NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15.

"Hahaha ..." Mirza mencium kedua kartu ATM di tangannya.Saat mereka menyusuri koridor rumah sakit menuju area parkiran.langkah Mirza terhenti tiba-tiba lalu berbalik ke hadapan Ribka. "Mama lihat, mudahnya Mirza dapatkan ini dari Papa. Hanya karena beliau ingin aku ngasih izin menikah." decik Mirza sinis. Seraya menatap kedua kartu ditangannya.

"Itu tidak baik, Mirza. Sama saja dengan memeras." Ribka tidak mengerti sikap Mirza yang tiba-tiba berubah. Entah apa yang direncanakannya.

"Mama lihat sendiri kan Papa yang nawarin. Kenapa tidak? Mirza juga mau manfaatin Papa. Tapi ada yang aneh. Kenapa Papa mau semudah itu mengasih kartu ini. Bahkan Tante Khaty juga ikutan. Mirza kan cuma anak adopsi." Ribka mendadak gugup mendengar ucapan Mirza. "Mama tau gak alasannya?"

Mirza mencekal lengan Ribka. Menelisik wajah ibunya dengan seksama.

"Kalau menurutmu apa alasannya?" Ribka malah balik bertanya. Membalas tatapan Mirza dengan tenang. Bersikap sewajar mungkin, supaya Mirza tidak curiga. Seolah dia tidak mengetahui rahasia yang sempat membuatnya shock.

"Yah, kalau menurut Mirza cuma mau menyuap saja. Supaya Mirza tidak banyak protes."

"Lalu alasan kamu mau menerima kartu itu apa?" Ribka menatap Mirza lekat.

Ribka ragu, mungkin saja Mirza sudah terpengaruh oleh papanya. Sebenarnya itu bukan masalah bagi Ribka. Dan tiadak akan menyalahkan Mirza. Seandainya dia lebih memilih papanya.

Itu lebih baik malah, demi masa depan Mirza. Karena dia memang tidak akan mampu membiayai kuliah Mirza nantinya. Jika Mirza nekad memilihnya.

"Masa Mama gak bisa nebak sih. Mirza lakuin ini untuk Mama, kok?" ucap Mirza datar.

"Untuk Mama? Maksud kamu apa Mir?" Ribka bingung melihat senyum Mirza yang tampak misterius.

"Menurut Mama, jika Papa dan Mama telah resmi bercerai. Apakah Papa akan memberi uang kepada Mama? Atau membagi harta gono gini? Kalau iya, bagus. Tapi menurut Mirza, karena Mama yang maksa bercerai. Mama tidak akan dapat sepersen pun."

"Mama berhak dapatkan itu, Mir. Mama sudah mendampingi papamu lebih dari dua puluh tahun."

"Mama yakin? Mama harus membayar pengacara untuk mengurus itu. Waktunya juga bertele-tele. Melihat perlakuan Papa yang tidak menghargai Mama selama ini. Mirza pesimis Ma." Mirza menghela nafas panjang. Menatap Ribka dengan sorot mata yang sulit dilukiskan.

"Oh, ya Ma. Mirza mau ambil semua uang ini. Memindahkannya menjadi milik Mama. Nantinya, Mama tidak perlu pusing lagi, jika Mama sudah bercerai. Mama sudah punya pegangan uang."

"Tapi uang itu milik kamu, Mir. Gunakanlah untuk keperluan kamu. Mama bisa cari pekerjaan. Kamu tidak perlu khawatirkan Mama setelah bercerai." Ribka mencoba menyakinkan Mirza.

"Mama harus realistis Ma. Tidak semudah itu. Mama tetap harus punya uang. Mama anggap saja uang ini gaji Mama selama jadi istri Papa."

"Di luar sana keras Ma. Mama butuh uang untuk tempat tinggal dan bertahan hidup. Sebelum Mama dapat pekerjaan, Mama mau tinggal dimana? Uang untuk bayar rumah kontrakan. Semua harus matang Mama rencanakan."

"Kalau Mama sudah punya pegangan, Mama tidak akan kesusahan. Setidaknya unyuk sementara waktu. Saat melihat Papa membawa perempuan itu kehadapan Nenek. Mata Mirza terbuka, Ma. Pasti semua keluarga Papa telah mendukung pernikahan itu. Dan tidak seorang pun yang membela Mama." Mirza menghela nafas panjang. Kata demi kata yang keluar dari mulut Mirza, terdengar berat dan penuh emosi.

"Itulah sebabnya Mirza berubah pikiran Ma. Soal biaya hidup Mirza, bukankah Mama yang bilang Papa tidak akan berubah. Mirza akan manfaatkan itu Ma."

