah mengenali milikku," bisik Salvatore rendah, menatap gelang perak berbandul merah di pergelangan tangan Kiyora.

"Kamu adalah Istriku. Ratu dari seluruh kerajaanku ... Alaura."

"N-Nama aku Kiyora, Om Tuan Mafia! Salah orang kali!" pekik Kiyora panik dengan mata bulatnya yang berbinar kaget.

Siapa sebenarnya Alaura? Dan mengapa takdir mempertemukannya kembali dengan Salvatore di tengah ancaman perang berdarah antar-klan mafia yang siap membongkar rahasia besar tentang identitas aslinya?

Terlebih, ada bocil cadel menggemaskan yang merecoki kisah percintaan mereka.

"Ini Mama Milooo!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keraguan Yang Datang

Setelah menyelesaikan sarapan paginya yang mewah, Milo melangkah kembali menuju kamarnya di lantai atas. Tangan mungilnya menepuk-nepuk perutnya yang sudah buncit dan kenyang dengan raut penuh kepuasan. Sungguh nikmat hidupnya sebagai seorang balita; tak perlu pusing memikirkan uang, makanan selalu tersedia, dan tinggal menunjuk apa yang ia inginkan.

"Enaknya jadi olang belnapas, makan makanan, tidul tinggal tidul. Bocan yah kelual, lapal ya minta makan. Nda di kacih makan? Ngeleog colucinya, pintal kali lah dili ini," celoteh Milo riang pada dirinya sendiri seraya berjalan perlahan menuju pintu lift khusus.

Namun, langkah kaki kecilnya mendadak terhenti di tengah lorong utama. Sepasang mata bulatnya yang jernih menatap ke arah sosok gadis muda yang sedang asyik mengepel lantai marmer mansion yang luas itu. Milo membelalakkan matanya lebar-lebar, lalu berlari kecil mendekati Kiyora dengan raut wajah syok berat.

"Heh, Onty ngapiiiiin!" pekiknya dengan pandangan melotot.

Kiyora yang sedang menggosok lantai seraya bersenandung riang menoleh dengan dahi berkerut bingung. "Oh, hai Kerdil! Aku lagi ... mengepel. Makanan tadi enak banget, sangat luar biasa! Jadi, cuma ini yang bisa kubayar untuk Om Mafia sebagai ganti makanannya," ucap Kiyora santai tanpa beban.

Milo menganga lebar mendengar penuturan polos itu. "Nda begitu! Nda begitu cala bayalnya! Nanti di malahiii Angkel mucang kamplet itu kita cemuaaaa!" seru Milo histeris, membayangkan kemarahan sang paman jika melihat calon ratu mansion justru memegang kain pel.

"Dimarahi kenapa? Lagian ini memang kemauanku sendiri. Sudah sana mandi, kamu bau asem banget!" kibas Kiyora santai, lalu kembali melanjutkan kegiatannya menggosok lantai.

Milo mengedipkan matanya beberapa kali, tidak habis pikir dengan jalan pikiran gadis di hadapannya. "Cucah kali di bilangin! Di bilangnya jangaaaaan! Actaga ini olang, anak ciapa ciiii! Mana itu olang tua ... HEEEEEEEEH MUCAAAAANG! ICTLINYA INI JADI GOCOK-GOCOK LANTAAAAAAI!" jerit Milo melengking sambil berlari terbirit-birit mencari keberadaan sang paman.

Kiyora menggelengkan kepalanya pelan, menatap heran pada kepergian bocah itu. "Hais, dasar kerdil gembul," desis Kiyora menggeleng-geleng. Ia pun kembali menyapu dan mengepel lantai marmer dengan tekun hingga tanpa sadar tubuhnya berjalan mundur dan ...

BRUGH!

"Eh?!" Kiyora tersentak saat punggungnya menabrak sosok tubuh tegap dan tinggi di belakangnya.

