NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : Keputusan di Tengah Kepungan

Setelah kembali dari pertemuan dengan Tetua Liu dan Tetua Qing, Lin Feng tidak bisa tidur.

Ia berbaring di atas kasur, menatap langit-langit, sementara pikirannya berputar tanpa henti memikirkan semua yang baru saja terjadi.

Aku sudah mengungkapkan rahasia terbesarku kepada kuil, Apakah itu keputusan yang benar?

Sebagian dari dirinya menjawab ya.

Kuil Cahaya Suci telah dua kali menyelamatkan nyawanya. Mereka memiliki sumber daya, kekuatan, dan pengetahuan yang selama ini ia butuhkan. Perlindungan mereka nyata, bukan janji kosong.

Namun bagian lain dari dirinya, berbisik pelan namun tajam.

Kekuatan selalu membawa godaan. Bahkan mereka yang tampak paling suci bisa berubah, jika imbalannya cukup besar. Dan gulungan yang ia miliki… adalah godaan yang nyaris tak tertandingi.

Tidak lama setelah itu tiba tiba, ketukan pelan di pintu memecah pikirannya.

“Lin Feng? Kau belum tidur?” Suara Yue Lian terdengar lembut dari balik pintu.

Lin Feng bangkit dan membukanya. Yue Lian berdiri di luar mengenakan pakaian tidur sederhana. Rambutnya terurai longgar dan di tangannya ada dua cangkir teh hangat.

“Kupikir kau mungkin sulit tidur,” katanya sambil menyerahkan satu cangkir teh.

“Terima kasih,” jawab Lin Feng lirih sambil menerima teh itu.

Mereka duduk berdampingan di meja kamar. Uap tipis dari cangkir teh mengepul perlahan, menemani keheningan yang terasa nyaman.

“Tetua Liu bilang ada sesuatu yang istimewa tentangmu,” ucap Yue Lian akhirnya. “Sesuatu yang membuat Sekte Bayangan Naga mengincarmu. Tapi beliau tidak menjelaskan lebih jauh.”

“Lebih baik kamu tidak mengetahui nya,” kata Lin Feng pelan. “Semakin banyak yang kau ketahui, semakin besar bahaya yang mengikutimu.”

Yue Lian menoleh, menatapnya dengan sorot mata yang serius.

“Aku tidak takut pada bahaya,” katanya. “Aku malah lebih takut kehilanganmu. Kehilangan seorang teman.”

Lin Feng terdiam.

Kata teman terasa asing di telinganya, namun entah kenapa, juga terasa hangat.

“Kau tidak akan kehilanganku,” ucapnya akhirnya. “Aku masih di sini. Setidaknya… untuk saat ini.”

Yue Lian tersenyum kecil. “Itu sudah cukup.”

Mereka kembali menyesap teh dalam diam. Namun kali ini, keheningan itu terasa lebih hangat dan lebih menenangkan.

“Lin Feng,” kata Yue Lian setelah beberapa saat, “apa pun yang sedang kau hadapi, kau tidak sendirian. Aku, Zhou Ming, yang lain, kami semua ada untukmu.”

“Aku tahu,” jawab Lin Feng dengan tulus. “Dan itu… sangat berarti.”

Dan akhirnya Yue Lian bangkit dan mulai melangkah untuk pergi, "semoga tidurmu nyenyak malam ini."

**

Keesokan paginya, Lin Feng dipanggil ke ruang pertemuan besar di gedung kuil.

Ruangan itu jarang digunakan, biasanya hanya untuk diskusi strategis. Sebuah meja panjang membentang di tengah, dikelilingi kursi-kursi berat dari kayu tua. Di salah satu dinding terbentang peta besar wilayah Kota Qingshui dan sekitarnya.

Saat Lin Feng masuk, Tetua Liu dan Tetua Qing sudah menunggu. Bersama mereka ada tiga orang asing.

Seorang pria tua berambut putih dengan jenggot panjang, auranya dalam dan menekan, jelas berada di Ranah Formasi Inti tingkat tinggi, mungkin Lapisan Ketujuh atau Kedelapan.

Seorang wanita paruh baya berkacamata kecil, membawa gulungan dan alat tulis, tatapannya tajam dan penuh perhitungan, jelas seorang ahli strategi atau cendekia.

Dan seorang pemuda sekitar dua puluh lima tahun, mengenakan baju zirah ringan dengan pedang di punggung, auranya stabil dan tajam, seperti seorang petarung murni.

“Lin Feng,” kata Tetua Liu, “izinkan aku memperkenalkan mereka. Ini Tetua Ming, salah satu tetua senior dari kuil pusat. Ini Cendekia Wen, ahli sejarah dan artefak kuno kami. Dan ini Kapten Feng, pemimpin pasukan penegak kuil.”

Lin Feng membungkuk hormat kepada mereka. “Salam hormat pada Tetua..”

Tetua Ming menatapnya lama.

