NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Happy reading<<<<<<<

 

"JANGAAAAANNNN. JANGAN DEKATIN AKU." Imle kembali histeris. Pikirannya sangat tidak berfungsi saat ini karena rada trauma selalu menghantuinya.

Grep

"Gue cuman mau tenangin Lo. Jangan jadi orang gila." ujar Alvian sadis yang berhasil membawa tubuh rapuh Adikmya, mengusap tubuh itu membuat Alvian ikut basah pakainnya.

Imlie langsung terdiam bukannya tenang dengan pelukan Kakaknya tapi badannya tambah gemetar. lagian, siapa juga yang bakal tenang dalam pelukan orang yang juga ikut andil dalam kesakitan Imlie ini.

"Le-pa-sin."

"Abang, Ba-ng Za-hen Lili kangeen." lirih Imlie kemudian langsung pingsan.

Degh

Dada Alvian sesak mendengar lirihan itu. Kemudian dia menepiskan perasaanya dan membawa sang Adik menuju kamarnya.

Setelah itu Alvian menelfon Bik Ajeng untuk menggantikan pakainnya Imlie. Setelah Bik Ajeng keluar Alvian duduk membalut luka di pergelangan tangan Adiknya.

"Kenapa Lo sangat bodoh, hah? Lo mau mati?" ujar Alvian di sela sela aktivitasnya membalut luka Adiknya yang begitu dalam.

"Setelah Lo yang menjadi penyebab Bang Zahen meninggalkan keluarga ini. Dan sekarang Lo kangen sama dia? Ck, nggak tau malu." ujar Alvian yang masih saja fokus mengobati tangannya Imlie. Kebenciannya tambah besar pada Imlie setelah mendengar nama Zahen di sebut.

"Kenapa Gue harus punya Adek kaya Lo sih, Sialan." ujar Alvian lagi kemudian meletakkan kota P3K itu dengan kasar dan keluar dari kamar Adiknya.

Sedangkan Imlie sebenarnya sudah bangun sejak tadi tapi dia malas membuka matanya sehingga dia mendengar perkataan tajam dari sang Kakak.

Imlie hanya menangis dalam diam kemudian ingatannya kembali ke masa lalu.

FLACKBACK

"Abang, Bang jahe, Kuncil lambutnya Lili dong." ujar Imlie kecil dan duduk di pangkuannya Zahen yang sedang fokus ke laptop. Zahen tersenyum dan melepaskan kaca matanya kemudian mengecup gemas pipi Adiknya yang chubby.

"Nakal ya Lili, kirain Abang Jahe apa... Nama Abang Zahen ya, bukan Jaheee sembarangan aja di ganti ganti." ujar Zahen menggigit gemes pipi Adiknya.

"Hahahaha, maaf ya Abang.. Talau gitu mau kan kuncil lambutnya Lili." ujar Imlie kecil lagi memasang wajah imutnya.

"Ih gemes banget deh Adik Abang... Tapi, nggak gratis loh Sayang.. siniii..." ujar Zahen menunjukan Pipinya minta di cium.

Cup cup cup cup

"Cudah kan Abang." ujar Imlie kecil setelah mengecup pipi Abangnya sebanyam empat.

"Pintar banget Adek Abang.. Sini balik badan biar Abang kuncir jadi cantik rambutnya." ujar Zahen dan Imlie berbalik.

"Udah selesai." ujar Zahen dan Imlie langsung bersorak senang.

"Yeeeey, Lambut Lili jadi cantik.. Makacih Abang Cayang.. Lili Caaaayang banget Cama Abang." heboh Imlie dan berlari lari di kamar Zahen.

Ceklek

"Eh, ada apa nih? Kok pada senang banget, nggak ajak ajak Abang lagi." ujar Alvian yang baru masuk dan menggendong Adiknya.

"Hahahaha Abang.. Bagus bangettt..ayo! Yang kuat Abang Lili mau telbang ke angkaca." teriak Imlie heboh.

"Siap princess." teriak Alvian dan berlari lari sambil menggendong Imlie tinggi tinggi.

"Hahahaha Abang, Enak banget.. Lili Cukaa." teriak Imlie kecil.

"Siap Princess." teriak Alvian dan Zahen yabg melihat itu hanya menggeleng gelengkan kepala sambil terkekeh.

Air mata Imlie semakin deras mengingat momen di mana kebersamaanya dengan kedua Abangnya yang penuh dengan kebahagiaan, keceriaan, kasih sayang dan kehangatan. Ya, dulu Imlie memang memanggil Alvian dengan sebutan Abang, tapi setelah kejadian tragis yang menyebabkan Zahen kehilngan nyawanya. Alvian pun sering marah jika Imlie memanggilnya dengan sebutan Abang. Karena itu mengingatkannya dengan Zahen.