Gadis itu tergesa-gesa berbalik. Matanya membelalak menatap seorang pria paruh baya yang berdiri kokoh di hadapannya. Pria itu mengenakan setelan jas tebal bernuansa gelap dengan garis-garis tegas di wajahnya, lengkap dengan bekas luka memanjang yang membuatnya terlihat sangat mengintimidasi. Kiyora bergidik ngeri seketika. Tangan mungilnya mencengkeram erat gagang pel di genggamannya.

"Cari siapa, Pak? Kayaknya ini bukan klinik kecantikan deh ...z" cicit Kiyora ragu-ragu.

Pria itu menundukkan pandangannya, menatap Kiyora dari atas ke bawah dengan raut dingin dan penuh ketegasan. "Kenapa kamu bisa jadi pelayan di sini? Siapa yang memasukkan anak kecil untuk bekerja di mansion ini?" tanyanya dengan suara berat yang berwibawa.

Kiyora menunjuk dirinya sendiri dengan bingung. "Aku? Anak kecil?"

"Paman, sudah kembali?"

Sebuah suara dingin yang familiar memotong percakapan mereka. Salvatore melangkah mendekat dari lorong samping, menatap tajam ke arah interaksi antara Kiyora dan pria paruh baya tersebut.

Pria tua itu memalingkan pandangannya pada Salvatore. "Siapa gadis ini? Perekrutan pekerja di rumah ini harus berusia 30 tahun ke atas. Dan gadis ini ... dia jelas-jelas masih remaja."

Salvatore menatap sejenak ke arah Kiyora yang masih memegang kain pel, sebelum akhirnya mengalihkan matanya kembali pada sang pria paruh baya. "Ikut aku ke ruang kerja, Paman."

.

.

.

Di dalam ruang kerja pribadi Salvatore yang bernuansa kayu mahoni gelap, suasana mendadak menjadi amat tegang.

"Apa?! Jadi maksudmu ... kamu menikah dengan gadis itu?!" seru pria paruh baya itu dengan nada tak percaya.

Pria itu adalah Orion Victorio, om kandung dari Salvatore yang selama ini membimbing dan menggemblengnya hingga mampu menguasai organisasi bawah tanah raksasa ini.

"Keluarganya hanya berutang padamu, tapi kamu malah menikahi anak angkat mereka? Apa kamu masih waras, Salvatore?! Om pikir kamu membawa gadis itu untuk dijadikan makanan piranha, bukan diangkat menjadi istri!" tegas Orion dengan napas memburu.

Salvatore berdiri tenang di balik meja kerjanya, menatap Orion dengan raut datar yang sulit ditebak.

"Itu lah Kakek Golio lio, aneh kali emang Angkel catu ini," celetuk sebuah suara cempreng dari balik pintu yang sedikit terbuka.

Ternyata Milo sudah berada di sana, mengintip dengan wajah gembulnya yang bertengger di celah pintu, menyimak obrolan orang dewasa tanpa rasa takut.

Salvatore menatap tajam keponakannya sejenak sebelum kembali memfokuskan pandangannya pada Orion yang terus menuntut penjelasan darinya.

"Paman masih ingat keluarga angkatku dulu?" tanya Salvatore pelan namun mematikan.

Orion memicingkan matanya, lalu mendesis tajam. "Rival utama Clan kita?"

Salvatore memandang Orion dengan tatapan dingin dan penuh kepastian, membiarkan keheningan menjawab pertanyaan itu.

"Jangan bilang padaku ... gadis itu adalah anak dari Leon D'Alterio?" tebak Orion cepat.

Melihat keterdiaman sang keponakan, raut wajah Orion berubah menjadi sangat dingin dan kelam. "Kamu gila, Salvatore. Bahkan saat ini kita sedang merencanakan serangan besar untuk menghancurkan Cosa Nero! Dunia bawah tak pernah mengenal kata persahabatan. Perebutan kekuasaan dan pertumpahan darah sudah mendarah daging di dunia gelap ini!"

