Karina Amalia putri menjadi anak angkat keluarga Wijaya sejak usianya 10 tahun.Tepatnya setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Rangga wijaya anak tertua tuan Wijaya yang terpaut 15 tahun darinya begitu menyayangi Karina layaknya adiknya sendiri.
Berbanding terbalik dengan Reno Wijaya, adiknya yang usianya 10 tahun diatas Karina, dia begitu tidak menyukai gadis itu. Bahkan terlihat sangat membencinya.
Karin sangat berharap Reno bisa menerima dan menyayanginya seperti Rangga. Segala usaha ia coba namun tidak pernah berhasil.
Apakah Karin akan terus berjuang mendapatkan cinta Kakak angkatnya, atau kah ia akan menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membujuk
Reno dan Karin sama-sama diam. Reno sedang mencoba mencari topik pembicaraan, sedangkan Karin memang tak ingin berbicara dengan lelaki itu. Tiba-tiba Reno teringat akan Keysha. Tak ada salahnya ia menggunakan Keysha sebagai senjatanya.
"Keysha sangat merindukanmu "
Karin diam tak bergeming. sudah pasti ia pun merindukan putri sambungnya itu.
"selama ini aku berusaha mencarimu "
"untuk apa? " akhirnya Karin bersuara.
Reno tak menjawab. padahal ingin sekali ia mengatakan kalau ia sangat kehilangan dan begitu merindukannya.
"a.. aku ingin kamu pulang "
Karin tersenyum sinis. "aku sudah nyaman disini ka.. "
"mamih papih sangat merindukanmu " akhirnya Reno menggunakan orang tuanya sebagai senjata. "mereka ingin kamu kembali"
Karin menggeleng. "mamih dan papih boleh mengunjungi ku kapanpun mereka mau, pintu rumah ini akan selalu terbuka "
Reno kehabisan kata-kata. Dua tahun lebih ternyata telah merubah Karin menjadi sosok yang sangat keras. Tidak ada lagi gadis panurut yang dulu ia kenal.
Tiba-tiba Reno mendekat dan menggenggam tangan Karin
"aku tau kesalahanku terlalu besar padamu.. kamu berhak membenci aku.. .. aku minta maaf "
Karin menepiskan tangan Reno "aku sudah melupakan semuanya kak. jadi kakak tidak usah meminta maaf "
Ucapan Karin bukannya membuat Reno lega, tapi serasa menusuk ke hatinya. melupakan semuanya.. apa maksudnya melupakan pernikahan mereka juga?
Karin bangun dari duduknya ketika terdengar Keano mencarinya. "mommy.. mommy.. "
Karin membawa Keano keluar dari kamar, Reno terpana melihat bocah ganteng dalam gendongan Karin. melihat mata anak laki-laki itu, tiba-tiba hati Reno berdesir aneh. hatinya menjadi hangat.Apa mungkin ini buah cinta mereka? Reno tak pernah melupakan peristiwa malam terakhir sebelum Karin pergi meninggalkannya..
Reno mengulurkan tangannya ingin menggendong , tapi bocah itu menolak dan bersembunyi dibalik baju Karin.
"siapa namanya? " tanya Reno
"Keano " jawab Karin dingin.
"mommy.. mau mimi dot " Karin mendudukan Keano dikursi Lalu ia beranjak menuju dapur untuk membuatkan susu untuk Keano.
Reno mendekat pada Keano. "Hai.. ganteng" sapanya. Bocah kecil itu seperti magnet yang maha dasyat, menarik Reno untuk memeluknya,tapi sekuat tenaga Reno tahan. Ia takut Keano merasa terancam dan ketakutan. Walau bagaimanapun Reno masih dianggap orang asing oleh Keano.
"kenalkan.. aku daddy Reno " Reno menyentuh tangan mungil Keano. "panggil daddy " Keano tampak bingung. Reno tersenyum menyentuh rambut Keano lembut.
Tak lama Karin datang membawa susu dalam botol untuk Keano. Bocah kecil itupun anteng dengan dot nya, hanya dalam hitungan menit botol susu itu sudah kosong. Kuat sekali minum susunya, pantas Keano tampak sehat berisi dengan pipi yang gembil.
