NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.8k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.

Setelah Vania kembali Bu Dinda berpamitan, namun sebelum itu ia menyempatkan diri untuk berbagi nomor kontak dengan Vania.

Informasi yang tadinya ingin ditanyakan oleh Bu Dinda di loket informasi pelayanan rumah sakit adalah nomor kontak penanggung jawab yang tertera di arsip pendaftaran pasien, mengingat tempo hari Vania lah yang menjadi penanggung jawab bagi dirinya. Bu Dinda yakin saat itu Vania pasti di minta menyertakan nomor kontaknya. Namun, sebelum ia tiba di loket informasi pelayanan pada pasien, pandangan Bu Dinda justru tak sangaja melihat keberadaan Vania.

"Memangnya apa salahnya kalau dia berstatus single mom." Bu Dinda bergumam di sela kegiatannya mengemudikan mobilnya meninggalkan area parkiran gedung rumah sakit

*

"Titip Sesil ya mbak!." Dengan berat hati Vania harus menitipkan putrinya dalam kondisi seperti ini pada mbak Atun. Sebenarnya Vania tidak tega, tapi jika tidak berangkat kerja pasti ia akan terkena masalah nantinya.

"Ibu tidak perlu khawatir, mbak Atun pasti akan menjaga non Sesil dengan baik!." Kata mbak Atun meyakinkan Vania.

"Terima kasih banyak, mbak. Kalau begitu saya berangkat kerja dulu, kalau ada apa-apa langsung hubungi saya, mbak!."

"Baik, bu."

Vania pun berlalu setelah mengecup kening putrinya yang masih terlelap.

Setibanya di mobil, Vania meletakkan tasnya di samping bangku kemudi, lalu menghela napas dalam-dalam seolah saat ini organ pernapasan nya membutuhkan pasokan oksigen lebih.

"Tetap semangat, Vania! Semua pasti akan baik-baik saja." Gumam Vania menyemangati diri sendiri, sebelum sesaat kemudian menghidupkan mesin mobilnya. Kini mobil Vania telah bergerak meninggalkan gerbang utama rumah sakit, hendak menuju hotel tempatnya bekerja.

Setelah Kurang lebih dua puluh menit menempuh perjalanan dari rumah sakit akhirnya kini mobil Vania tiba di hotel. Vania gegas beranjak turun dari mobilnya.

"Selamat Pagi, Nona Vania." Seperti biasa, kedatangan Vania disambut oleh sapaan hangat dari security yang bertugas jaga di depan pintu utama gedung hotel.

"Pagi, pak." Balas Vania seraya mengulas senyum ramahnya. Bukan hanya pada petugas security namun Vania pun ramah pada hampir semua pegawai di hotel tersebut.

Dengan menggunakan lift yang diperuntukkan bagi para pegawai serta pengunjung hotel, Vania bergerak menuju ke lantai di mana ruangannya berada.

Baru beberapa langkah keluar dari lift, salah seorang rekan kerjanya nampak menghampiri Vania.

"Vania, pak manager memintamu menghadap ke ruangan beliau!."

Untuk kesekian kalinya Vania menghela napas panjang pagi ini.

"Baiklah." Vania yakin ini pasti ada hubungannya dengan keterlambatannya pagi ini.

Vania memilih langsung menghadap ke ruangan manager, sebelum menuju ruangan kerjanya.

"Tok...tok....tok...."

"Masuk!." Terdengar suara seruan pak manager dari dalam ruangan.

Perlahan Vania memutar handle pintu dan mengayunkan langkah memasuki ruangan yang terasa seperti mencekik baginya itu.

"Selamat pagi, pak."

"Kamu tahu jam berapa sekarang?."

"Maafkan saya, pak." Vania yakin Cika sudah menyampaikan tentang pesannya tadi pada pak manager, tapi sepertinya pak manager memang sengaja ingin mencari-cari kesalahannya.

"Kali ini apa lagi alasan kamu, Vania? Ada accident lagi di jalan? Anak kamu sakit sampai harus dilarikan ke rumah sakit? Atau, ada alasan lain lagi yang ingin kamu gunakan untuk menutupi keterlambatan kamu pagi ini, Vania?." Sakit, suara bentakan pak manager terdengar begitu menyakitkan hati, namun Vania berusaha untuk terlihat tegar.

"Maafkan saya, pak!."

"Saya harap ini permintaan maaf Kamu yang terakhir akibat terlambat datang, Vania. Jika masih ada permintaan maaf berikutnya yang diakibatkan oleh kesalahan yang sama, saya tidak yakin kamu masih punya kesempatan untuk tetap bekerja di sini."

"Baik, pak."

"Sana, Mulailah pekerjaanmu!."

"Baik, pak."

Vania pamit undur diri, hendak menuju ruang kerjanya dan berusaha melupakan semua kata-kata yang menyakiti hati.

Sejak ayahnya meninggal dunia saat usianya masih lima belas tahun, Vania merasa penderitaan dalam hidupnya datang silih berganti. Mulai dari keputusan ibunya menikah lagi dengan duda beranak satu yang membuatnya diperlakukan semena-mena oleh saudari tirinya, hingga terpaksa harus bekerja untuk membiayai kuliahnya dan pada akhirnya mengalami kejadian yang membuat Vania memiliki Sesil dalam hidupnya. Meskipun keberadaan Sesil sejak dalam kandungan membuat Vania akhirnya diusir oleh ibunya karena dianggap sebagai aib, namun Vania tetap bersyukur atas kehadiran Sesil di dalam hidupnya.

