Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.
Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Pedang Jahat Membelah Langit!
Rambut hitam Yun Zhu berkibar liar tertiup oleh tekanan energinya sendiri. Matanya yang gelap kini tampak semakin dalam, seolah-olah menjadi lubang hitam yang siap menelan keberadaan Fu Han kapan saja.
Atmosfer di halaman kediaman Fu mendadak menjadi sangat dingin dan menyesakkan.
Di sisi lain, Fu Han tidak tinggal diam. Ia menyadari sepenuhnya bahwa kekuatan Yun Zhu baru saja melonjak ke tingkat yang jauh lebih berbahaya.
Urat-urat di lehernya mulai menonjol saat ia merasakan tekanan yang menghimpit batinnya.
'Bocah ini... tidak bisa diremehkan,' pikir Fu Han dalam hati sambil menggertakkan giginya.
Tanpa ragu sedikit pun, ia menyentuh cincin penyimpanan miliknya yang segera berkedip redup.
Sebuah pil berwarna merah darah dengan aroma amis yang kuat muncul di telapak tangannya, dan dalam sekali gerak, Fu Han langsung menelan pil tersebut.
Seketika, transformasi yang mengerikan terjadi. Tubuh Fu Han berubah warna menjadi merah pekat seperti darah yang membeku, jauh lebih kokoh dan besar dari sebelumnya.
Otot-ototnya mengeras secara ekstrem hingga pakaian bagian atasnya robek berantakan, sementara dari keningnya menyembul dua tanduk hitam yang melengkung tajam.
Aura iblis yang jahat dan panas mulai menguap dari pori-pori kulitnya.
'Perwujudan Iblis-ku sekarang sudah sempurna, bocah ini bukan lawanku lagi.'
Yun Zhu tidak gentar melihat perubahan itu. Ia perlahan menyatukan jari-jarinya, membentuk pola segel kuno yang rumit di depan dadanya.
Ruang di belakang tubuhnya mulai bergetar hebat, memancarkan gelombang energi yang gelap.
Kemudian, sebuah pedang raksasa yang tercipta dari energi spiritual murni termanifestasi di belakang punggungnya.
Pedang besar itu mengandung kekuatan penghancur yang masif, dengan seluruh bilahnya diselimuti oleh Qi hitam yang pekat dan berdenyut seperti nyawa yang haus akan darah.
Tangan Yun Zhu bergerak tegas, menunjuk langsung ke arah Fu Han yang berdiri tegak.
"Pedang Jahat Membelah Langit!"
Pedang raksasa itu meluncur turun dari langit dengan kecepatan yang membelah udara, menimbulkan suara deru yang memekakkan telinga saat mengarah tepat ke kepala Fu Han.
Fu Han menggeram rendah, ia menguatkan kuda-kudanya hingga kakinya tertanam dalam ke tanah.
Kedua tangannya diselimuti oleh kekuatan dahsyat yang mengerikan, memancarkan aura merah gelap yang membara saat ia mengangkat lengannya ke atas.
"Hanya dengan ini, mencoba melawanku!?" teriak Fu Han dengan suara yang kini terdengar berat dan parau.
Benturan pun terjadi. Pedang raksasa itu jatuh menghantam Fu Han dengan dentuman yang menggetarkan seluruh Kota Peiling. Fu Han berhasil menahan bilah pedang itu dengan kedua tangannya, namun tekanan yang dihasilkan benar-benar luar biasa.
Tanah di sekitar kakinya seketika membentuk kawah besar yang retak-retak, debu dan batu beterbangan ke segala arah. Fu Han tampak bersusah payah, otot-ototnya gemetar hebat saat ia mencoba menahan beban pedang energi yang terus menekannya ke bawah.
Mata Fu Han memerah, kilat amarah yang murni terpancar dari pupilnya yang kini berbentuk vertikal layaknya binatang buas.
Urat-urat di dahinya berdenyut hebat, menahan beban pedang energi yang menekannya.
"Bocah! Kubunuh kau!"
