Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3 Penginapan
Jadi Dia menemukan penginapan dan masuk kedalam.Di aula banyak tamu yg sedang bersantai.
Wang Ryu segera menuju meja penjaga.pria muda menyambut dengan antusias." tuan selamat datang..!"
"Satu kamar tolong..."Dia akan menginap 3 hari untuk mencari tempat sebelum kembali.
"Baiklah ...ada 1 dilantai atas biaya menginap satu malam adalah 300 sen,anda akan menginap berapa lama ...?"tanyanya penjaga penginapan.
Dia melihat bahwa Tuan ini tak membawa apapun ditanganya selain tas kecil, sepertinya tidak berniat menginap lama.
Tebakan nya memang benar.
"3 hari... bagaimana dengan makanannya?"Wang Ryu mengabaikan pandangan penjaga itu dibawah topinya.
"... ini pukul 7 pagi dan 12 siang,serta makan malam pukul 6 malam...anda bisa pergi ke lantai satu untuk makan atau bisa meminta kami mengantarnya ke kamarmu.......Maaf giok identitas anda?" Tanya penjaga saat lupa melihat identitas tamunya.
Wang Ryu mengeluarkan Giok miliknya dimeja. Tangan putih itu terlihat mencolok dengan pakaian gelapnya lalu Penjaga itu mengambil giok dimeja.
sentuhan halus dan ingin segera terasa,Dia baru pertama kali ini melihat giok pengenal dengan kualitas sebagus itu,ini seperti giok milik kerabat kaisar.
Tidak!
dia pergi melihat giok milik pangeran ke 3 yg datang berlibur dikota Wu dan itu tak sebagus milik tuan muda ini.
Seperti statusnya lebih tinggi dari pangeran.
penjaga Penginapan memberikan kembali giok itu dengan lebih sopan."...tuan Wang silahkan,saya akan mengantarmu ke kamarmu..."
Wang Ryu mengambil Giok itu kembali dan menyimpannya di dadanya, Penjaga itu bermarga Zhao mengantarnya sampai depan kamar sebelah memberinya hormat dan turun kebawah.
Wang Ryu membuka pintu dan masuk,dia melihat bahwa ruangannya cukup rapi dan tak buruk.dia menutup pintu dibelakangnya ,dan berjalan ke arah ranjang.
Dia melepaskan topi dikepalanya, rambutnya telah berubah kembali menjadi putih, sebenarnya agak susah jika dia terus berganti rambut antar hitam dan putih jadi dia memutuskan mulai besok tetap menjadi tampilan sendiri.
Hari mulainya gelap,Wang Ryu berbaring di kasur sebelum pintunya diketuk,dan suara pelayan mengatakan bahwa waktu makan malam telah tiba.
Wang Ryu malas menjadi tontonan jadi dia meminta pelayan mengantar makanan ke kamarnya.
saat makanan diantar para pelayan tak bernai melihat -lihat, setelah makan ditaruh dimeja mereka dengan sopan pergi.
Melihat ini, Wang Ryu cukup puas dengan pelayanan mereka.dia makan dalam diam, sejujurnya dia ingin tau keadaan rumahnya sekarang.
Semoga saja tak ada masalah.nyatanya rumah Ryu aman tanpa ada orang yg bisa masuk.bahkan burung pun tak bisa terbang diatas rumah tua Wang.
Saat malam diaula penginapan diadakan acara minum teh,hal ini sudah bisa untuk menyambut para tau ada juga yg memesan minuman.
Jadi saat Wang Ryu turun untuk minum teh,aula nampak ramai para tamu baik wanita atau pria.Dia yg masih mengenakan topi caping segera menarik perhatian orang-orang.
Malam ini dia memakai setelan Tang putih dari ujung kepala sampai kaki,dengan bordiran benang perak berbentuk burung Phoenix disisi kanan pakaiannya dengan kerah tinggi menutupi jakunnya.
