NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan

Pelukan rega terasa berbeda saat itu. Ada penyesalan dan rasa takut kehilangan tapi ada juga bayangan yang belum selesai.

Ayra menyandarkan dahinya ke dada bidang suaminya dan diam beberapa detik sebelum akhirnya membuka suara

"aku gamau jadi saingan dari bayangan kamu!" ucap ayra dengan menghela nafas panjang

Rega yang mendengar itu hanya mengelus rambut ayra dan tersenyum

"kamu bukan saingan! Aku memilih kamu bukan untuk bersaing!" ucap rega dengan lembut

Ayra mendorong dirinya agar menjauh sedikit dari rega dan melepaskan pelukannya

"tapi jujur aku masih ngerasa kalo kamu masih di bayangan masa lalu kamu!" celetuk ayra

"Sayang denger. Kamu itu arti rumah yang sebenarnya! Dia masa lalu aku hanya tempat singgah saat itu" ucap rega menghela nafas panjangnya dan melanjutkan bicaranya

"lebih baik kita jalan ke depan. Itu sudah berakhir aya dan ga penting untuk kita!" lanjut rega

"tapi menurut aku itu awal karna aku baru tau semuanya" jawab ayra tak mau kalah

rega mendekat ke ayra lalu memegang kedua pundaknya

"Aku dan dia pernah hampir menikah" ucap rega

dada ayra merasa sesak seakan ada benda yang menabraknya dengan sengaja.

"sudah sejauh itu?" tanya ayra lirih

Keheningan menyelimuti kamar. Rasa sesak yg ayra rasakan berubah jadi pening seketika.

"sebelumnya aku minta maaf karna baru bisa jujur sekarang. Kalo kamu belum siap untuk dengar semuanya, aku akan berhenti untuk menceritakan bayangan itu" ujar rega dengan lantang

"lanjutkan. Aku mau denger semuanya" ucap ayra

"aku cukup sulit melupakan dia. Dia ada saat aku susah dan dia yg ngebantu aku jadi seperti sekarang tapi-"

Rega menatap ayra dalam dan menghembuskan nafasnya seolah bebannya kali ini harus ia lepaskan

"aku dan dia gabisa lanjut sampai pernikahan karna sama-sama keras dan dia lebih memilih pergi saat aku sudah bisa berdiri di atas kaki sendiri. Aku masih belum tau alesannya tapi sekarang aku udah ga peduli tentang itu" jelas rega,

terasa berat namun ia bisa meluruhkan rasa itu dan membuat dirinya merasa lega walaupun tidak sepenuhnya

air mata ayra akhirnya luruh, pertahanan yang ia bangun kini runtuh. Bibir ayra kelu tidak bisa menjawab hanya bisa terdiam.

Ayra berfikir masa lalu rega belum selesai. Tapi ayra memilih diam dan membiarkan suaminya menjelaskannya lebih detail.

"Rasa ga bisa hilang dalam semalam. Aku gabisa bohongin kamu tentang rasa itu. Tapi walau bagaimana pun dia tetap masa lalu yang kelam" jelas rega

"tapi kamu mencintainya dulu" ucap ayra yang akhirnya membuka suara

"iya. Tapi pilihanku sekarang itu kamu. Dia hanya bagian kecil yang gak perlu kamu tau" jawab rega

"bagian kecil? Kamu masih menyimpan rasa mas?" tanya ayra yg kini suaranya melirih

"kamu dan dia jelas ada di ruangan yang berbeda. Kamu itu seluruh hidup aku dan dia gak ada apa-apanya saat ini." jawab rega tanpa ragu

Keheningan kembali turun. Ayra duduk di pinggir ranjang menundukan kepalanya dan terisak

"kalo suatu hari dia minta balik lagi gimana?" tanya ayra lirih

"Sayang..." panggil rega dengan frustasi

"Jawab mas!" ucap ayra dengan nada dinginnya

Rega mendekati istrinya dan berjongkok di depan istrinya lalu menggenggam tangannya dengan lembut

"mas hidup di masa kini sayang. Mas gamau hidup di masa lalu! Apalagi masa lalu itu kelam. Mas cuma mau sama kamu dan tetap kamu!" jelas rega

Sorot matanya tidak memancarkan kebohongan. Hanya ada ketulusan yang terlihat dari rega.