Salvatore tetap tak bergeming di tempatnya. "Dia Alaura. Aku yakin 100% dia adalah Alaura, Paman," ucap Salvatore dengan sorot mata yang menyiratkan harapan dan keyakinan yang mendalam.

Orion mendesis keji, menatap keponakannya dengan gelengan kepala penuh ketidakpercayaan. "Kamu terlalu yakin dia adalah Alaura. Bagaimana jika ... kamu salah sangka? Dan bagaimana jika ternyata Alaura yang asli ... sebenarnya sudah dimakamkan belasan tahun yang lalu?!"

DEG!

Kata-kata Orion bagaikan hantaman petir di siang bolong. Jantung Salvatore seakan berhenti berdetak seketika. Ruang kerja mewahnya mendadak terasa begitu dingin, mencekik, dan dipenuhi oleh keraguan yang mengerikan.

"Aku tak mungkin salah," batin Salvatore mulai merasa ragu.

1
Vera Wilda
Nah pinter kamu amoera ikutin ,
Vera Wilda
Serius Thor baru kali ini saya baca cerita mu saya skip2 habis gemes Thor 😁😁
Vera Wilda
Lah eren tolol , kenapa mesti melamun elu bukannya elu bawa kabur tuh s kiyora , benar2 mafia tolol malah mengenang masa lalu , hadeuuhhh gemes gw Thor ma ceritanya 😁😁😁
Vera Wilda
Nah bawa kabur eren biar tau rasa s Kael Kael itu ,
Vera Wilda
Klo gt cb kamu pulangkan k Amoera , kamu selidiki sendiri Kael , jangan menyakiti anak gadis orang , label aja mafia tp tolol2 semuanya 😁😁🤣🤣
Maaf Thor
Lenni Puspa
aku bacanya pake nada Upin..? thor..ngaku, dirimu terinspirasi dari upin ipin ya..😄
Nur Aida
anjirr ga sanggup baca gugupppppppp
Vera Wilda
Agak heran sich sama cerita nya , seorang mafia yg menguasai dunia bawah tanah tp tidak bisa menemukan putrinya ? 😁
Vera Wilda
Ketangkap lagi kamu kiyora sama keluarg withmart baru tau rasa , d kasih hidup enak malah kabur
Vera Wilda
Tetep aja klo bukan Leon yg menolong kamu udah d siksa dan d jual Kael, kamu d ajarkan sm Leon agar kamu bisa melindungi diri kamu sendiri , Ampera sayang sm kamu Kael
Vera Wilda
Kesan nya Kael tidak tau balas budi, udah d kasih makan oleh D’altero d ajarkan segala nya sekarang malah jd musuh s kembar , Aneh 🤔🤔
Nanik Kusno
Okey Kak.... terimakasih ceritanya.... seperti biasanya.... sangat menghibur....cush ke cerita berikutnya....🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Nanik Kusno
Akhirnya.... perjuangan Kiyora terbayar sudah dengan lahirnya sang putri..... selamat datang di dunia ini princess....
Nanik Kusno
Nah.....auto kicep kan.....Si singa tunduknya hanya ma pawangnya....😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Kasian banget Kiyora.....😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
Terus terang dan mohon ampun sekarang juga ke Daddy....😥😥😥😥😥
Nanik Kusno
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
Salvatore pasti selalu memantau istrinya....jadi begitu Kiyora pergi ke rumah sakit....dia langsung menyusul....
Nanik Kusno
Salvatore..... jangan sedih.....saat ini kamu sudah bisa mengelus perut Kiyora dan anakmu juga merespon..... saat melahirkan nanti kamu pasti menungguinya......
Nanik Kusno
Betul Milo....dipasar banyak di jual ikan merah putih.....satu plastik 10 ribu sudah dapat banyak.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!