"Jika bukan hari ini mungkin besok, jika bukan besok mungkin bulan depan, jika bukan bulan depan mungkin tahun depan Tuhan akan melimpahkan kebahagiaan dalam hidupmu, Vania." Gumam Vania. Seperti itulah cara Vania menghibur hatinya. Vania Meletakkan tasnya di atas meja kemudian menduduki kursi kerjanya.

Di waktu yang sama, Sandi tengah melakukan peninjauan keliling ke seluruh bagian hotel demi memastikan semua pegawai telah melakukan tugasnya dengan baik, dan saat ini Sandi hendak melakukan peninjauan untuk kinerja pegawai yang bertugas di bagian dapur hotel. Sebenarnya Sandi bisa saja memerintahkan manager hotel untuk melakukannya namun Sandi memilih melakukannya sendiri. Bukan hanya melakukan peninjauan tanpa sepengetahuan dari para pegawainya, Sandi bahkan melakukannya tanpa sepengetahuan dari manager hotel. Tujuannya agar tidak ada yang memanipulasi kegiatannya tersebut dengan cara apapun.

"Tadi aku nggak sengaja mendengar pak manager membentak Nona Vania, saat hendak mengantarkan kopi ke ruangan manager."

"Bukannya pak manager naksir sama Nona Vania, masa' sih beliau tega membentak Nona Vania?." Sudah menjadi rahasia umum di kalangan para pegawai tentang perasaan terpendam pak manager pada Vania. Mungkin hanya Sandi satu-satunya orang yang tidak tahu tentang itu.

"Aku dengar dari cerita para pegawai, beberapa bulan lalu pak manager sempat mengutarakan perasaan cintanya pada Nona Vania, tapi sayangnya di tolak secara halus sama Nona Vania."

"Bukan hanya sekali, bahkan Minggu kemarin pak manager kembali mengutarakan perasaan cintanya, tetapi kembali ditolak sama Nona Vania."

"Begitu toh ceritanya, pantas saja akhir-akhir ini sikap pak manager berubah drastis pada Nona Vania, sering marah-marah."

Sandi yang tadinya hendak memasuki area dapur sejenak menghentikan langkahnya ketika mendengar percakapan di antara para pegawai yang bertugas di bagian dapur hotel, hingga otomatis sang asisten pun ikut menghentikan langkahnya.

Bukannya berniat membela Vania secara personal, namun Sandi tidak ingin sampai di kalangan para pegawainya ada yang menyalahgunakan wewenang dan bersikap seenaknya sendiri akibat hal pribadi. Setidaknya, itu point yang ditangkap Sandi setelah mendengar obrolan diantara para pegawainya yang bertugas di bagian dapur hotel tersebut.

Setelahnya, Sandi kembali melanjutkan langkahnya.

"Selamat pagi, tuan." Sapa salah seorang pegawai dengan nada terbata saat menyadari kedatangan Sandi. Takut ketahuan mengobrol di saat jam kerja.

"Selamat pagi, tuan." Rekannya yang lain ikut menyapa kedatangan pimpinan hotel tempat mereka mencari nafkah tersebut.

"Pagi."

Tanpa banyak bicara, Sandi mengecek semua kegiatan yang berlangsung di dapur dan untungnya semua berjalan dengan baik dan sesuai, meskipun tadinya para pegawainya itu sempat mengobrol.

Semua pegawai dibagian dapur hotel bernapas lega, terutama yang bertanggung jawab penuh untuk urusan dapur, setelah Sandi berlalu tanpa melontarkan satupun kalimat protes.

Hai sayang-sayangku... bagaimana kabar kalian semua? Aku berharap semoga kita semua senantiasa sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Btw, selamat datang di karya receh baru Aku.....🥰🥰🥰... jangan lupa dukungannya ya......😘😘😘😘😘🙏🙏🙏🙏🙏 I love you all......😘😘😘😘

1
Rita Susanti
kasihan banget Vania punya ibu yg jahat banet
Lia siti marlia
akhirnya kebenaran pun terungkap untuk vania 👍👍👍bagus sandi kamu harus ambil sikap tegas👍👍👍👍👍👍👍
secret
gilaakkk gilaakkk gilaakkk, tdk bisa berword2 dgn kelakuan nenek lampir.. para napi di penjara nnti titip ni anomali y
Ariany Sudjana
begitu dengar kata pengadilan, langsung panik, minta tolong Vania. kenapa kamu ga minta tolong sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dasar ibu durhaka kamu juga, sudahlah bunuh saja ibu yang tidak berguna itu
sri hastuti: ibu spt buang aja, biar tau rasa, jd miskin, vania gak usah berhubungan lg sm orang tua spt itu,waktunya km bahagia
total 1 replies
partini
moga kena stroke tuh mulut biar mencongggg ibu lacknat
sri hastuti
ibu spt itu buang aja thor, bikin jengkel aja, jd orang tua jahat banget, biar dpt balasan setimpal, biar kapok huuhhh😡😡😡😡
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!