Dia mengenakan anting-anting permata biru yg sama dengan warna matanya.namun orang tak akan bisa melihat hal ini.
Karena Wang Ryu masih memakai topinya.
Pelayan melihat bahwa ini adalah bangsawan dilantai atas,tak terkejut melihat bahwa dia telah berganti pakaian.
Jadi dia segera menghampirinya."...tuan saya akan mengantarkan anda ke meja kosong.. "
Wang Ryu mengangguk dan mengikutinya, beberapa orang mencuri curi perhatian padanya, pelayan mengantarnya pada meja didekat jendela ,disisi lain meja sudah terisi dengan para tamu lainnya.
Dia duduk dan memintanya pelayan menyajikan teh untuk nya dan beberapa-beberapa kue manis.
pelayan itu mengangguk,pergi untuk menyiapkan pesanan.
Wang Ryu menoleh ke arah jendela,dimalam hari suasana jalanan kota masih ramai, beberapa tamu mengobrol dan tertawa dengan harmonis.
Namun suasana ini berubah saat seorang gadis membanting cangkiran tehnya ke lantai.disusul teriakan penuh amarah."..cukup!"
Tawa dan suara-suara lainnya perlahan berhenti,para tamu ada yg mengerutkan keningnya merasa terganggu namun ada juga yg penasaran kenapa dengan orang-orang dimeja itu.
Ada 4 orang dimeja itu,pertama pria dewasa dan seorang pemuda yg mungkin baru berusia 15 tahun,di sisi meja ada 1 gadis yg berteriak dan sisanya pria tua dengan wajah berjanggut.
Pemuda itu melihat ke arah cangking dilantai."...paman jangan lupa berikan ganti rugi atas cangking yg dipecahkan oleh nona Fei ..."
"Baik tuan muda..."jawab Kapten pengawalnya,lalu melihat ke arah dua orang didepannya dengan wajah gelap.
Nona Fei yg ditatap dengan tajam awalnya merasa takut,tapi mengingat kakeknya sangat mencintainya dia yakin orang-orang ini tak akan berani mengambil tindakan padanya.
Jadi dengan arogannya dia berkata."Apa kau mendengarkan ku!jangan kira hanya karena keluarga Mu lebih kaya dari keluarga Fei kau bisa menghina ku!"
Tuan muda itu melihat gadis didepannya dengan wajah tak setuju.
"....Seperti ada kesalahpahaman, kami datang kesini secara baik-baik ingin bicara dengan keluarga anda,tapi anda justru melarang kami bertemu dikeluarga Fei dan malah mengadakan pertemuan di sebuah kedai ..."
Nyata gadis ini yg memohon pada mereka ditengah jalan dan membawa mereka ke tempat ini untuk berbicara, awalnya dia meminta untuk duduk diruang pribadi tapi gadis ini tak perduli dan lebih memilih duduk diaula kedai.
Dan sekarang berani nya memutar fakta dan memfitnah mereka dengan mengatakan hal bohong seperti ini!
Nona Fei segera membantahnya,dia malah menuduh Tuan muda Mu yg berfikir sempit dan merendahkan keluarga mereka.
".....Karena aku tau kalian akan memutuskan pernikahan ini!klau begitu kenapa aku harus menyambut kalian dengan baik! Pernikahan ini diselesaikan oleh orang tua kami....bukankah sebagai anak kamu harus berbakti!"
" Nona jaga kata-katamu!" Kapten pengawal berdiri dari kursinya dengan marah.dan Tuan muda Wu menatap tajam pada gadis itu.
Gadis itu gemetar,namun dia tetep keras kepala menatap mereka.
"...tuan muda,dan tuan penjaga,nonaku tak salah, awalnya pernikahan ini sudah direncanakan sejak lama ke dua belah keluarga sudah setuju....."pelayan Tua itu tersenyum tak berdaya, mencoba meredakan suasana.
