NovelToon NovelToon
Shen Yu Jalan Melawan Langit

Shen Yu Jalan Melawan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Alam Atas (Tiga Puluh Tiga Surga) sedang menghadapi akhir dari usianya yang telah berjalan miliaran tahun. Energi Dao mulai membeku. Para Penguasa Purba menyebutnya Kalpa Angin Salju. Untuk bertahan hidup dari kiamat kosmik ini, para penguasa Alam Atas menanam "Ladang Dunia Fana" (seperti dunia asal Shen Yu) untuk memanen energi kehidupan.

Kedatangan Shen Yu (Ketiadaan) dan Lin Xue (Teratai Primordial) adalah anomali. Bagi Alam Atas, Lin Xue adalah kayu bakar abadi yang bisa menghangatkan mereka dari musim dingin kosmik, sedangkan Shen Yu adalah badai salju yang akan mempercepat kehancuran mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Pesta Darah di Meja Bundar

Surga Kedua - Kedalaman Jurang Kabut Hitam.

Jurang ini tidak pernah melihat cahaya. Kabut pekat yang menggenang di dasarnya adalah miasma beracun yang bisa melelehkan tulang kultivator fana biasa. Namun, tepat di perut tebing curam itu, sebuah istana rahasia dipahat dari batu obsidian.

Di dalam aula utama yang berbentuk melingkar, sebuah meja bundar raksasa dari batu giok hitam menjadi pusat ruangan. Tempat ini diterangi oleh lentera-lentera yang membakar minyak dari lemak monster kosmik, memancarkan cahaya hijau yang meredupkan wajah-wajah di sekitarnya.

Di sekeliling meja itu, duduk enam belas penguasa faksi bawah tanah terkuat di Surga Kedua. Pemimpin sekte pembangkang, raja bandit, dan pedagang pasar gelap. Aura mereka sangat menekan, masing-masing berada di batas Dewa Fana Tahap Akhir hingga Tahap Puncak.

Di kursi utama, sesosok bayangan yang memancarkan aura Tuan Muda Tanpa Wajah berdiri mengamati, menanti tamu kehormatan terakhir.

Pintu perunggu raksasa terbuka tanpa suara.

Langkah kaki yang tenang namun membawa beban yang menggetarkan batu obsidian memecah keheningan. Shen Yu melangkah masuk, jubah hitamnya seakan menyerap cahaya lentera hijau di ruangan itu. Di sampingnya, Lin Xue melangkah dengan keanggunan seorang penguasa sejati, pedang teratainya tersarung damai, namun mata ungunya setajam es abadi.

Keenam belas penguasa di meja bundar itu serentak menoleh. Tatapan mereka merendahkan, penuh dengan ejekan yang tidak disembunyikan.

"Jadi ini Kaisar Malam yang digosipkan itu?" cemooh seorang pria bertubuh kekar dengan bekas luka melintang di wajahnya. Ia adalah Penguasa Lembah Tengkorak, Xing He, seorang ahli Dewa Fana Tahap Puncak yang tangannya bersimbah darah jutaan kultivator. "Hanya seorang bocah di Tahap Menengah yang baru merangkak dari lumpur alam bawah. Tuan Muda, apakah kau sedang bercanda dengan mengundang anjing liar ini ke meja kita?"

Tuan Muda Tanpa Wajah hanya tersenyum di balik topeng porselennya, tidak menjawab. Ia memberikan panggung sepenuhnya kepada Shen Yu.

Shen Yu tidak marah. Ia berjalan mendekati satu-satunya kursi kosong di meja bundar itu. Bukannya duduk, ia meletakkan sebelah tangannya di sandaran kursi kayu besi tersebut.

"Sebuah persekutuan," suara Shen Yu pelan, namun beresonansi di dalam lautan kesadaran setiap orang di ruangan itu. "Kalian berkumpul di lubang tikus ini, berbisik-bisik merencanakan kejatuhan Pengadilan Langit, sambil gemetar ketakutan setiap kali ada bayangan awan melintas."