Menjelang malam, tidak ada tanda-tanda Reno untuk pulang. Akhirnya terpaksa Karin menyiapkan kamar tamu untuk Reno. ia tak tega untuk mengusir lelaki angkuh itu.Reno tentu saja sangat senang, ia punya banyak kesempatan untuk dekat dengan bocah ganteng itu... dan mommy nya.
wangi aroma masakan menggelitik indra penciuman Karin. Ia begitu kaget ketika mendapatkan Reno sedang memasak di dapur
"apa yang kakak lakukan di Dapurku? " tanya Karin tidak senang. Reno menoleh sekilas, kemudian melanjutkan pekerjaannya. Karin melipat kedua tangannya didada kesal. Setelah semua masakannya tersaji dimeja makan, Reno membimbing Karin duduk di kursi.
"nanti malam aku akan pulang.. jadi biarkan aku memanjakan kalian sehari ini saja " Lirih Reno " aku tau kamu tidak senang aku datang.. aku janji tidak akan pernah datang ke sini lagi " Reno mengacungkan dua jarinya.
Entah mengapa hati Karin seperti tertusuk ribuan jarum mendengar Reno akan pulang dan tidak akan pernah datang lagi.Apakah Reno tidak ingin tau siapa ayah dari Keano? Hanya sebatas itu kah usaha pencarian nya? Setelah melihat Karin baik-baik saja ia pergi dan tak akan datang lagi.
Karin tidak mengerti kenapa ia kecewa mendengar Reno akan pulang malam ini. Bukankah seharusnya ia senang lelaki angkuh itu pergi dari kehidupannya. Ternyata hati dan pikirannya tidak sejalan.
Reno benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa bersama Keano, walau belum bisa sepenuhnya mengambil hati anak itu minimal Keano tidak menganggapnya orang asing.
Keano mengeluarkan semua mainannya. Reno bahkan tak keberatan merangkak di karpet dan Keano menaiki punggungnya layaknya seekor kerbau dan penggembala.
Karin tersenyum sinis.. Bagus Kean, kapan lagi kamu bisa ngerjain lelaki angkuh itu. Karin tersenyum puas melihat Reno yang bermandi keringat karena Keano masih tidak mau turun dari punggungnya dan memintanya berputar-putar.
Setelah puas bermain, Reno kembali membereskan semua mainan yang berserakan di atas karpet. Semua kembali ke tempat asalnya.
Menjelang Sore hari Reno pamit untuk keluar, Karin pikir Reno akan kembali ke Jakarta saat itu juga, namun barang-barang Reno masih ada di kamarnya.
Reno kembali waktu hampir menunjukkan jam 10 malam. Reno datang membawa beberapa kotak makanan. Kemudian ia menyajikan dimeja makan.
"aku pulang malam ini... sebelum pulang, aku mau kita makan berdua dulu " ajak Reno
Sebetulnya Karin sudah mulai ngantuk, tapi ia tidak tega untuk menolak. mereka pun makan dalam suasana hening.
Selesai makan, Karin sudah sangat mengantuk, matanya terasa berat. Akhirnya Reno lah yang membereskan kembali bekas makan mereka.
Reno tersenyum melihat Karin tersungkur disebelah Keano tak kuat menahan matanya yang berat.
coba lihat karin dibuat tidak enak, tidak tenang, merasa bersalah, menyesal, gampang minta maaf, pada lelaki lain seakan begitu menjaga perasaan pria lain tapi lihat pada suami dia seakan tidak peduli suami suami merasa sakit hati dia seakan tidak peduli mau suami menderita dia tidak peduli, terlihat dia sama sekali tidak peduli perasaan suami dan tidak ada sama sekali usaha menjaga perasaan suaminya, baru kalian bilang dia wanita dan istri baik2 bagai berlian, miris sekali
karya novel yang lebih mementingkan perasaan pria lain dari pada sang suami sah adalah novel wanita egois