Namun kata-katanya yg masih membela Nona Fei membuat mereka semakin marah.
apa maksud pelayan tua ini,apa dia pikiran kelakuan gadis ini tak salah !
".... pelayan Tua seperti anda lupa,kakek ku Tak pernah menyetujui soal pernikahan ini sebelum usia ku genap 18 tahun,dan disetujui juga jika kedua belah pihak dapat berdamai jika ada yg berubah pikiran...!"jelasnya dengan wajah dingin.
walaupun usia Tuan muda Mu masih 15 tahun dia memiliki aura mendominasi dari ayahnya.paslanya dia sudah di didik dari kecil dengan ketat.dia tak akan merasa lemah dari siapapun walaupun dia memiliki kekurangan.
"....Maaf ini karena nona sangat menyukai anda jadi dia agak tak sabar tapi-"Pelayan Tua berubah menahan wajahnya tetap ramah.
namun dia sudah berkeringat dingin pasalnya dia tak tau dengan jelas jika kedua belah pihak dapat berpisah jika satu sama lain tak setuju atas pernikahan ini.
Tak ada yg memberitau nya!
"...Siapa yg menyukai pria cacat seperi dia! Lihat saja wajahnya yg sakit-sakitan itu,apa kamu kira dia akan hidup lebih dari 10 tahun kedepan...!"ucapnya sambil menunjuk ke arah Tuan muda Mu dengan jijik.
Wang Ryu menghentikan gerakannya.
Wajah kapten pengawal mengelap,begitu pula dengan wajah Tuan muda Mu.
Nona Fei berusia 18 tahun tapi gadis itu begitu semena-mena sejak kecil, Karena tak ada yg mendisplinkan nya membuat semakin arogan dan sombong.
Wajah pelayan Tua bahkan lebih pucat.nona tolong kendali mulutmu!.
Dia melihat sekelilingnya dan seperti yg dia dula mata-mata para tamu menatap mereka seperti orang menjijikan.
mulut gadis ini beracun,dia mengutuk orang lain.! Banyak orang merasa kasihan pada pemuda itu,dan menganggap gadis ini sudah keterlaluan.
Jika dia tak ingin menikah tak perlu mempermalukannya pihak lain.
namun sebagian juga berpihak pada gadis itu merasa bahwa gadis yg cantik juga tak akan mau memiliki suami yg cacat tapi memang mulut agak kotor untuk ukuran seorang nona muda dari Keluarga Ternama.
"Nona...!"pelayan Tua itu menahan lengan nona mudanya dengan cemas, tolong berhenti bicara!bagaimana pun pemuda ini masih Tuan muda kedua dari keluarga Mu.
"... Kalau begitu masalah sudah selesai,mulai hari ini keluarga kami tak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Fei anda!"tegas Tuan muda Mu dengan melihat Gadis Fei itu dengan mata jijik.
Ditatap seperti itu membuat Nona Fei yg selalu dimanja murka,benarinya pemuda cacat ini melihat dengan pandangan seperti itu."Kamu ...!"
"Tuan muda jangan gegabah ini-"pelayan Tua berdiri dari kursinya berusaha menghentikan kepergian Ke duanya.
Namun Tuan muda Wu memotong kata-katanya dengan wajah gelap."cukup!...pelayan Tua saya memberikan wajah karena anda lebih tua dari saya,namun bukan berarti saya memiliki kesabaran ekstra untuk mentolerir kelakuan Nona muda mu!"
Wajah pelayan Tua itu membeku.
Kapten pengawal mendorong pelayan tua itu pergi,dan membiarkan Tuan mudanya pergi lebih dulu, namun yg tak diduga semua orang adalah.
Nona Fei yg tertinggal dibelakang, mengambil teko teh dimeja dan melemparkannya dengan marah ke arah Tuan muda Mu.
Melihat adegan ini mata semua orang melihat,termasuk pelayan Tua yg tak sempat melihat apa yg dilempar Nona nya!