seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi ke pesta bersama Alina
Malam ini jam pulang lumayan malam Devano harus pergi ke pesta, namun ngga tau harus sama siapa karena sampai saat ini dirinya masih menduda tak ada niat menikah karena masih sangat mencintai mendiang sang istri..
Devan melihat Alina sedang membereskan pantri, membuat Devano mengerutkan keningnya lalu segera hampiri entah kenapa Devano menghampiri Alina..
"Ehh.. ada apa tuan?"tanya Alina membuat Devano menatap.
"kamu ikut saya!"jawab Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
"Tapi tuan--,"
"Tak ada alasan!"tegas Devano membuat Alina menghela nafas.
"Baiklah.. memang kemana?"tanya Alina menatap Devano.
"pesta teman saya!"jawab Devan membuat Alina ngangguk.
_
_
_
setelah beberapa menit kini Alina selesai memakai pakaian yang Devan berikan, lalu segera keluar dari ruangan Devan merasa sedikit tak nyaman dengan pakaian yang Devan berikan, karena selama ini hanya berpakaian biasa..
"Cantik juga,"gumam Devano menatap Alina.
"Maaf tuan, apa kurang cocok?"tanya Alina membuat Devano menghela nafas.
"Lumayan cocok!"jawab Devan membuat Alina ngangguk.
Alina pergi bersama Bos nya baru kali ini berpakaian seperti ini, pakaian seperti kurang bahan Alina tak pernah berpakaian seperti ini tapi sepupunya tentu pernah karena selalu pergi ke pesta bersama temannya..
_
_
_
setelah beberapa menit mereka sampai tempat pesta dari tempat Devano yaitu Saka orang yang pernah natap genit Alina, mungkin Devano lupa bahwa Saja pernah memandang lapar tubuh Alina waktu itu..
"Ehmm.. semua pengusaha,"gumam Alina merasa tak percaya diri.
"Ayo duduk!"Pinta Devano.
Alina pun ngangguk lalu duduk berhadapan dengan Devan, baru kali ini Devano datang dengan wanita selain mendiang istrinya yaitu Alina, seorang Asisten pribadi Devano yang baru bekerja hari ini..
"Yaampun.. itu Devano, datang dengan siapa?"gumam Novi dengan mengerutkan keningnya.
"Wahh.. jangan jangan , dia punya kekasih?"gumam Novi merasa geram.
Saka melihat sahabatnya bersama seorang wanita membuat Saka mengerutkan keningnya lalu menghampiri Devano,merasa penasaran apakah benar ini adalah kekasih sahabat nya itu karena Devano yang dirinya tau belum bisa melupakan mendiang sang istri..
Saat melihat dengan jelas seketika kaget melihat Devano bersama pelayan Bar cafe, sementara Devano melihat Saka menatap heran Alina membuat Devano mengerutkan keningnya..
"ada apa?"tanya Devano menatap sahabatnya nya, membuat Saka geleng.
"Apakah.. Kamu sewa seorang wanita?"tanya Saka balik.
"Tidak, aku tak sewa wanita!"jawab Devano membuat Saka menatap.
Alina merasa sedikit tak nyaman di tatap Saka seperti itu seolah dirinya perempuan tak baik alias wanita sewaan, lalu Alina hanya menunduk saja tanpa menatap Saka karena tak percaya diri juga pakaian nya kurang bahan seperti ini sebenarnya Alina tak nyaman..
"Ehmm.. kenapa natap gitu?"tanya Devano.
"Ehh.. Ngga Devano!"jawab Saka membuat Devano menghela nafas.
Devano tau Alina merasa tak nyaman di tatap seperti tadi oleh Saka, apalagi waktu itu juga Saka seperti nya berniat nakal pada Alina yang masih polos ini itu kenapa Devano saat itu suruh Alina pulang takut ada yang berniat tak baik dengan Alina..
"Mau minum hm?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"tak mau, belum haus tuan,"jawab Alina dengan tersenyum.