"Sekarang kita ke bank, mengurus rekening Mama." Mirza mengandeng tangan Mamanya menuju area parkiran.

Ribka hanya terdiam. Membeku merenungi semua ucapan Mirza. Ternyata Mirza memikirkannya sejauh itu. Tanpa terasa dua bulir air jatuh dari kelopak mata Ribka.

"Mama jangan menangis. Papa tidak pantas ditangisi. Mulai sekarang Mama harus lebih kuat. Karena Mirza akan selalu di sisi Mama." Mirza mengusap air bening itu. Lalu mendekap ibunya penuh kasih.

"Ayo Ma! Mirza mau bawa Mama ke suatu tempat. Kita nikmati hari ini seharian kemana saja yang mama suka."

Proses pembuatan rekening atas nama Ribka tidak lama. Ternyata Papanya tidak bohong kalau uang dalam kartu itu bisa untuk beli motor gede yang ia idamkan selama ini.

Ditambah uang dari kartu yang diberikan Khaty, totalnya sampai dua ratus juta.

Ribka menolak uang itu dipindahkan semua atas namanya. Cukup hanya untuk bayar kontrak rumah satu tahun. Dan pegangan untuk beberapa bulan, sebelum ia menemukan pekerjaan.

Tapi diam-diam Mirza tetap mengisi rekening ibunya seratus juta.

"Mama, kalau Mama butuh uang. Mama tinggal ambil uangnya di ATM." Ribka bingung. Karena selama ini dia tidak pernah berurusan dengan bank. Semua dikendalikan oleh suaminya.

"Mama tidak bisa melakukannya Mirza."

"Ya, harus bisalah Ma. Mirza akan ajari Mama." Mirza mengajari ibunya cara pengambilan uang. Sampai benar-benar mengerti.

"Gimana, Ma. Mama sudah paham kan?" Ribka mengangguk. "Kalau begitu coba Mama ambil dulu duitnya sepuluh juta."

"Hah, uang sebanyak itu bisa diambil?" seru Ribka heran.

"Bisa lo Ma. Ayo Mama coba!" Dengan jemari gemetaran, Ribka mengetik Pin dan jumlah uang yang akan diambil. Ribka gugup luar biasa. Saat melihat uang itu keluar.

"Mirza, untuk apa uang sebanyak ini, Nak?" Selama ini Ribka hanya memegang uang paling banyak dua juta untuk kebutuhan dapur. Karena itulah jatah yang diberikan suaminya selama ini setiap bulan.

Ribka tidak pernah tahu berapa jumlah gaji suaminya. Bahkan apa jabatannya pun, Ribka tidak pernah tahu. Ribka hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sederhana. Yang tulus mengabdi kepada keluarganya.

Statusnya yang hanya anak angkat, membuatnya tidak tau siapa orang tua kandungnya. Khabar yang dia dengar, dia ditemukan di stasiun bus saat umur tiga tahun.

Almarhum bapaknya, Situmorang. Yang bekerja sebagai sopir bus yang menemukannya. Membawanya pulang ke rumah dan mengadopsinya. Ribka diperlakukan tidak baik oleh ibu angkatnya. Karena dicurigai anak selingkuhan.

Setelah dewasa dia dipaksa menikah dengan Raymond. Yang waktu itu masih pegawai magang. Berkat koneksi dari Pak Situmorang waktu itu, Raymond diangkat jadi pegawai tetap. Dan karirnya terus meningkat. Sayangnya, Ribka yang menemani dari nol, tetapi Khaty yang menuai hasil.

"Ayo Ma, simpan duitnya dalam tas Mama. Kita jalan-jalan ke mall dulu."

"Buat apa Mirza. Mama takut nanti ada yang mencopet kita." Mirza tersenyum mendengar ucapan ibunya.

"Kan ada Mirza Ma, yang menemani. Siapa coba yang berani ganggu Mama gue. Gue tendang ke laut." ucap Mirza kocak. Ribka tertawa melihat ulah anaknya yang memperagakan caranya menendang.

"Nah, gitu dong Ma, Mama terlihat cantik seribu kali lipat kalau tertawa." seru Mirza saat melihat Ribka tertawa lepas. Tawa yang sudah lama hilang dari hidupnya. Ribka, lagi-lagi tertegun. Belum resmi bercerai, Ribka merasa beban hatinya seolah hilang separuh.***

1
Greenindya
syukurin karma tuh
Linda pransiska manalu: iya Mak. gak mau menghargai menantu.
total 1 replies
Erchapram
Ayo Ribka jadi perempuan yg lebih badas lagi. Jangan mau diinjak2 madesu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!