"Mulai sekarang jangan panggil Gue Abang sialan. Atau Gue bakal bunuh Lo sekarang juga." itulah perkataan Alvian saat itu sehingga Imlie memutuskan untuk memanggil Alvian dengan kata Kakak bukan Abang lagi.

Dan setelah hari itulah kehidupan Imlie berubah layaknya neraka.

Hari ini Imlie bangun dengan keadaan kurang vit. Dia bahkan tidak mengangkat atau membaca pesan yang masuk ke hpnya. Imlie pun turun ke bawah. Dan dia melihat Bik Ajeng yang sedang menyiapkan makanan.

"Bik, apakah mereka sudah pergi?" tanya Imlie pada Bik Ajeng.

"Sudah Non, dari semalam berangkatnya." jawab Bik Ajeng tersenyum teduh.

"Bik, boleh nggak Aku makan?" tanya Imlie yang melihat sarapan di atas meja.

"Kan memang ini Bibi siap kan buat Non. Ayo sini." ujar Bik Ajeng.

"Baik terimakasih Bik." ujar Imlie.

"Bik, tolong panggil Bik Pipit, pokoknya panggil semuanya biar kita makan bareng." ujar Imlie dan Bik Ajeng menggeleng.

"Jangan Non, nanti di marahin lagi." ujar Bik Ajeng menolak dengan sopan.

"Bik, santai aja Kok... Lagian Papa, Mama, nggak ada.. Jadi, Ayo kita nakan bareng ya." ujar Imlie.

"Tapi......"

"Bik, tolong ya. Aku pengen banget rasain makan bersama." lirih Imlie dan Bik Ajeng tidak tega.

"Baiklah, tunggu sebentar ya Bibik panggilin dulu. Tapi, kalau Pak satpamnya nggak usah di panggil ya Non. Nanti di bawah aja makanannya ke pos." ujar Bik Ajeng dan Imlie mengangguk setuju.

"Baik Bik, terimakasih." ujar Imlie tersenyum.

"Sama sama Non." jawab Bik Ajeng.

"Selama Saya menukuni karir Saya di bidang ART, dan sudah banyak berpindah tempat kerja. Baru kali ini Saya melihat majikan yang baik dan mau makam pun pake izin padahal ini rumahnya. dan tidak jijik makan semeja dengan para the power of pembantu." batin Bik Ajeng sok sokan berbicara bahasa inggris.

Setelah menghabiskan makanannya Imlie kembali ke kamarnya untuk beristirahat.

Kepalanya masih sedikit pusing jadi dia memilih untuk tidak bersekolah.

Imlie>>>>

"Wa, nanti tolong izinin Gue dulu ya."

Wardah>>>>

"Loh, kenapa Li? Lo sakit? Ambeien atau apa?"

Imlie>>>>

"Cailah, bahasa Lo. Ambeien, kagak Wa. Kepala Gue lagi pusing aja."

Wardah>>>>

"Parah nggak? Butuh di operasi atau gimana? Kalay Iya Gue bakal ke rumah Lo biar kita ke rumah sakit. Mumpung nyokap Gue lagi di rumah sakit tuh."

Imlie>>>>>

"Astagfirullah... Kepala pusingdoang pake operasi. Nggak Wa, cuman pusing aja."

Wardah>>>>

"Ooh, yasudah! Gue bakal izinin Lo ke Walkes. tapi, Lo harus minum, makan, Berak, cuci gagi, gosok gigi, cuci muka, pake skincare, nah, baru deh Lo tidur."

"Heheheh." Imlie tertawa membaca chat dari Wardah itu.

Imlie>>>>

"Hahahaha siap ketua." (emot ngakak)

Wardah>>>>

"Nanti setelah Gue dan yang lainnya pulang sekolah. Kita ke rumah Lo ya."

Imlie>>>>>>>

"Siap, Gue tunggu ya. Mumpung keluarga Gue pada nggak ada."

Wardah>>>>>

"Oke, gass. Gitu dulu si Pak boyon udah masuk..bye bye cantik."

Setelah memberikan reaksi love pada pesan terakhirnya Wardah Imlie pun pergi ke balkon dan duduk di sana. Dia hanya menatap kosong ke arah depan.

Lama terdiam Imlie pun di kagetkan dengan suara notifikasi dari hpnya.

Bro>>>>>>

"ada jop bagus nih, Lo mau ikut kagak? Hadiahnya 50jt."

Imlie yang membaca itu langsung terbelalak. "50 jt? Lumayannlah buat jaga jaga sampai Gue gajian di restoran. Kan sekarang Gue kagak punya uang sama sekalih. Apalagi kalau Mama, Papa pulang bisa bisa Gue kagak makan." gumam Imlie. Dan...

Imlie>>>>>

"Oke, Dell... Daftarin Gue."

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!