“Jadi kau pemegang Gulungan Naga Kekacauan,” katanya. “Masih sangat muda.”

“Usia tidak selalu menentukan takdir,” jawab Lin Feng dengan hati-hati.

Tetua Ming tertawa pelan. “Jawaban yang bijak. Aku menyukainya. Duduklah anak muda. Kita punya banyak hal untuk dibahas hari ini.”

Lin Feng akhirnya duduk.

Cendekia Wen membuka gulungan besar di tangannya, sebuah peta rinci Kota Qingshui.

“Setelah tau ada insiden kemarin, kami dari kuil pusat sebenarnya sudah menyelidiki berbagai pergerakan Klan Langit Biru di wilayah kota Qingshui, dan ternyata disini ada pergerakan Sekte Bayangan Naga atau sekte aliansi Klan Langit Biru. Dan akhirnya, kami menemukan sesuatu yang cukup mengkhawatirkan.”

Ia menunjuk beberapa titik di peta.

“Disini terdeteksi lokasi-lokasi tempat kultivator mereka dalam dua minggu terakhir. Lima titik berbeda. Namun jika dihubungkan…”

Ia menarik garis di antara titik-titik itu.

Polanya terbentuk dengan jelas.

Sebuah lingkaran dengan gedung Kuil Cahaya Suci tepat di pusatnya.

“Mereka sedang mengepung kita,” kata Kapten Feng dengan nada gelap. “Perlahan dan sistematis. Mereka bukan hanya memburu Lin Feng, mereka juga kayaknya sedang mengumpulkan informasi tentang pertahanan kita, rutinitas kita, dan celah-celah yang bisa dimanfaatkan.”

“Perkiraan jumlah mereka?” tanya Tetua Liu.

“Minimal sepuluh,” jawab Cendekia Wen. “Bisa sampai lima belas jika ada yang benar-benar tersembunyi. Beberapa di Ranah Pembentukan Fondasi, dan kemungkinan kebanyakan di Ranah Formasi Inti.”

“Sepuluh hingga lima belas pembunuh profesional,” gumam Tetua Qing. “Jika menyerang bersamaan, itu bisa jadi masalah besar.”

“Itulah sebabnya kita butuh strategi,” kata Tetua Ming tegas. Ia menatap Lin Feng.

“Kami bisa melindungimu di sini. Formasi gedung ini cukup kuat untuk menahan serangan bahkan dari Ranah Jiwa Baru lahir sekalipun. Tapi kau tidak bisa bersembunyi selamanya. Cepat atau lambat kau harus keluar. Dan saat itu… mereka akan bergerak.”

“Lalu apa saran kalian?” tanya Lin Feng.

“Serangan balasan,” jawab Kapten Feng, senyum tipis penuh bahaya terukir di wajahnya. “Alih-alih menunggu, kita serang lebih dulu. Bersihkan mereka dari kota Qingshui”

“Itu berisiko,” ujar Cendekia Wen. “Sekte Bayangan Naga ahli menghilang. Jika mereka sadar, mereka akan mundur dan kembali dengan kekuatan lebih besar.”

“Kecuali kita tidak memberi mereka kesempatan untuk kabur,” kata Tetua Qing. “Kita butuh umpan.”

Pandangan semua orang beralih pada Lin Feng.

“Kalian ingin aku menjadi umpan,” katanya tenang.

“Bukan sekadar umpan,” koreksi Tetua Ming. “Kau adalah pemicu. Kau keluar dengan perlindungan minimal, membuat mereka yakin ini kesempatan terbaik. Saat mereka menyerang, pasukan penegak kita akan langsung menyergap.”

Lin Feng mempertimbangkannya sejenak.

Berbahaya, tentu saja. Namun…

“Aku setuju,” katanya mantap. “Lebih baik kita yang menentukan waktu dan tempat pertempuran, daripada membiarkan mereka memilihnya.”

Tetua Liu menatapnya dengan campuran kekhawatiran.

“Kau yakin?”

“Aku yakin,” jawab Lin Feng. “Dan aku tidak selemah yang mereka kira.”

Kapten Feng terkekeh. “Aku suka pemuda yang pemberani..”

“Baik,” putus Tetua Ming. “Kita susun rencana.”

Rencana diselesaikan dalam dua jam.

Lokasi: Gudang-gudang tua di distrik timur, cukup sepi untuk pertempuran, namun masih dalam jangkauan bantuan cepat.

Waktu: Besok malam, saat patroli kota paling minim.

Formasi: Lin Feng akan bergerak sendirian. Sementara sepuluh kultivator penegak bersembunyi di atap, di dalam gudang, dan ditempat tempat lain.. Setelah itu Jika Lin Feng benar-benar terancam, ia akan akan memberitahukan kita dengan melepaskan ledakan qi khusus sebagai tanda.

"Kalian mengerti?" jelas Tetua Ming

"Kami mengerti" jawab mereka serempak.

1
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!