"Tutup mulut kotor fana-mu!" raung seorang pemimpin sekte wanita berkepala plontos di seberang meja. "Kau beruntung bisa mencuri sumsum naga dari Klan Api Tembaga saat mereka lengah! Di meja ini, kau hanyalah pion!"

"Pion?" Shen Yu memiringkan kepalanya, matanya yang hitam legam menatap langsung ke arah Xing He. "Kalian memanggilku ke sini untuk menjadikan aku perisai daging kalian melawan amarah Surga Pertama."

Xing He tertawa terbahak-bahak, menggebrak meja giok hitam hingga retak.

"Setidaknya kau tahu tempatmu, Bocah! Serahkan semua Kristal Dao yang kau rampok dari Puncak Darah, serahkan wanita di sebelahmu itu sebagai piala persekutuan kita, dan bersujudlah seratus kali. Mungkin aku akan membiarkanmu mencuci kakiku di perkemahan nanti!"

Kata-kata Xing He disambut tawa serak oleh sebagian besar penguasa di ruangan itu. Di mata mereka, kultivator Tahap Menengah tidak berhak berbicara, apalagi menawar.

Lin Xue bahkan tidak berkedip. Ia hanya menatap Xing He seolah pria itu sudah menjadi mayat.

Shen Yu ikut tersenyum. Sebuah lengkungan bibir yang sangat tipis, sangat dingin, dan membawa hawa kematian murni.

"Kau terlalu banyak bicara untuk seonggok daging mati," bisik Shen Yu.

Tanpa peringatan, tanpa memadatkan Qi, dan tanpa fluktuasi sihir apa pun, Shen Yu menghilang.

Bukan kecepatan bayangan, bukan sihir teleportasi. Itu adalah daya ledak murni dari otot Tulang Besi Naga Bintang yang merobek batasan ruang secara harfiah.

Xing He yang berada di batas Tahap Puncak bahkan tidak sempat berkedip. Insting bertahannya baru saja berteriak saat sebuah tangan sekeras baja kosmik mencengkeram wajahnya, menutupi seluruh pandangannya.

"A-Ap—"

BLAAAAAAAAR!

Shen Yu menghantamkan kepala Xing He langsung ke atas meja giok hitam raksasa itu.

Meja yang ditempa untuk menahan benturan pusaka tingkat tinggi itu hancur berkeping-keping. Tanah obsidian di bawahnya meledak, menciptakan kawah sedalam tiga tombak di tengah aula.

Gelombang kejut dari benturan fisik murni itu melemparkan lima belas penguasa faksi lainnya dari kursi mereka. Lentera-lentera hijau padam seketika, menyisakan kegelapan yang dirobek oleh debu batu.

Ketika debu perlahan turun, pemandangan di tengah ruangan membuat darah para penguasa bayangan itu membeku.

Shen Yu berdiri dengan satu kaki menginjak sisa meja. Tangan kanannya memegang leher Xing He dan mengangkat tubuh raksasa pria itu ke udara. Xing He, penguasa kejam di Tahap Puncak, menggelepar dengan wajah yang telah hancur separuh. Pertahanan Qi-nya remuk, tulang rusuknya menembus paru-parunya sendiri.

"Hukum rimba kalian sangat cacat," suara Shen Yu mengiris keheningan. "Kalian berpikir usia dan ranah kultivasi adalah tameng yang absolut."

Shen Yu meremas leher Xing He. Api Ketiadaan meledak dari telapak tangannya, menelan Dantian pria itu, membakar esensi kultivasinya selama sepuluh ribu tahun menjadi kehampaan absolut dalam waktu satu kedipan mata.

Xing He tidak bisa menjerit. Tubuhnya mengering, menghitam, dan akhirnya hancur menjadi abu yang berjatuhan ke lantai.