"maaf mas" ucap ayra lirih

rega menangkup kedua pipi ayra dan menghapus sisa air mata di wajahnya.

"air mata kamu terlalu berharga untuk menangisi masa lalu aku. Mas hancur lihat kamu jadi begini." ujar rega yang kini memeluknya

"aku cuma takut kehilangan kamu mas! Saat ini aku hanya punya kamu dan seluruh hidup aku ada di kamu mas. Kalo aku hancur-" ucapan ayra terpotong karna rega memotong ucapannya

"mas akan lebih hancur jika kehilangan kamu! dan itu gk akan pernah terjadi di hidup kita"

pelukan hangat yang ayra rasakan. kini mereka merasa lega karna berani jujur untuk melanjutkan kehidupan mereka setelahnya.

...***...

Beberapa hari berlalu. Mereka berdua menjalankan aktifitasnya sebagai suami istri yang normal walaupun belum sepenuhnya

Mbok sumi menyajikan sarapan di meja makan. karna hari ini jumat jadi mbok sumi pulang lebih awal dan libur di weekend.

"Mbok udah sarapan?" tanya ayra

"sudah non. untuk persediaan sudah mbok sumi siapkan ya non. Nganu non, hari ini mbok mau pulang kampung anak mbok mau lahiran. Boleh ga non kalo mbok minta jatah libur 1 minggu?"

ayra hanya tersenyum. Mbok sumi merasa tidak enak karna meminta jatah libur 1 minggu kepada majikannya.

"boleh dong mbok. Sama mang karto juga?" tanya ayra

"iya non. tapi kalo mas karto ga dijinin gapapa non. saya pergi sendiri saja" jawab mbok sumi

"ya ampun mbok! boleh dong! sebentar ya mbok saya laporan ke suami dulu" ucap ayra dan di jawab anggukan oleh mbok sumi

ayra berlalu pergi meninggalkan meja makan dan menuju kamarnya karna rega sedang bersiap untuk pergi ke kantor

"mas... sudah?" tanya ayra

Rega yang terpanggil menoleh ke asal suara

"kenapa sayang?" tanya rega sambil menggulung lengan kemejanya

"aku mau kasih uang untuk mbok sumi dan mang karto boleh?"

rega mengernyit

"boleh sayang. memang untuk apa? uang belanja nya kurang atau kenapa?"

"mbok sumi mau izin 1 minggu pulang ke kampung karna anaknya lahiran di kampung. kasian mas kalo ga bawa pegangan. hitung-hitung untuk bantu anaknya disana iya kan" jawab ayra

mendengar itu rega menghampiri istrinya yang masih berdiri di depan pintu kamarnya lalu menarik pinggang istrinya sehingga ayra menabrak dada bidang suaminya

deg... deg...

degup jantung rega terdengar dan itu membuat ayra terkekeh

"nyaman banget mas" ucap ayra membalas pelukan rega dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya

"manis banget istri mas. Udah yu balik ke meja makan. kita harus pergi ke kantor. besok weekend bisa lebih lama begini sayang" ujar rega lalu ayra melepaskan pelukannya

rega menggenggam tangan ayra hingga meja makan. mereka berdua terlihat seperti pengantin baru padahal usia pernikahan mereka sudah lebih dari 8 bulan.

mbok sumi melihat kedua majikannya sangat harmonis membuatnya ikut tersulut dalam kebahagiaan mereka

"mbok sini" panggil ayra

"iya non ada apa?" tanya mbok sumi

rega memberikan amplop coklat ke mbok sumi

"dari saya dan istri saya untuk anaknya mbok. Semoga bermanfaat ya" ucap rega dengan senyumannya

"tapi pak-"

"ambil aja mbok. Pemberian itu gaboleh di tolak loh pamali" ucap ayra dengan senyumnya

"ya allah non... pak... makasih banyak... ini udah lebih dari cukup. Semoga kebaikan kalian dibalas dengan berkali-kali kebahagiaan ya" ucap mbok sumi dengan tulus

"do'a kan kami segera punya momongan ya mbok. kami sedang berusaha" balas rega

"tanpa pak rega minta. Do'a saya menyertai kalian. mbok permisi dulu ya mau beresin halaman depan" ucap mbok sumi lalu pergi dari hadapan ayra dan rega

ketenangan di dalam rumah membuat mereka merasa jauh lebih bahagia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!