Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.
Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.
penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Danau Zurich di malam hari tampak seperti hamparan beludru hitam yang tenang, namun di atas kapal pesiar mewah The Black Pearl, kesterilan adalah konsep yang asing. Suara musik klasik yang diputar kencang mencoba meredam aroma amis korupsi yang menguar dari dalam kabin. Kapal itu bukan sekadar tempat pesta; itu adalah benteng terapung Sebastian Black.
"Dua puluh penjaga di dek luar, sepuluh di ruang mesin, dan Sebastian ada di kabin utama bersama Dmitri," bisik Evelyn. Ia tergantung di sisi kapal menggunakan tali *sling* baja, sementara kakinya berpijak pada tepian jendela yang sempit.
Arkan berada tepat di sampingnya, mengenakan pakaian selam taktis yang dirancang khusus untuk menolak cairan dan bakteri. Di wajahnya terpasang masker filter udara terbaru yang ramping. "Tempat ini... berbau keringat dan keputusasaan. Aku bisa merasakan jutaan mikroba menempel di lambung kapal ini."
"Fokus, Arkan. Ingat bau sabun bayi di leherku," sahut Evelyn dengan nada menggoda untuk meredakan ketegangan suaminya.
Arkan menarik napas dalam melalui filternya. "Itu satu-satunya alasan aku belum meledakkan kapal ini dari jauh."
Mereka masuk melalui jendela ruang binatu—satu-satunya tempat yang menurut Arkan "agak layak" untuk dimasuki karena penuh dengan deterjen. Dengan gerakan sinkron, mereka menyusup ke lorong utama. Setiap kali seorang penjaga muncul, Evelyn akan melumpuhkannya dengan teknik kuncian leher yang cepat, sementara Arkan bertugas memastikan tubuh penjaga itu tidak menyentuh karpet dengan menyemprotkan gas bius instan.
"Kau sangat efisien, Queen," gumam Arkan saat melihat Evelyn melumpuhkan penjaga ketiga tanpa suara.
"Aku belajar dari yang terbaik, Tuan Higienis," balas Evelyn sambil mengedipkan mata.
Namun, langkah mereka terhenti di depan pintu aula besar. Pintu itu terbuka otomatis, memperlihatkan Sebastian Black yang duduk tenang di sofa kulit, memegang segelas wine. Di sampingnya, Dmitri Volkov berdiri dengan tangan di saku, menatap mereka dengan seringai yang tidak menyenangkan.
"Selamat datang, Pasangan Terbersih di Eropa," suara Sebastian bergema. "Arkan, kau tampak gagah dengan masker itu. Apa kau takut menghirup udara yang sama denganku?"
Arkan melangkah maju, senapan kromnya diarahkan tepat ke jantung Sebastian. "Udara di sini tidak layak untuk paru-paru manusia mana pun, Sebastian. Kau adalah polusi yang harus dimusnahkan."
Dmitri tertawa, melangkah maju mendekati Evelyn. "Eve, kau benar-benar memilih pihak yang salah. Kau pikir pria ini mencintaimu? Dia hanya mencintai bayangan 'istri suci' yang dia ciptakan. Begitu dia tahu kebenaran tentang apa yang kau lakukan di Moskow sepuluh tahun lalu... dia akan membuangmu seperti tisu bekas."
Evelyn mengepalkan belatinya. "Dmitri, tutup mulutmu."
"Kenapa? Kau takut dia tahu bahwa pernikahan ini sebenarnya diatur oleh Daddy Stefan dan keluarga Knight bukan karena bisnis?" Dmitri mengeluarkan sebuah dokumen dari saku jasnya. "Arkan, tahukah kau kenapa ayahmu bersikeras menjodohkanmu dengan Evelyn? Bukan karena dia anak Stefan Grant. Tapi karena dia adalah satu-satunya orang yang memiliki antibodi langka terhadap gas Sulfur-X yang membunuh ibumu."
Dunia seolah berhenti berputar bagi Arkan. Ia melirik Evelyn dengan tatapan tak percaya. "Antibodi?"
"Ayahmu ingin melindungimu, Arkan," lanjut Dmitri dengan nada kejam. "Dia tahu kau paranoid, jadi dia memberimu 'penawar' yang hidup. Evelyn bukan istrimu. Dia adalah perisai biologismu. Dan dia tahu itu sejak hari pertama kalian bertemu."
Evelyn menunduk, tidak berani menatap mata Arkan. "Arkan... aku..."
Sebastian tertawa terbahak-bahak melihat keraguan di wajah Arkan. "Lihat itu! Dasar malang! Kau mencintai sebuah vaksin, Arkan! Bukan seorang wanita!"
Di tengah hening yang mencekam, Arkan perlahan menurunkan senjatanya. Kepalanya tertunduk, bahunya bergetar. Evelyn merasa dunianya runtuh. Ia siap menerima kemarahan Arkan, pengusiran, atau bahkan kebencian.
Namun, yang terdengar kemudian adalah suara tawa rendah dari balik masker Arkan.
Arkan mengangkat kepalanya, matanya berkilat dengan intensitas yang mengerikan. "Antibodi? Perisai biologis?"
Arkan melangkah mendekati Evelyn, menarik pinggang istrinya dengan kasar hingga tubuh mereka beradu. Ia melepaskan masker filternya, membiarkan udara "kotor" kapal itu menyentuh wajahnya untuk pertama kali.
"Dmitri, kau pikir aku peduli pada alasan ayahku?" Arkan berbisik, namun suaranya terdengar di seluruh ruangan. "Jika dia adalah penawar bagi racun di hidupku, maka aku akan mengonsumsinya setiap hari. Jika dia adalah perisai, maka aku tidak akan pernah melepaskannya. Kebenaran ini tidak membuatku membencinya... ini justru meyakinkanku bahwa dia memang diciptakan hanya untukku."
Arkan menoleh ke arah Sebastian, wajahnya kini menyerupai malaikat pencabut nyawa yang sangat rapi. "Terima kasih atas informasinya. Sekarang, karena kau sudah membuat istriku merasa bersalah... aku tidak akan membunuhmu dengan cepat."
DOR!
Arkan menembak gelas wine di tangan Sebastian, pecahannya menggores wajah sang antagonis.
"Evelyn," panggil Arkan tanpa menoleh.
"Ya, Arkan?"
"Bersihkan sampah Rusia ini. Aku akan menangani si tua bangka ini."
Evelyn tersenyum, air mata haru tertahan di pelupuk matanya. Ia tidak lagi merasa seperti beban atau alat medis. Ia adalah Queen EVG, dan suaminya baru saja memberinya restu untuk meledak.
"Dengan senang hati, Suamiku."
Evelyn melesat ke arah Dmitri dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Belatinya berdenting melawan belati Dmitri, percikan api tercipta di tengah ruangan. Sementara itu, Arkan menerjang Sebastian, menyeretnya menuju dek terbuka.
Kapal pesiar itu kini menjadi saksi: Bahwa cinta yang paling steril sekalipun bisa tumbuh di atas rahasia yang paling kotor, asalkan ada dua jiwa yang cukup gila untuk saling menggenggam.