Devano mengambil kue kebetulan belum makan sore juga hari ini karena saking sibuk saat di kantor sampai lupa makan, lalu berikan satunya pada Alina dengan meletakkan di meja membuat Alina tersenyum lalu mengambil kue nya karena lapar juga sebenarnya namun tahan..
tiba tiba saja perut Alina bunyi karena lapar yang di tahan seketika membuat Devano terkejut dengar suara perut Alina, sungguh Perut nya tak bisa di ajak kerja sama membuatnya malu saja ...
"Hemm.. Ternyata alarm tubuhmu bunyi!"celetuk Devan membuat Alina merona.
"Maaf tuan, saya belum makan siang karena sibuk kerja,"ucap Alina membuat Devano menghela nafas.
"kebiasaan mu, selalu telat makan astaga!"gerutu Devano merasa tak habis pikir.
Devano mengambil makanan untuk Alina, tak bisa membiarkan Alina kelaparan padahal Devano tak pernah suruh pekerjaan lain apa mungkin ada yang menyuruh Alina tanpa izin dirinya? Karena mungkin ada yang kira Alina ini office girl padahal asisten pribadi Devano..
Alina yang melihat Devano membawakan makanan untuk nya membuat nya tak enak hati, karena sudah menyusahkan bos nya karena selama ini tak ada yang perhatikan Dirinya baru kali ini ada yang perhatikan seperti ini walaupun Devano ada rasa gengsi..
"Terimakasih tuan, maaf merepotkan,"ucap Alina merasa tak enak hati.
"hemm.. Memang repotin, tapi saya ngga mau kerja dengan saya jadi kurus!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
Alina sebenarnya malu makan di tempat ini tapi karena di suruh Devano dirinya harus menurut karena takut marah, Alina makan lahap kue nya karena begitu lapar beberapa pekerja menyuruh nya seperti Office girl tapi Alina hanya diam ngga mau mengadu pada Devano..
"Kenapa dia, bisa tahan lapar seperti ini,"gumam Devano menatap Alina.
_
_
_
Setelah beberapa jam Alina kini sudah pulang di jam satu malam entah apakah bibinya udah tidur apa belum, Alina merasa takut akan kena marah oleh bibinya yang sangat kej4m itu padanya apalagi belum sempat membereskan rumah sungguh hidup Alina selalu berada dalam tekanan sang bibi sejak kecil..
"Tuhan.. Tolong lindungi Alina, pasti bibi sangat marah,"lirih nya.
Cklek..
Alina masuk ke rumah nya lalu menatap keliling memastikan semua udah tidur setelah itu langsung pergi menuju kamar nya menghela nafas lega, entah bagaimana besok nasib nya pasti akan seperti di neraka, bagaimana nanti jawab pertanyaan sang bibi jika bertanya tentang semalam?
"Semoga saja, besok tak parah dapat kemarahan bibi,"gumam Alina.
_________________________________________________
Sementara itu di tempat lain di Mension Dirgantara, Devano baru saja pulang langsung pergi menuju kamar nya, namun tiba-tiba ada mamahnya yang menunggu nya mungkin ingin bertanya tentang Novi karena dirinya menolak ajak Novi ke pesta teman nya malah pilih ajak Alina..
"habis ke pesta?"tanya Vania membuat Devano ngangguk.
"Iyahh..!"jawab Devano.
"Dengan siapa?"tanya Vania menatap sang putra.
"seseorang mah!"jawab Devano membuat Vania menghela nafas.
Vania pun mengeluarkan ponselnya lalu perlihatkan Devano sedang di pesta bersama seorang wanita yaitu Alina,lalu Devano pun merasa terkejut entah siapa yang foto dirinya secara diam diam tapi untunglah ngga dari depan..
"Kenapa sih mah, kan aku berhak ajak siapa pun!"tegas Devano.
"Tapi mamah, ingin kamu sama Novi!"tegas Vania membuat Devano menghela nafas.
"Aku malas aja Novi, karena aku tak suka dengan nya jadi stop jodohkan aku, dengan gadis pilihan mamah!"tegas Devano.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"