Pemimpin faksi Tahap Puncak tewas bagaikan serangga di tangan seorang pemuda Tahap Menengah.

Tiga belas penguasa faksi yang tersisa mundur hingga menempel ke dinding aula. Wajah mereka sepucat kertas. Arogansi mereka telah menguap sepenuhnya. Mereka baru saja menyadari bahwa mereka tidak mengundang seorang pelarian, melainkan seekor monster purba yang turun untuk memangsa mereka.

Tuan Muda Tanpa Wajah tetap diam di sudut ruangan, topeng porselennya tidak menunjukkan emosi apa pun.

Shen Yu mengibaskan abu dari tangannya. Ia membalikkan badan, menatap ketiga belas penguasa faksi yang kini gemetar hebat.

Sang Tiran mengangkat tangan kanannya, telapak tangannya terbuka. Lima belas percikan api kecil yang berwarna hitam legam Api Ketiadaan melayang di udara, masing-masing berhenti tepat di depan hidung para penguasa yang tersisa.

"Aku tidak datang untuk berdiskusi, dan aku tidak punya waktu untuk politik selokan kalian," deklarasi Shen Yu mutlak, matanya memancarkan arogansi yang mampu menelan langit.

"Bara api ini adalah sebagian dari Ketiadaan-ku. Telan bara ini sekarang juga. Biarkan api ini bersemayam di Dantian kalian."

Pemimpin sekte wanita berkepala plontos itu jatuh berlutut, air mata ketakutan membasahi pipinya. "J-Jika kami menelannya... hidup dan mati kami berada di telapak tanganmu!"

"Tepat," jawab Shen Yu tanpa belas kasihan. "Kalian bisa memilih untuk menelannya dan hidup sebagai pedangku, mematuhi setiap perintahku tanpa keraguan sedikit pun. Atau kalian bisa menolak..."

Shen Yu melirik tumpukan abu Xing He.

"...dan menyusul teman kalian yang banyak bicara ini."

Keheningan kembali mencekik. Tidak ada jalan keluar. Pintu perunggu telah dijaga oleh Lin Xue, yang pedang teratainya kini memancarkan Dao Waktu yang mematikan.

Satu per satu, para penguasa faksi bawah tanah yang dulunya ditakuti di seluruh Surga Kedua itu membuka mulut mereka. Dengan tangan gemetar, mereka menelan bara Api Ketiadaan tersebut. Begitu bara itu masuk ke dalam Dantian, mereka merasakan hawa kematian yang menempel langsung pada esensi kehidupan mereka. Satu jentikan jari dari Shen Yu, dan mereka akan lenyap tak bersisa.

Ketiga belas penguasa itu bersujud serentak di hadapan Shen Yu, menempelkan dahi mereka ke lantai obsidian yang dingin.

"Kami... kami tunduk pada Kaisar Malam!" gema suara mereka sarat dengan keputusasaan mutlak.

Shen Yu menatap bayangan Tuan Muda Tanpa Wajah yang sedari tadi hanya menjadi penonton bisu.

"Terima kasih atas ruang pertemuannya, Pemintal Konspirasi," cemooh Shen Yu. "Pasukanku di Surga Kedua baru saja bertambah."

Shen Yu berbalik, mengibaskan jubah hitamnya. Ia menatap pasukannya yang baru saja ditundukkan.

"Bangun. Kirim perintah ke seluruh faksi kalian. Kumpulkan sumber daya, pusaka, dan seluruh kultivator kalian. Malam ini kita akan menghancurkan Kota Roda Besi dan meratakan Klan Api Tembaga dari sejarah Surga Kedua!"

1
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka...
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Bambang Widono
👍👍🙏🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏
Bambang Widono
mantab lanjut Thor 👍👍💯💯💯💯👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
aleena
semua karyamu pasti bagus bagus
💪💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih 🙏
total 1 replies
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!