Dengan satu sentakan tenaga iblis yang meledak, Fu Han mendorong kedua tangannya ke atas. Pedang raksasa milik Yun Zhu seketika hancur berkeping-keping, hancur menjadi serpihan energi yang tajam.
Akibat guncangan balik dari hancurnya teknik tersebut, Yun Zhu terhuyung sejenak dan memuntahkan seteguk darah segar yang membasahi bibirnya.
Fu Han tidak memberikan waktu bagi lawannya untuk bernapas. Ia melesat maju, meninggalkan jejak retakan di tanah.
Yun Zhu tetap tenang meski dadanya terasa sesak. Ia segera memasang kuda-kuda kokoh, matanya mengunci setiap pergerakan Fu Han yang brutal.
"Terima ini!"
Tangan raksasa Fu Han yang telah terlapisi kekuatan iblis pekat mengayun deras. Pukulan itu membawa tekanan angin yang sanggup meruntuhkan tembok batu, menghantam tepat ke arah dada Yun Zhu.
Namun, kejutan besar terjadi. Yun Zhu menahan hantaman itu dengan kedua telapak tangannya yang bersilangan. Tubuhnya bergeming, kakinya tertanam kuat di tanah tanpa terpental sedikit pun.
"A—apa!" Fu Han terbelalak tak percaya. Serangan terkuatnya tertahan dengan begitu sempurna.
Energi spiritual hitam yang menyelimuti tubuh Yun Zhu justru semakin menebal dan berputar liar, menciptakan tekanan gravitasi yang membuat Fu Han mulai kesulitan bernapas. Udara di sekitar mereka terasa seolah membeku.
Dengan gerakan kilat, Yun Zhu mencengkeram kedua pergelangan tangan Fu Han, mengunci pergerakan pria tua itu. Kemudian, tanpa peringatan, Yun Zhu membenturkan dahinya sendiri dengan sangat keras ke arah dahi Fu Han.
KRAK!
Suara tulang yang retak terdengar mengerikan di tengah kesunyian malam saat kedua dahi itu berbenturan.
Darah segar langsung mengucur dari dahi Fu Han yang pecah, membuatnya terhuyung mundur dengan pandangan yang berkunang-kunang.
Tak membiarkan lawannya pulih, Yun Zhu melanjutkan dengan satu tendangan memutar yang sangat kuat, menghantam rusuk Fu Han hingga terdengar bunyi patahan lainnya.
"Bocah bajingann!"
Fu Han meraung murka, energi iblisnya meningkat pesat sekali lagi dalam upaya terakhir untuk membalas. Namun, saat ia hendak menerjang maju, seluruh gerakannya mendadak terhenti secara paksa.
Pedang hijau milik Yun Zhu melesat keluar dari cincin penyimpanan dengan kecepatan yang tak tertangkap mata manusia.
Pedang itu berputar di udara, lalu menebas leher Fu Han dalam satu tarikan garis yang sangat presisi.
"Kau..."
Ucapan Fu Han terputus seketika. Cairan merah kental menyembur dari lehernya yang terbuka lebar.
Tak lama kemudian, kepalanya terlepas dan jatuh menggelinding di atas tanah, meninggalkan tubuh raksasanya yang masih berdiri tegak selama beberapa detik sebelum akhirnya ambruk.
Yun Zhu menatap jasad tanpa kepala itu dengan pandangan sedingin es. Baginya, kematian pria di depannya hanyalah sebuah konsekuensi wajar dari perbuatan jahat yang telah dilakukan.
Tubuh Fu Han akhirnya jatuh terjerembap ke tanah, darahnya memuncrat membasahi rerumputan di halaman kediaman yang kini sunyi.
Yun Zhu melangkah mendekat dengan tenang. Ia membungkuk, menjambak rambut Fu Han yang berlumuran darah, lalu mengangkat kepala itu tinggi-tinggi.
Matanya beralih menatap ke arah aula kediaman Fu yang masih riuh oleh suara pertempuran antara Yan Chu dan para pengikut Fu yang tersisa.
"Saatnya membereskan sisa-sisa sampah ini."